Data Kegiatan

Evaluasi Pencapaian Tahun 2023 Dan Kesinambungan Program 2024

Kabupaten Blitar |Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar merupakan Cabang dari Relawan TIK Indonesia yang dibentuk dan dikukuhkan oleh Bupati Blitar pada bulan mei tahun 2019. Sudah hampir lima tahun berkiprah dalam gerakan literasi digital bagi masyarakat Kabupaten Blitar, mulai dari Sektor Pendidikan, sektor pertanian, IKM dan pelaku UMKM Desa, serta mendampingi beberapa Desa melakukan upaya Transformasi Digital dalam mengimplementasikan konsep smart village (desa cerdas).

Pendampingan literasi digital menuju smart people

Puncak pencapaian gerakan dan berbagai bentuk kegiatan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Blitar dengan diraihnya 7 (tujuh) penghargaan dari 9 (sembilan) kategori pada saat acara tahunan Festival TIK Nasional tahun 2023 yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah. Ketujuh penghargaan tersebut meliputi :

(1) Mitra Kolaborasi Pemerintah Daerah Terbaik, yaitu dukungan dari Pemerintah Kabupaten Blitar dalam hal ini Dinas Kominfo Statistik dan Persandian.

(2) Program Inovasi Relawan TIK Terbaik, yaitu program pendampingan dan jejaring kemitraan mewujudkan Smart Village (Desa Cerdas) dengan program Internet Sambung Desa. Berkolaborasi dengan Kemterian Kominfo dan Kementerian Desa PDTT.

(3) Pandu Digital Relawan TIK Terbaik dari Direktorat Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo, karena Relawan TIK Kabupaten Blitar telah berhasil melaksanakan Literasi Digital sektor Pendidikan yang diawali dengan kegiatan besar berupa Seminar Nasional dan Workshop dengan tema “Kickoff Literasi Digital Sektor Pendidikan”, yang dilanjutkan dengan kegiatan pemberdayaan Pandu Digital berupa roadshow pertama di 7 (tujuh) SMK Negeri yang ada di Wilayah Kabupaten Blitar. Dilanjutkan dengan Seminar Literasi Digital di 2 (dua) SMK dalam rangkaian pergelaran Wayang kulit Literasi Digital yang diselenggarakan di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar sebagai penutup dari Kegiatan Workshop dan Implementasi Penerapan Teknologi Internet of Things Smart Farming di 2 (dua) demplot lahan kelompok tani.

(4) Transformasi Digital Desa Terbaik, diterima oleh Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar sebagai desa dampingan Relawan TIK Kabupaten Blitar yang juga lokus Desa Cerdas Kemendes PDTT dalam upaya implementasi menuju Desa Cerdas.

(5) Transformasi Digital Desa Terbaik, diterima oleh Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar yang juga sebagai desa dampingan Relawan TIK Kabupaten Blitar yang jadi lokus Desa Cerdas Kemendes PDTT dalam upaya lanjutan implementasi pemberdayaan Pertanian Cerdas dan UMKM Desa untuk mencapai Ekonomi Cerdas sebagai pilar Desa Cerdas.

(6) Leader of The Year Relawan TIK, diterima oleh Hamzah Fathoni, ketua umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, dalam upaya dan kepeloporannya membangun masyarakat cerdas, ekonomi cerdas, tata kelola pemerintahan cerdas, lingkungan cerdas, mobilitas cerdas dan kehidupan cerdas di desa-desa lokus desa cerdas Kemendes PDTT.

(7) Produk Inovasi Terbaik, diraih oleh kolaborasi Relawan TIK Kabupaten Blitar, Kota Surabaya dan Kabupaten Jember berupa aplikasi SITAKRO, sebagai tool untuk update data mikro dan SDGs Desa yang diimplementasikan di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar yang akan dijadikan sebagai role model implementasi program Smart Village Kemendes PDTT.

Seminar Literasi Digital Sektor Pendidikan

Dalam Kegiatan Literasi Digital Sektor Pendidikan, Sektor Desa dan Sektor Pertanian telah berhasil meliterasi digital lebih dari 17.000 orang siswa SMK (terdata di Direktorat Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo tahun 2023), termasuk masyarakat Desa, pelaku UMKM Desa dan para Petani yang ada di Kabupaten Blitar.

Untuk Pendampingan Lokus Desa cerdas Kementerian Desa PDTT, telah berhasil menghantarkan kemenangan Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar sebagai Pemenang Juara I Nasional penghargaan Unesa Village Award 2023 pada tanggal 30 oktober 2023 di Surabaya.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar selama tahun 2023. Berdasarkan laporan Indeks Masyarakat Digital Indonesia yang dirilis oleh Kementerian Kominfo melalui https://imdi.sdmdigital.id/home_2023 , Kabupaten Blitar mencapai 43,49. Jika dibandingkan dengan pencapaian propinsi Jawa Timur yang 43,18 Pencapaian Kabupaten Blitar termasuk lebih baik.

Dari hasil evaluasi internal, hal tersebut merupakan tantangan, mengingat wilayah dan jumlah penduduk yang lebih besar dan sebagian besar terdiri dari masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan (220 desa dan 28 Kelurahan). Sehingga Program Internet Sambung Desa akan lebih diupayakan bisa mengajak para Pemangku Kepentingan, Pemerintah Desa, Lembaga-lembaga Pendidikan dan para NGO untuk memperkuat Jejaring kemitraan, sehingga secara bersama-sama mendukung setiap program kegiatan Relawan TIK kabupaten Blitar di tahun 2024 dan 2025 nantinya.

Replikasi Pendampingan pelaku UMKM Desa di Kabupaten Magelang

Dalam Program kegiatan 2024, akan lebih diarahkan pada Inklusi Literasi Digital bagi Perempuan, anak-anak dan para penyandang Disabilitas. Guna mempersiapkan Bonus Demografi 2030 – 2035, yang saat ini (2024) mereka masih duduk di bangku kelas 5 SD dan SMP. Mereka sebagai pemakai Internet dini harus didorong agar lebih menguasai Talenta Digital untuk menghadapi tantangan dependency ratio tahun 2030 – 2035. Karena lembaga pendidikan SD dan SMP merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Blitar.

The last but not least, program Internet Sambung Desa saat ini juga sedang diajukan sebagai salah satu inisiasi Relawan TIK Indonesia ke ajang WSIS Prizes 2024 – ITU PBB.

Pemilu 2024 Memperburuk Situasi Hak-hak Digital selama 2023

Jakarta, 6 Februari 2024 – Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) baru saja meluncurkan laporan situasi hak-hak digital di Indonesia. Laporan Situasi Hak-hak Digital Indonesia 2023 di Serambi Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mengambil tema “Sudah Jatuh, Tertimpa Pemilu Pula”, peluncuran laporan ini menghadirkan penanggap dari Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) sebagai perwakilan masyarakat sipil.

Setiap tahun sejak 2019, SAFEnet membuat laporan pemantauan atas pelanggaran hak-hak digital di Indonesia. SAFEnet membagi hak-hak digital dalam empat topik yaitu akses internet, kebebasan berekspresi, keamanan digital, dan kekerasan berbasis gender online (KBGO). 

Dalam laporan terbaru ini, SAFEnet mengungkap bahwa sepanjang tahun 2023, terjadi peningkatan pelanggaran hak-hak digital di Indonesia, termasuk yang berkaitan dengan Pemilu 2024. Misalnya, dari sisi akses internet, pelanggaran hak terjadi akibat ketersediaan dan keterjangkauan akses yang kurang merata. Padahal, akses internet menjadi infrastruktur penting untuk informasi Pemilu dan penggunaan teknologi Pemilu. 

Peluncuran Laporan Situasi Hak-hak Digital Indonesia Tahun 2023 di Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, 6 Februari 2024

Sebagai contoh, tercatat bahwa sebagian warga Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak dapat mengakses internet dengan lancar. Padahal, KPU DIY akan menggunakan Sistem Informasi Rekapitulasi dalam pemilu 2024. Selama 2023, gangguan akses internet pun terus terjadi. Setidaknya terdapat 63 gangguan akses dengan rincian 49 gangguan pada aspek infrastruktur, 7 kali pada aspek layanan, dan 7 kali pada aspek kebijakan. Gangguan akses internet yang berlarut masih ditambah dengan berbagai keadaan kahar yang terjadi dan berulang.

Sedangkan pada sisi kebebasan berekspresi. Selama 2023, terdapat tren peningkatan pelaporan ke kepolisian dengan motif politik menjelang pemilu. Pada tahun 2023, kriminalisasi terhadap ekspresi di ranah digital meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah terlapor pada 2023 meningkat sebanyak 15,9 persen dengan jumlah total 124 orang yang dilaporkan ke polisi.

Sisi keamanan digital juga semakin mengkhawatirkan. Terjadi peningkatan jumlah serangan digital, baik serangan secara halus (menyasar psikologi korban) maupun secara teknis (menyasar aset-aset digital korban). Secara konteks Pemilu 2024, terdapat beberapa serangan digital yang secara spesifik menyasar akun-akun peserta Pemilu 2024 maupun yang membahas politik. SAFEnet menemukan insiden dan serangan digital pada tahun 2023 sebanyak 323 kali. Angka tersebut meningkat terus dibandingkan tiga tahun sebelumnya, yakni 302 kali (2022), 193 kali (2021), dan 147 (2020).

Kasus KBGO juga meningkat akibat dampak Pemilu 2024. Seorang politisi perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) gagal mencalonkan diri sebagai caleg setelah video intimnya tersebar di beberapa platform media sosial seperti Facebook, Twitter hingga Whatsapp. Selain mundur sebagai kandidat caleg, dia juga mengundurkan diri sebagai anggota partai Nasdem. Serangan terhadap caleg perempuan lain juga terjadi melalui media sosial yang mengeksploitasi gender caleg tersebut. Dari sisi angka, KBGO mengalami peningkatan secara signifikan. Selama tahun 2023, SAFEnet menerima 1.052 aduan KBGO. Jumlah aduan itu meningkat 33,65 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu 677 aduan pada tahun 2021 dan 698 aduan pada tahun 2022. Aduan paling banyak diterima pada Juli 2023 dengan total 120 aduan.

Berkaca dari hasil pemantauan SAFEnet, Ketua Komnas HAM, Dr. Atnike Nova Sigiro mengatakan bahwa fenomena demikian dikarenakan regulasi yang ada (UU ITE) sering terkendala perbedaan interpretasi dan juga dapat diskriminatif. Jadi memerlukan kehati-hatian. “Kebebasan berekspresi memang tidak boleh semaunya, tapi pembatasannya juga sama saja, tidak boleh semaunya,” tekan Atnike.

Nurul Amalia dari Perludem menilai, bahwa terdapat banyak gangguan informasi menjelang Pemilu yang beredar di media sosial. Nurul juga menekankan pembatasan akses akibat pelanggaran hak-hak digital dimulai dari kondisi jaringan internet (yang tidak bisa diandalkan) hingga beragam kriminalisasi dan intimidasi di media sosial.

Koordinator Pemantauan dan Direktur Program SAFEnet, Anton Muhajir merangkum bahwa pelanggaran hak-hak digital pada tahun 2023 terpantau naik. Hal ini mengkhawatirkan dan masyarakat harus berupaya berbuat sesuatu untuk menghindari dampak-dampak Pemilu. Apalagi, tahun 2024 ini dampak Pemilu masih akan terasa. 

Senada dengan itu, kedua penanggap menekankan perlunya kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari pemantau, bantuan hukum, advokasi media sosial, juga penindakan hukum terhadap pelaku pelanggaran hak-hak digital.
Pada acara peluncuran, partisipan luring juga menyuarakan pendapatnya dengan “mencoblos” surat suara hak-hak digital di Indonesia tahun 2023. Laporan lengkap Situasi Hak-hak Digital di Indonesia 2023 dapat diunduh pada tautan berikut: .

Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) Sebagai Forum Implementasi Program Desa Cerdas

Desa Sawentar – Kabupaten Blitar (sambungdesa.com) | Desa adalah masa depan. Desa yang cerdas adalah desa yang mengikuti perkembangan zaman dan mampu mandiri namun tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan, gotong-royong dan spritualisme yang menjadi kekualatan nilai lokal. Di masa depan desa akan menghadirkan masyarakat yang tidak terpusat namun saling terhubung dengan pengembangan teknologi digital dalam berbagi informasi.

Pembukaan Workshop dan Pelatihan RKDD Desa Sawentar

Salah satu konsep pengembangan desa yang cocok untuk era sekarang adalah konsep desa cerdas yaitu konsep pengembangan desa dengan memanfaatkan teknologi digital baik untuk pelayanan publik dan pengembangan kawasan seperti infrastruktur, teknologi informasi, teknologi komunikasi, transportasi, zonasi, irigasi, drainase, dan energi.

Keluaran dari Desa Cerdas adalah transformasi desa melalui pemanfaatan teknologi, pemanfaatan ruang digital desa secara berkelanjutan, dan pemanfaatan data terintegrasi untuk capaian Desa Cerdas serta pencapaian 6 Pilar Desa Cerdas dan peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Konsep Desa Cerdas merupakan salah satu bagian dari 4 kegiatan utama Program Penguatan Pemerintah dan Pembangunan Desa atau disingkat P3PD. Lokus kegiatan P3PD adalah :
(1) Peningkatan Kapasitas dan Tata Kelola Pendampingan Desa;
(2) Inklusi dan akuntabilitas Sosial;
(3) Akademi Desa,
(4) Desa Cerdas (Smart Village).

Membangun Perikanan Cerdas Berbasis IoT

Dalam Perencanaan dan Pembangunan menuju Desa Cerdas berbagai bentuk kegiatannya diarahkan pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu sektor prioritas dalam penggunaan dana desa yang diprioritaskan untuk dapat mendorong pencapaian SDGs Desa (Permendesa No 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 Pasal 6 ayat 2).

Kegiatan awal dalam merencanakan pembangunan Desa Cerdas harus dimulai dari review dan kajian terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES), yang merupakan pengejawantahan dari Visi dan Misi Kepala Desa atau Pemerintah Desa. Sebagaimana diketahui secara umum, bahwa Visi dan Misi Kepala Desa sebagian besar masih bersifat abstrak dan normatif. Sedangkan RPJMDES ini harus mampu dijadikan sebagai Peta Jalan (roadmap) dalam implementasi kegiatan Desa Cerdas (smart village) sebagai landasan utama dalam menyusun Rencana Kegiatan Pembangunan (RKP) Desa yang berorientasi pada implementasi Desa Cerdas, berupa penggunaan Anggaran (APBDES) setiap tahun.

Pelatihan Konten Kreator bagi Milenial Desa

Proses advokasi dalam review dan kajian RPJMDES Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ini telah dilakukan pada tahap awal bersama team Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Blitar dalam wujud program pendampingan Internet Sambung Desa. Sehingga bisa disusun Perencanaan Kegiatan Pembangunan Desa Cerdas berlandaskan pada aspek Kebijakan, aspek masalah dan tantangan yang ada, serta aspek prioritas.

Setelah dilakukan Pemetaan potensi, tantangan dan permasalahan yang ada di Desa Sawentar sebagai salah satu Lokus Desa Cerdas Kemendes PDTT Fase I, selanjutnya dirumuskan bentuk-bentuk kegiatan berkelanjutan, terukur, dan upaya pencapaian Indikator yang telah ditetapkan.

Adapun rumusan bentuk kegiatannya adalah “Pemberdayaan Pertanian, Perikanan, IKM/ UMKM Desa, Lingkungan Cerdas dan pembangunan Database Mikro berbasis data SDG’s Desa”.

Membangun Pertanian Cerdas Berbasis IoT

Sehingga implementasi dari program kegiatannya adalah berupa :
(1) Membangun Aplikasi Pelayanan Administrasi secara Mandiri.
(2) Membangun Pertanian Cerdas dan perikanan Cerdas dan berbasis teknologi Internet of Things (IoT) untuk sektor hulu dan database perniagaan pertanian di sektor hilir.
(3) Pendampingan pemberdayaan IKM/ UMKM Desa dalam membangun ekosistem ekonomi lokal menuju Nasional dan Global.
(4) Membangun Lingkungan Cerdas berbasis Tata Kelola Bank Sampah dan Perubahan Iklm.
(5) Membangun pemutakhiran data Mikro dan Data SDG’s Desa untuk mempermudah Perencanaan Pembangunan Desa.

Implementasi dari kegiatan di atas, di awali dengan kegiatan Sosialisasi dan Kick Off “Pemberdayaan Pertanian, IKM/UMKM Desa dan Pelayanan Mandiri”, yang telah dilaksanakan pada 22 – 23 Juli 2023.

Pelatihan Tata Kelola Bisnis Online Untuk UMKM

Kegiatan dilanjutkan Workshop dan Pelatihan Teknis di Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) dengan menggunakan Anggaran Operasional RKDD Lokus Desa Cerdas Fase I dari Kemendes PDTT pada tanggal 05, 08 dan 09 Desember 2023 dengan materi Pelatihan :
(1) Membangunan Perikanan Cerdas Berbasis Teknologi Internet of Things,
(2) Konten Kreator, Fotografi dan Videografi untuk Milenial Desa,
(3) Membangun Pertanian Cerdas Berbasis Teknologi Internet of Things,
(4) Pelatihan Foto Produk dan Tata Kelola Bisins Online bagi para Pelaku IKM dan UMKM Desa.

Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD): “Membangun Perikanan Cerdas Berbasis Internet of Things”

Kabupaten Blitar (sambungdesa.com), Hari Selasa malam (05/12/2023) di gedung pertemuan Kantor Desa Sawentar dilaksanakan Pelatihan dan Diskusi di Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) dengan tema “Membangun Perikanan Cerdas Berbasis Teknologi Internet of Things”. Kegiatan yang merupkan bagian dari program pemberdayaan lokus Desa Cerdas Kemendes PDTT ini, diselenggarakan oleh Kader Digital Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar dengan menampilkan dua orang pemateri, yaitu Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, yang juga Leader Desa Cerdas Relawan TIK Indonesia dan Sugiarto, S.Kom., M. Kom., Kepala Program Studi Bisnis Digital, Fasilkom UPN Veteran Jawa Timur.

Kegiatan ini dibuka oleh Mujiyanto, Kepala Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Dalam sambutannya, Mujiyanto menyampaikan bahwa kegiatan malam ini merupakan rangkaian dari Desa Sawentar yang telah ditetapkan oleh Pusdaing Kemendes PDTT sebagai salah satu lokus Smart Village (Desa Cerdas) Fase pertama. Dimana ada beberapa pilar dari program Desa Cerdas, yaitu Masyarakat Cerdas, Ekonomi Cerdas, dan Kehidupan cerdas yang harus dicapai dengan berbagai bentuk kegiatan seperti pada malam hari ini.

“Untuk mencapai ketiga pilar yang saling berkaitan, setelah melalui kajian dan pemetaan potensi yang ada di Desa kita, perikanan bagian dari sektor pertanian dan UMKM Desa harus diberdayakan. Agar tercapai peningkatan produksi perikanan yang efektif dan efisien menggunakan Teknologi Digital, sehingga ekonomi di desa kita bisa kuat. Jelas kegiatan malam ini merupakan bagian dari Literasi Digital agar terbentuk Masyarakat Cerdas terlebih dahulu sebagai pengguna dari teknologi penunjang tersebut”, dijelaskan oleh Mujiyanto, Kades Sawentar.

Selanjutnya Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, sebagai pemateri yang sekaligus pendamping Desa Sawentar dalam implementasi program Smart Village, menyampaikan penjelasan tentang program Desa Cerdas dan berbagai bentuk kegiatan dalam upayanya mencapai indikator dan sub-indikator dari masing-masing pilar Desa Cerdas dalam mewujudkan pencapaian SDG’s Desa yang telah diamanatkan Kemendes PDTT RI.

Sugiarto, S.Kom., M.Kom., Kaprodi Fasilkom UPN Veteran Jawa Timur, sebagai pemateri kedua menyampaikan papapran pengenalan kepada peserta yang hadir tentang Teknologi Ineternet of Things (IoT) dan penerapannya pada kegiatan hulu di sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan sektor yang lainnya yang ada di perdesaan.

Berbagai pertanyaan dan permasalahan yang diajukan oleh beberapa peserta yang sehari-harinya adalah peternak ikan lele, ikan koi dan ikan nila, dijawan oleh para narasumber dengan bentuk diskusi dua arah.

Desa Wates Raih Juara Pertama Lomba Desa Cerdas Nasional

Surabaya (sambungdesa.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Pusat Studi Pengembangan Pedesaan, LPPM memberikan penghargaan Unesa Village Award 2023 kepada desa cerdas nasional, Kamis (30/11/2023).

Acara ini dihadiri dan diapresiasi langsung oleh Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. Menurutnya, ajang ini berdampak langsung pada pembangunan daerah dan pengembangan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Strategi pembangunan nasional negara di dunia, lanjutnya, menggunakan desa cerdas yang dapat mendorong percepatan pembangunan dari 40 tahun menjadi 10 tahun.

“Kalau manual butuh waktu 40 tahun untuk perkembangan desa. Dengan digital kita hanya butuh 10 tahun. Kita hemat 30 tahun atau 1 generasi. Itulah, di Kementerian Desa terus digalakkan desa cerdas, desa digital bahkan kita juga melakukan pelatihan terhadap duta digital dan kader digital desa,” ucapnya.

Unesa Village Award 2023 berhasil didapat desa dengan skor terbaik. Juara 1 diraih Desa Wates, Kabupaten Blitar dengan skor 541. Kemudian juara 2 didapat Desa Papayan, Tasikmalaya dengan skor 494, dan juara 3 Desa Sendangagung Lamongan dengan skor 426.

Adapun Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar yang ditetapkan sebagai juara 1 merupakan salah satu lokus Desa Cerdas Kemendes PDTT yang menjadi Desa dampingan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar sejak tahun 2020 dengan implementasi program pemberdayaan Smart Village Internet Sambung Desa.

Dalam kesempatan ini Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, yang sekaligus sebagai Leader Pendampingan Desa Relawan TIK Indonesia menyampaikan, bahwa dengan diraihnya Juara 1 Desa Cerdas Nasional ini, diharapkan bisa dijadikan inspirasi sekaligus motivasi bagi Desa-desa lainnya yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Blitar dalam Transformasi Digital menuju Desa Cerdas.

“Banyak hal yang akan diraih Desa dalam mplementasi program Desa Cerdas dari Kemendes PDTT ini, terutama terkait dengan berbagai bentuk kegiatan untuk mencapai 6 (enam) pilar yang jadi konsep Desa Cerdas dalam mencapai SDG’s Desa. Misalnya dengan naiknya status Desa menjadi Desa Mandiri, membangun jejaring kemitraan dengan NGO, stakeholder, maupun berbagai pihak, serta suksesnya Literasi Digital menuju Masyarakat Cerdas (smart people)”, kata Hamzah Fathoni menjelaskan.

Overview Perwujudan Satu Data Desa di Kabupaten Blitar

Bidang Statistik Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar menyelenggarakan rapat Overview Perwujudan Satu Data Desa bertempat di Ruang Rapat Command Center, Rabu (8/11/2023). Kegiatan ini melibatkan stakeholder terkait diantaranya BPS Kab. Blitar, Bappedalitbang, Dinas Pendidikan, DKPP, Disnakkan, Disdukcapil, Dinsos.

Acara dibuka oleh Ulfatul Umami, SST, MT, M.Sc selaku Plt. Sekretaris Dinas Kominfotiksan dan Kepala Bidang Statistik. Ulfa menyampaikan bahwa saat ini, data memegang peranan penting dan sangat strategis sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan daerah hingga di level desa.

Pada kesempatan tersebut, dihadirkan Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, Hamzah Fathoni yang memaparkan terkait inovasi Sistem Informasi Data Mikro (SITakro) Desa sebagai alat untuk mengelola data desa berbasis SDG’s Desa.

Tampilan SDG’s Data Individu SITAKRO

Hamzah menambahkan urgensi sebuah data dapat terlihat dari upaya mengkonsolidasikan data desa yang sangat presisi melalui SDGs Desa. Salah satu komponen kunci dalam pendekatan ini adalah proses pendataan data, analisis dan penggunaan data desa yang akurat dan komprehensif. Dalam konteks ini, Data Desa menjadi elemen utama yang menjadi landasan dalam mengambil keputusan pembangunan. Tools aplikasi data https://sitakro.com akan diimplementasikan di salah satu desa yang menjadi piloting, yaitu Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Ulfa menyampaikan bahwa apabila data di level desa dan kelurahan jelas maka data di wilayah yang lebih luas akan tertata. Diharapkan, sebelum aplikasi ini diimplementasikan di lapangan, di salah satu desa yang menjadi pilot, maka prinsip penyelenggaraan satu data dapat dipegang, baik dari sisi standardisasi data, metadata, interoperabilitas maupun kode referensi. Oleh karenanya, diperlukan pembahasan lebih lanjut dan mendalam bersama dengan BPS sebagai Pembina data, termasuk kaitan dengan collecting data di lapangan.

Hal ini selanjutnya perlu disinkronisasi dengan Program Desa Cantik (Cinta Statistik) yang dibina oleh BPS agar satu data desa dapat terwujud dengan apik. Namun disayangkan, pada kesempatan tersebut personal dari Dinas PMD serta TAPM yang diundang berhalangan hadir.

Sawentar dan Wates, Dua Desa Kabupaten Blitar Sabet Predikat Transformasi Digital Desa Terbaik di Festival TIK 2023

Semarang (26/10/2023), Bagian dari rangkaian kegiatan Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (FesTIK) tahun 2023 yang diselenggarakan di Kampus IV Universitas PGRI Semarang adalah Malam Anugerah Award bagi segenap Relawan TIK Indonesia, Stakeholder dan Mitra.

Dalam acara yang dinamakan malam Gala Diner, dibuka dengan tarian jawa, makan malam bersama dan puncaknya adalah penentuan penerima penghargaan untuk sembilan kategori terbaik yang akan ditetapkan bagi seluruh Relawan TIK Indonesia secara nasional, Mitra Pemerintah Daerah dan Mitra Nasional.

Kabupaten Blitar yang dimotori oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar, berhasil memborong tujuh penghargaan untuk enam kategori, yaitu : (1) Mitra Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Terbaik; (2) Program Inovasi Relawan TIK Terbaik; (3) Pandu Digital Relawan TIK Terbaik; (4) Transformasi Digital Desa Terbaik – Desa Sawentar Kabupaten Blitar; (5) Transformasi Digital Desa Terbaik – Desa Wates Kabupaten Blitar; (6) Leader of The Year Relawan TIK; (7) Produk Inovasi Terbaik – SITAKRO untuk Desa Sawentar Kabupaten Blitar.

Penyampaian penghargaan diawali dengan kategori Mitra Kolaborasi Pemerintah Daerah terbaik, dan Pemerintah Kabupaten Blitar menjadi salah satu penerima penghargaan tersebut, diterima oleh Herman Widodo, SH, Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar.

Selanjutnya Kategori Transformasi Digital Desa Terbaik dianugerahkan kepada Desa Sawentar dan Desa Wates Kabupaten Blitar, yang diterima oleh Mujiyanto, Kepala Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro dan Moh. Hamid Al Mauludi, S.Pd.I, Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates.

Kedua desa tersebut merupakan dampingan dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar, yang juga merupakan Lokus Program Desa Cerdas (Smart Village) Kementerian Desa PDTT Fase pertama.

Kedua desa ditetapkan sebagai pemenang untuk kategori Transformasi Digital Desa Terbaik dalam Implementasi menuju Smart Village (Desa Cerdas). Keduanya mendapat pendampingan dari Relawan TIK dalam membangun Pertanian Cerdas berbasis Internet of Things, Pemberdayaan UMKM Desa, dan kegiatan Pemutakhiran Layanan Data SDG’s terkait Data Pendidikan, Data Kesehatan, Data Pekerjaan, Data Marginal (Disabilitas), dan Data Pertanian.

Khusus Desa Sawentar saat ini sedang mengembangkan program Lingkungan Cerdas yang didampingi oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Hal ini ditandai dengan diterimanya bantuan dari Dinas Lingkunhan Hidup Propinsi Jawa Timur berupa dua buah Kendaraan box merk Viar.

Kegiatan Desa Cerdas di Kabupaten Magelang Jawa Tengah

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) terus berupaya mendorong transformasi digital di wilayah desa dengan menggelar rangkaian program “Desa Cerdas dan Duta Digital 2023”. Program ini dilaksanakan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dalam kerangka Sub Program Kegiatan “Ruang Komunitas Digital Desa”.

Acara ini melibatkan Bayhaqi, seorang fasilitator dan narasumber berpengalaman dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Program ini diharapkan dapat memberikan warga desa Kabupaten Magelang keterampilan dan pengetahuan penting untuk mengoptimalkan potensi digital dalam pengembangan ekonomi lokal dan pendidikan.

Rangkaian Acara:

1. Rabu, 27 September 2023 – Desa Ngadirejo

  • Tema: Pelatihan Konten Kreator
  • Rangkuman Materi: Pada hari pertama, peserta diajarkan bagaimana menjadi konten kreator yang efektif. Materi meliputi pembuatan konten yang menarik, strategi pemasaran melalui media sosial, dan penggunaan alat-alat kreatif untuk memproduksi konten berkualitas tinggi.

2. Jumat, 29 September 2023 – Desa Blondo

  • Tema: Teknik Foto dan Pengambilan Video bagi UMKM atau BUMDes
  • Rangkuman Materi: Hari kedua fokus pada teknik fotografi dan pengambilan video yang berguna bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Peserta mempelajari penggunaan peralatan fotografi dan video sederhana, pengeditan gambar, serta strategi pemasaran visual untuk meningkatkan daya tarik produk mereka.

3. Sabtu, 30 September 2023 – Desa Pucungrejo

  • Tema: Pembuatan Video Pembelajaran
  • Rangkuman Materi: Pada hari terakhir, peserta memahami bagaimana membuat video pembelajaran yang efektif untuk pendidikan dan pelatihan. Materi mencakup perencanaan konten pendidikan, teknik pengambilan gambar, pengeditan video, serta penyebaran dan penggunaan video pembelajaran dalam konteks pendidikan desa.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada kemajuan ekonomi lokal dan pendidikan di Kabupaten Magelang, seiring dengan upaya Kementerian Desa PDTT dalam mempercepat transformasi digital di seluruh Indonesia.

Tentang Kementerian Desa PDTT:
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) bertanggung jawab untuk memajukan desa-desa di seluruh Indonesia melalui program-program inovatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat desa. Dengan fokus pada transformasi digital, Kementerian PDTT berupaya membawa desa Indonesia ke era digital yang cerdas dan berdaya saing.

Tentang Relawan TIK:
Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah kelompok sukarelawan yang berdedikasi untuk membantu masyarakat memahami dan mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi. Mereka bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga non-pemerintah untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan teknologi di tingkat desa. Bayhaqi, narasumber dalam program ini, adalah salah satu anggota dari Relawan TIK yang memiliki pengalaman luas dalam pelatihan teknologi.

Implementasi Desa Cerdas di Kabupaten Gianyar Propinsi Bali

Gianyar | (04/10/23) Pusat Daya Saing (pusdaing) BPI Kementerian Desa PDTT dalam kegiatan implementasi Smart Village di Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali menggandeng Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia sebagai Mitra dalam pelatihan di tiga Desa. Adapun materi yang akan disampaikan sesuai dengan pengajuan dari Duta dan kader Digital Desa, hasil dari pemetaan dan review berbagai potensi yang ada di desa masing-masing. Relawan TIK Indonesia menugaskan Hamzah Fathoni, Koordinator Program Pendampingan Desa Cerdas Relawan TIK Indonesia, yang juga Pandu Digital Indonesia level madya (badge biru) Kementerian Kominfo, sebagai Fasilitator dalam pelatihan di tiga desa tersebut.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan mulai hari pertama tanggal 25 September 2023 di desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang dengan materi pelatihan “Konten Kreator, Fotografi dan Videografi” diikuti oleh para pemuda Karang Taruna dan ibu-ibu Kader Posyandu dan TP PKK Desa.

Selanjutnya hari kedua 26 September 2023 di desa Mas, Kecamatan Ubud, materi pelatihannya adalah tentang “Literasi Digital Safety”. Sedangkan pada hari terakhir 27 september 2023 di desa Pejengkelod, Kecamatan Tampaksiring mengambil materi “Pelatihan Digital Marketing” bagi para pelaku UMKM Desa.

Selama kegiatan tiga hari di tiga desa tersebut juga didampingi oleh team dari Pusdaing Kemendes PDTT Jakarta dan seluruh Duta Digital Kabupaten Gianyar.

Dalam kesempatan hari terakhir, tanggal 27 september 2023, Hamzah Fathoni, Fasilitator dari Relawan TIK Indonesia dijemput oleh Gede Suardita, salah satu Founder Petani Muda keren Bali untuk berkunjung ke Desa Pancasari, salah satu P4S yang berhasil dalam Agro Edu Wisata tanaman strawberry dan Desa Gobleg, sebagai desa pemenang TTG (Teknologi Tepat Guna) Kemendes tahun 2022 di Cirebon yang juga sekaligus sebagai salah satu P4S penerapan Internet of Things Pertanian Cerdas di Propinsi Bali.

Seminar Transformasi Digital Dalam Implementasi Smart Village (Desa Cerdas)

Surabaya | Pada hari Rabu (06/09/2023), bertempat di Ballroom, Hotel Grand Mercure Mirama Surabaya dilaksanakan Seminar Nasional dengan Tajuk “SITASI 2023” tema “Transformasi Digital Dalam Implementasi Smart Village (Desa Cerdas). Seminar Nasional ini diselenggarakan oleh Program Studi Sistem Informasi UPN “Veteran” Jawa Timur.

Dalam seminar nasional kali ini mengulas peluang dan tantangan dalam transformasi digital serta implementasi smart village di Indonesia. Pembicara dari berbagai kalangan dan lembaga akan membagikan pengalaman, solusi, dan terobosan dalam pengembangan smart village (desa cerdas) dengan menggunakan teknologi digital.

Topik yang dibahas mencakup strategi pengembangan smart village (desa cerdas), pemanfaatan teknologi dalam pengembangan tersebut, dan upaya memperkuat nilai bela negara melalui implementasi smart village. Diharapkan seminar ini memberikan kontribusi signifikan untuk pengembangan smart village dan transformasi digital di pedesaan, serta memberikan pemahaman dan wawasan yang lebih luas kepada peserta mengenai implementasi smart village dan transformasi digital.

Kegiatan Seminar Nasional SITASI 2023 dibuka oleh Dr. Lukman Arif, M.Si., Wakil Rektor III UPN Veteran Jawa Timur, serta menampilkan empat orang narasumber, yaitu Kepala Dinas PMD propinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Neny Herdianawati, SE, MMA, Kepala Bidang Penataan dan Kerjasama Desa, Praktisi Smart Village, Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, yang juga sebagai Pandu Digital tingkat Madya, Kementerian Kominfo. Sedangkan narasumber dari kalangan akademisi adalah Dr. Denny Trias Utomo, S.Si., MT., Doktoral AI Manufaktur dari Politeknik Politeknik Negeri Jember, dan Prisa Marga Kusumantara, S.Kom., M.Cs., Staf Pengajar UPN Veteran Jawa Timur.

Dalam sambutannya Wakil Rektor III menyampaikan bahwa peran para akademisi di Perguruan Tinggi diharapkan mampu menjadi katalisator dalam implementasi program smart village (desa cerdas). Sehingga Perguruan Tinggi sangat perlu berkolaborasi dengan para praktisi pemberdayaan masyarakat desa. Hal ini juga senada dengan yang disampaikan oleh Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, yang juga Pandu Digital tingkat madya Kementerian Kominfo dalam paparannya.

Menurut Hamzah Fathoni dalam konsep smart village (desa cerdas) harus di awali dengan adanya advokasi dalam penyusunan RPJMDES sebagai pengejawantahan Visi dan Misi Kepala Desa. Sehingga diharapkan RPJMDES bisa dijadikan sebagai Peta Jalan (roadmap) bagi setiap kegiatan implementasi mewujudkan indikator dan sub indikator menuju desa cerdas. Sedangkan dalam konsep desa cerdas ada aspek ekosistem desa cerdas yang akan melibatkan stakeholder dan jejaring kemitraan, dimana Perguruan Tinggi, para NGO dan Komunitas sebagai mitra kerjasama penta helix.

“Desa adalah sesuatu yang unique, di mana setiap desa memiliki beragam potensi dan permasalahan yang tidak pernah sama, sehingga harus di awali dengan pemetaan, terkait dengan IDM, IPM, potensi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat desa agar bisa dituangkan secara terukur dalam RPJMDES”, demikian disampaikan oleh Hamzah Fathoni.

“Rumusan RPJMDES harus melalui survey dan kajian ilmiah, karena akan diPerdeskan dan dijadikan sebagai Peta Jalan (roadmap) dalam mewujudkan Smart Village (desa cerdas). Di sinilah peran awal para akademisi yang memiliki metodologi ilmiah untuk mendampingi masyarakat desa secara berkesinambungan”, lanjut Hamzah Fathoni.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pemateri lainnya, yaitu Prisa Marga Kusumantara, S.Kom., M.Cs., dosen Fasilkom UPN Veteran. Dia menyampaikan bahwa transformasi digital dalam implementasi smart village perlu adanya sasaran yang hendak dicapai. Menurutnya sasaran tersebut harusnya disepakati bersama oleh para stake holder, baik Kementerian maupun Pemerintah Daerah. Arah sasaran tersebut sebenarnya sudah ada, yaitu pencapaian SDG’s.

Seperti yang disampaikan tadi, adanya kenyataan bahwa kebutuhan masyarakat, serta Visi dan Misi Kepala Desa selalu berbentuk normatif dan abstrak. Sehingga sulit untuk diukur secara kuantitatif.

“Sehingga kami sangat setuju, jika peran pendampingan dari para akademisi di awali dengan membantu pemetaan potensi dan permasalahan yang ada di desa. Selanjutnya melakukan advokasi penyusunan RPJMDES sebagai roadmap implementasi Smart Village (desa cerdas)”, lanjut Prisa Marga Kusumantara.

Toolbar Disabilitas