Giat RKDD: Pelatihan Digital Marketing Dongkrak Usaha di Desa Pucangsari Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan [16/02/2025] – Desa Pucangsari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan bergema dengan semangat baru. Puluhan pelaku usaha lokal baru saja menyelesaikan kegiatan pelatihan di Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) bertema “Membangun dan Mengembangkan Usaha di Era Digital,” sebuah pelatihan yang tak hanya mengajarkan teori, tetapi lebih menekankan praktik langsung untuk kesuksesan nyata. Kolaborasi kuat Kader Digital Desa dengan Relawan TIK Kabupaten Pasuruan focus pada praktik Google My Business.

Pelatihan intensif selama 3 jam dari pukul 09.00 sampai 12.00 wib, dipandu oleh ahli digital marketing, dari Relawan TIK Kabupaten Pasuruan yaitu Imron Rosyadi S.Kom, M.Kom dan Dev Achmad. Materi tak hanya berbagi teori SEO, pengelolaan media sosial, dan iklan online, tetapi lebih penting lagi, mengajak peserta untuk langsung praktik. Fokus utama pelatihan adalah praktik Google My Business bareng Imron Rosasi S.Kom, M.Kom yang merupakan Ketua RTIK kab Pasuruan. Tujuannya memberdayakan peserta untuk membangun dan mengoptimalkan profil bisnis secara online.

“Ini bukan sekadar pelatihan, ini adalah aksii nyata, dan bermafaat, ungkap Ririn pelaku UMKM Pucangsari dan pemilik usaha Catering. “Sebelum pelatihan, pemasaran online terasa rumit. Sekarang, berkat bimbingan relawan TIK dan praktik Google My Business, saya merasa siap bersaing! Saya sudah membuat profil Google My Business, dan saya sudah siap menerima pesanan dalam jumlah banyak”, kata Ririn di senyum saat pelatihan.

Suprapto Kepala Desa Pucangsari, mengungkapkan rasa bangga. “Kami ingin para pelaku usaha di Pucangsari berkembang pesat dengan pelatihan digital markerting”, ungkap Pak Kades didampingi Syaifudin selaku sekretaris Desa Pucangsari saat memberikan sambutan diawal pelatihan.

“Untuk itu kita mengajak kolaborasi dengan Relawan TIK Kabupaten Pasuruan, agar warga Pucangsari, terutama UMKM, PKK, BUMDES, dan Koperasi bisa menjalankan usaha menjadi lebih berkembang, maju, dan bisa mengikuti era digital saat ini”, tambah Suprapto dengan senyum penuh semangat.

Kepala Desa Pucangsari juga berharap keberhasilan pelatihan ini, bisa menginspirasi desa-desa lain untuk mengadopsi pendekatan hands-on dalam pemberdayaan masyarakat melalui teknologi digital.

Di luar materi inti dan praktik Google My Business, pelatihan juga menekankan pentingnya keamanan transaksi online dan etika berbisnis digital. Suasana pelatihan dipenuhi semangat kolaboratif dan pertanyaan-pertanyaan antusias dari peserta. Relawan TIK memberikan pendampingan individual, memastikan setiap peserta memahami dan mampu menerapkan ilmu yang didapat.

Dengan semangat praktik yang membara, para pelaku usaha di Desa Pucangsari kini siap melangkah maju. Bu Sri pemilik konveksi Mentari Tailor mengaku sangat senang dengan adanya pelatihan digital marketing. “Saya adalah ketua KOPWAN Pucangsari, setelah pelatihan ini saya berencana akan menularkan ilmunya ke seluruh anggota KOPWAN, agar yang memiliki usaha bisa semakin berkembang dengan pemasaran digital”.

Pemerintah Desa Pucangsari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan dan Relawan TIK Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk memberikan pelatihan lanjutan dan pendampingan berkelanjutan, memastikan keberhasilan jangka panjang program ini dan kesuksesan para peserta dalam memanfaatkan Google My Business dan strategi digital lainnya.

Nagari Batang Barus Menuju Smart Village: Cerdas Bermedia Sosial, Berantas Hoaks, dan Raih Cuan

Batang Barus, Solok – Nagari Batang Barus menjadi tuan rumah kegiatan Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) Fase ke-3 yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Kegiatan ini berfokus pada program Smart Village sebagai langkah konkret dalam mendigitalisasi nagari, dengan Relawan TIK (RTIK) Wilayah Sumatera Barat sebagai fasilitator dan narasumber utama.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Batang Barus, Banta Bransyah, A.Md, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. “Dengan bijak menggunakan media sosial, masyarakat dapat membangun personal branding yang kuat, bahkan menghasilkan nilai ekonomi. Nagari Batang Barus mendukung penuh masyarakat yang memanfaatkan fasilitas RKDD serta peralatan yang telah disalurkan oleh Kemendes, yaitu 1 unit komputer dan 1 unit printer,” ujarnya. Ia juga berharap kader digital yang telah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Jakarta pada Juni 2024 dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Smart Village. Banta Bransyah juga menyampaikan terima kasih kepada narasumber dari RTIK Sumatera Barat yang telah memberikan materi inspiratif dan mendukung visi nagari cerdas.

Hidayatul Rahman, kader digital Nagari Batang Barus, mengungkapkan manfaat besar dari kegiatan ini. “Program ini membantu masyarakat yang sudah melek teknologi untuk menjadikan teknologi sebagai pendamping hidup dan sumber penghasilan dari konten digital. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya.

Ketua RTIK Wilayah Sumatera Barat, Yendi Putra, S.Kom, M.Kom, MTA, memaparkan materi bertajuk “Bijak Menggunakan Media Sosial: Berantas Hoax dan Raih Cuan”. Ia menekankan pentingnya literasi digital untuk meminimalkan hoaks dan menjaga privasi dalam menggunakan media sosial. “Bijaklah di dunia digital. Dengan literasi yang baik, masyarakat tidak hanya mampu menangkal hoaks tetapi juga dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan perekonomian,” ujar Yendi.

Supriardi, S.Kom, M.I.Kom, memberikan materi tentang Cerdas Bermedia Sosial Menyongsong Indonesia Emas. Ia mempraktikkan cara membuat konten menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta teknik memposting di media sosial untuk mempersiapkan masyarakat menjadi kreator konten masa depan.

Materi terakhir disampaikan oleh Rahmad Saputra, S.Kom, M.S.S.I, yang membahas Pentingnya Kesadaran Etika Digital. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya memahami etika dalam bermedia sosial dan pemahaman mendalam tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Langkah Nyata Menuju Nagari Cerdas. Program ini menjadi bukti nyata bahwa Nagari Batang Barus berkomitmen mendukung kemajuan digital masyarakatnya. Dengan sinergi antara pemerintah nagari, Kemendes, dan RTIK Sumatera Barat, diharapkan Nagari Batang Barus mampu menjadi percontohan Smart Village yang tidak hanya memanfaatkan teknologi untuk kehidupan sehari-hari, tetapi juga sebagai pilar menuju Indonesia Emas 2045.

UMKM Desa Wates Dilatih Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Bisnis

Wates, Blitar (03/01/2025) – Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, terus bertransformasi menjadi desa digital. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar pelatihan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa. Pelatihan yang dilaksanakan pada hari ini, Rabu (03/01), di gedung pertemuan Kantor Desa Wates, fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan bisnis.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Wates, Moh. Hamid Almauludi, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya pemanfaatan teknologi digital, khususnya AI, bagi perkembangan UMKM di era yang semakin kompetitif. “Dengan menguasai teknologi digital, UMKM kita diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar yang lebih luas,” ujar Hamid.

Sebagai narasumber, Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, memberikan materi yang sangat bermanfaat bagi para peserta. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan AI untuk menyusun Model Bisnis menggunakan Business Model Canvas (BMC), AI untuk membuat copywriting dan caption untuk posting di media sosial, serta cara menggunakan microsite S.id.

“AI dapat menjadi alat yang sangat berguna bagi UMKM untuk mengotomatisasi beberapa tugas, seperti pembuatan konten dan analisis data. Dengan demikian, para pelaku UMKM dapat lebih fokus pada pengembangan produk dan pemasaran,” jelas Hamzah.

Pelatihan ini diikuti oleh 35 orang peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai jenis UMKM yang ada di Desa Wates. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber.

“Saya sangat terbantu dengan pelatihan ini. Saya jadi tahu banyak hal tentang AI yang bisa saya manfaatkan untuk bisnis saya,” ujar salah satu peserta.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Wates dapat meningkatkan kualitas produk dan layanannya, serta mampu bersaing di pasar yang semakin luas. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekonomi digital di Desa Wates.

Peningkatan Produktivitas UMKM di Nagari Selayo melalui Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI

Dalam era digital saat ini, pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi kunci penting dalam mengoptimalkan pemasaran dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). AI membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menciptakan konten digital marketing yang lebih efektif dan efisien, tanpa memerlukan keahlian teknis yang mendalam. Dengan bantuan AI, UMKM dapat dengan mudah membuat materi promosi seperti foto, video, hingga storyline yang menarik, yang dapat membantu produk mereka lebih dikenal di pasar yang lebih luas. Teknologi ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memberikan peluang bagi UMKM untuk bersaing di dunia digital yang semakin kompetitif.

Nagari Selayo, Kabupaten Solok – (31/12/2024) Wali Nagari Selayo, Bapak Ronal Reagen, S.T., secara resmi membuka kegiatan RKDD Smart Village yang digelar di Nagari Selayo. Dalam sambutannya, Bapak Ronal mengungkapkan bahwa ke depan, Nagari Selayo akan mendapatkan dukungan berupa peralatan modern yang akan membantu mempercepat pertumbuhan UMKM di wilayah tersebut pada tahun 2025. Dukungan ini tidak hanya mencakup alat fisik, namun juga pengetahuan dan pelatihan yang relevan dengan perkembangan digital, terutama dalam memanfaatkan platform digital untuk mengoptimalkan pemasaran produk UMKM.

Wali Nagari juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Desa (Kemendes) yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan pengelolaan yang sangat baik oleh kader digital Nagari Selayo, Mutiara Feberiani. Kehadiran kader digital ini menjadi simbol pentingnya peran generasi muda dalam mendukung kemajuan teknologi di tingkat desa, khususnya dalam mengembangkan sektor UMKM.

Bapak Firnanda Amdimas, S.Sos., M.Sos, selakuu Duta Digital Kabupaten Solok, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fase ketiga program yang diadakan di 25 nagari se-Kabupaten Solok. Ia berharap kegiatan seperti ini akan menjadi motivasi bagi UMKM di Nagari Selayo untuk mempercepat pertumbuhan mereka, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital. Firnanda menekankan pentingnya platform digital dalam mendorong pertumbuhan UMKM, yang dapat menjadi pendorong utama perekonomian lokal.

“Dengan dukungan teknologi, terutama pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), diharapkan UMKM di Nagari Selayo dapat berkembang lebih pesat, baik dalam segi produksi maupun pemasaran produk mereka,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Yendi Putra, S.Kom., M.Kom., MTA, sebagai pemateri utama dalam kegiatan tersebut, memaparkan tentang Transformasi Digital Marketing Dengan Teknologi AI. Yendi menjelaskan bahwa pelatihan ini mengkombinasikan teori dan praktik langsung. Sebanyak 30% materi disampaikan secara teoritis, sementara 70% sisanya berupa praktik langsung menggunakan alat bantu berbasis AI untuk menciptakan konten digital.

Peserta pelatihan, yang terdiri dari pengelola UMKM Nagari Selayo, mendapatkan pengetahuan mengenai teknik fotografi dan videografi, cara pengambilan gambar, serta pengolahan hasil gambar dan video menggunakan perangkat lunak berbasis AI. Para peserta juga dibekali dengan keterampilan membuat storyline dan video promosi yang dapat meningkatkan daya tarik produk UMKM di pasar digital.

Produk-produk UMKM yang terlibat dalam pelatihan ini bervariasi, mulai dari makanan kering, makanan basah, kerajinan tangan, hingga produk olahan dari limbah yang diubah menjadi tas dan dompet. Tak ketinggalan, beberapa peserta juga memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan produk khas daerah seperti tanaman khas Solok.
Salah satu peserta, Buk Rini, yang bergerak dalam bidang pengolahan limbah menjadi produk kreatif, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan pemasaran produk UMKM miliknya. Ia sangat mengapresiasi materi yang disampaikan, yang dianggap sangat relevan dengan kebutuhan saat ini, terutama dalam hal pemasaran digital yang memanfaatkan teknologi canggih.

“Terima kasih kepada Kemendes, RTIK Sumbar, dan Duta Digital Kabupaten Solok yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Materi yang diberikan sangat up-to-date dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan pasar saat ini. Ini menjadi peluang besar bagi saya dan teman-teman UMKM di Nagari Selayo untuk meningkatkan kualitas pemasaran produk kami,” ujar Buk Rini dengan penuh semangat.

Dengan adanya pelatihan berbasis AI ini, para pelaku UMKM di Nagari Selayo diharapkan dapat memanfaatkan berbagai platform digital untuk memasarkan produk mereka lebih luas, memperkenalkan produk unggulan daerah, dan meningkatkan daya saing di pasar global. Dukungan pemerintah dan kader digital Nagari Selayo menjadi langkah positif dalam mempercepat transformasi digital, yang bukan hanya memajukan sektor UMKM, namun juga menciptakan peluang baru untuk perekonomian desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Digital Transformation” Pelatihan Pengelolaan Website Desa Menuju Desa Cerdas

Kabupaten Pasuruan, 08 Desember 2024 – Balai Desa Sidowayah Beji menjadi saksi pelaksanaan pelatihan “Digital Transformation: Pengelolaan Website Desa Menuju Desa Digital” yang digelar pada hari Minggu, 08 Desember 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dan komunitas dalam mengelola website desa, guna mewujudkan desa yang lebih informatif dan terhubung secara digital.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Sidowayah, Bapak Sukino. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik inisiatif pelatihan ini dan berharap kegiatan ini dapat menghasilkan sebuah wadah informasi yang bermanfaat bagi Desa Sidowayah. “Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, desa kita dapat memiliki website yang informatif dan dapat menjadi pusat informasi bagi seluruh warga desa,” ujar Bapak Sukino.

Berbeda dengan sambutan Kepala Desa, Ketua BPD Sidowayah, Bapak Abd. Hamid, menekankan pentingnya koordinasi dalam penyelenggaraan kegiatan desa. Beliau menyatakan, “Saya berharap setiap kegiatan yang diselenggarakan selalu berkoordinasi dengan pemerintahan desa agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.”

Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri utama. Mas Bro, Pembina Relawan TIK Pasuruan, memaparkan pemahaman umum tentang pengelolaan website desa. Sementara itu, Ketua Relawan TIK Pasuruan, Bapak Muhammad Imron Rosadi, lebih fokus pada aspek teknis, seperti tata cara pembuatan dan pengelolaan website desa.

Peserta pelatihan yang terdiri dari seluruh komunitas desa digital dan perangkat desa sangat antusias mengikuti sesi demi sesi. Mereka berharap pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membangun dan mengelola website desa yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam proses transformasi digital di Desa Sidowayah, mewujudkan desa yang lebih maju dan terhubung dengan dunia luar.

Pelatihan Pembuatan Konten Digital Percepat Digitalisasi Desa Cerdas bagi Masyarakat Nagari Singkarak

Nagari Singkarak, sebuah desa yang terletak di Sumatera Barat, baru-baru ini menjadi salah satu desa terpilih untuk mengikuti program pelatihan Desa Cerdas yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) bekerja sama dengan RTIK Sumatera Barat dan Ruang Komunitas Desa Digital Nagari Singkarak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan digital masyarakat, dengan fokus pada keterampilan pembuatan konten digital yang efektif untuk promosi dan pengembangan potensi daerah.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Singkarak, Rahman, S.Pd. Dalam sambutannya, Rahman mengungkapkan harapannya agar pelatihan ini dapat mempercepat transformasi digital di Nagari Singkarak. “Terpilihnya Nagari Singkarak sebagai Desa Cerdas merupakan langkah awal yang penting dalam mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi tantangan di dunia digital. Saya berharap pelatihan ini dapat memberikan keterampilan baru yang bermanfaat, terutama dalam pembuatan konten digital untuk promosi potensi alam dan budaya Nagari Singkarak,” ujar Bapak Rahman dengan penuh semangat.

Pelatihan ini menghadirkan pemateri ahli di bidang digital, Yendi Putra, S.Kom, M.Kom, MTA, seorang pakar digital yang berpengalaman dalam pembuatan konten kreatif Juga sebagai Ketua RTIK Sumatera Barat. Yendi menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses pembuatan konten digital. “Dengan memanfaatkan teknologi AI, masyarakat dapat menghasilkan konten yang lebih profesional tanpa perlu perangkat yang mahal. AI membantu dalam berbagai hal, mulai dari editing, penulisan otomatis, hingga analisis tren untuk memastikan konten yang dihasilkan relevan dengan audiens,” jelas Yendi.

Selain itu, Yendi didampingi oleh Rahmat, Sekretaris RTIK Sumatera Barat, yang memberikan wawasan tentang pentingnya etika dalam menggunakan teknologi. Rahmat mengingatkan bahwa banyak konten kreator yang menghadapi masalah hukum karena kurangnya pemahaman mengenai etika digital. “Sebagai kreator konten, kita harus berhati-hati dan memahami aturan serta etika dalam membuat dan menyebarkan konten,” tegas Rahmat.

Antusiasme peserta pelatihan sangat tinggi, dengan kehadiran ibu-ibu dan remaja yang menunjukkan semangat besar dalam belajar. Kegiatan pelatihan ini terbagi menjadi 30% teori dan 70% praktek, sehingga peserta dapat langsung menghasilkan produk digital setelah mengikuti sesi tersebut. Duta Digital, Fajri Febrio, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan fase ketiga yang diselenggarakan oleh Kemendes. “Ini adalah kesempatan luar biasa untuk memanfaatkan peluang ini dengan semaksimal mungkin. Mari kita gali ilmu dari para pemateri yang berasal dari RTIK Sumbar,” ajak Fajri.

Testimoni dari peserta pelatihan sangat positif. Banyak dari mereka yang merasa mendapatkan pengetahuan baru dan sangat antusias untuk mempraktikkan ilmu yang mereka peroleh. “Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena tidak hanya teori, tetapi juga langsung praktek. Saya merasa lebih siap untuk membuat konten digital yang dapat digunakan untuk mempromosikan produk lokal dan potensi wisata Nagari Singkarak,” ungkap salah seorang peserta dengan antusias.

Dengan kegiatan ini, Nagari Singkarak diharapkan dapat semakin memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya Minangkabau kepada dunia luar. Transformasi digital yang terus berkembang diharapkan mampu membawa dampak positif, tidak hanya dalam promosi pariwisata, tetapi juga untuk peningkatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan konten digital yang lebih efektif dan menarik.

Pentingnya  Pelatihan Literasi Digital Guna Tingkatkan Keamanan Data Pribadi Warga Desa

Kegiatan desa Cerdas Lokasi Baru, Kecamatan Air Priukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu menjelang akhir tahun ini mengelar pelatihan Literasi Digital guna mengamankan data pribadi. Rabu ( 13/12/2024)

Acara ini diselenggarakan oleh RKDD (Ruang Komunikasi Digital Desa) yang difasilitasi  oleh Duta Digital, Marlina , dan Kader Digital, Anjasmoro. Untuk kader digital merupakan pemuda asli dari desa Lokasi baru.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang yang merupakan perwakilan dari PKK, Kader KPM, Bumdes dan Karang Taruna. Dari berbagai rentang usia, ada tua-muda, laki-laki dan Perempuan.

Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Duta Digital dan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa  Djasmani Wahyudi . Dalam sambutannya, Djasmani Wahyudi  menyampaikan apresiasi atas program ini yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat desa Lokasi BaruTerutma untuk bisa menjaga keamanan data pribadi menjelang akhir tahun ini.

Djasmani Wahyudi juga menyampaikan bahwa desa Lokasi Baru tadi malam, sekitar jam sebelas malam sudah menerima seperangkat Komputer lengkap dengan printer yang terkini. Djasmani Wahyudi berharap dengan bantuan dari Kemndes ini dapat meningkatkan kemajuan bagi masyarakat desa Lokasi Baru.

Pelatihan Literasi Digital ini menghadirkan Ibu Milda Ini, Ketua Relawan TIK Provinsi Bengkulu. Yang akan menyampaikan materi seputar Literasi Digital.

Dalam paparan materinya , Milda menyampaikan mengenai empat pilar dari Literasi Digital yang terdiri dari pertama Digital Skils atau Keterampilan Digital, kedua Digital Culture atau budaya digital, ketiga Digital Ethic atau Etika Digital dan yang terakhir adalah Digital Safety atau Keamanan Digital.

Pelatihan ini juga diselingi dengan diskusi dan tanya jawab yang seru apalagi pada bagian paparan mengenai keamanan data pribadi yang sering dianggap sepele atau dilalaikan sehingga bisa berunjung pada hal-hal yang tidak baik. Ternyata masih banyak juga warga desa Lokasi Baru yang belum paham mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi.

Di akhir sesi pelatihan, Milda juga memberikan tips dan triks agar aman bermain media sosial, optimasi media sosial untuk kegiatan yang bermanfaat dan menghasilkan, misalnya dengan menjadikan media sosial sebagai sarana promosi hasil perkebunan dan peternakan agar lebih luas jangkauannya dan bisa terjual dengan harga yang baik.

Pada kegiatan ini ternyata diketahui juga  masih banyak juga warga desa Lokasi Baru yang belum paham mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi.

Untuk diketahui, Desa Lokasi Baru marupakan salah satu dari 20 Desa yang terdapat di kabupaten Seluma provinsi Bengkulu yang mendapatkan bantuan program Desa Cerdas Fase 3 dari Kementrian Desa. (ML)

Imbas Belajar Literasi Digital, Warga Desa Pasar Ngalam Ingin Jadi Affliate

Kegiatan desa Cerdas Pasar Ngalam, Kecamatan Air Priukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu belajar tentang literasi digital, akhirnya ingin menjadi konten creator dan affliate. Selasa ( 10/12/2024)

Salah satu dari 20 desa cerdas yang ada di kabupaten Seluma, di antaranya ada yang berada di Kecamatan Air Priukan. Tepatnya berada di desa Pasar Ngalam. JIka kamu ke desa Pasar Ngalam ini, kamu tidak akan menemukan pasar karena ini hanya sebuah nama saja.

Warga desa cerdas Pasar Ngalam, sebagian besar mata pencahariannya adalah berkebun sawit dan beternak. Untuk ternak warga desa banyak memelihara sapi dan kambing. Sedangkan untuk keperluan sehari-hari, warga desa membeli ke luar desa.

Namun ada yang menarik dari desa Pasar Ngalam ini, meski tidak memiliki pasar namun desa pasar Ngalam sudah dialiri wifie. Warga desa sebagian besar sudah pasang wifie di rumah mereka masing-masing. Oleh karena itu mereka lebih nyaman, senang dan hemat saat menggunakan internet.

Kali ini kegiatan pelatihan Literasi Digital ini  diselenggarakan oleh RKDD (Ruang Komunikasi Digital Desa) dengan fasilitator  Duta Digital, Marlina , dan Kader Digital, Tiara Meilati Kalova. Duta dan kader digital ini sebelumnya sudah mendapatkan bimbingan teknis dari Kementrian Desa selama sepuluh hari di Jakarta. Bersama dengan duta dan kader digital desa lainnya dari seluruh Indonesia.

Untuk pelatihan Literasi Digital  ini diikuti oleh 30 orang yang merupakan perwakilan dari PKK, Kader KPM, Bumdes dan Karang Taruna. Dari berbagai rentang usia, ada tua-muda, laki-laki dan perempuan.

Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Duta Digital Marlina dan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa  Suprida . Dalam sambutannya, Suprida menyampaikan apresiasi atas program ini yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat desa Pasar Ngalam untuk bisa memanfaat penggunaan internet untuk keperluan yang bermanfaat.

Suprida  juga menyampaikan bahwa desa Pasar Ngalam juga sudah mendapatkan seperangkat Komputer lengkap dengan printer yang terkini.

Pelatihan Literasi Digital ini menghadirkan Ibu Milda Ini, Ketua Relawan TIK Provinsi Bengkulu. Yang akan menyampaikan materi seputar Literasi Digital. Milda juga akan memberikan tips dan trik bagaimana menjadi konten kreator dan afflite hingga bisa menghasikan uang.

Jhon yang merupakan salah satu peserta mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti pelatihan literasi digital dan bagaimana menjadi affliate yang menghasilkan. Ia, sangat senang karena mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru. Selama ini ia, hanya sebagai penikmat media sosial. Dengan pelatihan literasi hari ini, ia memiliki pemikiran untuk mengembangkan akun media sosialnya untuk bisa menjadi konten creator atau affiliate.

Dalam paparan materinya , Milda menyampaikan mengenai empat pilar dari Literasi Digital yang terdiri dari pertama Digital Skils atau Keterampilan Digital, kedua Digital Culture atau budaya digital, ketiga Digital Ethic atau Etika Digital dan yang terakhir adalah Digital Safety atau Keamanan Digital.

Di akhir sesi pelatihan, Milda juga memberikan tips dan triks agar aman dan bisa menghasilkan cuan saat bermain media sosial. Milda juga mengajarkan bagaimana menautkan keranjang kuning di akun tiktok, membuat konten video dll. Dengan pelatihan hari ini, Milda berharap warga desa dengan fasilitas wifie di rumah dapat memanfaatkan potensi wifie tersebut untuk menambah wawasan, pengetahuan secara online dan meningkatkan keterampilan serta makin cakap digital. (ML)

Pentingnya Literasi Digital Untuk Membangun Pilar Masyarakat Cerdas

Kegiatan ini dilaksanakan di desa Sukasari, Kecamatan Air Priukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Desa Sukasari ini meripakan salah satu dari 20 Desa Cerdas yang mendapatkan bantuan dari Kementrian Desa.  Rabu( 04/12/2024)

Guna meningkatkan kualitas masyarakat  desa Sukasari sebagai sebagai desa Cerdas di era digitalisasi ini, maka Duta Digital dan Kader Digital desa Sukasari memfasilitasi kegiatan  RKDD (Ruang Komunitas Digital Desa) dalam bentuk Pelatihan Literasi Digital untuk warga desa.

Sejak pukul delapan pagi, para peserta yang terdiri dari orang tua dan anak muda, baik laki-laki dan perempuan sudah berdatangan. Mereka sudah berkumpul di balai desa untuk mengikuti Pelatihan Literasi Digital.

Pelatihan Literasi Digital ini akan menghadirkan narasumber Milda Ini yang merupakan Ketua Relawan TIK Provinsi Bengkulu. Milda Ini, akan memberikan paparan mengenai apa saja yang menjadi bagian dari pilar literasi digital.

Kegiatan pelatihan ini diawali dengan kata sambutan dari Duta Digital Marlina yang juga didampingi oleh Turniadi yang merupakan kader Digital dari desa Sukasari. Dalam kata sambutannya Marlina menyampaikan dan mengajak para peserta untuk berperan aktif dalam pelatihan hari ini. Marlina juga berharap kegiatan ini dapat memberikan tambahan wawasan bagi warga desa.

Kegiatan ini  secara resmi dibuka oleh Kepala Desa  Ahmad Kodari . Dalam sambutannya, Ahmad Kodari menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para duta dan kader digital yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Ia berharap kepada peserta pelatihan agar dapat memanfaatkannya kegiatan pelatihan ini dengan sebaik mungkin.

Ahmad Kodari juga berharap dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh hari ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama bagi warga desa di zaman yang serba canggih.

Pelatihan Literasi Digital ini menghadirkan Ibu Milda Ini, Ketua Relawan TIK Provinsi Bengkulu. Yang akan menyampaikan materi seputar Literasi Digital serta memberikan pelatihan singkat mengenai bagaimana membuat video flash dengan menggunakan handphone.

Agus yang merupakan salah satu peserta menyampaikan bahwa, ia mendapatkan tambahan wawasan baru seputar bagaimana aman bermain internet dan juga tahu bagaimana cara membaut video yang cepat, bagus hanya dengan menggunakan handphone.

Pada pelatihan ini para peserta juga sangat antusias terutama ibu-ibu, mereka jadi bersemangat juga untuk mencoba dan belajar menjadi konten creator.

Dalam pelatihan ini saat membuat video flash, para peserta menggunakan kuota internet dari handphone masing-masing. Untuk saat ini di desa Sukasari belum ada instalasi untuk pemasangan wifie, Jadi para warga untuk mengakses internet  masih menggunakan fasilitas kuota internet yang dibeli melalui selular.

Oleh karena itu Milda juga berharap ke depannya dengan adanya program desa cerdas dan dengan adanya duta serta kader digital desa dapat mempercepat penambahan infrastruktur wifie di desa Sukasari.

Dalam paparan materinya , Milda juga menyampaikan mengenai empat pilar dari Literasi Digital yang terdiri dari pertama Digital Skils atau Keterampilan Digital, kedua Digital Culture atau budaya digital, ketiga Digital Ethic atau Etika Digital dan yang terakhir adalah Digital Safety atau Keamanan Digital.

Pelatihan ini dilaksanakan di kantor balai desa Sukasari dari jam delapan pagi hingga jam dua belas siang. Para peserta selain mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan seputar literasi digita. Para peserta juga mendapatkan keterampilan baru bagaimana membuat video yang bercerita hanya dengan menggunakan handphone.

Untuk diketahui bahwa kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berjumlah  30 orang yang merupakan perwakilan dari PKK, Kader KPM, Bumdes dan Karang Taruna. Para peserta merupakan warga desa Sukasari. (ML)

Pemanfaatan Digital Skill Untuk Meningkatkan Keterampilan Menggunakan Smartphone sebagai Media Promosi di Desa

Pelatihan Literasi Digital dan  Memanfaatkan Digital Skill Untuk Meningkatkan Keterampilan Menggunakan Smartphone sebagai Media Promosi Berupa Foto . Guna meningkat kecerdasan para warga desa Tawang Rejo dalam menggunakan dan memanfaatkan handphone. Maka duta dan kader digital dari desa cerdas menyelenggarakan kegiatan pelatihan literasi digital. Senin,(09/12/2-24)

Desa Tawang Rejo Kecamatan Air Priukan Kabupaten Seluma ini merupakan bagian dari 20 desa Cerdas yang mendapatkan program desa cerdas dari Kementrian Desa.

Pelatihan Literasi Digital ini menghadirkan Ibu Milda Ini, Ketua Relawan TIK Provinsi Bengkulu. Yang akan menyampaikan materi seputar Literasi Digital.

Acara pelatihan literasi digital ini diselenggarakan oleh RKDD (Ruang Komunikasi Digital Desa) yang difasilitasi  oleh Duta Digital, Marlina , dan Kader Digital, Nurul Ayu Veronica. Kebetulan sekali di desa Tawang Rejo ini duta dan kader digitalnya Perempuan.

Kegiatan pelatihan literasi digital ini dilaksanakan di kantor balai desa Tawang Rejo. Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang yang merupakan perwakilan dari PKK, Kader KPM, Bumdes dan Karang Taruna. Dari berbagai rentang usia, ada tua-muda, laki-laki dan perempuan.

Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Duta Digital dan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa  Poniman . Dalam sambutannya, Poniman  menyampaikan apresiasi atas program ini yang diharapkan dapat meningkatkan wawasan literasi digital masyarakat desa Tawang Rejo. Poniman juga berharap setelah pelatihan ini para peserta memiliki keterampilan bagaimana mengambil foto produk untuk mempromosikan berbagai potensi desa secara masif.

Poniman  juga menyampaikan bahwa sumber  mata pencaharian terbesar warga desa Tawang rejo bersumber dari perkebunan yaitu sawit dan peternakan, untuk sapi dan kambing. Poniman berharap dengan keterampilan digital yaitu teknik foto dari handpone yang dipelajari hari ini terutama bagi para pemuda, agar dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai potensi desa.

Dalam paparan materinya , Milda menyampaikan mengenai empat pilar dari Literasi Digital yang terdiri dari pertama Digital Skils atau Keterampilan Digital, kedua Digital Culture atau budaya digital, ketiga Digital Ethic atau Etika Digital dan yang terakhir adalah Digital Safety atau Keamanan Digital.

Pada pelatihan literasi digital kali ini, Milda juga mengajarkan bagaimana teknik motret dengan menggunakan handphone untuk mempromosikan produk dan jasa anti gagal. Dimana peserta diajarkan bagaimana cara memoto produk untuk promodi di media sosial.

Untuk diketahui di provinsi Bengkulu, selain kabupaten Seluma, ada 20 desa juga yang mendapatkan program desa cerdas ini  yang berada di kabupaten Bengkulu Utara. (ML)

Toolbar Disabilitas