Penguatan Model Bisnis dan Transformasi Digital BUMDes Sejahtera Kemirigede untuk Pertumbuhan Ekonomi Desa Wisata Berbasis Kemitraan

Desa Kemirigede, Blitar — (17/05/2026) Program Penguatan Model Bisnis dan Transformasi Digital BUMDes Sejahtera Kemirigede resmi bergulir sebagai wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis kemitraan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dan difasilitasi oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia.

Program ini bukan sekadar pendampingan biasa. Ia dirancang secara khusus sebagai bagian dari hilirisasi hasil riset perguruan tinggi yang sebelumnya telah dikembangkan dalam bidang bisnis digital, pemetaan potensi ekonomi desa, transformasi digital UMKM, hingga penguatan model bisnis berbasis data. Melalui kegiatan ini, temuan-temuan akademik diterapkan secara langsung untuk membantu pengembangan desa wisata agar memiliki tata kelola yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini menghadirkan tim dari UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Nahdlatul Ulama (NU) Blitar yang bekerja bersama pemerintah desa dan pengelola BUMDes Sejahtera Kemirigede dalam satu ekosistem pendampingan yang terintegrasi.

Saat ini, Relawan TIK bersama tim dari kedua perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pengelola BUMDes tengah melaksanakan pemetaan ulang potensi wisata Desa Kemirigede. Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memfinalisasi titik-titik unggulan wisata desa yang nantinya akan menjadi fondasi pengembangan ekosistem wisata berbasis masyarakat.

Selain pemetaan potensi, tim juga menyelenggarakan forum diskusi bersama mitra desa untuk menyusun arah pengembangan model bisnis desa wisata yang lebih terintegrasi. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan konektivitas yang kuat antara sektor wisata, UMKM desa, promosi digital, dan penguatan branding kawasan wisata Kemirigede.

Dalam program ini, transformasi digital menjadi salah satu fokus utama pengembangan BUMDes dan desa wisata. Hamzah Fathoni, Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, menegaskan bahwa digitalisasi desa wisata merupakan kebutuhan mendesak agar potensi desa dapat dikenal lebih luas dan memiliki daya saing di era ekonomi digital. “Desa wisata saat ini tidak cukup hanya memiliki potensi alam, tetapi juga perlu membangun identitas digital dan sistem bisnis yang berkelanjutan”, tegasnya.

Transformasi digital yang sedang dirancang dalam program ini mencakup lima aspek strategis:

  • Penguatan branding desa wisata — membangun identitas visual dan narasi yang kuat untuk kawasan wisata Kemirigede.
  • Pemetaan digital potensi wisata — pendataan dan visualisasi geospasial titik-titik unggulan desa secara digital.
  • Strategi promosi berbasis media sosial — pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran wisata.
  • Pengembangan model bisnis digital — perancangan sistem bisnis BUMDes yang berbasis teknologi dan data.
  • Integrasi data wisata desa — pengelolaan data wisata secara terpusat untuk pengambilan keputusan berbasis bukti.

Dengan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kementerian, perguruan tinggi, relawan tik, pemerintah desa, dan pengelola BUMDes, program ini diharapkan menjadi model percontohan pengembangan desa wisata berbasis digital di Jawa Timur maupun Nasional. Pendekatan holistik yang menggabungkan kekuatan riset akademik dan kebutuhan riil masyarakat desa diyakini mampu menciptakan ekosistem wisata yang mandiri, berdaya saing, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi seluruh warga Desa Kemirigede.

Keberhasilan program ini pada akhirnya tidak hanya akan diukur dari angka kunjungan wisata, tetapi dari sejauh mana masyarakat Kemirigede mampu menjadi pelaku utama dalam ekosistem ekonomi digital desanya sendiri.

Diterbitkan oleh

Hamzah Fathoni

Pandu Literasi Digital, Founder Sambungdesa, Relawan TIK Indonesia

Toolbar Disabilitas