Data Kegiatan

Pendampingan Pelatihan Tiga Desa di Kabupaten Kulonprogo Yogjakarta

Yogjakarta | Giat Pendampingan yang dilakukan oleh Pusat Daya Saing (Pusdaing) Kemendes PDTT di beberapa Kabupaten yang mengambil tiga desa lokus desa cerdas fase I (pertama) mulai di laksanakan. Di beberapa lokus desa cerdas, Pusdaing Kemendes PDTT menggandeng Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia sebagai pemateri dan narasumber.

Dalam Kegiatan pendampingan kali ini di Kabupaten Kulonprogo Yogjakarta, yang dilaksanakan di tiga desa, Relawan TIK menugaskan Muhajir Sulthonul Azis, M.I.Kom, Ketua Umum Relawan TIK Surabaya dan Muhammad Andrian Dhimas, dari Relawan TIK Jember sebagai pemateri.

Pada hari pertama (06/09), kegiatan dilaksanakan untuk Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulonprogo, Propinsi DI Yogjakarta. Dengan menggunakan tajuk “Pentingnya Literasi Digital” yang disampaikan oleh Muhammad Andrian Dhimas, anggota Relawan TIK Jember, Jawa Timur.

Dalam materi yang dibawakan, Dhimas menjelaskan tentang 4 (empat) pilar literasi digital dan beberapa isu terkini terkait perkembangan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat desa berbasis teknologi digital.

Dalam kegiatan ini dihadiri pula oleh Chalin Antinia Agustin, Saly Elvriyana, dan Ridho Agung Nugroho, team dari Pusdaing Kemendes PDTT Jakarta, Kepala desa, pengelola wisata Goa Kebon sebagai tuan rumah kegiatan, serta Karang Taruna dan ibu-ibu Kader Penggerak PKK desa Krembangan.

Hari kedua (07/09), Kegiatan dilaksanakan di desa Kaliagung, kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Yogyakarta. Dimana Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) desanya sangat beragam, mulai dari jasa, fashion, kuliner, kerajinan, dll.

Sebagai Upaya implementasi desa Cerdas yang juga merupakan misi nyata dari kepala Desa Kaliagung yang ingin menjadikan kesejahteraan ekonomi Masyarakat melalui UMKM, Kegiatan pendampingan pelatihannya bertemakan tentang “Digital Marketing” dengan pemateri Muhajir Sulthonul Aziz, S.Kom, M.I.Kom, Ketua Umum Relawan TIK Surabaya.

Pelatihan Digital Marketing yang dilaksanakan, mengusung tema “Pemberdayaan UMKM Desa Era Transformasi Digital”. Dalam kegiatan ini juga didampingi oleh team BPI Pusdaing Kemendes PDTT, Kepala Desa dan beberapa perangkat desa, serta dihadiri juga oleh Duta Digital Desa Cerdas Kabupaten Kulon Progo.

Harapan besar dari para UMKM peserta yang hadir, pelatihan ini bisa berlanjutan agar masyarakat desa lebih terfasilitasi. Karena digital marketing merupakan fasilitas kemudahan, yang perlu diberikan pendampingan secara berkelanjutan.

Hari terakhir (08/09), kegiatan pendampingan Pelatihan tentang “Pembuatan Profil Desa Sebagai Sarana Komunikasi Warga Desa”. Profil desa merupakan dokumen atau laporan dalam bentuk website, video, ataupun infografis yang harus ada dalam penyelenggaraan komunikasi desa.

Profil desa salah satunya memiliki fungsi sebagai bentuk Komunikasi dan Transparansi dalam pemerintahan Tingkat Desa. Guna dimilikinya profil desa yang informatif, Desa Hargotirto, kecamatan kokap, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Yogyakarta Bersama BPI Pusdaing Kemendes PDTT mengadakan pelatihan pembuatan Profil Desa.

Dalam Pelatihan ini disampaikan tentang bagaimana cara membuat profil desa, fungsi profil desa serta apa saja poin yang harus ada pada profil desa. Dalam Kesempatan ini juga team Pusdaing Kemendes PDTT juga memberikan masukan kepada Kepala Desa terkait Profil Desa merupakan hal utama dalam implementasi menuju Desa Cerdas.

Sekertaris Desa Hargotirto serta para kepala pedukuhan yang juga hadir dalam pelatihan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan pembuatan website desa kali ini. Perlu kita ketahui desa Hargotirto terdiri dari 14 pedukuhan serta memiliki potensi wisata yang sangat banyak. Sehingga sangat membutuhkan adanya Sistem Informasi Desa (SID) yang baik, uptodate dan akurat.

Tiga Desa Di Kabupaten Blitar Kerjasama Dengan UPN Veteran Jatim

Surabaya, 16 Agustus 2023 | Bertempat di Gedung Pertemuan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” (UPN Veteran) Jawa Timur dalam rangka Dies Natalis Fasilkom UPN Veteran Jatim yang ke VII, dilaksanakan penanda-tanganan Perjanjian Implementasi (IA) dengan tiga Kepala Desa di Kabupaten Blitar. Ketiga Desa tersebut adalah Desa Wates Kecamatan Wates, Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro, dan Desa Ngoran Kecamatan Nglegok.

Acara penandatanganan Perjanjian Implementasi (IA) Pendampingan Pengabdian Masyarakat ini merupakan tindak-lanjut dari hasil pertemuan tiga Kepala Desa di Kantor Desa Sawentar, saat diselenggarakan Kick-off Pemberdayaan UMKM Desa dan Pertanian Melalui Pemanfaatan Platform Digital yang diinisiasi oleh Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Blitar yang diselenggarakan pada 22 – 23 Juli 2023 di Kantor Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Dialog dan Diskusi bersama Dekan Fasilkom UPN Veteran Jatim

Dalam kesempatan ini pula dilakukan diskusi tentang program dan bentuk-bentuk kegiatan kerjasama yang akan dilaksanakan untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerjasama Implementasi (IA) yang telah ditanda-tangani, bersama Dekan Fasilkom, Prof. Dr. Ir. Novirina Hendrasarie, MT. yang didampingi oleh Wakil Dekan III, Dr. Basuki Rahmat, S.SI, MT., Koordinator Program Studi Bisnis Digital Sugiarto, S.Kom, M.Kom., , dan Dosen Informatika, Firza Prima Aditiawan, S.kom, MTI.

Dalam diskusi tersebut, Kepala Desa Ngoran, Kepala Desa Sawentar dan Kepala Desa Wates menyampaikan berbagai hal terkait berbagai potensi dan permasalahan yang ada di desanya masing-masing, sehingga diharapkan akan ditindak-lanjuti dengan pemetaan yang diawali dengan kajian akademis oleh team Fasilkom. Selanjutnya akan disusun program pendampingan pemberdayaan masyarakat desa berbasis teknologi terapan yang sudah dirancang dan dibuat oleh para dosen sebagai perwujudan program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Topik utama dari dialog dan diskusi tersebut lebih fokus kepada upaya Pengembangan SDM dengan implementasi program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Penguatan Pendampingan untuk Pemberdayaan Pertanian cerdas, UMKM dan Industri Kecil di desa masing-masing.

Pada kesempatan diskusi dan dialog kali ini juga dihadiri oleh Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar dan Muhajir Sulthonul Azis, M.I.Kom, Ketua Umum Relawan TIK Kota Surabaya yang sekaligus salah satu alumni Fasilkom UPN Veteran Jatim. Kapasitas Relawan TIK Kabupaten Blitar dan Kota Surabaya adalah sebagai inisiator pendampingan penguatan desa cerdas yang selama ini dilakukan oleh Relawan TIK Indonesia, khususnya untuk Squad Pendampingan Desa dalam implementasi konsep Smart Village (Desa Cerdas).

Kunjungan ke LPPM UPN Veteran Jatim

Setelah waktu Makan Siang, dilanjtkan dengan mengunjungi dan melihat berbagai mesin industri kecil yang telah dirancang, dan dikembangkan oleh para dosen hasil dari penelitian dan bentuk pengabdian masyarakat. Semua mesin dan peralatan industri kecil tersebut berada di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas UPN Veteran Jawa Timur.

Pendampingan Pelatihan Tiga Desa di Kabupaten Lumajang

Pusat Daya Saing Desa (PUSDAING) Kementerian Desa PDTT telah mengambil langkah berani dalam mewujudkan visi desa cerdas di seluruh Indonesia. Dalam usahanya untuk menghadirkan perkembangan yang berkelanjutan di tingkat desa, kementerian ini telah meluncurkan program pelatihan yang ambisius, bertujuan untuk memberdayakan dan membekali warga desa dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengangkat kualitas hidup mereka dan meningkatkan potensi ekonomi lokal. Pada kegiatan kali ini PUSDAING Kemendes PDTT menggandeng Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia sebagai pemateri dan narasumber.

Dalam kegiatan pendampingan yang dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 Agustus 2023 di tiga desa Kabupaten Lumajang Jawa Timur dengan menyungsung tema “Pelatihan Konten Kreator Berbasis Videografi”, Relawan TIK menugaskan Erlina Dwi Nadzhifah, ketua Relawan TIK Jember dan Muhammad Andrian Dhimas N, pengurus Relawan TIK Jember sebagai pemateri

Kegiatan yang dilaksanakan di tiga desa Kabupaten Lumajang yaitu desa gesang pada 22 Agustus 2023, desa Padang pada 23 Agustsus 2023, dan desa Tempeh Lor pada 24 Agustus 2023. Dengan menyungsung tema “Pelatihan Konten Kreator Berbasis Videografi” yang disampaikan langsung oleh kedua pemateri dari Relawan TIK Jember yaitu Erlina Dwi Nadzhifah dan Muhammad Andrian Dhimas N

Dalam materi kali ini, pemateri menjelaskan tentang bagaimana menjadi konten creator yang produktif mulai dari pembuatan storyboard, mencari ide konten, penggunaan dan pengambilan kamera yang baik sampai editing video hanya menggunakan smartphone.

Dalam kegiatan kali ini selain menyimak penjelasan dari pemateri, peserta juga diharuskan untuk praktek langsung membuat video sampai editing videonya sekaligus serta mereka diwajibkan untuk mengunggah tugas mereka ke sosial media mereka masing masing, dengan harapan peserta bukan hanya mengerti mengenai teorinya saja melainkan juga dapat mempraktekkan materi yang sudah disampaikan

Dalam kegiatan kali ini peserta sangat antusias untuk mengikuti pelatihan. Peserta yang hadir dari berbagai kalangan mulai dari karangtaruna, pemuda pemudi, bapak-bapak dan ibu-ibu. Mereka sangat bersyukur karena adanya kegiatan ini dapat menambah skill mereka dan mempromosikan desa mereka masing-masing

Dalam kegiatan ini dihadiri pula oleh Vinny  R Febrianti, Anggi, dan Yusuf, team dari Pusdaing Kemendes PDTT Jakarta, Kepala desa, Duta digital desa serta Kader digital desa.

Dalam kegiatan kali ini peserta mampu membuat video yang baik sesuai dengan teori yang diberikan oleh pemateri, ini terbukti dari tugas video-video yang diunggah oleh mereka kedalam sosial media mereka masing masing

Harapannya dengan adanya pelatihan konten creator berbasis videografi ini peserta mampu produktif dalam membuat konten dan dapat mempromosikan ciri khas dari desa mereka mulai dari objek wisata, kebudayaan sampai kuliner, karena saat ini kita sudah masuk di era digital ini media sosial sangat cocok untuk mempromosikan potensi dari sebuah desa

Kick off Pemberdayaan UMKM Desa Dan Pertanian Desa Sawentar

Kabupaten Blitar, 22 – 23 Juli 2023 | Kegiatan Lokakarya Smart Village di awali Kick off Pemberdayaan UMKM Desa dan Petani di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar dengan tema “Pemberdayaan UMKM Desa dan Pertanian Melalui Pemanfaatan Platform Digital” dilaksanakan selama dua hari dengan peserta pelaku UMKM Desa dan Kelompok Tani (poktan), yang juga dihadiri oleh Sugiarto, M.Kom, Ketua Program Studi Bisnis Digital UPN Veteran Jatim, Duta Digital Kabupaten Blitar, Pendamping Lokal Desa dan Kepala Desa dari Desa Wates, Desa Banggle dan Kepala Desa Ngoran beserta Ketua BPD.

Kegiatan ini merupakan awal rangkaian dari pendampingan yang dilakukan oleh Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Blitar dalam implementasi mewujudkan Kehidupan cerdas di Desa dengan membentuk Masyarakat Cerdas, membangun Tata Kelola Pemerintahan Desa Cerdas dan Ekonomi Cerdas.

Rangkaian kegiatan nantinya akan diawali Kegiatan Literasi Digital dan Pelatihan Dasar bagi para pelaku UMKM Desa dan para Petani, dilanjutkan dengan kegiatan Workshop dan Pelatihan Teknis bagi para pelaku UMKM Desa, para Petani, Perikanan, Peternak dan Pemberdayaan Perempuan Desa (KWT, Kopwan, Dasa Wisma dan PKK Desa). Puncaknya adalah Praktek Impmentasi dan Instalasi Peralatan IoT Pertanian dan Perikanan di lahan percontohan.

Di hari kedua (23/07/23) dalam Sambutannya, Dr. Lucik sebagai Duta Digital pendamping Desa Sawentar sebagai lokus Desa Cerdas menyampaikan bahwa kegiatan dua hari ini merupakan Kick off dari Pemberdayaan UMKM Desa dan Para Petani. Dr. Lucik juga menjelaskan bahwa desa memiliki asset yang tidak nampak (intangible) berupa data update tentang potensi pertanian, potensi ekonomi para pelaku usaha desa, serta data SDM yang sangat luar biasa di desa Sawentar jika dibanding dengan desa-desa lain yang ada di Kabupaten Blitar.

“Oleh sebab itu dalam rangkaian kegiatan ini akan dilakukan pendampingan membangun layanan data dan layanan administrasi bagi warga desa secara cepat, aman dan lebih nyaman, yaitu dengan adanya aplikasi online”, kata Dr. Lucik.

Pada kegiatan hari pertama (22/07/23) UPN Veteran Jawa Timur yang di wakili oleh Ketua Program Studi Bisnis Digital, Sugiarto, M.Kom menyampaikan bahwa komitmen institusi/universitas dalam membangun desa merupakan salah satu kegiatan dosen dan civitas akademika guna menerapkan hasil riset yang ada di kampus. Kendati program studi Bisnis Digital ini adalah Program Studi baru, tetapi tidak menghambat model penerapan hasil riset dan pengabdian ke desa untuk bisa membangun desa menjadi desa mandiri dan membangun ekonomi masyarakat desa menjadi lebih baik. Ekonomi berbasis kekayaan lokal akan bisa lebih bagus nilai jualnya ke luar dengan proses dan pemasaran yang lebih luas.

“Melalui teknologi digital ini ayo bersama-sama kita bangun bahwa Desa Sawentar ini bisa mengembangkan ekonominya melalui UMKM yang mampu Naik Kelas dan pengolaan hasil pertanian dan perkebunan untuk bisa dijual dengan harga tertinggi”, kata Sugiarto.

Mujiyanto, Kepala Desa Sawentar dalam sambutannya sangat berharap bahwa Relawan TIK Kabupaten Blitar melakukan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari upaya desa dalam membangun Aplikasi Layanan Administrasi kepada warga dan layanan data secara online, sampai dengan pendampingan para pelaku UMKM Desa agar naik kelas, serta mendampingi para petani dan perikanan di Desa Sawentar untuk menggunakan teknologi modern agar lebih efisien dalam proses pertanian Hulu dan memberikan nilai tambah bagi pertanian Hilir dengan aplikasi data perniagaan maupun transaksi digital hasil pertanian, peternakan dan perikanan.

“Mohon kami desa Sawentar jangan ditinggal ya pak, agar desa kami bisa dikenal oleh para mitra, stake holder dan pihak luar, sehingga akan banyak yang akan membantu dan berkunjung ke desa Sawentar”, demikian pesan Kepala Desa Sawentar kepada Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar.

Mengawali materi dengan topik “Pemberdayaan UMKM Desa dan Pertanian dalam membangun Smart Economy menuju Desa Cerdas (Smart Village)”, Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar berusaha berdialog dengan ibu-ibu peserta yang mayoritas pelaku UMKM Desa dan bapak-bapak dari kelompok tani (poktan) dengan sebuah pertanyaan : “Siapkah njenengan semua untuk bersama-sama menjadikan Sawentar akan banyak dikunjungi orang dari luar desa untuk belajar sekaligus menghabiskan uangnya ke desa Sawentar ?”, yang dijawab oleh para peserta dengan “Siaaapp!”.

Selanjutnya Hamzah Fathoni, menjelaskan bahwa konsep desa wisata itu tidak harus memiliki air terjun, tidak harus memiliki pantai dan view gunung untuk jadi obyek kunjungan (wisata). Karena dengan upaya pemberdayaan pertanian dan perikanan melalui penggunaan teknologi modern yang berhasil, serta pertanian presisi (precision farming), sehingga mampu mengolah lahan dan mengelola produksi pertanian secara efisien dan efektif akan banyak dikunjungi untuk studi tiru dan belajar.

“Konsep Desa Wisata itu sebenarnya berupaya menarik banyak orang dari luar untuk datang berkunjung dalam rangka belajar dan studi tiru, selanjutnya mereka akan menghabiskan (membelanjakan) uangnya dan berlama-lama karena sekaligus difasilitasi dengan kenyamanan akomodasi maupun kuliner khas di desa yang dikunjungi tersebut”, lanjut Hamzah Fathoni.

Selanjutnya Muhajir Sulthonul Azis, M.I.Kom, Ketua Umum Relawan TIK Surabaya sebagai Narasumber utama dalam menyampaikan materinya lebih banyak memberikan motivasi dan upaya-upaya merubah Mindset para peserta pelau UMKM Desa dan para Petani.

“Untuk merubah mindset mereka, kita harus melakukan apa yang sering disebut dengan Brain Washing, yaitu mencuci otak para peserta agar mulai mengikuti perubahan yang kita harapkan dalam pendampingan pemberdayaan ini”, demikian kata Muhajir menjelaskan.

Dalam kesempatan ini para kepala desa lain yang hadir, Pendamping Desa dan dari UPN Veteran Jawa Timur yang diwakili oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Bisnis Digital, Kaprodi Studi Ekonomi Pembangunan dan Kaprodi Teknologi Pertanian yang juga hadir berkumpul di ruang Kepala Desa Sawentar bersama Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar untuk berdiskusi dan curah pendapat tentang pendampingan dan bentuk-bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis Teknologi yang di setiap desa tidak sama permasalahan yang dihadapi.

Pemberdayaan UMKM Desa dan Pertanian Melalui Transformasi Pemanfaatan Platform Digital

Pemetaan : Penilaian dan identifikasi UMKM di desa

Langkah awal dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di suatu desa adalah dengan melakukan pengkajian dan identifikasi secara menyeluruh terhadap UMKM yang ada. Proses ini melibatkan pengumpulan data tentang jumlah UMKM, jenis bisnisnya, produk atau layanannya, tingkat adopsi digitalnya saat ini, serta kebutuhan dan tantangan spesifiknya. Penilaian ini membantu menciptakan pemahaman yang komprehensif tentang lanskap UMKM di desa, memungkinkan pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan program intervensi dan dukungan yang ditargetkan. Dengan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing UMKM, sumber daya dapat dialokasikan secara efektif untuk memberikan bantuan, pelatihan, dan sumber daya yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus mereka. Asesmen awal ini menjadi landasan penting bagi langkah selanjutnya dalam keseluruhan rencana untuk mengangkat UMKM di desa.

Pelatihan dan pendidikan digital bagi Pelaku UMKM

Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa, mereka perlu diberikan pelatihan dan pendidikan digital. Inisiatif ini bertujuan untuk membekali pemilik UMKM dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memanfaatkan alat dan teknologi digital secara efektif. Program pelatihan dapat mencakup berbagai topik termasuk literasi komputer dasar, manajemen media sosial, strategi pemasaran online, platform e-commerce, dan sistem pembayaran digital. Dengan memberikan pelatihan dan pendidikan digital kepada pemilik UMKM, mereka dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang praktik bisnis online, meningkatkan kehadiran digital mereka, dan memperluas basis pelanggan mereka. Pada akhirnya, ini akan memungkinkan pemilik UMKM untuk beradaptasi dengan lanskap bisnis yang berkembang dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh teknologi digital.

Pengembangan platform digital bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk mempromosikan dan menjual produk mereka merupakan langkah penting dalam meningkatkan kehadiran pasar mereka dan memperluas basis pelanggan mereka. Dengan menciptakan platform online yang user-friendly dan intuitif, pemilik UMKM dapat memamerkan produk mereka ke khalayak yang lebih luas, termasuk calon pelanggan di luar lingkungan terdekat mereka. Platform digital ini dapat menggabungkan berbagai fitur seperti katalog produk, deskripsi terperinci, gambar berkualitas tinggi, dan ulasan pelanggan untuk memberikan informasi lengkap tentang produk kepada calon pembeli. Selain itu, platform dapat menawarkan opsi pembayaran yang aman dan nyaman, memastikan proses transaksi yang lancar. Dengan memanfaatkan kekuatan teknologi digital, UMKM dapat mengatasi keterbatasan geografis dan memasuki pasar yang lebih besar, sehingga meningkatkan potensi penjualan dan pendapatan mereka.

Terwujudnya sistem pembayaran digital untuk keamanan transaksi merupakan komponen penting dalam mendukung dan memberdayakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di desa. Dengan menerapkan sistem pembayaran digital, pemilik UMKM dapat menawarkan pelanggannya cara yang nyaman dan aman untuk bertransaksi. Sistem ini akan memungkinkan UMKM menerima berbagai bentuk pembayaran digital, seperti mobile payment, online banking, dan e-wallet. Dengan merangkul pembayaran digital, UMKM dapat mengurangi ketergantungannya pada transaksi tunai yang berisiko dan merepotkan. Selain itu, sistem pembayaran digital dapat membantu pemilik UMKM melacak penjualan dan catatan keuangan mereka dengan lebih efisien, memungkinkan mereka membuat keputusan bisnis yang tepat. Selanjutnya, dengan mengintegrasikan gateway pembayaran yang aman, UMKM dapat membangun kepercayaan dengan pelanggannya dan menarik basis pelanggan yang lebih luas. Pembentukan sistem pembayaran digital akan berkontribusi pada pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM secara keseluruhan, memfasilitasi integrasi mereka ke dalam ekonomi digital dan memperluas peluang pasar mereka.

Integrasi UMKM ke dalam platform e-commerce merupakan langkah krusial dalam memperluas jangkauan pasar usaha kecil dan menengah di desa. Dengan memanfaatkan platform e-commerce, pemilik UMKM dapat memanfaatkan basis pelanggan yang lebih luas di luar komunitas lokal mereka. Integrasi ini memungkinkan UMKM untuk memamerkan produk atau layanan mereka kepada audiens yang lebih besar, meningkatkan visibilitas dan potensi penjualan mereka. Selain itu, platform e-commerce menyediakan cara yang nyaman dan mudah diakses bagi pelanggan untuk menelusuri, membeli, dan menerima produk UMKM, menghilangkan hambatan geografis. Dengan mengintegrasikan UMKM ke dalam platform e-commerce, bisnis ini dapat melampaui batasan fisik dan menjangkau pelanggan secara nasional atau bahkan global. Perluasan jangkauan pasar ini tidak hanya mendongkrak potensi pendapatan UMKM tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa secara keseluruhan.

TANTANGAN UMKM DESA

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan Pertanian merupakan sektor ekonomi yang memiliki peran penting dalam perekonomian di desa. UMKM mencakup berbagai jenis usaha seperti peternakan, perkebunan, industri pengolahan hasil pertanian, dan kerajinan tangan. 

Di era digital, sektor UMKM juga mengalami perkembangan yang signifikan. Digitalisasi telah mempengaruhi cara UMKM di desa beroperasi, termasuk dalam hal pemasaran, manajemen keuangan, dan akses ke informasi. Dengan adanya teknologi digital, UMKM di desa dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Namun, digitalisasi juga membawa tantangan baru yang harus dihadapi oleh UMKM di desa, seperti keterbatasan akses infrastruktur teknologi, kurangnya pengetahuan dan keterampilan digital, serta persaingan dengan pelaku usaha besar. Oleh karena itu, strategi yang tepat diperlukan untuk menghadapi tantangan tersebut dan memanfaatkan peluang yang ada dalam era digital bagi UMKM di pedeesaan.

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan pada sektor UMKM. Dalam beberapa tahun terakhir, digitalisasi telah memungkinkan UMKM di desa untuk mengadopsi berbagai alat dan aplikasi digital yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka. Contohnya, para pelaku UMKM sekarang dapat menggunakan platform e-commerce untuk menjual produk mereka secara online, mengakses informasi pasar secara real-time, dan memanfaatkan teknologi sensor untuk memantau dan mengelola pertanian mereka dengan lebih efektif. Selain itu, teknologi digital juga telah memungkinkan para pelaku UMKM di desa untuk mengoptimalkan proses produksi dan distribusi mereka melalui penggunaan sistem manajemen rantai pasokan yang terintegrasi. Dengan adopsi teknologi digital, para pelaku UMKM di desa dapat mengurangi biaya operasional, meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas, dan meningkatkan daya saing mereka dalam era digital.

Tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM, khususnya di pedesaan di era digital adalah : 

  1. Adanya kesenjangan digital. 
  2. Banyaknya pelaku UMKM di pedesaan dan sektor pertanian masih menghadapi kendala dalam mengakses teknologi digital. 
  3. Keterbatasan infrastruktur, kurangnya akses ke internet. Serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan digital. 
  4. Para pelaku UMKM di desa dan para pertani juga menghadapi tantangan dalam memasarkan produk mereka secara online dan mencapai pasar yang lebih luas. 
  5. Kurangnya pengetahuan tentang pemasaran digital dan keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi faktor yang mempengaruhi kemampuan pelaku UMKM di desa dan para petani dalam menghadapi era digital. 
  6. Persaingan dengan korporasi besar yang memiliki sumber daya yang lebih besar juga menjadi tantangan bagi pelaku UMKM di desa dan para petani di era digital ini.

Strategi menghadapi tantangan yang ada dapat melibatkan beberapa langkah penting : 

  1. Pengembangan keterampilan digital menjadi hal yang krusial bagi para pelaku UMKM di desa. 
  2. Meningkatkan pemahaman tentang teknologi digital, seperti penggunaan platform e-commerce, pemasaran online, dan manajemen data, dapat membantu UMKM di desa untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif. 
  3. Kolaborasi antara pelaku UMKM di desa juga menjadi strategi yang efektif. 
  4. Melalui kerjasama dengan pihak lain, seperti perguruan tinggi atau lembaga riset, UMKM di desa dapat memperoleh bantuan dalam mengembangkan inovasi dan meningkatkan daya saing mereka. 
  5. Peran pemerintah dalam membantu UMKM  menghadapi tantangan digital. Dukungan kebijakan yang memfasilitasi akses ke teknologi digital, pelatihan, dan pendanaan dapat membantu UMKM di desa untuk mengatasi hambatan dalam mengadopsi teknologi digital. 
  6. Terakhir, penting bagi para pelaku UMKM, khususnya di pedeesaan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi digital dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

TANTANGAN PERTANIAN DI ERA DIGITAL

Penggunaan teknologi digital dalam pertanian telah menjadi tren yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi digital, seperti sensor, drone, dan sistem pemantauan otomatis, telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Dengan adanya teknologi digital, petani dapat memantau dan mengelola tanaman mereka dengan lebih efektif, termasuk pemantauan suhu, kelembaban tanah, dan kualitas air. Selain itu, teknologi digital juga memungkinkan adanya penggunaan presisi dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman, sehingga mengurangi penggunaan pestisida secara berlebihan. Dalam hal ini, teknologi digital membantu meningkatkan hasil panen dan mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh faktor eksternal. Dengan demikian, penggunaan teknologi digital dalam pertanian memberikan potensi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketimpangan dalam distribusi sumber daya pertanian.

Peningkatan efisiensi dan produktivitas pertanian dengan teknologi digital telah menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan pertanian di era modern. Penggunaan teknologi digital, seperti sensor, drone, dan sistem manajemen data, telah membantu petani dalam mengoptimalkan proses pertanian. Dengan adanya teknologi digital, petani dapat memantau kondisi tanah, cuaca, dan kebutuhan air secara real-time, yang memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dan efisien dalam penggunaan sumber daya. Selain itu, teknologi digital juga dapat meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan otomatisasi dan robotika dalam proses penanaman, pemeliharaan, dan panen. Hal ini dapat mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia dan meningkatkan efisiensi produksi. Dengan demikian, penggunaan teknologi digital dalam pertanian dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian.

Tantangan regulasi dan keamanan data dalam pertanian digital menjadi isu penting yang perlu diperhatikan. Dalam era digital, pertanian semakin mengandalkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Namun, penggunaan teknologi digital juga membawa risiko terhadap keamanan data pertanian. Regulasi yang tepat diperlukan untuk melindungi data pertanian dari penyalahgunaan dan akses yang tidak sah. Selain itu, tantangan keamanan data juga meliputi perlindungan terhadap serangan siber dan kebocoran data yang dapat merugikan petani dan industri pertanian secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, sektor pertanian, dan lembaga terkait untuk mengembangkan regulasi yang memadai dan menjaga keamanan data dalam pertanian digital.

Peningkatan akses dan inklusi digital di sektor pertanian merupakan hal yang penting untuk memastikan pertumbuhan dan kemajuan sektor ini di era digital. Dengan adanya teknologi digital, petani dapat mengakses informasi terbaru mengenai praktik pertanian yang efektif, bahan baku, dan pasar. Selain itu, teknologi digital juga memungkinkan petani untuk mengakses layanan keuangan, seperti pinjaman dan asuransi, yang dapat membantu meningkatkan keberlanjutan usaha pertanian. Namun, tantangan yang harus dihadapi adalah ketidaksetaraan akses digital di daerah pedesaan dan kurangnya keterampilan digital di kalangan petani. Upaya inklusi digital harus dilakukan dengan memastikan akses yang merata dan memberikan pelatihan yang diperlukan kepada petani agar mereka dapat memanfaatkan teknologi digital dengan baik. Dengan meningkatkan akses dan inklusi digital, sektor pertanian dapat mengoptimalkan potensi teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan pertanian untuk memperkuat program ketahanan pangan.


PEMBERDAYAAN SEKTOR EKONOMI DAN PERTANIAN DESA

Peningkatan keterampilan dan pengetahuan petani melalui pelatihan dan pendidikan merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pertanian di desa. Melalui pelatihan, petani dapat memperoleh pengetahuan baru tentang teknik bertani yang lebih efektif, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan penerapan teknologi modern dalam sektor pertanian. Selain itu, pendidikan juga memberikan akses kepada petani untuk memperluas pengetahuan mereka dalam bidang manajemen usaha, pemasaran, dan keuangan. Dengan meningkatnya keterampilan dan pengetahuan petani, mereka dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja, mengurangi kerugian hasil pertanian, serta menghadapi tantangan yang muncul dalam sektor pertanian. Pentingnya pelatihan dan pendidikan bagi petani tidak hanya berdampak positif pada tingkat produksi dan pendapatan petani, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan di desa.

Pemberian akses modal dan kredit kepada pelaku usaha di sektor UMKM dan pertanian merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pertanian di desa. Melalui pemberian akses modal dan kredit, pelaku usaha Mikro dan pertanian dapat memperoleh dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka. Hal ini dapat membantu meningkatkan produksi pertanian, diversifikasi usaha, dan memperluas pasar. Selain itu, akses modal dan kredit juga dapat membantu petani dan pelaku usaha di desa untuk memperoleh peralatan, teknologi, dan input produksi lainnya yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan demikian, pemberian akses modal dan kredit dapat memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan pertanian di desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Penyediaan infrastruktur yang mendukung kegiatan ekonomi dan pertanian di desa merupakan salah satu aspek penting dalam upaya pengembangan sektor pertanian dan ekonomi di wilayah pedesaan. Infrastruktur yang memadai seperti jalan, irigasi, listrik, dan telekomunikasi dapat meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antara desa-desa dengan pasar serta pusat kegiatan ekonomi lainnya. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, petani dan pelaku usaha di sektor pertanian dapat mengoptimalkan produksi dan pemasaran produk mereka. Selain itu, infrastruktur yang baik juga dapat meningkatkan efisiensi dalam distribusi bahan-bahan pertanian dan pengangkutan hasil panen ke pasar. Dengan demikian, penyediaan infrastruktur yang mendukung kegiatan ekonomi dan pertanian di desa merupakan langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Pengembangan pasar lokal dan pemasaran produk pertanian desa adalah salah satu aspek penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pertanian di desa. Dengan mengembangkan pasar lokal, petani dan pelaku usaha di desa dapat memperluas jangkauan pasar mereka dan meningkatkan pendapatan mereka. Melalui pemasaran produk pertanian desa, produk-produk lokal dapat dipromosikan dan dijual secara efektif kepada konsumen. Hal ini dapat memberikan keuntungan ganda, yaitu meningkatkan pendapatan petani dan mendukung keberlanjutan ekonomi desa. Pengembangan pasar lokal juga dapat mendorong kerja sama antara petani dan pelaku usaha di desa, sehingga menciptakan peluang kolaborasi dan pertumbuhan yang lebih baik. Dalam konteks ini, penting untuk mengimplementasikan strategi yang tepat, seperti penggunaan teknologi modern dalam pemasaran, pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan keterampilan pemasaran, serta akses informasi dan komunikasi yang memadai bagi pelaku ekonomi dan pertanian di desa.

Penggunaan teknologi modern dalam sektor ekonomi dan pertanian di desa merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Teknologi modern seperti sistem irigasi otomatis, sensor tanah, dan perangkat lunak manajemen pertanian dapat membantu petani meningkatkan hasil panen mereka dan mengurangi kerugian akibat penyakit tanaman atau gangguan cuaca. Selain itu, teknologi modern juga dapat membantu dalam manajemen inventaris, pemantauan pasar, dan pemasaran produk pertanian desa. Dengan adanya akses dan penerapan teknologi modern, petani dan pelaku usaha di desa dapat meningkatkan daya saing mereka, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan pendapatan. Penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk menyediakan pelatihan dan pendampingan dalam penggunaan teknologi modern bagi petani dan pelaku usaha di desa, sehingga mereka dapat memanfaatkan potensi teknologi tersebut secara optimal.

Pengembangan kerjasama antarpetani dan pelaku usaha di desa adalah salah satu aspek penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pertanian di wilayah tersebut. Melalui kerjasama yang kuat antara petani dan pelaku usaha, mereka dapat saling mendukung dan memanfaatkan keahlian serta sumber daya yang dimiliki untuk mencapai hasil yang lebih baik. Kerjasama ini dapat meliputi pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan teknologi antarpetani, sehingga petani dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam mengelola usaha pertanian. Selain itu, kerjasama dengan pelaku usaha di desa juga dapat membantu petani dalam hal pemasaran produk mereka, sehingga mereka dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan. Dengan adanya kerjasama yang baik antarpetani dan pelaku usaha di desa, dapat diharapkan terciptanya sinergi yang positif dalam pengembangan ekonomi dan pertanian di wilayah tersebut.

Pengimplementasian kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pertanian di desa merupakan langkah penting dalam mencapai tujuan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Kebijakan ini melibatkan upaya pemerintah dan stakeholder terkait untuk menciptakan regulasi yang memfasilitasi pertumbuhan sektor ekonomi dan pertanian di desa. Hal ini dapat dilakukan melalui penyusunan kebijakan yang mendukung investasi, pengembangan pasar, dan pemberian insentif kepada pelaku ekonomi dan petani di desa. Selain itu, pengimplementasian kebijakan juga melibatkan pemantauan dan evaluasi terhadap implementasi kebijakan yang telah ditetapkan, guna memastikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pertanian di desa. Dengan adanya pengimplementasian kebijakan yang tepat, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan pertanian di desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.

Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Sosialisasi dan Curah Pendapat Implementasi Konsep Desa Cerdas Bersama Masyarakat Desa Ngoran

Kabupaten Blitar, 21 Juni 2023 | Bertempat di Kantor Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar dilaksanakan Kegiatan awal Implementasi Desa Cerdas dalam bentuk Sosialisasi Konsep Desa Cerdas di Ruang Komunitas kantor Desa.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sarasehan Nasional “Digitalisasi Pertanian Cerdas dan UMKM Desa Berbasis Pemberdayaan”. Kepala Desa Ngoran sebagai salah satu peserta pada kegiatan tersebut berharap desa Ngoran bisa jadi salah satu dampingan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar dalam Implementasi Smart Village (Desa Cerdas).

Kegiatan awal ini berupa Sosialisasi Konsep Desa Cerdas dan Membangun Ekosistem Desa Cerdas, terkait “Jejaring Kemitraan” dengan para mitra strategis Relawan TIK Kabupaten Blitar. Dalam kesempatan ini Relawan TIK menggandeng UPN Veteran Jawa Timur untuk berkolaborasi, selain mitra-mitra Relawan TIK yang lain juga akan mendukung penguatan dalam pendampingan nantinya.

Dalam kegiatan kali ini selain Kepala Desa Ngoran, juga hadir Ketua BPD, segenap pengurus BUMDesa, pengurus Pokdarwis, serta beberapa tokoh masyarakat dan pemuda desa.

Pada sambutan pembukaan, Imam Saiful Kepala Desa Ngoran, menyampaikan bahwa sesuai Visi dan Misi Kepala Desa yang sudah dituangkan dalam RPJMDES, Kami berupaya menjadikan Desa Ngoran sebagai Smart Village (Desa Cerdas), atau yang dalam RPJMDES kami sebut dengan “Kampung Smart”.

“Kampung Smart yang kami maksud adalah upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, nyaman, akurat dan tepat dengan menggunakan Teknologi Digital yang didukung oleh Internet.” kata Kepala Desa.

Lebih lanjut Kepala Desa Ngoran juga menjelaskan, bahwa apa yang ditangkap dari yang disampaikan oleh Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar tentang Masyarakat Cerdas, Tata Kelola (Pemerintahan) Cerdas, Ekonomi Cerdas, Kehidupan Cerdas, Lingkungan Cerdas dan Mobilitas Cerdas sebagai pilar Smart Village (Desa Cerdas) sangatlah sesuai dengan apa yang selama ini menjadi mimpi semua orang di Desa Ngoran.

“Sehingga dengan diundangnya kami sebagai peserta Sarasehan Nasional yang diselenggarakan Relawan TIK bersama Dinas Kominfo Statistik dan Persandian di Ruang Perdana Pemkab Blitar beberapa waktu yang lalu merupakan secercah jawaban bagi terwujudnya mimpi kami untuk mendapatkan pendampingan dalam implementasi Desa Cerdas di Ngoran”, jelas Kepala Desa Ngoran lebih lanjut.

Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar seperti biasanya menyampaikan paparan tentang Konsep Desa cerdas dengan berbagai Indikator pilar desa cerdas, serta bentuk-bentuk kegiatan untuk memenuhi berbagai Indikator dan sub indikator menuju Desa Cerdas.

Lebih lanjut Hamzah Fathoni memberikan gambaran, bahwa apa yang sedang kita laksanakan saat itu berupa pertemuan secara luring di Kantor Desa dan secara daring bersama Bapak Firza, UPN Veteran Jatim di Surabaya merupakan salah satu bentuk implementasi adanya Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD).

“Ruang Komunitas ini bisa berbentuk fisik seperti kita yang sedang berada di ruangan ini. Sedangkan dengan Pak Firza kita berada di ruang digital”, dijelaskan Ketua Umum RTIK Kabupaten Blitar.

Selanjutnya Firza Prima Aditiawan, S.Kom, M.T.I, Dosen UPN Veteran Jawa Timur, menyampaikan bahwa sebagaimana Konsep Desa Cerdas yang telah disampaikan, serta Ekosistem Desa Cerdas di mana UPN Veteran Jawa Timur menjadi salah satu mitra dari dunia akademisi. Dijelaskan lebih lanjut bahwa ada peran Pengabdian Masayarakat, sebagai penguatan Pendampingan dalam implementasi desa cerdas dengan enam pilarnya di Desa Ngoran.

“Semua pendampingan untuk desa yang akan kami lakukan adalah gratis, tidak dipungut biaya. Kami hanya membutuhkan Administrasi berupa surat resmi undangan yang dikeluarkan oleh Pemerintaha Desa”, lanjut Firza Prima Aditiawan.

Dalam sesi tanya jawab dan curah pendapat, para peserta sangat antusias untuk bertanya, maupun menyampaikan berbagai permasalahan yang ada, serta menyampaikan harapan-harapan dan berbagai usulan. Sehingga akan semakin menambah informasi, sekaligus memperluas pemetaan potensi dan berbagai permasalahan sebagai kondisi eksisting yang ada di desa Ngoran saat ini.

Akhirnya semuanya sepakat, bahwa akan dilakukan review RPJMDES secara keseluruhan untuk diarahkan sebagai peta jalan (road map) Implementasi Kegiatan Desa Cerdas, yang juga akan dilanjutkan dengan penyusunan RKT dan bentuk kegiatan beserta jadwal pelaksanaannya.

Workshop dan Pelatihan Digitalisasi Pertanian Menuju Desa Cerdas

Kabupaten Blitar 06 Juni 2023 | Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar bersama Pemerintah Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar bertempat di Gedung Pertemuan Kantor Pemerintah Desa Wates menggelar Workshop dan Pelatihan Implementasi Teknologi Internet of Things (IoT) Smart Farming demplot lahan kelompok tani, dengan tema “Membangun Ekosistem Pertanian Cerdas Dan UMKM Desa Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”.

Kegiatan Workshop dan Pelatihan kali ini menampilkan Narasumber Fajar Eri Dianto Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, dan AA Agung Wedhatama Founder Petani Muda Keren Bali. Dihadiri oleh Agus Zaenal Camat Wates, Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, Moh. Hamid Almauludi Kepala Desa Wates, dan Firza Prima, S.Kom, M.T.I dari UPN Veteran Surabaya sebagai peninjau.

AA Gede Agung Wedhatama, Founder Petani Muda Keren (PMK) Bali yang biasa dipanggil Bli Agung dalam materinya menyampaikan bahwa potensi holtikultura di desa Wates sangat luar biasa, hanya perlu kami berikan optimisme dan selama 3 hari kedepan akan mengedukasi para petani dalam mengelola lahan, proses persiapan transformasi bertani secara organik, serta cara instalasi sampai menjalankan dan mengontrol alat smart farming.

Bli Agung juga menyampaikan berbagai formula dan pengalaman yang sudah dijalani bersama-sama para petani muda dengan P4S dan konsep Penghasilan harian, bulanan dan tahunan yang sangat menggiurkan bagi para petani yang selama ini identik dengan miskin dan tidak sejahtera.

Kegiatan Workshop IoT smart farming merupakan hasil tidaklanjut dari ditetapkannya desa Wates sebagai salah satu lokus Desa Cerdas (Smart Village). Hal ini di sampaikan oleh Agus Zaenal selaku Camat Wates. Harapannya dengan adanya kegiatan ini, bisa menjadi motivasi para petani khususnya dalam tanaman melon supaya menjadi buah atau tanaman holtikultura kelas dunia.

“Kami mengapresiasi kegiatan dari pemdes Wates, harapannya kegiatan ini dapat membawa kemajuan bagi petani di desa Wates dan kegiatan ini tidak berhenti di ceremonial dan kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para petani di desa Wates” Tutur Camat Wates.

Moh. Hamid Almauludi selaku Kepala Desa Wates dalam wawancaranya saat kegiatan ini menyampaikan, bahwa agenda smart farming akan berlangsung selama 4 hari mulai 06 juni 2023 hingga 09 juni 2023. Kegiatan tersebut merupakan penekanan di bidang pertanian untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh para petani di Desa Wates.

“Yang mendasari berlangsungnya kegiatan ini adalah 20% dana desa di alokasikan untuk ketahanan pangan, maka dari itu pemdes wates mengadakan inovasi pelatihan dan penerapan IT dibidang pertanian dan akan dilakukan pemasangan alat di area persawahan”, papar Kepala Desa Wates.

Menurut Hamid pertanian di desa Wates mempunyai potensi yang sangat luar biasa seperti cabai, jagung dan melon. Namun beberapa tahun terakhir petani mengalami kendala dibidang manajemen pertanian, terutama dalam pengelolaan lahan karena pupuk yang di aplikasikan kurang maksimal. Berdasarkan hal itu pemdes Wates melakukan komunikasi dan dialog dengan para petani kemudian mengadakan kegiatan IoT smart farming dengan mendatangkan narasumber.

“Target dari kegiatan ini adalah perubahan mindset masyarakat untuk tidak ketergantungan dengan pupuk kimia, mampu mengatasi permasalahan secara mandiri dan efektivitas manajemen pemasaran mulai dari budget, waktu, tenaga, pemasaran dsb. Kami juga fokus untuk pemberdayaan agar masyarakat bisa open mind sehingga bisa menerima ilmu transfer knowledge yang diberikan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat”, dijelaskan Hamid lebih lanjut.

Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar dalam kesempatan ini juga menjelaskan bahwa berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini dan kedepan sangatlah banyak. Terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan sektor pertanian sebagai bagian dari indikator tercapainya pilar Ekonomi Cerdas dalam menuju Desa cerdas. Sehingga kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang Relawan TIK dalam mendampingi penguatan pencapaian pilar-pilar Desa Cerdas, dimana Wates menjadi salah satu lokus program Desa Cerdas (Smart Village) Pusat Daya Saing BPI Kemendes PDTT.

“Kegiatan hari ini (06/06) sampai 09 Juni 2023 ke depan juga merupakan rangkaian dari kegiatan Sarasehan Nasional yang telah kami diselenggarakan kemarin (05/06) di Ruang Perdana Kantor Pemkab Blitar dengan mengundang 50 Kepala Desa, didampingi oleh Operator atau kader digital desa, kelompok tani, serta BPP dan PPL Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian”, kata Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar.

“Besok 07 – 09 Juni 2023 kegiatan akan diteruskan dengan praktek instalasi, pemasangan peralatan dan mekanisasi di dua demplot lahan kelompok tani yang ada di Desa Wates”, jelas Hamzah Fathoni lebih lanjut.

Bimtek Tata Kelola Website Desa #2 – Pengembangan Kompetensi Literasi Digital Desa

Kabupaten Blitar | 13 Juni 2023, bertempat di Wisata Edukasi Kebun Buah, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bersama Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar kembali menyelenggarakan kegiatan lanjutan Bimbingan Teknis Tata Kelola Website Desa untuk delapan Desa yang ada di Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Pengembangan Kompetensi Literasi Digital Desa. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Murlina, S.Sos., MM. Plt. Camat Selopuro, Drs Azharuddin Kepala Desa Mandesan, Harianto Kasie Dinas Kominfo Statistik dan Persandian, serta Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar.

Dalam sambutannya Murlina, S.Sos., MM, menyampaikan bahwa Website Desa adalah merupakan Jendela bagi Desa sebagai “etalase” untuk mempublikasikan Informasi sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik, Berita kegiatan, potensi dan produk-produk unggulan yang ada di desa tersebut.

“Sehingga adanya Website Desa merupakan hal wajib di era digital saat ini yang harus dibangun oleh desa-desa yang siap menjadi Desa Cerdas”, kata Murlina dalam sambutannya sebagai plt. Camat.

Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar dalam dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Website Desa dan Sistem Informasi Desa (SID) sebagai salah satu aspek pilar Tata Kelola Cerdas, sebagai salah satu dari 6 (enam) Pilar Desa Cerdas menjadi sebuah kebutuhan sebagai sarana menyampaikan keterbukaan informasi publik sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang.

Lebih lanjut Hamzah Fathoni dalam kesempatan ini memaparkan tentang konsep Desa Cerdas yang menjadi program BPI Kemendes PDTT saat ini. Dalam paparannya dijelaskan tentang Konsep Desa Cerdas, Ekosistem Desa Cerdas, serta upaya pencapaian enam Pilar Desa Cerdas sebagai output dan outcome Desa Cerdas. Dimana kegiatan hari ini merupakan bentuk kegiatan dalam upaya mencapai salah satu aspek Pilar Tata Kelola Cerdas (Smart Governance). Sedang Pilar lainnya adalah Masyarakat Cerdas (Smart Society), Ekonomi Cerdas (Smart Economy), Kehidupan Cerdas (Smart Living), Lingkungan Cerdas (Smart Environment) dan Mobilitas Cerdas (Smart Mobility).

“Kegiatan hari ini sebagai bentuk Literasi Digital bagi Aparat Desa agar aspek Pilar Tata Kelola Cerdas tercapai, sehingga akan memberikan dampak positip bagi penggunaan teknologi digital yang sekaligus membutuhkan Literasi Digital dalam mengakses Informasi melalui Website Desa. Sehingga tercapai pilar Masyarakat Cerdas. Sedangkan untuk pilar lainnya akan dilakukan kegiatan Literasi Digital dan pendampingan oleh Relawan TIK, sebagai upaya penguatan pemberdayaan kelompok-kelompok masyarakat berbasis Teknologi Digital. Misalnya Teknologi IoT Smart Farming bagi para petani dan kelompok tani. Onboarding UMKM Desa dalam Ekosistem Ekonomi Digital lokal Desa, dan bentuk-bentuk kegiatan yang lain”, demikian penjelasan Hamzah Fathoni.

Pemateri Bimtek adalah Hasbi Rivanda, dari Relawan TIK Kota Surabaya dan Mohammad Nurrofiq dari Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar. Materi yang disampaikan adalah tentang cara mendaftarkan domain desa.id, Hosting, Instalasi WordPress dan cara disain tampilan, beserta cara mengisi konten.

Sarasehan Nasional, Workshop dan Pelatihan Digitalisasi Pertanian Menuju Desa Cerdas

Kabupaten Blitar 05 Juni 2023 | Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar bersama Pemerintah Kabupaten Blitar bertempat di Ruang Perdana Kantor Pemkab Blitar Jl. Sudanco Supriyadi menggelar Sarasehan Nasional Inklusi Literasi Digital dengan tema “Membangun Ekosistem Pertanian Cerdas Dan UMKM Desa Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”.

Kegiatan Sarasehan kali ini menampilkan Narasumber Fajar Eri Dianto Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, AA Agung Wedhatama Founder Petani Muda Keren Bali dan Panji Lanang Galih dari SVN Nusantara Telkom Indonesia. Juga dihadiri secara daring oleh Helmiati Nuhung, Kepala Pusat Daya Saing BPI Kemendes PDTT sebagai Keynote Speech.

Sarasehan dihadiri oleh 50 Kepala Desa, yang didampingi oleh Operator/ Kader Digital Desa, serta beberapa Kelompok Tani dan PPL Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar sebagai peserta.

Acara Sarasehan dibuka secara resmi oleh Herman Widodo, SH. Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar yang sekaligus membacakan sambutan Hj. Rini Syarifah Bupati Blitar.

Sebagaimana arahan Jokowi, Persiden RI “Dengan pengolahan pertanian secara modern, saya harapkan pertanian Indonesia dapat tumbuh sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional. Pertanian akan semakin maju. Masyarakat akan semakin lebih sejahtera,” maka pendampingan penguatan Desa dalam upaya mencapai pilar Masyarakat Cerdas, kegiatan literasi digital yang berkesinambungan harus terus dilakukan, terutama bagi para petani dan pelaku UMKM di desa. Akan tetapi belum semua anggota masyarakat memiliki pendidikan dan pengalaman yang cukup dalam memanfaatkan perangkat digital, seperti Smart Phone, Internet dan Teknologi IoT smart farming, sehingga perlu dilakukan Bimbingan teknis dalam upaya meningkatkan kapasitas (capacity building) menuju pencapaian indikator pilar masyarakat cerdas (smart society).

Sehingga melalui program penguatan pendampingan, terkait digitalisasi pertanian cerdas (smart farming) secara mandiri kepada petani dan segenap warga masayarakat desa, harus dibangun kepeloporan dan Ketauladanan untuk membangun percontohan penggunaan teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas pertanian, baik hulu – maupun hilir.

Peningkatan Akses kepada satu data informasi, produk unggulan, hasil pertanian dan jasa, serta sumber daya desa akan lebih meningkatkan dampak positif yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, serta akurasi perencanaan pembangunan oleh pemerintah desa. Sehingga melalui berbagai kegiatan literasi digital secara mandiri, Pemerintah desa harus memiliki komitmen yang kuat untuk membangun peta jalan (roadmap) dan implementasinya yang terintegrasi dalam berbagai bentuk layanan.

Akselerasi sistem pemerintahan desa berbasis teknologi digital dalam sektor pelayanan masyarakat masih harus dilakukan penguatan pendampingan secara intens dengan kegiatan literasi digital pada Kelompok-kelompok masyarakat desa. Dari Kelompok Tani (Poktan), Kelompok Wanita Tani (KWT) dan para pelaku UMKM sebagai penggerak ekosistem ekonomi di Desa.

Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar dalam kesempatan akhir acara menjelaskan bahwa berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini dan kedepan sangatlah banyak. Terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan sektor pertanian sebagai bagian dari indikator tercapainya pilar Ekonomi Cerdas dalam menuju Desa cerdas.

“Petani yang selama ini identik dengan miskin, agar bisa memiliki nilai tawar saat bisa bersama bergandengan tangan membentuk mata rantai nilai Pertanian dalam wadah kelompok tani/ bumdes/ asosiasi sebagaimana misi membentuk Korporasi Pertanian, seperti arahan bapak presiden RI”, kata Hamzah Fathoni menjelaskan.

Saat menyampaikan sambutan pengarahan sebagai keynote speech, Helmiati Nuhung Kepala Pusdaing BPI Kemendes menyampaikan bahwa akselerasi transformasi digital di sektor pertanian, koperasi dan UMKM belum optimal. Padahal sektor pertanian telah mendorong perekonomian dasar masyarakat tetap bergerak saat pandemi Covid-19. Sedangkan sektor UMKM telah berkontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen. Artinya, jika sektor pertanian dan UMKM terus tumbuh di desa, akan berimbas terhadap pertumbuhan pemulihan ekonomi Indonesia secara cepat.”

Sementara Materi yang disampaikan oleh Fajar Eri Dianto Ketua Umum Relawan TIK Indonesia adalah tentang Membangun Budaya Digital untuk mewujudkan Pilar Ekonomi Cerdas menuju Desa Cerdas. Dimana untuk membangun ekosistem digital di desa, ada lima aspek yang harus dilakukan.

“Lima aspek tersebut adalah Kultur, Teknologi, Kanal, Strategi dan Konsumen”, kata Fajar Eri Dianto.

Lebih lanjut Fajar Eri Dianto menjelaskan bahwa Sosialisasi budaya digital adalah dengan mengenalkan, implementasi cara berpikir, cara bertindak untuk mengubah pola konvensional ke konsep digital pada penyelenggaraan fungsi kerja dengan terus melakukan perubahan dan inovasi. Peran pemerintah/stakeholder dalam mendukung penciptaan ecosystem digital, melakukan berbagai kolaborasi sebagai pewujudan indikator Desa Cerdas yang terintegrasi mencakup ketersediaan Akses, keterlibatan partners penyedia serta kesiapan masyarakat. Kolaborasi berbagai platform digital yang dapat mendukung proses digitalisasi secara menyeluruh pada seluruh aspek kehidupan : Pendidikan, Kesehatan, perekonomian, transportasi, dsb. Ketersediaan infrastruktur dan kanal digital utk dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses aplikasi atau platform digital. Upaya pengawalan terhadap masyarakat dalam pemanfaatan beragam technology berupa platform, aplikasi yang ramah pada pemenuhan fungsi sekaligus meningkatkan PADes.

Sedangkan AA Agung Wedhatama Founder Petani Muda Keren sebagai pembicara utama yang ditunggu-tunggu oleh para peserta yang sebagian besar Kepala Desa, Kelompok Tani dan PPL karena keberhasilannya membawa para petani muda di Bali diakui, memiliki nilai tawar dan berhasil mengangkat pertanian sebagai salah satu usaha yang bisa memberikan kesejahteraan lebih.

AA Agung Wedhatama, yang lebih dikenal dengan panggilan Bli Agung ini juga menyampaikan berbagai formula dan pengalaman yang sudah dijalani bersama-sama para petani muda dengan P4S dan konsep Penghasilan harian, bulanan dan tahunan yang sangat menggiurkan bagi para petani yang selama ini identik dengan miskin dan tidak sejahtera.

Kegiatan Sarasehan Nasional merupakan acara untuk mengawali kegiatan utama yang akan dilanjutkan dengan Workshop dan Pelatihan manajemen pertanian dan praktek pemasangan Teknologi Internet of Thins Smart Farming di dua Demplot Kelompok Tani Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Hamid Almaulidi Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar saat diminta konfirmasinya membenarkan bahwa kegiatan Sarasehan yang diselenggarakan hari ini merupakan Kick Off Workshop dan Pelatihan bagi para Petani dan UMKM di Desa Wates tanggal 06 – 09 Juni 2023 yang juga bisa diikuti secara daring oleh umum.

Perkuat Kompetensi Literasi Digital siswa SD – SMP Mempersiapkan Bonus Demografi 2035

Kompetensi literasi pelajar kita masih (sangat) rendah. Padahal tahun 2030 angka dependency ratio mencapai titik terendah 46,9%. Kelompok usia produktif 2 kali lipat dibanding usia nonproduktif.

Jika usia produktif saat bonus demografi 2030 – 2035 adalah umur 22 – 25 tahun lulus S1 dan S2, maka generasi tersebut saat ini (2023) masih jadi siswa SD dan SMP.

Data terakhir yang disampaikan Menteri Pendidikan bahwa 50% siswa SD/MI tidak mencapai kompetensi minimal literasi. Sehingga sebanyak 15% siswa SD/MI/sederajat masih diperlukan intervensi khusus terkait literasi. Jenjang SMP, 45% siswa dinilai belum mencapai kompetensi minimum dalam literasi (Jawa Pos 28/02/23).

Sebagian besar siswa dan sekolah SD dan SMP berada di pedesaan, maka dibutuhkan peran Pemerintah Desa dan Kabupaten, khususnya Dinas Pendidikan lebih fokus dalam mempersiapkan Literasi Digital Talent Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) para siswa SD dan SMP saat ini menyongsong bonus demografi di depan.

Mulai sekarang juga kita harus berkolaborasi secara bersama-sama mempersiapkan berbagai bentuk kegiatan untuk mendampingi siswa-siswa SD dan SMP untuk lebih siap sebagai pilar bonus demografi yang mampu menguasai teknologi dan ekonomi secara global. Atau generasi ke depan kita malah akan jadi beban karena tidak kompetitif.

Toolbar Disabilitas