Rapat Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Pengembangan Model Inovasi Peningkatan Daya Saing Desa

JAKARTA – Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal (BPI), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia, menggelar rangkaian kegiatan strategis guna memperkuat kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Acara berskala nasional ini diselenggarakan selama empat hari, mulai Senin (18/5) hingga Kamis (21/5), bertempat di éL Hotel Jakarta, Kelapa Gading.

Rangkaian acara resmi dibuka pada Senin sore (18/5) oleh Kepala BPI Desa PDT, Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya akselerasi transformasi digital dan inovasi bisnis di tingkat desa demi mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Desa harus mampu adaptif terhadap perkembangan teknologi dan jeli melihat potensi lokal. Melalui penguatan kelembagaan dan pemanfaatan teknologi informasi, BUM Desa dapat menjadi motor penggerak utama perekonomian di daerah tertinggal maupun berkembang,” ujar Mulyadin Malik.

Memasuki hari kedua, Selasa (19/5), dinamika kegiatan semakin intensif dengan dibagi menjadi tiga ruangan diskusi paralel (Desk 1, 2, dan 3) yang menghadirkan berbagai pakar sebagai narasumber.

Pada Desk 3, diskusi secara khusus membedah langkah taktis pemanfaatan teknologi digital dan tata kelola bisnis pariwisata desa. Dipandu oleh Farida Yustina Noer Fathoni Putri, S.H., M.H. (Tim Substansi Pengembangan Teknologi Digital/PTD) selaku moderator, sesi ini menghadirkan dua pakar di bidangnya:

Materi 1: Penguatan Peran BUM Desa dalam Penyediaan dan Jasa Jual Kembali Layanan Internet di Desa
Disampaikan oleh Hamzah Fathoni, Direktur Utama PT. Starway Ciptaindo Abadi sekaligus Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia. Hamzah Fathoni memaparkan potensi regulasi dan peluang bisnis bagi BUM Desa untuk bertindak sebagai pemilik dan pengelola tunggal infrastruktur jaringan internet di desa untuk layanan internet. Langkah ini dinilai strategis untuk mengatasi blank spot sekaligus membuka keran pendapatan baru bagi desa.

Materi 2: Strategi Penguatan Kelembagaan BUM Desa Wisata Melalui Pendekatan Business Model Canvas (BMC)
Disampaikan oleh Sugiarto, S.Kom., M.Kom., CITAP, akademisi dan Dosen Pengajar Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur. Sugiarto membedah bagaimana BUM Desa Wisata dapat memetakan kekuatan, target pasar, dan struktur biaya secara terukur menggunakan metode BMC, sehingga pengelolaan destinasi wisata desa tidak sekadar berjalan, namun juga kompetitif dan profitabel.

Diskusi interaktif pada Desk 3 ini memicu antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari Tim Substansi Pengembangan Teknologi Digital/PTD dan beberapa Unit kerja lintas direktorat Kementerian Desa PDT terutama yang berkaitan dengan pembinaan BUM Desa. Rangkaian kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret serta rencana aksi hingga penutupan acara pada Kamis, 21 Mei 2026.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, akademisi, dan praktisi industri, Kementerian Desa dan PDT optimis kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat secara signifikan dan merata.

Empat Desa di Kecamatan Wlingi Bahas Strategi Mewujudkan Misi Pembangunan Dengan Pendekatan Desa Cerdas

Blitar, 8 Mei 2025 — Komitmen mewujudkan pemerintahan desa yang transparan, efisien, dan inklusif kian nyata di Kabupaten Blitar. Bertempat di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Wlingi, pada Kamis (8/5), berlangsung kegiatan Sosialisasi dan Diskusi Persiapan Rencana Kegiatan Tindak Lanjut (RKTL) dalam rangka implementasi strategi Misi Pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Blitar Tahun 2025–2029 dengan pendekatan Desa Cerdas.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari empat desa, yakni Desa Tembalang, Desa Ngadirenggo, Desa Tegalasri, dan Desa Balerejo. Dua desa terakhir dihadiri oleh Kepala Desa, Direktur BUMDes, dan operator desa secara langsung. Sementara itu, Desa Tembalang dan Ngadirenggo diwakili oleh Sekretaris Desa, Direktur BUMDes, dan operator desa.

Turut hadir dan memimpin langsung kegiatan ini Camat Wlingi, Suwito, S.Sos., M.Si., yang didampingi oleh Sekretaris Kecamatan dan para Kepala Seksi. Dari pihak Pemerintah Kabupaten Blitar, hadir Kepala Bidang APTIKA Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar. Sementara itu, narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar sekaligus Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia.

Dalam penjelasannya, Hamzah Fathoni menekankan pentingnya kebijakan transformasi digital sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045. Dijelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto pada 10 Februari 2025 telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, yang menegaskan digitalisasi sebagai strategi utama penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, efisien, dan inklusif.

“Desa Digital menjadi prioritas nasional, bahkan menjadi bagian dari prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2025. Ini peluang besar bagi desa-desa untuk mempercepat pembangunan berbasis teknologi,” tegas Hamzah.

Kabupaten Blitar sendiri telah merancang strategi digitalisasi desa sebagai langkah awal mewujudkan Misi Pembangunan Daerah 2025–2029. Adapun dua tujuan utama dari strategi ini Adalah: (1) Meningkatkan kinerja birokrasi dan pelayanan publik berbasis elektronik yang akuntabel dan bebas korupsi; (2) Mempermudah akses layanan, meningkatkan kualitas hidup, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui TIK.

Dalam tahap awal, digitalisasi desa akan difokuskan di 26 desa yang tersebar di 22 kecamatan.

Hamzah menyampaikan lima tahapan kegiatan utama yang akan dilaksanakan sampai akhir tahun 2025:

  1. Lokakarya Hak Akses Internet dan Pengukuran Jaringan
    Lokakarya ini melibatkan 15 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dari berbagai desa, membahas hak akses internet dan praktik pemantauan jaringan dengan tools sederhana.
  2. Pembangunan Infrastruktur Jaringan Internet Desa
    Melalui kolaborasi dengan APJII, RTIK, Kemendesa, dan pemerintah desa, dilakukan penyediaan internet hingga ke tingkat pelanggan desa melalui skema bisnis BUMDes. Pelatihan teknis untuk penggelaran kabel, manajemen bandwidth, dan model bisnis juga akan diberikan.
  3. Pemutakhiran Data Warga Berbasis SDG’s
    Menggunakan aplikasi SITAKRO, data warga akan diperbarui oleh enumerator terlatih yang juga berfungsi sebagai kader digital desa. Proses ini penting untuk mendukung aplikasi administrasi desa berbasis data akurat.
  4. Implementasi Aplikasi Administrasi Desa Berbasis Data Warga
    SITAKRO juga berfungsi sebagai aplikasi layanan persuratan dan administrasi. Implementasi akan melibatkan proses identifikasi kebutuhan, pelatihan, dan monitoring.
  5. Pengembangan Website Desa
    Website desa akan dibangun atau dikembangkan kembali jika sebelumnya sudah ada namun tidak aktif. Dukungan diberikan oleh PANDI dan RTIK, termasuk penyediaan domain desa.id. Pelatihan untuk operator dan perangkat desa menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan layanan digital ini.
  6. Pemetaan Data Mikro Potensi Desa
    Dengan teknologi GIS, kegiatan ini memetakan potensi ekonomi, SDA, SDM, dan fasilitas desa untuk dasar kebijakan dan penanggulangan darurat.

Camat Wlingi, Suwito, menyampaikan apresiasi dan harapan agar desa-desa di wilayahnya menjadi pelopor transformasi digital di Blitar. “Kegiatan ini bukan hanya untuk memenuhi program pusat atau kabupaten, tapi demi meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Sementara itu, para peserta menyambut antusias rencana yang disampaikan dalam acara ini. Retnoningsih, Kepala Desa Tegalasri menyatakan kesiapannya untuk mengikuti setiap program kegiatan mulai dari Lokakarya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), pemutakhiran data individu warga berbasis SDG’s, Implementasi Aplikasi Layanan Administrasi Berbasis Data Warga, dan Pemetaan Data Mikro Potensi Desa.

“Kami akan mendukung dan mengikuti semua bentuk kegiatan untuk menunjang Misi Pembangunan Bapak Bupati dan Wakil Bupati, akan tetapi untuk domain dan Website desa sudah kami Kelola secara mandiri oleh perangkat desa, akan tetapi masih perlu ditingkatkan kapasitas teknisnya. Demikian juga dengan infrastruktur jaringan internet di desa Tegalasri sudah dikelola secara mandiri oleh BUMDES”, kata Retnoningsih, Kades Tegalasri.

Kepala Desa Balerejo Setiyoko juga sepakat dengan dukungan untuk mengikuti program dan kegiatan untuk mewujudkan Misi Bupati seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Tegalasri.

“Kami desa Balerejo siap untuk menganggarkan untuk pengembangan Informasi kepada warga dengan cara memasang CCTV dan Layar Smart TV di setiap titik strategis (misal Pos kamling), selain dari rangkaian program kegiatan untuk mendukung Misi Pembangunan Bapak Rijanto dan Kaji Beky”, ditegaskan Setiyoko, Kades Balerejo.

Sedangkan Desa Ngadirenggo selain akan mengikuti sama seperti tiga desa yang lain, karena beberapa wilayah dusunnya masih kesulitan akses Internet, maka perlu ditambahkan kegiatan Pembangunan Infrastruktur Jaringan Internet Desa secara mandiri dengan dampingan dari Relawan TIK dan APJII.

Ke empat desa peserta yang hadir, termasuk dari Desa Tembalang siap mensukseskan Misi Pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Blitar dalam bentuk Digitalisasi Desa Dalam Mendukung Pelayanan Publik di Kabupaten Blitar Tahun 2025. Sehingga mereka mengaku siap mengikuti pelatihan teknis dan mengawal implementasi sistem digital yang terintegrasi.

Kegiatan hari ini ditutup dengan pendaftaran secara online dari peserta yang mewakili Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dari desa masing untuk mengikuti Lokakarya Pemahaman Hak Akses Internet dan Pelatihan Pemantauan Jaringan Internet Berbasis Komunitas Tahun 2025. Kegiatan Lokakarya ini akan diselenggarakan oleh Relawan TIK dan Bidang IKP Dinas Kominfo Startistik dan Persandian Kabupaten Blitar bekerjasama dengan Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), pada tanggal 28 mei 2025, bertempat di Ruang Perdana Kantor Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar Lantai 2.


Pemuda Desa Geliting Semakin Kreatif, Kementerian Desa Gelar Pelatihan Video Editing Bersama Pakar Teknologi

Geliting, 20 Desember 2024 – Desa Geliting bergema dengan semangat kreativitas! Hari ini, puluhan pemuda desa berbondong-bondong menuju kantor desa untuk mengikuti pelatihan pembuatan dan editing video yang diinisiasi oleh Kementerian Desa. Acara yang berlangsung selama 4 jam ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan emas bagi generasi muda dalam meningkatkan potensi dan daya saing mereka.

Acara diawali dengan pembukaan yang hangat, diikuti sambutan dari Kepala Desa Geliting, Bapak Makarius Oskar, yang menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi kemajuan desa. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Mas Rosyid Imam Haqi, perwakilan Kementerian Desa, yang menggarisbawahi tujuan kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk mengembangkan keterampilan digital pemuda desa.

Pelatihan utama dipandu oleh Bapak Miftakul Huda, seorang pakar teknologi yang juga pengurus RTIK Jawa Timur bidang Program dan Aptika. Dengan pengalaman dan keahliannya, Miftakul mengupas tuntas bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk jurnalisme desa, mulai dari penulisan storyboard hingga ilustrasi yang menarik.

Tidak hanya teori, sesi ini juga diramaikan dengan tanya jawab aktif antara peserta dan fasilitator. Bahkan, untuk semakin memotivasi peserta, Miftakul memberikan reward kepada kelompok dengan hasil video editing terbaik. Suasana menjadi semakin meriah ketika tarian khas Indonesia Timur menjadi penutup yang sempurna untuk acara ini.

“Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi tahu bagaimana membuat video yang menarik untuk promosi desa,” ujar salah satu peserta dengan antusias.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, desa-desa di Indonesia mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era digital. Bravo Desa Geliting!

Pelatihan Kelayakan BUM Desa Bola untuk Mendukung Program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas Fase 2

Bola, Kabupaten Sikka – Pada Kamis, 19 Desember 2024, Pemerintah Desa Bola, Kecamatan Bola, menggelar pelatihan kelayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bertempat di balai desa setempat. Acara ini dihadiri oleh tamu dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), serta dipimpin oleh Kepala Desa Bola.

Kegiatan diawali dengan penyambutan tamu oleh Kepala Desa Bola beserta perangkat desa. Dalam sambutannya, perwakilan dari Kemendes PDTT, Bapak Rosyid, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari keberlanjutan program Desa Cerdas Fase 2. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas desa dalam mengelola BUMDes secara profesional dan berkelanjutan.

Selanjutnya, Kepala Desa Bola memberikan sambutan dan membuka acara secara resmi. Dalam pidatonya, beliau memaparkan kondisi terkini Desa Bola, termasuk potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan BUMDes.

Materi inti pelatihan disampaikan oleh Miftakul Huda, Ketua Relawan TIK Surabaya, yang menjelaskan tentang Business Model Canvas (BMC) sebagai alat penting dalam mengelola BUMDes. Huda menekankan pentingnya analisis menyeluruh terhadap alur bisnis BUMDes, mulai dari hulu hingga hilir, untuk memastikan keberlanjutan usaha.

“Kajian BMC membantu BUMDes memahami arus bisnisnya, mulai dari penentuan segmen pasar hingga pengelolaan sumber daya dan jaringan mitra,” ujar Huda dalam sesi pemaparan.

Pelatihan ini juga mencakup sesi praktik dan presentasi oleh kelompok-kelompok BUMDes. Setiap kelompok memaparkan rencana pengembangan unit usaha yang dikelola, seperti koperasi simpan pinjam, toko sembako, dan pengelolaan wisata pantai Watu Cruz.

Dengan pelatihan ini, Desa Bola berharap mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan BUMDes sebagai pilar ekonomi desa. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk mengimplementasikan program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas Fase 2 secara lebih efektif.

Pelatihan Fotografi dan Videografi di Desa Koting B: Pemantik Kreativitas Generasi Muda

Koting B – Pada hari ini, Rabu (18/12), Pemerintah Desa Koting B menggelar pelatihan fotografi dan videografi yang bertempat di kantor desa setempat. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA ini dibuka langsung oleh Pj Kepala Desa Koting B dan turut dihadiri oleh Tim dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Sambutan dari Kemendes PDTT disampaikan oleh Bapak Rosyid, yang mengapresiasi inisiatif desa dalam mengembangkan kemampuan generasi muda.

Dalam pelatihan ini, Mas Miftakul Huda, narasumber sekaligus praktisi di bidang fotografi dan videografi, menyampaikan materi teknis terkait pengambilan gambar yang menarik dan pembuatan video berkualitas. Peserta diajak untuk memahami dasar-dasar fotografi, penggunaan peralatan, serta teknik editing sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk kebutuhan promosi desa.

“Harapan kami, pelatihan ini menjadi pemantik kreativitas bagi generasi muda di Desa Koting B. Mereka diharapkan mampu menghasilkan karya foto dan video yang menarik sekaligus memberikan dampak positif bagi desa,” ujar Mas Huda dalam sesi pemaparannya.

Peserta yang hadir pun diimbau untuk membagikan ilmu yang telah didapat kepada masyarakat lainnya, sehingga pengetahuan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata dukungan Desa Koting B terhadap pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan keterampilan. Dengan pelatihan ini, diharapkan Desa Koting B semakin dikenal melalui potensi kreatif warganya, khususnya di bidang fotografi dan videografi.

Desa Manyampa Manfaatkan Pelatihan Digital untuk Optimalkan Potensi Wisata Mangrove

Bulukumba – Desa Manyampa (14/12) adalah salah satu desa di kecamatan Ujung Loe, kabupaten Bulukumba yang menyimpan beragam ekosistem wisata yang pastinya menjadi daya tarik unggulan desa. Salah satu wisata yang dikelola oleh desa Manyampa adalah kawasan wisata hutan Mangrove.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melalui Pusat Daya Saing Desa (PUSDAING) dan Relawan TIK beserta Universitas Negeri Surabaya berkesempatan untuk mengadakan pelatihan dalam rangka jejaring kemitraan desa Cerdas Kementrian Desa. Pelatihan kali ini fokus untuk pengembangan Wisata Mangrove di desa Manyampa tersebut, “Promosi Wisata Mangrove Berbasis Digital” merupakan judul acara pelatihan kali ini.

Dibuka dengan paparan dan review terkait perkembangan Mangrove di desa Manyampa tersebut oleh Kepala Desa Manyampa, biasa dipanggil pak Abbas memaparkan bahwasanya potensi sangat besar yang ada di desa Manyampa ini sangat perlu dikembangkan kembali agar lebih banyak menjaring turis karena satu arah dengan wisata Bira yang sangat terkenal di Bulukumba.

Ketua Relawan TIK Jawa Timur, Muhajir Sulthonul Aziz dan Dosen dari Universitas Negeri Surabaya, Lutfhi Abdil Khuddus, sharing mengenai beragam hal yang bisa dilakukan oleh desa dan Pokdarwis selaku pengelola wisata Mangrove di desa Manyampa tersebut, agar potensi yang ada ini sangat bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Membangun Desa Cerdas Kambuno: Pelatihan Digital Public Relation untuk Manajemen Sosmed Desa

Bulukumba – Potensi desa yang sangat besar dimiliki oleh desa Kambuno sangat perlu di ekplorasi oleh warga desa agar dapat dinikmati oleh pengunjung luar desa, apalagi dengan komoditas andalan Durian yang pasti dicari saat musim panen menjadikan daya tarik bagi para turis atau wisatawan yang berkunjung ke desa Kambuno, kecamatan Bulukumpa, kabupaten Bulukumba, provinsi Sulawesi Selatan.

Penyebaran segala macam potensi desa ini dapat dilakukan oleh seluruh perangkat desa dan warga desa dengan sangat masif, salah satunya penggunaan sosial media. Maka dari itu dalam rangka peningkatan pengelolaan sosial media desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melalui Pusat Daya Saing (PUSDAING) hadir bersama dengan Relawan TIK untuk melakukan pelatihan dengan judul “Pengelolaan Sosial Media Atau Digital Public Relation Untuk Manajemen Sosmed Desa”.

Dibuka oleh Kepala Desa dengan menunjukkan beberapa potensi desa serta paparan awal terkait desa cerdas kepada warga yang hadir menjadikan penyemangat warga untuk mengikuti pelatihan kali ini. Muhajir Sulthonul Aziz, selaku ketua Relawan TIK Jawa Timur membawakan materi Branding Desa melalui Sosial Media, agar masyarakat secara masif menggunakan sosial media dan peluang-peluang dalam rangka implementasi desa cerdas pilar Ekonomi Cerdas

Transformasi Digital Desa Parparean 1 Belajar Manajemen Media Sosial dengan AI

Parparean 1, Kabupaten Toba – Pada 16 Desember 2024, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembali menyelenggarakan pelatihan inovatif dalam rangka Program Desa Cerdas. Pelatihan bertajuk “Pengelolaan Media Sosial dan Penggunaan AI untuk Masyarakat Desa” ini dilaksanakan di Kantor Desa Parparean 1, dan dihadiri oleh masyarakat serta kepala desa setempat.

Narasumber kegiatan ini adalah Yusca Nadira, S.Pd, seorang ahli dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Blitar.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali masyarakat desa dengan keterampilan yang relevan di era digital, terutama dalam memanfaatkan media sosial secara efektif. Kepala Desa Parparean 1 dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mempromosikan produk dan potensi desa. “Pengelolaan media sosial yang baik akan membantu masyarakat untuk lebih dikenal luas, sekaligus meningkatkan pendapatan melalui UMKM,” ujar beliau.

Selama pelatihan, peserta belajar teknik dasar pengambilan gambar menggunakan smartphone untuk menciptakan konten yang menarik. Mereka juga diajarkan cara memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk berbagai keperluan sehari-hari, termasuk mendukung kegiatan berjualan online. Dengan panduan praktis, peserta dapat memahami bagaimana AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan platform S.id untuk membuat microsite. Microsite ini dirancang sebagai alat promosi yang efektif bagi UMKM masyarakat desa. Dengan adanya microsite, UMKM dapat menampilkan produk mereka secara profesional dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui internet.

Pelatihan ini juga didesain dengan pendekatan interaktif dan praktik langsung. Peserta diajak untuk langsung mencoba teknik-teknik yang diajarkan, baik dalam pengambilan gambar, pengelolaan media sosial, maupun penggunaan AI. Pendekatan ini memastikan setiap peserta dapat memahami materi dengan lebih baik dan siap mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Parparean 1 semakin mahir dalam mengelola media sosial dan memanfaatkan teknologi untuk memajukan desa. Dengan keterampilan yang diperoleh, masyarakat dapat menjadikan media sosial sebagai alat yang tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk membangun peluang ekonomi baru.

Menguasai Smartphone dan AI: Pelatihan untuk Ciptakan Konten Digital Berkualitas di Desa

Huta Bulu Mejan, Toba – Pada 14 Desember 2024, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyelenggarakan sebuah pelatihan inovatif bertema “Optimalisasi Penggunaan Smartphone dan AI untuk Membuat Konten Menarik”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Jejaring Kemitraan Program Desa Cerdas Fase 2 yang bertujuan untuk mempercepat transformasi digital di desa-desa Indonesia. Bertempat di Kantor Desa Huta Bulu Mejan, pelatihan ini menghadirkan Yusca Nadira, S.Pd, seorang narasumber dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar.

Pelatihan ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat dalam menciptakan konten berkualitas tinggi dengan memanfaatkan teknologi yang ada di sekitar mereka. Kepala desa dan masyarakat Huta Bulu Mejan turut serta dalam kegiatan ini, memperlihatkan antusiasme besar terhadap pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong kemajuan desa. Dalam sambutannya, kepala desa menekankan pentingnya pembekalan keterampilan digital untuk membantu masyarakat desa meningkatkan daya saing UMKM dan mempromosikan potensi lokal.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang teknik dasar pengambilan gambar menggunakan smartphone untuk menghasilkan foto dan video yang menarik. Selain itu, mereka juga diperkenalkan pada penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai aspek kreatif, seperti pembuatan naskah dan skenario, serta narasi untuk mendukung produksi konten yang profesional.

Salah satu materi yang menjadi sorotan dalam pelatihan ini adalah pengenalan platform S.id untuk membuat microsite. Peserta diajarkan bagaimana memanfaatkan microsite ini sebagai alat promosi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan memanfaatkan platform ini, masyarakat dapat lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas secara online.

Pelatihan ini juga menekankan pendekatan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mengaplikasikan keterampilan yang dipelajari. Hal ini memberikan pengalaman nyata kepada masyarakat dalam menciptakan konten digital yang sesuai dengan kebutuhan lokal mereka.

Kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi masyarakat Desa Huta Bulu Mejan untuk mengembangkan potensi mereka dalam dunia digital. Dengan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan ini, desa-desa dapat menjadi motor penggerak inovasi dan kreativitas yang membawa manfaat nyata bagi seluruh warganya.

Pelatihan Videografi dan Fotografi: “Optimalisasi Penggunaan Smartphone dan AI untuk Membuat Konten Menarik”

Sigumpar, Kabupaten Toba – Pada 13 Desember 2024, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Optimalisasi Penggunaan Smartphone dan AI untuk Membuat Konten Menarik”. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Desa Cerdas yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa dengan keterampilan digital dan teknologi terbaru. Kegiatan ini diadakan di Kantor Desa Sigumpar, Toba, dan menghadirkan Yusca Nadira sebagai pembicara utama.

Pelatihan ini diikuti oleh masyarakat Desa Sigumpar dan Kepala Desa Leonardo yang turut hadir dan memberikan dukungan penuh. Dalam sambutannya, Leonardo menyampaikan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan potensi desa, seperti keindahan alam, budaya, dan produk lokal. “Dengan keterampilan yang diajarkan hari ini, kita dapat meningkatkan daya tarik desa melalui konten yang kreatif dan profesional,” ujarnya.

Materi pelatihan mencakup teknik dasar pengambilan gambar menggunakan smartphone, sehingga peserta dapat menghasilkan foto dan video berkualitas tinggi dengan peralatan yang sederhana. Selain itu, peserta diajarkan cara memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk berbagai keperluan kreatif, seperti membuat naskah dan skenario, menghasilkan narasi yang menarik, serta menciptakan musik bebas copyright. Tidak ketinggalan, peserta juga mendapatkan pelajaran tentang pengembangan microsite menggunakan platform S.id untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini bertujuan untuk membantu UMKM di desa dalam mempromosikan produk mereka secara online dengan cara yang mudah dan efektif.

Kegiatan ini juga dirancang dengan banyak sesi praktik langsung oleh masyarakat. Peserta mendapatkan kesempatan untuk langsung menerapkan teknik yang diajarkan, mulai dari pengambilan gambar hingga penggunaan AI untuk menghasilkan konten. Pendekatan ini memastikan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata.

Salah satu hasil menarik dari pelatihan ini adalah pembuatan lagu Desa Sigumpar dengan bantuan teknologi AI. Lagu ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi dapat digunakan untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal. Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dalam membuat konten multimedia yang siap untuk dipublikasikan di media sosial atau platform lainnya.

Yusca Nadira, S.Pd., sebagai narasumber utama dari Relawan TIK kabupaten blitar menekankan bahwa teknologi AI dan smartphone dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk bercerita.

“Kreativitas tidak lagi terbatas oleh peralatan mahal. Dengan pemahaman yang tepat, setiap orang dapat membuat konten yang menginspirasi dan membangun citra positif desa mereka,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Sigumpar diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan mereka dalam menciptakan konten digital yang kreatif dan berkualitas. Dengan demikian, desa tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat kreativitas dan inovasi yang mampu bersaing di era digital.

Toolbar Disabilitas