GORONTALO|Desa Kaaruyan, yang terletak di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, merupakan salah satu desa yang mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi melalui penerapan digitalisasi. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, mendorong perekonomian, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Pada hari ini, 22 November 2024, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) melaksanakan kegiatan bertajuk “Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2”. Kegiatan ini mengusung tema “Pelatihan Teknik Pengambilan Foto dan Editing Video untuk UMKM”, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital masyarakat di Desa Kaaruyan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.
Kegiatan ini menghadirkan Sri Hariati, narasumber dari Relawan TIK Jawa Timur (RTIK Jatim), yang memberikan paparan materi yang sangat relevan untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa. Adapun materi yang disampaikan mencakup:
Teknik pengambilan foto produk dan video konten, termasuk tata cara menonjolkan kualitas dan keunikan produk UMKM melalui visual yang menarik.
Penggunaan perlengkapan dan peralatan sederhana yang dapat membantu proses pengambilan gambar dan video, baik dengan perangkat profesional maupun alat yang mudah dijangkau seperti ponsel. Teknik editing foto dan video konten menggunakan aplikasi populer seperti CapCut, Video Maker, dan InShot, yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM menghasilkan konten kreatif dengan mudah.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat Desa Kaaruyan, di antaranya pemuda desa, Karang Taruna, perangkat desa, serta warga yang memiliki usaha kecil menengah. Semua peserta menunjukkan semangat yang tinggi selama pelatihan, terutama saat sesi praktik pengambilan foto dan pembuatan video. Para peserta juga mencoba langsung mengedit konten menggunakan aplikasi yang telah diajarkan, sehingga mereka dapat langsung memahami dan mempraktikkan ilmu yang diperoleh.
Sri Hariati menekankan pentingnya kemampuan digital dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal. Dalam paparan beliau, dijelaskan bahwa memanfaatkan teknologi dengan optimal dapat menjadi kunci keberhasilan UMKM dalam era digital ini.

Warga Desa Kaaruyan menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelatihan ini. Mereka merasa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan wawasan baru, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usaha mereka. Peserta berharap agar pelatihan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin, sehingga mereka dapat terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka di bidang digital.
Sebagai narasumber, kami dari Relawan TIK merasa bangga dapat berkontribusi dalam kegiatan ini. Besar harapan kami agar program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai desa lainnya. Keterlibatan kami dalam digitalisasi desa merupakan wujud komitmen untuk mendukung kemajuan masyarakat di era digital. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, desa-desa di Indonesia, termasuk Desa Kaaruyan, dapat semakin cerdas dan mandiri.
Kegiatan ini merupakan langkah awal yang signifikan dalam mengembangkan potensi digital masyarakat desa, sekaligus mendukung visi Desa Cerdas yang menjadi prioritas Kemendes PDT. Kami berharap, dengan semangat kolaborasi ini, Desa Kaaruyan dapat menjadi contoh desa yang sukses dalam mengimplementasikan digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi local.















