Rapat Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Pengembangan Model Inovasi Peningkatan Daya Saing Desa

JAKARTA – Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal (BPI), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia, menggelar rangkaian kegiatan strategis guna memperkuat kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Acara berskala nasional ini diselenggarakan selama empat hari, mulai Senin (18/5) hingga Kamis (21/5), bertempat di éL Hotel Jakarta, Kelapa Gading.

Rangkaian acara resmi dibuka pada Senin sore (18/5) oleh Kepala BPI Desa PDT, Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya akselerasi transformasi digital dan inovasi bisnis di tingkat desa demi mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Desa harus mampu adaptif terhadap perkembangan teknologi dan jeli melihat potensi lokal. Melalui penguatan kelembagaan dan pemanfaatan teknologi informasi, BUM Desa dapat menjadi motor penggerak utama perekonomian di daerah tertinggal maupun berkembang,” ujar Mulyadin Malik.

Memasuki hari kedua, Selasa (19/5), dinamika kegiatan semakin intensif dengan dibagi menjadi tiga ruangan diskusi paralel (Desk 1, 2, dan 3) yang menghadirkan berbagai pakar sebagai narasumber.

Pada Desk 3, diskusi secara khusus membedah langkah taktis pemanfaatan teknologi digital dan tata kelola bisnis pariwisata desa. Dipandu oleh Farida Yustina Noer Fathoni Putri, S.H., M.H. (Tim Substansi Pengembangan Teknologi Digital/PTD) selaku moderator, sesi ini menghadirkan dua pakar di bidangnya:

Materi 1: Penguatan Peran BUM Desa dalam Penyediaan dan Jasa Jual Kembali Layanan Internet di Desa
Disampaikan oleh Hamzah Fathoni, Direktur Utama PT. Starway Ciptaindo Abadi sekaligus Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia. Hamzah Fathoni memaparkan potensi regulasi dan peluang bisnis bagi BUM Desa untuk bertindak sebagai pemilik dan pengelola tunggal infrastruktur jaringan internet di desa untuk layanan internet. Langkah ini dinilai strategis untuk mengatasi blank spot sekaligus membuka keran pendapatan baru bagi desa.

Materi 2: Strategi Penguatan Kelembagaan BUM Desa Wisata Melalui Pendekatan Business Model Canvas (BMC)
Disampaikan oleh Sugiarto, S.Kom., M.Kom., CITAP, akademisi dan Dosen Pengajar Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur. Sugiarto membedah bagaimana BUM Desa Wisata dapat memetakan kekuatan, target pasar, dan struktur biaya secara terukur menggunakan metode BMC, sehingga pengelolaan destinasi wisata desa tidak sekadar berjalan, namun juga kompetitif dan profitabel.

Diskusi interaktif pada Desk 3 ini memicu antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari Tim Substansi Pengembangan Teknologi Digital/PTD dan beberapa Unit kerja lintas direktorat Kementerian Desa PDT terutama yang berkaitan dengan pembinaan BUM Desa. Rangkaian kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret serta rencana aksi hingga penutupan acara pada Kamis, 21 Mei 2026.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, akademisi, dan praktisi industri, Kementerian Desa dan PDT optimis kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat secara signifikan dan merata.

Toolbar Disabilitas