Pelatihan Fotografi dan Videografi Tingkatkan Digitalisasi di Desa Dede Kadu

Dede Kadu, Loli, Sumba Barat, NTT, 16 Desember 2024 – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama NGO Relawan TIK sukses menggelar program pelatihan fotografi dan videografi di Desa Dede Kadu, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat desa.

Acara dimulai dengan sesi pembukaan yang menghadirkan sambutan dari Tim Teknis Kemendes PDTT. Kepala Desa Dede Kadu juga memberikan paparan terkait potensi dan tantangan desa dalam memanfaatkan digitalisasi untuk pengembangan wilayah.

Sesi utama diisi oleh Mei Santi, perwakilan Relawan TIK dari Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Sekretaris Relawan TIK dan Pandu Digital Madya Kominfo, kini bernama Komdigi. Sebagai dosen tetap di STAI Muhammadiyah Tulungagung, Program Studi Ekonomi Syariah, Mei Santi membawakan materi komprehensif tentang dasar-dasar fotografi dan videografi, jenis-jenisnya, serta tips dan trik pengambilan gambar dan video.

Tidak hanya teknis fotografi dan videografi, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi CapCut untuk editing gambar dan video. Materi pelatihan dilengkapi dengan pemanfaatan AI menggunakan ChatGPT untuk memudahkan pencarian konsep storyboard dan pembuatan copywriting yang menarik. Peserta diarahkan untuk mengoptimalkan hasil karya mereka agar bisa dipublikasikan di media sosial dengan lebih efektif.

Melalui pelatihan ini, warga Desa Dede Kadu diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk keperluan branding personal, membangun portofolio, hingga memperluas peluang kerja. Diharapkan, hal ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individu tetapi juga membawa dampak signifikan pada peningkatan sosial dan ekonomi desa.

Pelatihan Fotografi dan Videografi di Desa Beringin Sanggul: “Berkarya dengan Lensa, Inspirasi Alam nan Nyata”

Beringin Sanggul, Merangin – Sebuah kegiatan pelatihan bertema Beri Lian (Berkarya dengan Lensa, Inspirasi Alam Nan Nyata) sukses digelar pada 16 September 2024 di Pendopo Desa Beringin Sanggul. Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari anggota Karang Taruna, PKK, pelaku UMKM, serta tokoh masyarakat desa setempat.

Pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan fotografi dan videografi ini disambut antusias oleh masyarakat. Materi yang disampaikan dianggap sangat bermanfaat sebagai bekal untuk mengangkat potensi alam dan ekonomi Desa Beringin Sanggul melalui media digital.

Kepala Desa Beringin Sanggul, Zuhdi, secara langsung membuka kegiatan ini dengan didampingi oleh Sekretaris Camat Tiang Tumpang, Kabupaten Merangin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi warga dan harapannya agar keterampilan ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan keindahan desa ke publik yang lebih luas.

Dalam kesempatan ini, Dwi Joko selaku tim dari Kemendes RI-BPI menekankan pentingnya membangun konsep Desa Cerdas. Menurutnya, kemampuan literasi digital yang baik adalah kunci untuk mewujudkan pilar desa cerdas: masyarakat cerdas dan ekonomi cerdas.

Sebagai narasumber utama, Arif Setiadi, S.Kom., M.Kom – yang menjabat sebagai Sekretaris Relawan TIK Jambi, Widyaiswara Ahli Pertama BKPSDMD Kota Jambi, serta Wakil Rektor III Institut Teknologi dan Bisnis Pelita Raya – menyampaikan materi mengenai teknik dasar fotografi dan videografi yang dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi digital. Materi tersebut diharapkan dapat membantu peserta mempromosikan potensi alam, budaya, serta produk lokal Desa Beringin Sanggul.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi praktik langsung di sekitar pendopo desa, di mana para peserta berkesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Desa Beringin Sanggul dapat semakin dikenal dan mampu menjadi salah satu contoh desa yang cerdas dan inovatif melalui karya-karya kreatif dari warganya.

Pelatihan Fotografi dan Videografi untuk Desa Cerdas Mukomuko

Mukomuko – Program Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) kembali menyasar Desa Lubuk Sanai, Kecamatan Koto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Pada Senin (16/12/2024), kegiatan Pelatihan Fotografi dan Videografi dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan branding personal dan usaha melalui pemanfaatan konten visual.

Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, Duta Digital, dan Kader Digital sebagai peserta. Kegiatan diawali dengan sambutan perwakilan Kemendes PDT, Rachmad Puji Asro, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Program Desa Cerdas bertujuan untuk mendorong digitalisasi di tingkat desa, yang kini merambah berbagai sektor, baik dari pemerintah pusat hingga ke tingkat desa. Ia juga berharap agar masyarakat desa dapat berpartisipasi aktif dalam digitalisasi dan mampu memanfaatkan ilmu fotografi serta videografi yang diperoleh untuk kemajuan desa.

Kepala Desa Lubuk Sanai, Mutriadi, turut menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Beliau mengungkapkan bahwa kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh peserta. “Digitalisasi adalah hal mutlak dan wajib untuk saat ini, karena akan membawa desa menuju kemajuan,” tegasnya.

Pelatihan ini menghadirkan Subana, S.Kom., sebagai narasumber. Beliau merupakan Wakil Ketua Relawan TIK Kabupaten Blitar sekaligus Ketua Bidang Legal dan Kemitraan Relawan TIK Provinsi Jawa Timur. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa videografi adalah media yang digunakan untuk merekam kejadian dalam bentuk suara dan gambar. Menurutnya, konten visual saat ini lebih diminati masyarakat dan berpotensi besar dalam membangun citra personal maupun usaha.

Dalam sesi materi, peserta diajarkan tahapan produksi video, yang mencakup konsep, naskah, storyboard, serta teknik pengambilan gambar. Berbagai sudut pengambilan gambar diperkenalkan, seperti bird eye, high angle, eye level, low angle, dan frog angle. Selain itu, teknik pergerakan kamera seperti dolly, slide crab, pedestal, arc, dan still turut diajarkan sebagai bagian dari produksi video profesional.

Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pelatihan editing video dengan menggunakan aplikasi populer seperti Kinemaster, VN Free, InShot, CapCut, dan VLLO. Narasumber menekankan pentingnya konsistensi dalam berkarya serta tidak takut mencoba hal-hal baru. “Berkarya adalah proses yang berulang. Teruslah mengeksplorasi, mencoba, dan jangan takut gagal,” pesannya.

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menciptakan konten visual yang berkualitas. Dengan memanfaatkan foto dan video terbaik yang diunggah di media sosial, peserta diharapkan dapat membangun branding personal maupun usaha. Hal ini diyakini akan memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan desa secara keseluruhan. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Di akhir acara, peserta mengikuti sesi diskusi santai dan ramah tamah Bersama narasumber.

Pelatihan Analisis Kelayakan Usaha dan Pengelolaan BUMDesa dalam Program Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 Kemendes PDT

Pada hari Minggu, 15 Desember 2024, telah dilaksanakan pelatihan analisis kelayakan usaha dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Desa Air Merah, Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan Kemendes PDT, Rachmad Puji Asro, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa digitalisasi desa adalah salah satu upaya penting dalam pengembangan masyarakat desa agar lebih mampu mengadopsi teknologi digital. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat desa untuk memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.

Kepala Desa Air Merah, Rahmadi, turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Beliau menyampaikan bahwa Desa Air Merah, sebagai hasil pemekaran pada tahun 2007, telah memiliki Website Desa (Webdes) yang mampu menarik 4.000 hingga 6.000 pengunjung per bulan.

Desa ini juga memiliki BUMDesa dan UMKM Desa dengan izin usaha yang lengkap. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan digitalisasi untuk kesejahteraan desa. Beliau juga berharap agar pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.

Peserta pelatihan terdiri dari Ketua BPD beserta anggota, Ketua BUMDesa, Karang Taruna, kader digital, Ariful, dan duta digital, Rahmad. Narasumber utama adalah Subana, S.Kom., Ketua Bidang Legal dan Kemitraan Relawan TIK Provinsi Jawa Timur.

Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya analisis kelayakan usaha untuk mencegah kegagalan dan mengoptimalkan alokasi sumber daya. Materi yang disampaikan meliputi langkah-langkah analisis kelayakan usaha berdasarkan analisis pasar, teknis, dan keuangan.

Selain itu, Subana juga memberikan pemahaman tentang pengelolaan BUMDesa yang efektif dengan menekankan prinsip transparansi dan manajemen profesional. Peserta diperkenalkan dengan konsep Business Model Canvas (BMC) sebagai alat strategis dalam merancang model bisnis yang sesuai untuk BUMDesa. Di akhir sesi, direkomendasikan bahwa analisis kelayakan usaha dan pengelolaan BUMDesa yang efektif merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan Masyarakat desa.

Pelatihan Fotografi dan Videografi Smartphone Tingkatkan Potensi Ekonomi Desa Tebara

Tebara, Waikabubak – Minggu, 15 Desember 2024, Desa Tebara, Kecamatan Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, menjadi saksi semangat masyarakatnya untuk maju di era digital melalui pelatihan bertema “Fotografi dan Videografi Menggunakan Smartphone”. Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta dan merupakan bagian dari program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas 2024 yang digagas oleh Kemendes PDTT.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Tebara, Marthen Ragowino Bira, S.S., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. “Kami berharap pelatihan ini dapat membuka wawasan masyarakat untuk memanfaatkan teknologi, khususnya smartphone, sebagai alat produktivitas,” ungkapnya.

Sesi pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dibawakan oleh Mei Santi, perwakilan NGO Relawan TIK Indonesia wilayah Jawa Timur, yang juga menjabat sebagai Sekjen RTIK Jatim, Pandu Digital Madya Kominfo (kini KomDigi), dan dosen tetap program studi Ekonomi Syariah di STAI Muhammadiyah Tulungagung.

Dalam penyampaian materinya, Mei Santi menekankan pentingnya kreativitas masyarakat desa dalam memproduksi konten gambar dan video berkualitas menggunakan smartphone. “Dengan konten yang menarik, masyarakat tidak hanya bisa berbagi cerita tentang desanya tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi dari konten tersebut. Harapannya, dua pilar Desa Cerdas, yaitu Smart People dan Smart Economy, dapat tercapai,” jelasnya.

Peserta tampak antusias mempraktikkan teknik-teknik fotografi dan videografi yang diajarkan. Diharapkan, pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran digital masyarakat Desa Tebara dan membuka peluang baru untuk meningkatkan taraf hidup melalui ekonomi digital berbasis kreativitas.

Revolusi Digital Dimulai! Desa Pauh Menang Gelar Pelatihan Digitalisasi yang Inspiratif

Pauh Menang, 15 Desember 2024 – Aula Kantor Desa Pauh Menang dipenuhi antusiasme peserta pada kegiatan Pelatihan Digitalisasi Desa. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk kaum milenial, Karang Taruna, pelaku UMKM, PKK, dan perangkat desa, dengan total 33 peserta yang bersemangat untuk mempelajari lebih lanjut tentang penerapan teknologi dalam pembangunan desa.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Pauh Menang, Bapak Ngadiran, S.E., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif mereka. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya digitalisasi sebagai langkah strategis menuju kemajuan desa yang lebih modern dan mandiri.

Hadir pula Pak Joko dari BPI Kemendes yang memberikan kata sambutan, menekankan bahwa kolaborasi seluruh elemen masyarakat merupakan kunci keberhasilan transformasi digital di tingkat desa.

Pelatihan ini dipandu oleh Arif Setiadi, S.Kom., M.Kom., fasilitator dari RTIK Jambi. Sebagai narasumber utama, beliau memberikan pemaparan mendalam tentang cara memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung berbagai sektor, seperti pengelolaan usaha, administrasi desa, hingga promosi potensi lokal. Para peserta diajak untuk berdiskusi interaktif, mencoba praktik langsung, dan saling berbagi pengalaman.

Semangat #BangunDesaBangunIndonesia terlihat jelas dalam setiap sesi pelatihan, menunjukkan komitmen masyarakat Desa Pauh Menang untuk terus bergerak maju, memanfaatkan teknologi sebagai pilar utama pembangunan desa yang lebih baik.

Pelatihan Analisis Kelayakan Usaha dan Pengelolaan BUM Desa Desa Rua Berlangsung Antusias

Wanokaka, 14 Desember 2024 – Sebanyak 33 peserta dari berbagai elemen masyarakat Desa Rua, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengikuti pelatihan Analisis Kelayakan Usaha dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Desember 2024. Peserta terdiri dari pengelola BUM Desa Manuwolu, anggota PKK, pemuda-pemudi, hingga Ina Ama, yang semuanya bersemangat dalam menimba ilmu demi kemajuan desa mereka.

Pelatihan diawali dengan acara pembukaan yang berlangsung hangat, dilanjutkan dengan sesi sharing materi yang diisi oleh Mei Santi, anggota NGO Relawan TIK yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Relawan TIK Wilayah Provinsi Jawa Timur sekaligus dosen tetap Program Studi Ekonomi Syariah di STAIM Tulungagung. Dalam sesi tersebut, Mei Santi memaparkan pentingnya keberadaan BUM Desa, bagaimana menganalisis kelayakan usaha, serta memberikan kiat-kiat pengelolaan BUM Desa yang efektif.

Tidak hanya teori, peserta juga diajak langsung mempraktikkan analisis kelayakan usaha menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan Business Model Canvas (BMC). Dalam sesi praktik, peserta dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing mempresentasikan hasil analisis mereka. Suasana semakin semarak ketika setiap kelompok menampilkan yel-yel khas mereka dengan penuh semangat, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.

Di akhir acara, pelatihan ditutup dengan pembuatan video bersama bertajuk “Desa Cerdas”, yang menjadi tagline kebanggaan Desa Rua. Tak lupa, sesi foto bersama menjadi momen kebersamaan yang tak terlupakan bagi seluruh peserta dan panitia.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Rua untuk mengelola BUM Desa dengan lebih profesional, sehingga mampu mendorong perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jejaring Kemitraan Kemendes Gelar Pelatihan Editing Fotografi dan Videografi di Desa Karrang Enrekang

Enrekang, Sulawesi Selatan – 14 Desember 2024 – Kegiatan jejaring kemitraan antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT), Relawan TIK, serta Kola Education sukses diselenggarakan di Balai Desa Karrang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM dalam mengedit fotografi dan videografi guna mendukung pemasaran produk mereka.

Acara dimulai dengan pembukaan yang meriah, termasuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretariat BPI, Bapak Teguh Purmawanto, SE, M.Si. Beliau menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak untuk pemberdayaan masyarakat desa. Pengarahan juga diberikan oleh Bapak Uled Nefo Indrahadi, SH., M.Si., perwakilan dari Kemendes PDT, yang menekankan pentingnya pelatihan digital untuk memperkuat UMKM di pedesaan.

Sesi berikutnya, PJ Kepala Desa Karrang, Bapak Bustamin Hamzah, S.P., memaparkan potensi besar desa Karrang sebagai desa yang kaya akan produk lokal yang berpotensi dipasarkan melalui media digital. Setelah itu, peserta diajak untuk mengisi pre-test sebagai bagian dari evaluasi awal kemampuan mereka dalam editing foto dan video.

Pada sesi pelatihan inti, peserta diperkenalkan pada berbagai teknik dasar pengambilan gambar dan video, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas konten visual. Peserta juga belajar menggunakan tools seperti Piclument untuk pembuatan gambar, ChatGPT untuk desain logo, serta LTX Studio untuk pembuatan storyboard dan motion.

Pelatihan ditutup dengan evaluasi post-test yang menggunakan platform Kahoot, di mana peserta menunjukkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan memuaskan.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing produk mereka melalui penggunaan teknologi digital yang lebih maju.

Desa Pondok Lunang Bertransformasi Jadi Desa Cerdas, Gandeng Kemendes PDT Wujudkan Mimpi Digital

Pada hari Sabtu, 14 Desember 2024, telah dilaksanakan kegiatan Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT). Acara ini bertempat di Desa Pondok Lunang, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan yang meriah melalui Tari Gandai, tarian khas penyambutan oleh gadis-gadis lokal, yang diiringi dengan prosesi pengalungan bunga kepada tamu kehormatan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari beberapa pihak penting. Kepala Desa Mukomuko, Burhan Dahri, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemendes PDT atas kepercayaan dan kesempatan memilih Desa Pondok Lunang sebagai lokasi kegiatan. Beliau juga memperkenalkan Desa Pondok Lunang sebagai desa dengan 1.200 jiwa dan 300 KK, yang mayoritas penduduknya terdiri dari 60 persen keturunan Minang dan 40 persen campuran berbagai suku. Beliau menegaskan bahwa warga Desa Pondok Lunang siap untuk belajar digitalisasi dan menjadi bagian dari warga digital Indonesia.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Dinas PMD Kabupaten Mukomuko, Wagimin. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan ilmu yang dibawa dalam kegiatan ini dan mengingatkan bahwa di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, siapa pun yang tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi akan tertinggal.

Kemudian, perwakilan dari Kemendes PDT, Ridwan Arifin, A.Md., turut memberikan sambutannya. Beliau menyampaikan bahwa Kemendes sangat memperhatikan pengembangan digitalisasi desa agar desa-desa di Indonesia mampu bersaing di era digital dan menghadapi tantangan global.

Acara utama dilanjutkan dengan sesi pemaparan oleh narasumber, Subana, S.Kom., dengan tema “Pelatihan Aplikasi Kesehatan Data Terpadu Secara Online”. Beliau memaparkan tantangan pengelolaan data kesehatan yang masih menggunakan sistem manual yang tidak efisien dan sering terjadi kesalahan input atau duplikasi data. Solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi seperti Sistem Pencatatan Medis Elektronik yang memungkinkan input data dan pencatatan medis secara digital.

Subana menjelaskan cara penggunaan aplikasi, mulai dari registrasi dan login, input data pasien, pemantauan data, hingga kolaborasi antar fasilitas kesehatan. Beliau juga memaparkan fitur utama aplikasi, seperti pemantauan kesehatan secara real-time, laporan otomatis, keamanan data dengan enkripsi, dan akses multi-perangkat (desktop dan mobile). Adapun manfaat penggunaan aplikasi ini antara lain meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, meminimalkan kesalahan pencatatan, memberikan laporan data yang akurat, serta mempercepat akses data pasien lintas fasilitas kesehatan.

Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Dengan adanya implementasi digitalisasi desa, diharapkan Desa Pondok Lunang mampu menjadi desa yang lebih maju, cerdas, dan siap bersaing di era digital.

Pelatihan Digitalisasi Desa Sidolego Tekankan Pemanfaatan AI untuk Literasi Digital dan Ekonomi Desa

Sidolego, 14 Desember 2024 – Desa Sidolego, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin, menyelenggarakan pelatihan digitalisasi desa yang menitikberatkan pada penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini mengintegrasikan literasi digital dengan pilar Smart Village, yaitu Masyarakat Cerdas dan Ekonomi Cerdas, guna mendukung transformasi digital di desa.

Pelatihan ini diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari perangkat desa, anggota Karang Taruna, PKK, dan kaum milenial. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sidolego, Ruslan Miskun, bersama Joko Supriyono, S.Kom, dari tim Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes RI). Narasumber utama, Arif Setiadi, S.Kom, M.Kom, yang merupakan Sekretaris Relawan TIK (RTIK) Jambi, bertindak sebagai fasilitator utama.

Pelatihan ini fokus pada aplikasi kecerdasan buatan dalam pengelolaan media sosial UMKM desa. Peserta diajarkan cara memanfaatkan AI untuk merancang konten kreatif, menganalisis tren pasar, serta meningkatkan jangkauan promosi produk lokal. Selain itu, peserta juga dilatih membuat storyboard untuk pembuatan profil desa Sidolego sebagai langkah strategis meningkatkan citra desa di mata publik.

Menurut Arif Setiadi, pemanfaatan AI memberikan peluang besar bagi desa untuk mempercepat digitalisasi dan pengembangan ekonomi. “Dengan teknologi AI, UMKM di Desa Sidolego dapat lebih kompetitif di pasar digital. AI membantu menciptakan strategi pemasaran yang efisien dan berbasis data, sekaligus mempermudah pengelolaan konten yang relevan dengan kebutuhan konsumen,” jelasnya.

Kepala Desa Sidolego, Ruslan Miskun, menegaskan pentingnya literasi digital yang terfokus pada AI untuk menjawab tantangan zaman. “Kami ingin Desa Sidolego menjadi pelopor transformasi digital di wilayah kami. Dengan kemampuan mengolah data dan promosi berbasis AI, UMKM dan masyarakat desa dapat mencapai kesejahteraan yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Joko Supriyono menambahkan bahwa digitalisasi desa melalui AI merupakan salah satu langkah strategis Kemendes RI. “AI bukan hanya alat, tetapi peluang bagi desa untuk berkembang lebih cepat dan efisien. Pelatihan ini menjadi bagian penting dari program Smart Village yang kami dorong,” ungkapnya.

Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam praktik penggunaan AI. Mereka berharap pelatihan lanjutan dapat diberikan untuk semakin mengasah kemampuan teknologi digital, sehingga Desa Sidolego dapat menjadi contoh sukses transformasi digital berbasis AI di Merangin.

Toolbar Disabilitas