Pelatihan Pengelolaan Media Sosial dan Public Relations Desa di Desa Paret Bolaang Mongondow Timur

Bolaang Mongondow Timur, 4 Desember 2024 – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) menyelenggarakan pelatihan bertema “Pengelolaan Media Sosial dan Public Relations Desa” di Desa Paret, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Cerdas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk promosi potensi lokal dan pengelolaan komunikasi publik yang efektif.

Pelatihan ini dipandu oleh Yusca Nadira, seorang praktisi berpengalaman dalam bidang media sosial dan hubungan masyarakat. Selama sesi pelatihan, peserta yang terdiri dari masyarakat desa dan perangkat desa diberikan pemahaman serta keterampilan tentang pembuatan konten kreatif, pengelolaan akun media sosial, dan strategi hubungan masyarakat yang relevan. Yusca juga menekankan pentingnya peran media sosial sebagai alat untuk memperkuat citra desa dan memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat luas.

Sekretaris Desa (Sekdes) Paret yang hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Kemendesa PDTT. “Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mendukung Desa Paret menjadi lebih maju dan dikenal luas melalui media sosial yang dikelola secara profesional,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun desa yang lebih terhubung secara digital, mempromosikan potensi lokal, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Kemendesa PDTT terus berkomitmen untuk mendorong pelaksanaan program-program serupa di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari visi Desa Cerdas.

Pelatihan Pengelolaan Media Sosial dan Public Relations Desa di Desa Dodap Bollang Mongondow Timur

Bolaang Mongondow Timur, 3 Desember 2024 – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) menggelar pelatihan bertema “Pengelolaan Media Sosial dan Public Relations Desa” di Desa Dodap, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Cerdas, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan potensi lokal dan komunikasi publik yang efektif.

Pelatihan ini menghadirkan Yusca Nadira sebagai narasumber utama, seorang praktisi berpengalaman dalam bidang media sosial dan hubungan masyarakat. Dalam sesi pelatihan, Yusca menyampaikan pentingnya strategi komunikasi digital yang profesional untuk meningkatkan citra desa dan mempromosikan produk unggulan desa kepada khalayak yang lebih luas. Peserta pelatihan, yang terdiri dari masyarakat desa dan perangkat desa, diajarkan keterampilan dasar hingga lanjutan, termasuk membuat konten kreatif, pengelolaan akun media sosial, serta teknik public relations.

Kepala Desa Dodap yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasi kepada Kemendesa PDTT atas terselenggaranya pelatihan ini. “Kami berharap pelatihan ini dapat membantu Desa Dodap menjadi desa yang lebih inovatif dan dikenal secara luas, terutama melalui media sosial,” ujarnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendukung desa-desa di Indonesia, khususnya Desa Dodap, dalam membangun konektivitas digital yang kuat dan menciptakan peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan teknologi secara maksimal. Kemendesa PDTT akan terus mendorong inisiatif serupa di berbagai daerah untuk mewujudkan visi Desa Cerdas di seluruh Indonesia.

Pelatihan Fotografi dan Videografi Dorong Peningkatan Promosi Digital Desa Serang Kabupaten Tasikmalaya

Dengan visual yang kuat, masyarakat desa dapat menyampaikan pesan yang menggugah dan menarik perhatian audiens secara luas. Tasikmalaya, 4 Desember 2024 Pusdaing BPI Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, bekerja sama dengan Relawan TIK, menggelar Pelatihan Fotografi dan Videografi di Desa Serang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pelatihan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ini diikuti oleh 33 peserta dari berbagai elemen, termasuk pemuda, pengelola BUMDes, perangkat desa, dan pegiat wisata desa.

Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga terjun langsung untuk mempraktikkan kemampuan fotografi dan videografi di lingkungan sekitar Desa Serang. Mereka diajarkan cara menghasilkan konten yang menarik dan relevan dengan potensi lokal desa.

Materi utama pelatihan disampaikan oleh Ketua Relawan TIK Jawa Timur, Muhajir Sulthonul Aziz, S.Kom, M.I.Kom. Muhajir memaparkan berbagai teknik dasar fotografi dan videografi, seperti pengaturan pencahayaan, komposisi, dan pengeditan. Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami bagaimana mengintegrasikan keterampilan tersebut dengan strategi pemasaran digital, khususnya melalui platform media sosial seperti TikTok.

“Fotografi dan videografi bukan sekadar teknik, tetapi juga cara bercerita,” jelas Muhajir. “Dengan penguasaan keterampilan fotografi dan videografi, masyarakat Desa Serang dapat lebih maksimal dalam mempromosikan potensi lokal, baik produk maupun destinasi wisata,” ujar Kepala Desa Serang.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa Serang, yang mengungkapkan pentingnya pelatihan ini bagi masyarakat desa. Salah satu peserta, Siti, seorang pegiat wisata desa, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. “Kami jadi tahu bagaimana cara membuat video dan foto yang lebih menarik untuk dipromosikan di media sosial. Ini sangat penting untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Desa Serang,” ungkapnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam upaya promosi digital Desa Serang. Kepala Desa Serang mengungkapkan rencana untuk melanjutkan pelatihan serupa di masa depan guna meningkatkan kapasitas masyarakat desa.

Melalui kolaborasi Pusdaing BPI dan Relawan TIK, pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi dapat menjadi alat penting dalam membangun daya saing desa. Dengan memanfaatkan keterampilan baru yang diperoleh, masyarakat Desa Serang diharapkan dapat meningkatkan potensi ekonomi lokal demi kesejahteraan bersama.

Pelatihan Pengelolaan BUMDes Tingkatkan Kapasitas Masyarakat Desa Wargakerta

Tasikmalaya, 3 Desember 2024 – Pusdaing BPI Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, bekerja sama dengan Relawan TIK, sukses menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Wargakerta, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, dihadiri oleh 33 peserta yang berasal dari pemuda desa, pengelola BUMDes, perangkat desa, serta pegiat pembangunan desa.

Pelatihan dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Wargakerta, yang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. “BUMDes memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi desa. Dengan pelatihan ini, diharapkan kapasitas pengelola BUMDes dapat semakin meningkat sehingga mampu mengoptimalkan potensi lokal,” ujar Kepala Desa.

Materi pelatihan disampaikan oleh Ketua Relawan TIK Jawa Timur, Muhajir Sulthonul Aziz, S.Kom, M.I.Kom, yang membahas strategi pengelolaan BUMDes secara profesional. Dalam sesi ini, Muhajir menekankan pentingnya perencanaan yang matang, pengelolaan administrasi yang baik, serta inovasi dalam menghadirkan layanan atau produk unggulan desa.

Peserta juga mendapatkan wawasan tentang penggunaan teknologi digital untuk mendukung operasional BUMDes. Muhajir menjelaskan bagaimana platform digital dapat digunakan untuk meningkatkan transparansi, mempermudah promosi produk, hingga memperluas pasar. “Pengelola BUMDes perlu memahami bagaimana teknologi bisa menjadi alat pendukung utama dalam menjalankan usaha. Misalnya, memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen lebih luas,” tutur Muhajir.

Dalam sesi praktik, peserta diajak untuk menyusun rencana bisnis sederhana yang relevan dengan potensi desa masing-masing. Diskusi interaktif ini memungkinkan peserta untuk saling berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif terkait pengelolaan usaha desa.

Salah satu peserta, Arif, pengelola BUMDes Wargakerta, menyampaikan rasa puasnya setelah mengikuti pelatihan ini. “Kami jadi lebih paham bagaimana mengelola BUMDes secara profesional dan strategis. Pengetahuan tentang penggunaan teknologi digital juga sangat bermanfaat untuk memperkuat promosi produk kami,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi Desa Wargakerta, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan BUMDes. Kepala Desa Wargakerta mengungkapkan rencana untuk menjadikan pelatihan ini sebagai bagian dari program tahunan desa agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat.

Dengan kolaborasi antara Pusdaing BPI dan Relawan TIK, pelatihan ini menjadi salah satu upaya nyata untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa. Diharapkan, melalui pengelolaan BUMDes yang lebih baik, Desa Wargakerta dapat meningkatkan perekonomian lokal dan kesejahteraan warganya.

Pelatihan Fotografi dan Videografi Dorong Pemasaran Digital di Desa Papayan

Tasikmalaya, 2 Desember 2024 – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Insani dan Generasi (Pusdaing BPI) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, bekerja sama dengan Relawan TIK, menggelar Pelatihan Fotografi dan Videografi di Desa Papayan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB dan diikuti dengan antusias oleh 33 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pemuda, pegiat wisata desa, pengelola BUMDes, dan perangkat desa.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Papayan, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif pelatihan ini. “Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keterampilan masyarakat desa dalam mempromosikan potensi lokal melalui media digital,” ujar Kepala Desa.

Kepala Pusdaing BPI, Dr. H. Yusra, M.Pd., turut memberikan sambutan dalam sesi pembukaan. Ia menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pengembangan desa. “Kita harus mampu memanfaatkan teknologi untuk membangun daya saing desa. Dengan fotografi dan videografi, desa dapat mempromosikan potensi wisata, produk lokal, hingga kegiatan BUMDes secara lebih efektif,” ujar Dr. Yusra.

Materi utama pelatihan disampaikan oleh Ketua Relawan TIK Jawa Timur, Muhajir Sulthonul Aziz, S.Kom, M.I.Kom. Dalam paparannya, Muhajir membahas dasar-dasar fotografi dan videografi, termasuk teknik pengambilan gambar, pencahayaan, hingga editing. Tak hanya teori, peserta juga diajak untuk langsung mempraktikkan kemampuan mereka di lapangan.

Muhajir juga mengaitkan keterampilan fotografi dan videografi dengan digital marketing, khususnya di platform TikTok. Ia menjelaskan bagaimana konten visual yang menarik dapat menjadi strategi efektif dalam menjual produk lokal desa. “Dengan platform seperti TikTok, desa Papayan memiliki peluang besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama untuk produk unggulan desa,” jelas Muhajir.

Peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan ini. Beberapa di antaranya langsung mencoba teknik fotografi dan videografi di sekitar lokasi pelatihan. Mereka juga mendiskusikan ide-ide kreatif untuk mengembangkan konten digital yang relevan dengan potensi Desa Papayan.

Salah satu peserta, Aisri, pengelola wisata desa, menyatakan kegembiraannya setelah mengikuti pelatihan. “Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat, terutama dalam meningkatkan promosi wisata desa. Kami jadi tahu bagaimana membuat konten yang lebih menarik dan profesional,” katanya.

Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi Desa Papayan, khususnya dalam mempromosikan potensi desa melalui media digital. Kepala Desa Papayan mengungkapkan rencana untuk mengadakan pelatihan lanjutan agar keterampilan peserta terus berkembang.

Melalui kerja sama antara Pusdaing BPI dan Relawan TIK, pelatihan ini menjadi salah satu wujud nyata dalam mendukung program pembangunan desa berbasis teknologi. Dengan memanfaatkan keterampilan fotografi, videografi, dan digital marketing, Desa Papayan diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Desa Khatulistiwa Berkilau: Pelatihan Desain Cetak Tingkatkan Daya Saing UMKM

Pada tanggal 4 Desember 2024, Desa Khatulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, telah sukses menyelenggarakan pelatihan pembuatan desain cetak produk UKM sebagai bagian dari program Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 Kemendes PDT.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UKM dalam menciptakan desain produk yang menarik, profesional, dan kompetitif di pasar. Dengan penguasaan keterampilan ini, diharapkan produk-produk UKM dari Desa Khatulistiwa dapat memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi, baik di pasar lokal maupun nasional. Implementasi kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa Indonesia, karena UKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, yaitu:

  • Pelaku usaha UKM Desa Khatulistiwa
  • Perangkat Desa
  • Babinsa
  • Bapak Camat Kecamatan Tinombo Selatan
  • Ibu Kepala Desa Khatulistiwa

Dalam sambutannya, Ibu Kepala Desa menyampaikan rasa senang dan antusiasnya atas pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mendorong kemajuan UKM di desa, serta berterima kasih atas dipilihnya Desa Khatulistiwa sebagai salah satu lokus penerima fasilitas pelatihan. Harapan beliau, lebih banyak masyarakat desa, terutama para pelaku UKM, dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini sehingga ekonomi desa semakin maju dan berkembang.

Pelatihan yang disampaikan oleh ibu Sri Hariati dari RTIK Jatim ini memberikan dampak positif bagi peserta, terutama dalam aspek berikut:

  • Peningkatan Keterampilan: Peserta mampu membuat desain cetak produk yang menarik dan sesuai dengan tren pasar.
  • Penguatan Daya Saing UKM: Dengan desain yang profesional, produk UKM Desa Khatulistiwa lebih mudah dikenali dan diminati konsumen.
  • Motivasi untuk Berkembang: Peserta menjadi lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha mereka.

Kegiatan seperti ini perlu diterapkan di seluruh desa di Indonesia untuk mendukung pemerataan pembangunan. Dengan memfasilitasi pelaku UKM dalam pengembangan kapasitas mereka, desa-desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri. Implementasi Desa Cerdas melalui program-program seperti ini dapat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam aspek pemberdayaan ekonomi dan pengurangan kesenjangan.

Pertumbuhan Ekonomi Desa Khatulistiwa
Desa Khatulistiwa telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama melalui sektor UMKM. Produk-produk lokal yang dihasilkan semakin dikenal, dan omzet pelaku usaha terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan pelatihan ini, diharapkan UMKM desa dapat terus berkembang, membuka lebih banyak lapangan kerja, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian desa.

Desa Sausu Trans Berbenah: Pelatihan Desain Cetak Tingkatkan Daya Saing UMKM

Pada tanggal 3 Desember 2024, Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, telah sukses menyelenggarakan pelatihan pembuatan desain cetak produk UKM sebagai bagian dari program Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 Kemendes PDT. Pelatihan ini menghadirkan Sri Hariati dari Relawan TIK Jatim sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini dihadiri oleh pelaku usaha UMKM Desa Sausu Trans, perangkat desa, Babinsa, serta Bapak Camat Kecamatan Sausu. Dalam sambutannya, Bapak Kepala Desa menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memajukan UMKM lokal. Beliau juga merasa senang dan antusias karena Desa Sausu Trans mendapat fasilitas pelatihan yang bermanfaat ini. Harapannya, ke depan, lebih banyak masyarakat desa, khususnya pelaku UMKM, dapat berkembang dan memanfaatkan pelatihan semacam ini untuk meningkatkan kualitas produk mereka.

Sri Hariati memberikan materi mengenai:

  • Pentingnya branding dan desain dalam mendukung pemasaran produk.
  • Teknik dasar pembuatan desain cetak menggunakan aplikasi yang mudah diakses.
  • Strategi mengintegrasikan elemen lokal ke dalam desain untuk menciptakan nilai tambah.

Peserta diberikan praktik langsung dalam membuat desain cetak untuk produk mereka, seperti label kemasan, kartu nama, dan brosur promosi. Dengan adanya pelatihan ini, peserta diharapkan mampu membuat desain yang profesional dan sesuai dengan identitas produk mereka.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan Desa Cerdas, di mana teknologi dan inovasi diterapkan untuk memajukan masyarakat. Implementasi pelatihan seperti ini penting untuk dilaksanakan di seluruh desa di Indonesia karena:

  • Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk keperluan ekonomi.
  • Membantu UMKM lokal bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pengembangan UMKM.
  • Memberdayakan masyarakat desa agar lebih mandiri dan inovatif.

Desa Sausu Trans telah menunjukkan perkembangan yang positif dalam bidang ekonomi, khususnya melalui pertumbuhan UMKM. Berbagai produk lokal mulai dikenal luas berkat kualitas dan kreativitas para pelaku usaha. Dengan adanya pelatihan ini, potensi tersebut diharapkan semakin berkembang, sehingga desa ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Camat dalam penutup acara menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini dan mendorong agar program serupa dapat terus berlanjut. Beliau yakin bahwa dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, Desa Sausu Trans dapat menjadi pelopor dalam implementasi Desa Cerdas di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Kegiatan Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas fase 2 di Desa Sausu Trans telah berjalan dengan sukses. Pelatihan pembuatan desain cetak produk UMKM yang diberikan memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha lokal, perangkat desa, dan masyarakat umum. Melalui kegiatan ini, Desa Sausu Trans tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakatnya tetapi juga mendukung visi besar Kemendes PDT untuk menciptakan desa-desa yang cerdas dan mandiri di seluruh Indonesia.

Pelatihan Digital Marketing dan Keuangan BUMDes di Desa Tuana Tuha Tingkatkan Kesiapan Ekonomi Digital

Kutai Kartanegara, 4 November 2024 – Dalam rangka mendukung program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas yang digagas oleh Kementerian Desa, Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, menggelar pelatihan Digital Marketing dan Keuangan BUMDes. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa ini dihadiri oleh beragam komunitas, mulai dari pelaku UMKM, petani, hingga pengelola BUMDes.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Tuana Tuha, didampingi oleh perwakilan dari Kementerian Desa, Bapak Syamsi Mawardi. Dalam sambutannya, Sekdes menyampaikan pentingnya penguasaan teknologi digital untuk mengembangkan usaha desa serta memperkuat sistem pencatatan keuangan yang transparan dan terstruktur.

Miftakul Huda, Ketua Relawan TIK (RTIK) Surabaya, didaulat menjadi narasumber tunggal dalam acara ini. Huda memberikan materi komprehensif tentang strategi Digital Marketing, mulai dari teknik mencari kata kunci yang relevan hingga cara memaksimalkan postingan di media sosial untuk menarik audiens yang lebih luas.

Selain itu, Huda juga menyampaikan pelatihan khusus terkait pengelolaan keuangan BUMDes. Dalam sesi ini, ia menggunakan contoh nyata dari usahanya sendiri, yaitu Kebutuhanpertanian.com, untuk menjelaskan pentingnya pencatatan transaksi melalui arus kas. Dengan menampilkan catatan transaksi secara rinci, para peserta diberikan pemahaman praktis tentang bagaimana mengelola keuangan yang lebih tertib dan akuntabel.

“Selama ini, salah satu tantangan utama BUMDes adalah pencatatan keuangan yang belum rapi. Dengan pelatihan ini, saya berharap para pengelola BUMDes dapat mulai menerapkan sistem pencatatan yang lebih baik agar usaha desa dapat berkembang lebih pesat,” ujar Huda di sela-sela materinya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para peserta yang mengaku sangat terbantu dengan pelatihan tersebut. Mereka berharap program seperti ini dapat terus berlanjut untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian desa.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Desa Tuana Tuha optimis menjadi salah satu desa percontohan dalam implementasi Desa Cerdas, yang tidak hanya unggul dalam pengelolaan sumber daya lokal tetapi juga mampu bersaing di era ekonomi digital.

Revolusi Digital Desa! Pelatihan Jurnalistik di Kota Bangun II Gandeng Chat GPT untuk Narasi Berita

Kutai Kartanegara – Demi meningkatkan aksesibilitas informasi dan transparansi kegiatan desa, Pemerintah Desa Kota Bangun II, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara, menggelar Pelatihan Jurnalistik pada Senin (3/12/2024). Acara ini berlangsung di Aula Kantor Desa Kota Bangun II, dengan narasumber utama Miftakul Huda, Ketua Relawan TIK (RTIK) Surabaya, yang memaparkan inovasi pembuatan narasi berita menggunakan teknologi Chat GPT.

Pelatihan dimulai pukul 11.15 WITA dengan sambutan hangat dari Bapak Syamsi Mawardi, perwakilan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya jurnalistik dalam mendukung transparansi dan keterbukaan informasi di desa. “Ini adalah langkah konkret untuk menjadikan desa lebih informatif dan inklusif,” ujarnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Sekretaris Desa Kota Bangun II, Bapak Khairul Anam. Ia menyampaikan harapan agar pelatihan ini menjadi awal terbentuknya media online desa yang mampu menjangkau seluruh masyarakat. “Kami ingin setiap kegiatan desa terdokumentasi dan dapat diakses dengan mudah melalui platform digital,” ungkapnya.

Dalam sesi inti, Miftakul Huda memberikan paparan terkait pengembangan dan implementasi teknologi Chat GPT dalam mendukung pembuatan narasi berita. “Dengan teknologi ini, kita dapat menghasilkan berita yang cepat, akurat, dan menarik. Desa dapat lebih mudah menyampaikan informasi kepada masyarakat luas,” jelasnya di hadapan peserta pelatihan yang antusias.

Pelatihan ini diharapkan menjadi tonggak awal transformasi digital di Desa Kota Bangun II. “Kami optimis, dengan keterampilan jurnalistik dan teknologi Chat GPT, Desa Kota Bangun II bisa menjadi contoh desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tutup Huda.

Dengan dukungan dari Kementerian Desa dan keterlibatan aktif perangkat desa, acara ini menjadi langkah strategis untuk mendorong keterbukaan informasi dan pemberdayaan masyarakat melalui media digital.

Pelatihan pembuatan desain cetak produk UKM sebagai bagian dari program Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas di Desa Pangi

Pada tanggal 2 Desember 2024, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, telah sukses menyelenggarakan pelatihan pembuatan desain cetak produk UKM sebagai bagian dari program Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 Kemendes PDT. Pelatihan ini menghadirkan Ibu Sri Hariati dari Relawan TIK Jatim sebagai narasumber utama.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha UKM Desa Pangi dalam merancang desain produk yang menarik dan profesional, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk mereka di pasaran. Pelatihan ini mencakup berbagai materi, mulai dari dasar-dasar desain grafis hingga teknik pembuatan desain untuk berbagai jenis produk.

Kegiatan Pelatihan pembuatan desain cetak produk UKM ini memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan UMKM di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Desain produk yang menarik dan berkualitas merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah produk dalam menarik minat konsumen. Dengan kemampuan merancang desain produk sendiri, para pelaku UMKM dapat lebih kreatif dan fleksibel dalam mengembangkan produknya, serta mengurangi ketergantungan pada pihak luar untuk urusan desain.

Implementasi program Desa Cerdas yang digagas oleh Kemendes PDT ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan melalui pengembangan UMKM. Dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.

Camat Parigi Utara menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini di Desa Pangi. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi kemajuan UMKM di wilayahnya. Sebagai salah satu desa lokus yang mendapatkan fasilitas pelatihan ini, Bapak Camat berharap agar ke depannya semakin banyak masyarakat desa, terutama pelaku UMKM, yang dapat memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan usahanya.

Pelatihan pembuatan desain cetak produk UKM di Desa Pangi merupakan langkah konkret dalam upaya pengembangan UMKM di daerah pedesaan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi para pelaku UMKM, tetapi juga mendorong semangat kewirausahaan di kalangan masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Toolbar Disabilitas