Desa Pondok Lunang Bertransformasi Jadi Desa Cerdas, Gandeng Kemendes PDT Wujudkan Mimpi Digital

Pada hari Sabtu, 14 Desember 2024, telah dilaksanakan kegiatan Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT). Acara ini bertempat di Desa Pondok Lunang, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan yang meriah melalui Tari Gandai, tarian khas penyambutan oleh gadis-gadis lokal, yang diiringi dengan prosesi pengalungan bunga kepada tamu kehormatan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari beberapa pihak penting. Kepala Desa Mukomuko, Burhan Dahri, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemendes PDT atas kepercayaan dan kesempatan memilih Desa Pondok Lunang sebagai lokasi kegiatan. Beliau juga memperkenalkan Desa Pondok Lunang sebagai desa dengan 1.200 jiwa dan 300 KK, yang mayoritas penduduknya terdiri dari 60 persen keturunan Minang dan 40 persen campuran berbagai suku. Beliau menegaskan bahwa warga Desa Pondok Lunang siap untuk belajar digitalisasi dan menjadi bagian dari warga digital Indonesia.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Dinas PMD Kabupaten Mukomuko, Wagimin. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan ilmu yang dibawa dalam kegiatan ini dan mengingatkan bahwa di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, siapa pun yang tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi akan tertinggal.

Kemudian, perwakilan dari Kemendes PDT, Ridwan Arifin, A.Md., turut memberikan sambutannya. Beliau menyampaikan bahwa Kemendes sangat memperhatikan pengembangan digitalisasi desa agar desa-desa di Indonesia mampu bersaing di era digital dan menghadapi tantangan global.

Acara utama dilanjutkan dengan sesi pemaparan oleh narasumber, Subana, S.Kom., dengan tema “Pelatihan Aplikasi Kesehatan Data Terpadu Secara Online”. Beliau memaparkan tantangan pengelolaan data kesehatan yang masih menggunakan sistem manual yang tidak efisien dan sering terjadi kesalahan input atau duplikasi data. Solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi seperti Sistem Pencatatan Medis Elektronik yang memungkinkan input data dan pencatatan medis secara digital.

Subana menjelaskan cara penggunaan aplikasi, mulai dari registrasi dan login, input data pasien, pemantauan data, hingga kolaborasi antar fasilitas kesehatan. Beliau juga memaparkan fitur utama aplikasi, seperti pemantauan kesehatan secara real-time, laporan otomatis, keamanan data dengan enkripsi, dan akses multi-perangkat (desktop dan mobile). Adapun manfaat penggunaan aplikasi ini antara lain meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, meminimalkan kesalahan pencatatan, memberikan laporan data yang akurat, serta mempercepat akses data pasien lintas fasilitas kesehatan.

Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Dengan adanya implementasi digitalisasi desa, diharapkan Desa Pondok Lunang mampu menjadi desa yang lebih maju, cerdas, dan siap bersaing di era digital.

Diterbitkan oleh

Hamzah Fathoni

Pandu Literasi Digital, Founder Sambungdesa, Relawan TIK Indonesia

Toolbar Disabilitas