Data Kegiatan

POS EDUKASI KEUANGAN BERSAMA: Tingkatkan Bisnis UMKM, KOPWAN dan BUMDES.

Wlingi, Kabupaten Blitar| Kominfo bersama Bank Indonesia (BI) dan Pos Indonesia akan mengaktivasi program Kerjasama yang akan diberi label “POS EDUKASI KEUANGAN BERSAMA”. Program yang Konsepnya digagas oleh Bank Indonesia ini, di Jawa Timur akan dimulai dari Kantor Pos KCP Wlingi, Kabupaten Blitar sebagai Piloting.

Mengapa program ini sangat penting? Karena berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), tantangan utama yang dihadapi UMKM yang terbesar saat ini 51 persen adalah akses keuangan dan modal; sedangkan yang 35 persen terkait akses pasar, pemasaran dan promosi. Sisanya 9 persen adalah akses bahan baku, alat produksi dan teknologi; dan yang 5 persen lagi menyangkut regulasi yang kompleks dan keterbatasan ketrampilan. (Jawa Pos – Ekonomi Bisnis | Kamis, 29 Agustus 2024).

Dalam mewujudkan kegiatan ini Kominfo, BI dan Pos Indonesia menggandeng Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Indonesia Wilayah Jatim, BP3MI Jatim dan Lembaga Pelatihan “Kita Kompeten” untuk penyelenggaraan replikasi di setiap Kantor Cabang Utama maupun Cabang Pembantu Pos Indonesia nantinya.

Kegiatan utama adalah aktivasi “Pos Edukasi Keuangan Bersama” di setiap Kantor Cabang maupun Cabang Pembantu Pos Indonesia, yang juga akan dibarengi dengan berbagai bentuk acara untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Bentuk rangkaian kegiatannya mencakup pelatihan bagi para pelaku UMKM, BUMDes, dan Koperasi Wanita guna memperluas wawasan dan keterampilan pelaku usaha kecil dalam mengelola keuangan bisnis.

Rapat Koordinasi Dinkop, Kecamatan, Pendamping Koperasi dan BP3MI Jatim

Pada tanggal 09 dan 10 September 2024, akan dilaksanakan kegiatan awal di Kantor pos KCP Wlingi, dimulai dengan penanda-tanganan Kerjasama keagenan layanan, antara Pos Indonesia dengan 11 pelaku UMKM, Koperasi dan BUMDes. Dalam acara pembukaannya akan dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar, Camat Wlingi, beberapa Pendamping Koperasi dan BP3MI Jawa Timur.

Sesuai rencana, setelah acara seremonial pembukaan akan diteruskan dengan Pelatihan bagi para pelaku UMKM, anggota Koperasi Wanita, serta perwakilan dari 4 BUMDes yang ada di Kabupaten Blitar.

Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [125.67 KB]

Kerjasama dengan Kemendes PDTT, RTIK Indonesia Pastikan Manfaat Online Video Platform untuk Masyarakat Desa

Kata kuncinya adalah membuat, mendistribusikan, mendampingi serta implementasi yang semudah mungkin.

Jakarta | Ketua Umum Relawan TIK Indonesia Fajar Eri Dianto meminta kepada seluruh RTIK diberbagai daerah melakukan kerja – kerja kolaborasi, sinergi dan vokasi dengan Pemerintah Desa, hal ini disampaikannya setelah Penandatanganan Kerja Bersama (PKB) dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendesa PDTT di Jakarta pada Senin (29/07) pada kegiatan yang bertajuk Launching Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat melalui Penguatan Kompetensi Teknis Vokasi dalam Mewujudkan Kemandirian Desa.

Dikatakan Fajar Eri, nantinya Relawan TIK bertugas memberikan bantuan penguatan vokasi desa melalui pemanfaatan modul – modul bagi pemberdayaan masyarakat dalam bentuk video ataupun platform digital lainnya yang komunikatif sesuai dengan tema.

“Modul yang dikemas dengan memanfaatkan teknologi misalnya video atau media lain yang komunikatif dan lebih mudah dipahami secara parsial oleh masyarakat desa atau Online Video Platform dan memastikan modul tersebut dapat dipahami oleh Duta Digital,” kata Fajar Eri.

Selain Relawan TIK beberapa Mitra Jejaring Akademi Desa yang turut menjadi bagian dari kolaborasi dan sinergi program ini diantaranta Gedhe Foundation, Institute Teknologi Telkom Purwokerto, Tempo Institute, UNU Indonesia, 101 Media, IPPMI dan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan. Fajar Eri Dianto menambahkan, Relawan TIK Indonesia juga akan ambil bagian dari proses implementasi modul dan mengukur keberhasilan melalui tulisan atau kajian (ARTIKA) tentang hal baik yang didapat terkait pemanfataan teknolgoi desa cerdas sesuai dengan 6 pilar.

“Kata kuncinya adalah membuat, mendistribusikan, mendampingi serta implementasi yang semudah mungkin,” tutup Fajar Eri.

Kerjasama Pendampingan Akselerasi Pembangunan Desa Berbasis Smart Village (Desa Cerdas)

Membangun Pertanian Cerdas Berbasis Teknologi Internet of Things (IoT) dan Pengembangan Loka Pasar Komoditas Produk Unggulan Desa Berbasis Data Mikro.

Kota Malang, 23 Juli 2024 | Bertempat di Ruang A Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara yang dulu bernama Akademi Bank Malang (ABM), Relawan TIK Kota Surabaya, Relawan TIK Kabupaten Blitar dan Relawan TIK Tulungagung melakukan audiensi dan diskusi Kerjasama pendampingan “Akselerasi Pembangunan desa dengan pendekatan Smart Village (Desa Cerdas)” bersama Pimpinan, LPPM dan staff pengajar STIE Malangkucecwara Kota Malang, Jawa Timur.

Dalam audiensi tersebut Relawan TIK Indonesia yang diwakili oleh Hamzah Fathoni, Ketuan Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar yang juga sebagai Team Leader Pendampingan Smart Village memaparkan tentang Konsep Desa Cerdas dan bentuk kerjasama dalam tahapan praktik baik implementasinya di desa lokus, untuk pencapaian indikator sebagaimana Keputusan Menteri Desa PDTT No. 55 tahun 2024 tentang Panduan Umum Pengembangan Desa Cerdas.

Paparan Konsep Smart Village

Dalam sambutannya Pimpinan STIE Malangkucecwara yang diwakili oleh Wakil Ketua I, Dra. Tutik Arniati, Ak., MM., CA.,CPA menyampaikan bahwa dari apa yang dipaparkan oleh Relawan TIK Indonesia untuk menjalin Kerjasama dalam pendampingan Pembangunan Desa Cerdas sangat luar biasa sebagai paradigma baru Lembaga Perguruan Tinggi dalam mewujudkan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Sehingga diharapkan kedepan dapat terjalin Kerjasama yang baik antara STIE Malangkucecwara, Pemerintah Desa dan Relawan TIK Indonesia sebagai NGO untuk membangun Desa Cerdas yang ada di wilayahRI.

“Dari diskusi hari ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai kegiatan akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh Perguruan Tinggi, khususnya STIE Malangkucecwara”, kata Dra. Tutik Arniati, Ak., MM.,CA.,CPA.

Setelah berakhirnya sesi Sambutan, Paparan dan Diskusi umum tentang Konsep dan Bentuk Kerjasama Pendampingan Implementasi Desa Cerdas, dilanjutkan dengan istirahat dan makan siang bersama.

Kegiatan dilanjutkan dengan pindah lokasi di Cafe outdoor untuk membahas teknis terkait bentuk kerjasama dan detil pengajuan program Kosabangsa tahun 2024 yang akan mendampingi Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar sebagai mitra penerima manfaat dan Relawan TIK Kabupaten Blitar sebagai Mitra Kerjasama.

Diskusi Teknis Kerjasama

Pengajuan usulan Program Kosabangsa meliputi dua kegiatan, yaitu Pengembangan 3 (tiga) Demplot instalasi peralatan IoT di Greenhouse Kelompok Tani, dan Pengembangan Loka Pasar Komoditas Produk Unggulan Desa berbasis Data Mikro di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Diharapkan dalam implementasinya nanti sampai pada tahapan Monev dan outcome sebagai program berkelanjutan yang bisa direplikasi diterapkan di lokus Desa yang lain.

Diskusi sesi pembahasan ini dipimpin oleh Dr. Kadarusman, MM, Ak, CA., Wakil Ketua III, diikuti oleh Dr. Hanif Mauludin, SE, MSi., Wakil Ketua LPPM, Dr. Darti Djuharni, M.Si., Dra. Dwi Danesty Deccasari, MM., Dr. Sonhaji, Ak., MS, CA., Dra. Evi Maria, Ak., MSi, CA., dari STIE Malangkucecwara.

Dari Relawan TIK Indonesia diikuti oleh Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, Muhajir Sulthonul Aziz, S.Kom, M.I.Kom., Ketua Umum Relawan TIK Kota Surabaya, Mei Shanti, M.Sy., Sekretaris Umum Relawan TIK Wilayah Jatim, Mohammad Ismanu Roziqi, M.Kom., Relawan TIK Kabupaten Tulungagung, dan Yusca Nadira, S.Pd., Pandu Digital Indonesia.

Sedangkan dari Pemerintah Desa Wates, Moh. Hamid Almauludi, S.Pd.I, Kepala Desa, dan Suwarno, Sekretaris Desa.

Makan Malam Bersama

Kegiatan diakhiri makan malam bersama di Noodle Inc., restoran yang menyajikan berbagai mie tarik (produksi tanpa pengawet) yang caranya dengan ditarik-tarik, sehingga sesuai namanya jadi mie tarik beraneka rasa.

Pemetaan Jaringan Internet Desa di Wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Blitar

Agar desa-desa di wilayah Kecamatan Bakung tersebut mampu mengimplementasikan program Smart Village sebagaimana konsep Kementerian Desa PDTT.

BAKUNG – Kabupaten Blitar| Indonesia terus berupaya mengembangkan sektor ekonomi digital untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2040. Sedangkan wilayah Indonesia memiliki 75.265 desa, dimana masih ada 13.577 desa yang belum ada konektifitas internet. Sehingga perlu dilakukan terobosan dengan mempersiapkan masyarakat cerdas (smart people) di pedesaan yang adaptif di era Revolusi Industri 4.0 dengan dukungan pembinaan literasi digtal dalam menunjang pemberdayaan potensi dan tantangan yang ada di desa, mulai dari pertanian, IKM/ UMKM Desa, kepariwisataan, kesehatan, pendidikan dan social budaya.

Pemanfaatan teknologi digital di masyarakat desa memerlukan gerakan literasi digital secara masif, terutama terkait dengan pilar kecakapan digital dan pemerataan Infrastruktur jaringan Internet di pedesaan dan tempat terpencil, yang sampai hari ini masih belum menggembirakan. Dalam literasi digital, output dan outcome pilar budaya digital masih sangat kecil, sedangkan keamanan digital justru cenderung terjadi penurunan.

Melalui pemerataan infrastruktur jaringan Internet di pedesaan dan gerakan literasi digital, diharapkan mampu menumbuhkan berbagai INOVASI yang diarahkan pada kemanfaatan untuk komunitas penggerak pariwisata desa, petani, peternak, paguyuban pedagang, pelaku UMKM / IKM, kelompok marginal / disabilitas, kelompok perempuan, kelompok pemuda dan pelajar. Termasuk program mempersiapkan BONUS DEMOGRAFI 2030 – 2035 dalam mewujudkan kehidupan cerdas (smart living).

Berdasarkan permasalah dan tantangan tersebut pada hari Rabu, 13 Juli 2024 bertempat di Gedung pertemuan Kantor Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar diselenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dengan topik “Pemerataan Infrastruktur Jaringan Internet Desa Sebagai Bagian Kegiatan Pendampingan Implementasi Smart Village (Desa Cerdas) di Wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Blitar”. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 Kepala Desa sekecamatan Bakung, Camat Bakung Agus Muthalib, S.S., sebagai tuan rumah, Herman Widodo, SH., Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar, dan Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Indonesia Cabang Kabupaten Blitar. Sedangkan secara Daring (online) dihadiri oleh Fajar Eri Dianto, Ketua Umum Pimpinan Pusat Relawan TIK Indonesia, Tinuk Andriyanti, Ketua Umum Internet Society (ISOC) Chapter Jakarta – Indonesa, dan Mujianto, SE., dari Pusat Daya Saing (PUSDAING) Kementerian Desa PDTT.

Peserta 11 Kepala Desa se Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar

Dalam paparannya Camat Bakung, Agus Munthalib menyampaikan Gambaran umum tentang berbagai potensi dan profil kewilayahan desa-desa yang ada di Kecamatan Bakung. Salah satu potensi terbesar beberapa desa memiliki area Pantai yang sangat indah dan menawan, budaya lokal dan gua alam yang memiliki stalagmite dan stalaktit, pertanian dan UMKM, serta akan dilalui oleh jalan utama Nasional Jalur Lintas Selatan (JLS) yang saat ini sedang berjalan Pembangunan 90%. Sedangkan tantangan terbesarnya adalah susahnya infrastruktur Jaringan Internet. Karena ada lima desa yang sulit akses Internet, terutama di wilayah Pantai dan beberapa kantor desa.

“Kami berharap seperti di desa Pulerejo yang sama sekali mengalami kesulitan dalam akses internet, Desa Tumpakepuh dan Bululawang dengan beberapa titik obyek wisatanya yang dikelola oleh BUMDES dan Pokdarwis bisa dibantu adanya Pembangunan infrastruktur dan pemerataan akses internet oleh pemerintah maupun pihak swasta”, demikian disampikan oleh Agus Munthalib, Camat Bakung.

“Agar desa-desa di wilayah Kecamatan Bakung tersebut mampu mengimplementasikan program Smart Village sebagaimana konsep Kementerian Desa PDTT”, sambung Agus Munthalib lebih lanjut.

Pada kesempatan berikutnya Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian, Herman Widodo, SH., menyampaikan paparan tentang Pemetaan Infrastruktur Jaringan Internet di Wilayah pesisir Selatan, khususnya Kecamatan Bakung. Dalam paparan awalnya menyampaikan tentang salah satu TUPOKSI Dinas Kominfo Statistik dan Persandian adalah “ Pelaksanaan pelayanan interkoneksi jaringan intra
pemerintah dan pengelolaan akses internet pemerintah dan publik“. Dimana kondisi eksisting sampai saat ini di seluruh wilayah Kabupaten Blitar terdapat 154 titik yang terkoneksi Internet, ada 100km lebih gelaran fiber optic, dan kapasitas Bandwidth sebesar 1,6Gbps. Dari 154 titik terkoneksi Internet tersebut meliputi : 40 Kantor Dinas/ Badan/ Bagian, 30 Layanan Perangkat Daerah, 22 Kantor Kecamatan, 28 Kantor Kelurahan (non-desa), 24 Fasilitas Umum (RTH, Pasar, area publik), dan 10 titik CCTV.

Dipaparkan juga hasil kajian pemetaan Blank Spot yang telah dilakukan oleh BAPPEDA dan Universitas Brawijaya yang dilakukan pada tahun 2021, Dimana ada lebih dari 180 Menara Telekomunikasi di 10 Kecamatan yang berpotensi memiliki Blank spot :

  1. Sektor Pendidikan
    • Sinyal KUAT: Kecamatan Gandusari, Ponggok, Nglegok, Kademangan, Bakung, Wates dan Binangun.
    • Sinyal LEMAH: SMP PGRI Wonotirto, UPT SMP NEGERI SATU ATAP, Ngadipuro Wonotirto, SMP PGRI Panggungrejo, UPT SMP SATU ATAP Kaligambir, dan UPT SMP NEGERI 3 Sutojayan.
  2. Sektor Pariwisata
    • Sinyal KUAT : Kecamatan Gandusari, Ponggok, Nglegok, Kademangan, Sutojayan, dan Binangun.
    • Sinyal LEMAH : Pantai Tambakrejo, Pasirputih Gondomayit, Pantai Serang di Kecamatan Wonotirto dan Panggungrejo.
    • BLANKSPOT : Pantai Pangi dan Pantai Pasur di Kecamatan Bakung, Pantai Jolosutro Kecamatan Wates dan Pantai Pehpulo Kecamatan Panggungrejo.

Dalam kesempatan paparannya Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar juga menyampaikan Strategi Potensial yang akan dilakukan :

  1. Mengusulkan optimalisasi (penguatan sinyal) dari Menara telekomunikasi existing untuk area Blankspot pada Bakti Kominfo (untuk jaringan internet Mobile). Untuksaat ini 1 usulan dalam proses TL oleh Kementerian Kominfo adalah desa Serang.
  2. Kerjasama dengan Internet Service Provider untuk membuka jalur atau area baru
    (untuk Fixed Broadband Internet).
  3. Mengusulkan penggunaan internet berbasis satelit pada titik yang benar-benar tidak terjangkau (VSAT RTGS, STARLINK).

“Dalam kesempatan ini saya selaku Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian berharap kepada bu Tinuk Andriyanti, selaku Ketua Umum ISOC Chapter Jakarta Indonesia dan Pak Fajar Eri Dianto Pimpinan Pusat Relawan TIK Indonesia untuk membantu mewujudkan keinginan masyarakat desa yang ada di Kecamatan Bakung ini untuk segera menikmati Pemerataan hak askses internet secara legal, terjangkau dan berkualitas”, permintaan Herman Widodo, SH. mengakhiri paparannya.

Ketua Umum ISOC Chapter Jakarta dan Ketua Umum RTIK Indonesia

Paparan selanjutnya adalah disampaikan oleh Mujianto, SE., dari Pusdaing Kemendes PDTT, yang menjelaskan tentang konsep dan program Desa Cerdas dengan 6 Pilarnya, dimana salah satu pilarnya adalah Smart Mobility yang terkait dengan tersedianya dukungan Infrastruktur Jaringan Internet dalam implementasi kegiatan mewujudkan Desa Cerdas.

Fajar Eri Dianto, Ketua Umum Pimpinan Pusat Relawan TIK Indonesia, memaparkan berbagai kegiatan pendampingan dalam implementasi Smart Village (Desa Cerdas), dimana salah satunya adalah upaya membangun dan pemerataan Jaringan Internet Desa sebagai penopang kegiatan berkelanjutan dalam Literasi Digital agar terwujud Masyarakat desa yang cerdas, tata kelola pemerintahan desa cerdas, ekonomi cerdas dan lingkungan cerdas dalam mewujudkan Desa yang Cerdas sebagaimana konsep dan program Kementerian Desa PDTT.

Paparan terakhir disampaikan oleh Tinuk Andriyanti, Ketua Umum ISOC Chapter Jakarta Indonesia, yang menyampaikan tentang program “Internet is for Everyone”. Dimana progra tersebut akan membantu desa dan wilayah terpencil yang kesulitan akses Internet. Program tersebut meliputi : (1) Pembangunan infrastruktur Wireless untuk Balai Desa + 52 Sekolah yang ada, (2) Pembelajaran Jarak Jauh (SD, SMP, SMA/SMK/MA) dan Pembelajaran online untuk Pertanian, Perkebunan dan Perikanan, (3) Aplikasi (SehatKung, GoNco, LanTen).

Peserta yang mengikuti secara Daring (Online)

Sesi akhir kegiatan diberikan kesempatan dialog bagi para peserta yang terdiri dari 11 orang Kepala Desa yang ada di Wilayah Kecamatan Bakung. Hampir semuanya berupa harapan agar segera ada solusi untuk pemerataan infrastruktur Jaringan Internet Desa, khususnya Desa Pulerejo, Desa Tumpakepuh dan Desa Bululawan.

Membangun Jejaring Kemitraan Dalam Implementasi Kegiatan Desa Cerdas

Jakarta | 23-26 Juni 2024 bertempat di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta, Badan Pengembangan dan Informasi Kementerian Desa PDTT menyelenggarakan Rapat Rencana Aksi Pendampingan Jejaring Kemitraan dalam rangka akselerasi pengembangan kegiatan Desa Cerdas (Smart Village).

Rapat ini mengundang beberapa NGO yang ditunjuk sebagai mitra Kerjasama dalam kegiatan pendampingan implementasi kegiatan Desa Cerdas Fase II secara nasional. NGO yang akan terlibat dalam pendampingan bersama Pusat Daya Saing (Pusdaing) BPI Kemendes PDTT adalah :

  • Relawan TIK Indonesia
  • Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
  • Penabulu Foundation
  • Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo
  • Desa Lestari
  • Kola Education

Kegiatan yang diikuti 200 Duta Digital Program Desa Cerdas Fase II sebagai peserta luring, dan 80 orang peserta daring ini menyajikan paparan Rencana aksinya dari masing-masing NGO sebagai narasumber.

Dari Relawan TIK Indonesia dihadiri oleh Fajar Eri Dianto, Ketua Umum dan Hamzah Fathoni, Leader Smart Village yang juga Ketua Umum Cabang Kabupaten Blitar.

Adapun papartan Rencana aksi pendampingan yang disampaikan oleh Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Indonesia :

Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [6.74 MB]

Sambutan Bupati Blitar Pada Kegiatan Pemberdayaan Pandu Digital Sektor Desa, UMKM Dan Pertanian Menuju Desa Cerdas

Alhamdulillah Desa Sawentar saat ini sudah mulai melakukan pemutakhiran data mikro yang terkait dengan SDG’s Desa dengan membangun aplikasi database SITAKRO.COM bersama Relawan TIK Kabupaten Blitar.

Membangun Desa sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menjadi titik awal perubahan dan pergerakan desa. UU Desa telah memberikan mandat kepada pemerintah desa untuk melakukan pembangunan desa secara mandiri. Sehingga desa adalah masa depan. Desa yang cerdas adalah desa yang mengikuti perkembangan zaman dan mampu mandiri namun tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan, gotong-royong dan spritualisme yang menjadi kekuatan nilai lokal. Di masa depan desa akan menghadirkan masyarakat yang tidak terpusat namun saling terhubung dengan pengembangan teknologi dalam berbagi informasi.

Salah satu konsep pengembangan desa yang cocok untuk era sekarang adalah konsep Desa Cerdas yaitu konsep pengembangan desa dengan memanfaatkan teknologi, baik untuk pelayanan publik dan pengembangan kawasan seperti infrastruktur, teknologi informasi, teknologi komunikasi, transportasi, zonasi, irigasi, drainase, dan energi.

Keluaran dari Desa Cerdas adalah transformasi desa melalui pemanfaatan teknologi digital, pemanfaatan ruang digital desa secara berkelanjutan, dan pemanfaatan data terintegrasi dalam membangun dan meningkatkan kualitas pemanfaatan dana desa untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Dalam membangun desa cerdas harus mengacu pada tiga aspek, yaitu aspek Kebijakan, aspek potensi, permasalahan dan tantangan yang dihadapi, serta aspek prioritas. Sehingga sebagaimana dalam Permendesa No 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 Pasal 6 ayat 2, bahwa merencanakan dan membangun Desa, berbagai kegiatannya harus diarahkan pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai salah satu sektor prioritas dalam penggunaan dana desa yang diprioritaskan untuk dapat mendorong pencapaian SDG’s Desa.

Kegiatan awal dalam merencanakan pembangunan Desa Cerdas harus dimulai dari review dan kajian terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES), yang merupakan pengejawantahan dari Visi dan Misi Kepala Desa atau Pemerintah Desa. Mengapa demikian? Karena RPJMDES harus mampu dijadikan sebagai Peta Jalan (roadmap) implementasi Desa Cerdas sebagai landasan utama dalam menyusun Rencana Kegiatan Pembangunan Desa yang berorientasi pada proses transformasi digital di Desa. 

Sebagaimana Konsep Desa Cerdas dalam upaya mewujudkan 6 pilar Desa Cerdas, landasan utamanya adalah keterlibatan stakeholder dan membangun Jejaring Kemitraan. Alhamdulillah pagi ini kita semua patut bersyukur, karena Desa Sawentar sebagai salah satu lokus Desa Cerdas Fase I Kemendes PDTT telah mampu menyelenggarakan kegiatan besar ini, sebagai rangkaian kegiatan keberlanjutan yang didukung oleh semua OPD dan berkolaborasi dengan Relawan TIK sebagai NGO, Pandu Digital Kementerian Kominfo, Pusat Daya Saing BPI Kemendes PDTT, dan Lembaga Perguruan Tinggi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.

Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kepala Desa Sawentar, dan kami juga menyampaikan terima kasih kepada Relawan TIK Indonesia khususnya Cabang Kabupaten Blitar, Kementerian Kominfo, Kementerian Desa PDTT dan UPN Veteran Jatim yang telah mendukung pendampingan di salah satu desa kami, yaitu Desa Sawentar.

Sesuai dengan tema “Literasi Digital Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Transformasi Pemanfaatan Platform Digital”, kami yakin bahwa Desa Sawentar telah melakukan pemetaan dan kajian secara mendalam tentang potensi, permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Sehingga bisa dilihat bahwa seluruh rangkaian kegiatannya berupa Pemberdayaan Pertanian, Perikanan, IKM/UMKM Desa, serta membangun Lingkungan Cerdas berbasis Teknologi Digital yang telah dilakukan pendampingan oleh Pandu Digital. 

Penyerahan Seragam Pandu Digital Badge Biru Kepada Bupati

Hal ini sangat penting, karena Pertama, untuk mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan, serta mengajak kaum milenial dan generasi Z untuk kembali bertani sehingga perlu didukung oleh teknologi IoT di sektor hulu dan data Mikro di sektor hilir. Kedua, karena PDB terbesar Nasional saat ini 61,07% dari UMKM, maka para pelaku IKM/ UMKM Desa harus ditingkatkan kapasitasnya agar mampu naik kelas. Ketiga, bahwa Isu global saat ini tentang Perubahan Iklim, maka kelompok masyarakat desa harus diarahkan membangun linkungan hijau yang cerdas dengan peraturan kebijakan desa, bimbingan, serta melakukan capturing kepada kelompok-kelompok peduli lingkungan yang ada di desa. Keempat, yang paling penting adalah upaya kegiatan pemutakhiran data mikro di desa, terutama yang berkaitan dengan pemutakhiran (update) data Pendidikan, Kesehatan, Usaha Ekonomi, Pertanian, IKM dan UMKM. Alhamdulillah Desa Sawentar saat ini sudah mulai melakukan pemutakhiran data mikro yang terkait dengan SDG’s Desa dengan membangun aplikasi database sitakro.com bersama Relawan TIK Kabupaten Blitar. 

Sumber :
Bagian PROKOPIM Kabupaten Blitar

Inisiatif Pemberdayaan Desa Sawentar: Kunci Sukses Desa Cerdas

Kegiatan di Desa Sawentar (08/05/2024) hari ini rabu, mengingatkan pada tahun 2021, Desa Sawentar awal masuk sebagai salah satu lokus Desa Cerdas Fase I Program Kemendes PDTT di Kabupaten Blitar. Saat itu Relawan TIK atau Pandu Digital Kabupaten Blitar, bersama Kementerian Kominfo menyelenggarakan Kegiatan Seminar dan Workshop Pemberdayaan Pandu Digital di Kampung Coklat, dilanjutkan dengan kegiatan Roadshow Literasi Digital untuk masyarakat di 16 desa yang terpilih sebagai Lokus Desa Cerdas, termasuk di Desa Sawentar. 

Dari sini awal Relawan TIK Kabupaten Blitar berkomunikasi dengan 2 (dua) lokus Desa Cerdas Fase I Kemendes PDTT di Kabupaten Blitar. Yaitu Desa Wates, Kecamatan Wates dan Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, hingga berlanjut diskusi tentang berbagai potensi, tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh ke dua desa tersebut dalam upaya mengimplementasikan berbagai kegiatan menuju Desa Cerdas. 

Relawan TIK selalu memberikan advokasi dalam melakukan Pemetaan berbagai potensi, tantangan dan permasalahan yang ada, selanjutnya juga ikut merumuskan secara bersama berbagai bentuk kegiatan berkelanjutan agar bisa menghasilkan output dan outcome sebagaimana praktik baik yang telah dilakukan oleh Desa Wates, yang lebih awal dalam pendampingan. Hingga Desa Wates berhasil mendapatkan Penghargaan Transformasi Digital Desa terbaik saat Festival TIK Nasional 2022 di Pontianak. Sedangkan saat Festival TIK Nasional 2023 di Semarang Desa Wates dan Desa Sawentar meraih Penghargaan Transformasi Digital Desa terbaik.  Puncaknya Desa Wates berhasil meraih Juara I Lomba Desa Cerdas tingkat Nasional “Unesa Award tahun 2023”. 

Relawan TIK berharap tahun 2024/ 2025 Desa Sawentar bisa berprestasi lebih tinggi. Sehingga rumusan tema besar kegiatan di Desa Sawentar hampir sama dengan di Desa Wates, yaitu “Pemberdayaan Pertanian, Perikanan, IKM/ UMKM Desa, Lingkungan Cerdas dan pembangunan Database Mikro berbasis data SDG’s Desa”. Sehingga implementasi dari program kegiatannya berupa :

(1) Membangun Aplikasi Layanan Administrasi secara Mandiri.
(2) Membangun Pertanian Cerdas dan perikanan Cerdas Berbasis teknologi Internet of Things (IoT) untuk sektor hulu dan database perniagaan pertanian di sektor hilirnya.
(3) Pendampingan pemberdayaan IKM dalam hilirisasi produk pertanian dan pelaku UMKM Desa dalam membangun ekosistem ekonomi lokal menuju Nasional dan bahkan Global.
(4) Membangun Lingkungan Cerdas berbasis Tata Kelola Bank Sampah dan Pemeliharaan lingkungan.
(5) Membangun pemutakhiran Data Mikro dan Data SDG’s Desa guna mempermudah Perencanaan Pembangunan Desa dan pemberdayaan sektor hilir Pertanian, Perikanan dan penataan ekosistem UMKM Desa.

Implementasi dari rangkaian kegiatan tersebut, diawali dengan kegiatan Sosialisasi dan Kick Off “Pemberdayaan Pertanian, pelaku IKM/UMKM Desa dan Implementasi aplikasi Layanan Mandiri”, yang telah dilaksanakan pada 22 – 23 Juli 2023 https://beritahu.co/desa-sawentar-blitar-dibina-menjadi-smart-village/.

Kegiatan dilanjutkan Workshop dan Pelatihan Teknis di Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) dengan menggunakan Anggaran Operasional RKDD Lokus Desa Cerdas Fase I dari BPI Kemendes PDTT pada tanggal 05, 08 dan 09 Desember 2023 dengan materi Pelatihan :

(1) Membangunan Perikanan Cerdas Berbasis Teknologi Internet of Things,
(2) Konten Kreator, Fotografi dan Videografi untuk Milenial Desa,
(3) Membangun Pertanian Cerdas Berbasis Teknologi Internet of Things,
(4) Pelatihan Foto Produk dan Tata Kelola Bisins Online bagi para Pelaku IKM dan UMKM Desa.

Kegiatan hari ini (08/05/2024) yang sebagian besar dibiayai oleh Kementerian Kominfo, merupakan rangkaian dari Implementasi program kerja Relawan TIK Kabupaten Blitar bersama Desa Sawentar untuk mencapai indikator Desa Cerdas sesuai Keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 55 tahun 2024. Malam harinya akan diadakan acara hiburan sambil meliterasi digital masyarakat desa, dengan menggelar pertunjukan Wayang Kulit yang juga sebagian besar biaya dari Kominfo. Setelah kegiatan hari ini (08/04/2024) dan Pergelaran Wayang kulit, akan dilanjutkan dengan kegiatan yang bersifat sustainable, yaitu :

  • Pendampingan Implementasi update data mikro dengan Aplikasi SITAKRO.

  • Pendampingan Tata kelola lingkungan para pegiat lingkungan hidup Desa Sawentar oleh Fasilkom UPN Veteran Jatim.

  • Instalasi pemasangan Demplot penerapan IoT Pertanian Cerdas di lahan Asset Desa Sawentar.

Dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Blitar, Relawan TIK Indonesia, Kementerian Kominfo, Kementerian Desa PDTT dan UPN Veteran Jatim, akan menjadi praktik baik membangun Desa Cerdas dengan landasan utama “Jejaring Kemitraan dan Stakeholder”. 

Wakil Menteri Kominfo Apresiasi Nominator WSIS Prizes 2024 : Undang Konferensi Pers Bersama di Jakarta

JAKARTA | Relawan TIK dari Kabupaten Blitar dengan inisiasi INTERNET SAMBUNG DESA, menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang berhasil mendapatkan nominasi dalam ajang penghargaan bergengsi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) International Telecommunication Union (ITU)  Perserikatan Bangsa Bangsa.

Dalam World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2024, Indonesia berhasil menempatkan 12 karya atau inisiatif sebagai nominator pemenang.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria dalam kesempatan konferensi pers menyatakan apreasi yang tinggi kepada para nominator WSIS Prizes 2024 yang datang dari berbagai pengampu kepentingan bidang TIK dan juga berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia.

Wamen Nezar Patria juga mengajak warganet Indonesia untuk memilih nominasi karya TIK dari Indonesia agar menjadi pemenang WSIS Prizes 2024.

“Warganet Indonesia, tunjukkan kepada dunia bahwa kita punya sumber daya bidang digital yang unggul dan mampu bersaing dengan negara manapun. Untuk itu, mari gunakan jari kita untuk melakukan vote, pilih Merah-Putih!” ungkapnya dalam Ngopi Bareng Wamenkominfo di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (22/03/2024).

“Karya TIK itu bersanding dengan 360 nominator inisiatif dari seluruh dunia dalam 18 kategori. Dan terpilih dalam proses seleksi tim pakar PBB terhadap lebih dari 1000 pendaftar,” jelasnya.

Agar menjadi champion, karya inisiatif TIK perlu dipilih atau vote oleh masyarakat luas sebagai bentuk pengakuan. Pemberian vote dapat dilakukan sampai tanggal  31 Maret 2024. Dari hasil vote tersebut, ITU akan menentukan lima karya inisiatif yang memperoleh suara hasil vote tertinggi per kategori. Setelah itu baru satu Winner dan empat Champion per kategori.

WSIS merupakan forum bagi negara-negara yang tergabung dalam ITU untuk memastikan akses yang lebih luas terhadap TIK. Karya dan inisiatif unggulan dari berbagai penjuru dunia juga mendapatkan penghargaan untuk mempromosikan penggunaan TIK dalam Pembangunan berkelanjutan.

Berikut 12  karya atau inisiatif Indonesia yang menjadi nominator WSIS Prizes 2024 :

  1. BAKTI DNA Ecosystem dari BAKTI Kominfo

(Kategori 1: The role of governments and all stakeholders in the promotion of ICTs for development)

  1. Addressing The Digital Divide Challenges In Indonesia dari Common Room Networks Foundation

(Kategori 2: Information and communication infrastructure)

  1. JaWAra Internet Sehat (Cyberwise Champion) dari ICT Watch

(Kategori 4: Capacity building)

  1. BAKTI Impact Adventures dari BAKTI Kominfo

(Kategori 8: ICT applications: benefits in all aspects of life – E-business)

  1. School online assessment dari Relawan TIK Magetan

(Kategori 9: ICT applications: benefits in all aspects of life – E-learning)

  1. Alvori Technology dari PT Alvori Satria Anagata

(Kategori 10: ICT applications: benefits in all aspects of life — E-health)

  1. BAKTI ICT Vocational Training dari BAKTI Kominfo

(Kategori 11: ICT applications: benefits in all aspects of life — E-employment)

  1. Internet Sambung Desa dari Relawan TIK Kabupaten Blitar

(Kategori 15: Cultural diversity and identity, linguistic diversity and local content)

  1. Jakarta Lawan Hoaks dari Diskominfo DKI Jakarta

(Kategori 16: Media)

  1. Podcast Talkshow Literat, Jujur dan Kreatif (Literate, Honest and Creative Talkshow Podcast) dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Madiun

(Kategori 16: Media)

  1. SDGs EduPedia dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tulungagung

(Kategori 16: Media)

  1. Remaja Penggerak Literasi TIK Madiun (The Youth ITC Empowerment Literacy Madiun) dari Openmadiun Communicate

(Kategori 17: Ethical dimensions of the Information Society)

Sebelumnya Indonesia pernah berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan Champion(Runner-up)  dan Winner (Juara Pertama) di beberapa kategori pada WSIS Prizes tahun sebelumnya.  Inisiatif yang mendapatkan penghargaan Winner sebagai berikut: 

●      Internet Sehat dari ICT Watch (2017)
●      Indonesia Baik dari Kementerian Kominfo (2018)
●      Gerakan Nasional Literasi Digital dari Siberkreasi (2020)
●      ICT for Irrigated Agricultural Information dari 8villages (2021)
●      Flood Control System dari Jakarta Smart City (2022)

Dikutip dari :
Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Faks : 021-3504024
Twitter @kemkominfo
FB: @kemkominfo
IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id 

Karya Relawan TIK Kabupaten Blitar Kembali Menjadi Nominator WSIS Prize 2024

Begini Caranya Untuk Mendukung Karya Kabupaten Blitar Agar Masuk 5 (lima) Besar Menjadi Champion !!

Kiprah Kabupaten Blitar di kompetisi tingkat dunia ternyata masih ada kesempatan berlanjut. Untuk kedua kalinya, Relawan TIK Kabupaten Blitar masuk sebagai nominator pada ajang penghargaan WSIS Prize, di mana pada tahun ini iinisiatif atau karya unggulannya, yaitu INTERNET SAMBUNG DESA pada Category 15 — AL C8. Cultural diversity and identity, linguistic diversity and local content. Pada WSIS Prize 2024 ini, pada tanggal 11 Maret 2024 kemarin sudah diumumkan, dan inisiasi dari Kabupaten Blitar masuk bersama 19 nominator lain dari seluruh dunia di kategori 15.

Apa Itu WSIS Prizes?

World Summit on the Information Society (WSIS) adalah sebuah forum tingkat tinggi dunia, yang didirikan guna mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG), dengan mendorong perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Forum yang berlangsung setiap tahun ini diselenggarakan oleh PBB melalui host tetapnya yakni International Telecommunication Union (ITU).

Setiap tahun, WSIS Forum mengadakan ajang WSIS Prizes untuk memberikan
penghargaan bagi proyek-proyek TIK dari berbagai belahan dunia. Tahun ini, WSIS Prizes mengeluarkan 18 kategori nominasi yang berkaitan dengan TIK.

Sistem Penilaian WSIS Prizes

Penilaian dalam ajang WSIS Prizes terbagi dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama, para pegiat TIK dari seluruh dunia dipersilakan untuk mengajukan proyek TIK-nya ke ajang WSIS Prizes. Kemudian, komite WSIS akan memilih masing-masing 20 nominasi proyek untuk setiap kategori yang ada.

Pada tahap selanjutnya, komite WSIS akan mengadakan pemungutan suara publik atau voting secara daring untuk memilih proyek yang dinominasikan. Dari tahapan ini akan disaring lima proyek per kategori dengan suara terbanyak.

Kemudian, kelompok pakar TIK akan kembali melakukan proses seleksi untuk memilih proyek terbaik dari masing-masing kategori. Terakhir, para pemenang akan diumumkan di acara puncak, berupa upacara pemberian hadiah pada 14 Maret 2023 mendatang.

Yuk, Ikut Dukung Kabupaten Blitar di Ajang WSIS Prizes

Saat ini, WSIS Prizes telah mengumumkan nominasi dari masing-masing kategori penghargaan. Sedangkan tahap pemungutan suara publik berlangsung pada 11 – 31 Maret  2024. Kita dapat ikut memberikan suara untuk  inisiatif dari Kabupaten Blitar dan Indonesia lainnya dengan cara berikut :

Atau,

  • Buka tautan http://s.id/WSIS2024
  • Kamu akan masuk ke laman log in. Untuk pengguna baru, kamu dapat klik register as a new user.Jika tahun sebelumnya kerabat semua sudah pernah vote, kerabat hanya tinggal log-in.

Setelah itu, kembali pada laman voting dan dukung nominasi pilihanmu dengan klik Vote For This Project. Jangan lupa untuk memilih INTERNET SAMBUNG DESA pada kategori Category 15 — AL C8. Cultural diversity and identity, linguistic diversity and local content.

  • Silahkan vote seluruh project Indonesia pada kategori yang ada (satu kategori hanya boleh dipilih satu project). Suara/penghargaan seluruh anggota STK diberi bobot yang sama. Setiap anggota STK hanya boleh memilih/mengapresiasi satu proyek pada setiap kategori. Pemilih dianjurkan namun tidak diharuskan untuk memberikan suara untuk satu proyek di setiap kategori secara keseluruhan 18 kategori secara lengkap (voting complete).

Nominasi WSIS Prizes 2024 dari Indonesia :

– 1). BAKTI DNA Ecosystem by BAKTI Kominfo

Category 2 – AL C2. Information and communication infrastructure

– 2). Addressing The Digital Divide Challenges In Indonesia by Common Room Networks Foundation

Category 4 – AL C4. Capacity building

– 3). JaWAra Internet Sehat (Cyberwise Champion) by ICT Watch

Category 8 – AL C7. ICT applications: benefits in all aspects of life – E-business
– 4). BAKTI Impact Adventures by BAKTI Kominfo

Category 9 – AL C7. ICT applications: benefits in all aspects of life – E-learning
– 5). School online assessment by RTIK Magetan

Category 10 — AL C7. ICT applications: benefits in all aspects of life — E-health
– 6). Alvori Technology by PT Alvori Satria Anagata

Category 11 — AL C7. ICT applications: benefits in all aspects of life — E-employment
– 7). BAKTI ICT Vocational Training by BAKTI Kominfo

Category 15 — AL C8. Cultural diversity and identity, linguistic diversity and local content
– 8). INTERNET SAMBUNG DESA by RTIK Kabupaten Blitar

Category 16 — AL C9. Media
– 9). Jakarta Lawan Hoaks by Department of Communication, Informatics, and Statistics DKI Jakarta

– 10). Podcast Talkshow Literat, Jujur dan Kreatif (Literate, Honest and Creative Talkshow Podcast) by Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Madiun

Category 17 — AL C10. Ethical dimensions of the Information Society
– 11). Remaja Penggerak Literasi TIK Madiun (The Youth ITC Empowerment Literacy Madiun) by Openmadiun Communicate

Desa Sumberejo: Potensi dan Tantangan Menuju Desa Cerdas di Kabupaten Situbondo

SAMBUNGDESA.COM, Kabupaten Situbondo. Pada hari jum’at, 01 Maret 2024, Team Leader Internet Sambung Desa Hamzah Fathoni, memaparkan Konsep dan berbagai tahapan dalam Implementasi Desa Cerdas kepada Dwi Aris Suryono, S.Pd., Kepala Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbundo, dan Shokhibul Mighfar, Ketua Relawan TIK Kabupaten Situbondo bertempat di Ruang Rapat BPD.

Dalam sesi pemaparan tersebut, langsung dilanjutkan dengan berbagai diskusi terkait regulasi, berbagai potensi, permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh Desa Sumberejo jika dikaitkan dengan berbagai Indikator dan Sub-indikator dari 6 (enam) Pilar Desa Cerdas – Keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 55 Tahun 2024.

Diskusi Ruang Lingkup Smart Village

Desa Sumberejo, memiliki 8 (delapan) Dusun, dengan jumlah penduduk sebanyak 21.048. Mengapa jumlah penduduk Desa begitu besar, karena di Desa Sumberejo ada Pondok Pesantren besar Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, yang sudah tua dengan jumlah santri ribuan. Pondok Pesantren ini memiliki lembaga Pendidikan mulai dari SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA dan dua Perguruan Tinggi.

Sedangkan hasil pertanian, mulai dari jenis pertanian Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ada. Sehingga lahan pertanian di Desa Sumberejo oleh masyarakat banyak ditanami berbagai jenis tanaman, mulai dari padi, cabe, melon, semangka, blewah sampai tanaman kelapa. Selain sebagai petani, masyarakat Desa juga banyak yang menjadi nelayan, di sepanjang pesisir pantai utara Jawa.

Di akhir diskusi, Forum mencoba untuk melakukan pemetaan dan review terkait potensi, permasalahan dan berbagai tantangan yang disampaikan secara detil oleh Kepala Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Hasil review dan pemetaan sementara diperoleh gambaran, khususnya yang berkaitan dengan Upaya mengatasi Perubahan Iklim (Climate Change), yaitu :

(1) Komunitas di Pondok Pesantren, menghasilkan Sampah 4 (empat) ton X 3, yang diangkut oleh 3 (tiga) truk setiap hari, yang seharusnya bisa dikelola dengan dipilah dan diolah oleh BUMDES atau Kelompok Masyarakat untuk produktifitas yang lebih tinggi. Apalagi pihak Pondok Pesantren ternyata memiliki berbagai mesin pengolah sampah plastik menjadi biji-bijian atau pelet. Akan tetapi tidak jalan karena tidak memiliki SDM, Manajemen Tata Kelola yang mendukung. Sehingga hal ini akan dilakukan kerjasama Pemerintah Desa, Kelompok Masyarakat dengan Pondok Pesantren, dan UPN Veteran Jatim, mulai dari pemisahan, pengolahan, sampai dengan Sistem tata Kelola Bank Sampah menggunakan Teknologi Digital .

(2) Masyarakat Desa Sumberejo, merupakan penghasil Kelapa yang sangat besar, sehingga Kulit Kelapa yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah yang dijual murah agar tidak menumpuk. Sehingga perlu adanya pengolahan untuk menjadi produk Sabut kelapa dan Cocopeat. Sehingga diharapkan adanya kerjasama dengan LPPM UPN Veteran Jatim untuk bantuan mesin-mesin pengolah kulit kelapa menjadi serabut dan cocopeat.

(3) Terkait dengan upaya penerapan teknologi penggunaan energi terbarukan, para nelayan kelas menengah yang selama ini jika melaut menggunakan Genset penerangan malam, dengan konsumsi BBM berupa Pertalite sebanyak 8 – 10 liter semalam, sehingga akan setara dengan fixed cost 10lt X Rp. 10.000 = Rp. 100.000. Jika bisa diganti dengan penggunaan Panel Surya akan menghilangkan fixed cost sebesar Rp. 100.000/ hari dikalikan 30 hari dalam sebulan Rp. 3.000.000. Jika Investasi peralatan Panel Surya untuk 4 lampu sebesar Rp. 11juta sampai dengan Rp. 14 juga, hanya butuh waktu 5 (lima) bulan untuk kembali Investasinya. Selebihnya jika umur peralatan sampai 5 (lima) tahun, selama itu akan bebas biaya untuk penggunaan energi. Karena dari BBM digantikan dengan tenaga Surya.

Bersama Ketua RTIK dan Kades Sumberejo, Kab. Situbondo

(4) Masyarakat Desa Sumberejo juga banyak memelihara ternah Sapi/ Lembu. Sehingga kotoran yang selama ini menumpuk bisa dimanfaatkan untuk Pupuk Organik, baik POG (Pupuk Organik Granule) maupun POC (Pupuk Organik Cair), juga bisa dioleh untuk menghasilkan unsur-unsur N, P dan K. Dengan bekerjasama Teknologi dengan Perguruan Tinggi, juga bisa dioleh untuk menjadi energi Biogas.

(5) Sebagian besar petani di Desa Sumberejo menjadi petani Cabe, Melon, Semangka, dan Blewah. Guna efisiensi di Sektor Hulu, agar lebih presisi, akan dilakukan uji coba penerapan Teknologi Internet of Things (IoT) untuk berbagai tanaman dengan pola tumpang sari. Sehingga mulai dari proses irigasi, pemupukan dan treatment tanaman dilakukan dengan penerapan mekanisasi pipa, springkle dan instalasi peralatan sensor dan pengendali ARDUINO.

(6) Sebagai tindaklanjut Pertanian Cerdas Sektor Hilir, Perniagaan pasca panen, serta mempermudah meningkatkan IPM, IDM, Perencanaan Pembangunan, dan Pencapaian SDG’s Desa, perlu segera dilakukan kegiatan update database mikro seluruh masyarakat desa, dengan menggunakan Master Data Kependudukan dan Master data Keluarga. Tentu saja perlu tools berupa Aplikasi https://sitakro.com sebagaimana sedang diimplementasi di Desa Sawentar atau https://sdgsdesa.com juga sedang diimplementasikan di Desa Wates, yang keduanya berada di Wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Diskusi berlanjut saat sesi makan siang di Istana Lele

Guna Implementasi dari apa yang sudah dirumuskan sementara dari hasil diskusi, perlu disusun Term Of Reference untuk seluruh kegiatan tersebut. Juga perlu dimasukkan ke dalam perumusan kembali hasil review RPJMDES, agar bisa dijadikan sebagai Roadmap (Peta Jalan) bagi Implementasinya.

Toolbar Disabilitas