Pemetaan Jaringan Internet Desa di Wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Blitar

Agar desa-desa di wilayah Kecamatan Bakung tersebut mampu mengimplementasikan program Smart Village sebagaimana konsep Kementerian Desa PDTT.

BAKUNG – Kabupaten Blitar| Indonesia terus berupaya mengembangkan sektor ekonomi digital untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2040. Sedangkan wilayah Indonesia memiliki 75.265 desa, dimana masih ada 13.577 desa yang belum ada konektifitas internet. Sehingga perlu dilakukan terobosan dengan mempersiapkan masyarakat cerdas (smart people) di pedesaan yang adaptif di era Revolusi Industri 4.0 dengan dukungan pembinaan literasi digtal dalam menunjang pemberdayaan potensi dan tantangan yang ada di desa, mulai dari pertanian, IKM/ UMKM Desa, kepariwisataan, kesehatan, pendidikan dan social budaya.

Pemanfaatan teknologi digital di masyarakat desa memerlukan gerakan literasi digital secara masif, terutama terkait dengan pilar kecakapan digital dan pemerataan Infrastruktur jaringan Internet di pedesaan dan tempat terpencil, yang sampai hari ini masih belum menggembirakan. Dalam literasi digital, output dan outcome pilar budaya digital masih sangat kecil, sedangkan keamanan digital justru cenderung terjadi penurunan.

Melalui pemerataan infrastruktur jaringan Internet di pedesaan dan gerakan literasi digital, diharapkan mampu menumbuhkan berbagai INOVASI yang diarahkan pada kemanfaatan untuk komunitas penggerak pariwisata desa, petani, peternak, paguyuban pedagang, pelaku UMKM / IKM, kelompok marginal / disabilitas, kelompok perempuan, kelompok pemuda dan pelajar. Termasuk program mempersiapkan BONUS DEMOGRAFI 2030 – 2035 dalam mewujudkan kehidupan cerdas (smart living).

Berdasarkan permasalah dan tantangan tersebut pada hari Rabu, 13 Juli 2024 bertempat di Gedung pertemuan Kantor Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar diselenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dengan topik “Pemerataan Infrastruktur Jaringan Internet Desa Sebagai Bagian Kegiatan Pendampingan Implementasi Smart Village (Desa Cerdas) di Wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Blitar”. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 Kepala Desa sekecamatan Bakung, Camat Bakung Agus Muthalib, S.S., sebagai tuan rumah, Herman Widodo, SH., Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar, dan Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Indonesia Cabang Kabupaten Blitar. Sedangkan secara Daring (online) dihadiri oleh Fajar Eri Dianto, Ketua Umum Pimpinan Pusat Relawan TIK Indonesia, Tinuk Andriyanti, Ketua Umum Internet Society (ISOC) Chapter Jakarta – Indonesa, dan Mujianto, SE., dari Pusat Daya Saing (PUSDAING) Kementerian Desa PDTT.

Peserta 11 Kepala Desa se Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar

Dalam paparannya Camat Bakung, Agus Munthalib menyampaikan Gambaran umum tentang berbagai potensi dan profil kewilayahan desa-desa yang ada di Kecamatan Bakung. Salah satu potensi terbesar beberapa desa memiliki area Pantai yang sangat indah dan menawan, budaya lokal dan gua alam yang memiliki stalagmite dan stalaktit, pertanian dan UMKM, serta akan dilalui oleh jalan utama Nasional Jalur Lintas Selatan (JLS) yang saat ini sedang berjalan Pembangunan 90%. Sedangkan tantangan terbesarnya adalah susahnya infrastruktur Jaringan Internet. Karena ada lima desa yang sulit akses Internet, terutama di wilayah Pantai dan beberapa kantor desa.

“Kami berharap seperti di desa Pulerejo yang sama sekali mengalami kesulitan dalam akses internet, Desa Tumpakepuh dan Bululawang dengan beberapa titik obyek wisatanya yang dikelola oleh BUMDES dan Pokdarwis bisa dibantu adanya Pembangunan infrastruktur dan pemerataan akses internet oleh pemerintah maupun pihak swasta”, demikian disampikan oleh Agus Munthalib, Camat Bakung.

“Agar desa-desa di wilayah Kecamatan Bakung tersebut mampu mengimplementasikan program Smart Village sebagaimana konsep Kementerian Desa PDTT”, sambung Agus Munthalib lebih lanjut.

Pada kesempatan berikutnya Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian, Herman Widodo, SH., menyampaikan paparan tentang Pemetaan Infrastruktur Jaringan Internet di Wilayah pesisir Selatan, khususnya Kecamatan Bakung. Dalam paparan awalnya menyampaikan tentang salah satu TUPOKSI Dinas Kominfo Statistik dan Persandian adalah “ Pelaksanaan pelayanan interkoneksi jaringan intra
pemerintah dan pengelolaan akses internet pemerintah dan publik“. Dimana kondisi eksisting sampai saat ini di seluruh wilayah Kabupaten Blitar terdapat 154 titik yang terkoneksi Internet, ada 100km lebih gelaran fiber optic, dan kapasitas Bandwidth sebesar 1,6Gbps. Dari 154 titik terkoneksi Internet tersebut meliputi : 40 Kantor Dinas/ Badan/ Bagian, 30 Layanan Perangkat Daerah, 22 Kantor Kecamatan, 28 Kantor Kelurahan (non-desa), 24 Fasilitas Umum (RTH, Pasar, area publik), dan 10 titik CCTV.

Dipaparkan juga hasil kajian pemetaan Blank Spot yang telah dilakukan oleh BAPPEDA dan Universitas Brawijaya yang dilakukan pada tahun 2021, Dimana ada lebih dari 180 Menara Telekomunikasi di 10 Kecamatan yang berpotensi memiliki Blank spot :

  1. Sektor Pendidikan
    • Sinyal KUAT: Kecamatan Gandusari, Ponggok, Nglegok, Kademangan, Bakung, Wates dan Binangun.
    • Sinyal LEMAH: SMP PGRI Wonotirto, UPT SMP NEGERI SATU ATAP, Ngadipuro Wonotirto, SMP PGRI Panggungrejo, UPT SMP SATU ATAP Kaligambir, dan UPT SMP NEGERI 3 Sutojayan.
  2. Sektor Pariwisata
    • Sinyal KUAT : Kecamatan Gandusari, Ponggok, Nglegok, Kademangan, Sutojayan, dan Binangun.
    • Sinyal LEMAH : Pantai Tambakrejo, Pasirputih Gondomayit, Pantai Serang di Kecamatan Wonotirto dan Panggungrejo.
    • BLANKSPOT : Pantai Pangi dan Pantai Pasur di Kecamatan Bakung, Pantai Jolosutro Kecamatan Wates dan Pantai Pehpulo Kecamatan Panggungrejo.

Dalam kesempatan paparannya Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar juga menyampaikan Strategi Potensial yang akan dilakukan :

  1. Mengusulkan optimalisasi (penguatan sinyal) dari Menara telekomunikasi existing untuk area Blankspot pada Bakti Kominfo (untuk jaringan internet Mobile). Untuksaat ini 1 usulan dalam proses TL oleh Kementerian Kominfo adalah desa Serang.
  2. Kerjasama dengan Internet Service Provider untuk membuka jalur atau area baru
    (untuk Fixed Broadband Internet).
  3. Mengusulkan penggunaan internet berbasis satelit pada titik yang benar-benar tidak terjangkau (VSAT RTGS, STARLINK).

“Dalam kesempatan ini saya selaku Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian berharap kepada bu Tinuk Andriyanti, selaku Ketua Umum ISOC Chapter Jakarta Indonesia dan Pak Fajar Eri Dianto Pimpinan Pusat Relawan TIK Indonesia untuk membantu mewujudkan keinginan masyarakat desa yang ada di Kecamatan Bakung ini untuk segera menikmati Pemerataan hak askses internet secara legal, terjangkau dan berkualitas”, permintaan Herman Widodo, SH. mengakhiri paparannya.

Ketua Umum ISOC Chapter Jakarta dan Ketua Umum RTIK Indonesia

Paparan selanjutnya adalah disampaikan oleh Mujianto, SE., dari Pusdaing Kemendes PDTT, yang menjelaskan tentang konsep dan program Desa Cerdas dengan 6 Pilarnya, dimana salah satu pilarnya adalah Smart Mobility yang terkait dengan tersedianya dukungan Infrastruktur Jaringan Internet dalam implementasi kegiatan mewujudkan Desa Cerdas.

Fajar Eri Dianto, Ketua Umum Pimpinan Pusat Relawan TIK Indonesia, memaparkan berbagai kegiatan pendampingan dalam implementasi Smart Village (Desa Cerdas), dimana salah satunya adalah upaya membangun dan pemerataan Jaringan Internet Desa sebagai penopang kegiatan berkelanjutan dalam Literasi Digital agar terwujud Masyarakat desa yang cerdas, tata kelola pemerintahan desa cerdas, ekonomi cerdas dan lingkungan cerdas dalam mewujudkan Desa yang Cerdas sebagaimana konsep dan program Kementerian Desa PDTT.

Paparan terakhir disampaikan oleh Tinuk Andriyanti, Ketua Umum ISOC Chapter Jakarta Indonesia, yang menyampaikan tentang program “Internet is for Everyone”. Dimana progra tersebut akan membantu desa dan wilayah terpencil yang kesulitan akses Internet. Program tersebut meliputi : (1) Pembangunan infrastruktur Wireless untuk Balai Desa + 52 Sekolah yang ada, (2) Pembelajaran Jarak Jauh (SD, SMP, SMA/SMK/MA) dan Pembelajaran online untuk Pertanian, Perkebunan dan Perikanan, (3) Aplikasi (SehatKung, GoNco, LanTen).

Peserta yang mengikuti secara Daring (Online)

Sesi akhir kegiatan diberikan kesempatan dialog bagi para peserta yang terdiri dari 11 orang Kepala Desa yang ada di Wilayah Kecamatan Bakung. Hampir semuanya berupa harapan agar segera ada solusi untuk pemerataan infrastruktur Jaringan Internet Desa, khususnya Desa Pulerejo, Desa Tumpakepuh dan Desa Bululawan.

Diterbitkan oleh

rtikablitar

Kabupaten Blitar - Jawa Timur | Indonesia

Toolbar Disabilitas