Data Kegiatan

Empat Desa di Kecamatan Wlingi Bahas Strategi Mewujudkan Misi Pembangunan Dengan Pendekatan Desa Cerdas

Blitar, 8 Mei 2025 — Komitmen mewujudkan pemerintahan desa yang transparan, efisien, dan inklusif kian nyata di Kabupaten Blitar. Bertempat di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Wlingi, pada Kamis (8/5), berlangsung kegiatan Sosialisasi dan Diskusi Persiapan Rencana Kegiatan Tindak Lanjut (RKTL) dalam rangka implementasi strategi Misi Pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Blitar Tahun 2025–2029 dengan pendekatan Desa Cerdas.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari empat desa, yakni Desa Tembalang, Desa Ngadirenggo, Desa Tegalasri, dan Desa Balerejo. Dua desa terakhir dihadiri oleh Kepala Desa, Direktur BUMDes, dan operator desa secara langsung. Sementara itu, Desa Tembalang dan Ngadirenggo diwakili oleh Sekretaris Desa, Direktur BUMDes, dan operator desa.

Turut hadir dan memimpin langsung kegiatan ini Camat Wlingi, Suwito, S.Sos., M.Si., yang didampingi oleh Sekretaris Kecamatan dan para Kepala Seksi. Dari pihak Pemerintah Kabupaten Blitar, hadir Kepala Bidang APTIKA Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar. Sementara itu, narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar sekaligus Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia.

Dalam penjelasannya, Hamzah Fathoni menekankan pentingnya kebijakan transformasi digital sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045. Dijelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto pada 10 Februari 2025 telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, yang menegaskan digitalisasi sebagai strategi utama penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, efisien, dan inklusif.

“Desa Digital menjadi prioritas nasional, bahkan menjadi bagian dari prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2025. Ini peluang besar bagi desa-desa untuk mempercepat pembangunan berbasis teknologi,” tegas Hamzah.

Kabupaten Blitar sendiri telah merancang strategi digitalisasi desa sebagai langkah awal mewujudkan Misi Pembangunan Daerah 2025–2029. Adapun dua tujuan utama dari strategi ini Adalah: (1) Meningkatkan kinerja birokrasi dan pelayanan publik berbasis elektronik yang akuntabel dan bebas korupsi; (2) Mempermudah akses layanan, meningkatkan kualitas hidup, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui TIK.

Dalam tahap awal, digitalisasi desa akan difokuskan di 26 desa yang tersebar di 22 kecamatan.

Hamzah menyampaikan lima tahapan kegiatan utama yang akan dilaksanakan sampai akhir tahun 2025:

  1. Lokakarya Hak Akses Internet dan Pengukuran Jaringan
    Lokakarya ini melibatkan 15 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dari berbagai desa, membahas hak akses internet dan praktik pemantauan jaringan dengan tools sederhana.
  2. Pembangunan Infrastruktur Jaringan Internet Desa
    Melalui kolaborasi dengan APJII, RTIK, Kemendesa, dan pemerintah desa, dilakukan penyediaan internet hingga ke tingkat pelanggan desa melalui skema bisnis BUMDes. Pelatihan teknis untuk penggelaran kabel, manajemen bandwidth, dan model bisnis juga akan diberikan.
  3. Pemutakhiran Data Warga Berbasis SDG’s
    Menggunakan aplikasi SITAKRO, data warga akan diperbarui oleh enumerator terlatih yang juga berfungsi sebagai kader digital desa. Proses ini penting untuk mendukung aplikasi administrasi desa berbasis data akurat.
  4. Implementasi Aplikasi Administrasi Desa Berbasis Data Warga
    SITAKRO juga berfungsi sebagai aplikasi layanan persuratan dan administrasi. Implementasi akan melibatkan proses identifikasi kebutuhan, pelatihan, dan monitoring.
  5. Pengembangan Website Desa
    Website desa akan dibangun atau dikembangkan kembali jika sebelumnya sudah ada namun tidak aktif. Dukungan diberikan oleh PANDI dan RTIK, termasuk penyediaan domain desa.id. Pelatihan untuk operator dan perangkat desa menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan layanan digital ini.
  6. Pemetaan Data Mikro Potensi Desa
    Dengan teknologi GIS, kegiatan ini memetakan potensi ekonomi, SDA, SDM, dan fasilitas desa untuk dasar kebijakan dan penanggulangan darurat.

Camat Wlingi, Suwito, menyampaikan apresiasi dan harapan agar desa-desa di wilayahnya menjadi pelopor transformasi digital di Blitar. “Kegiatan ini bukan hanya untuk memenuhi program pusat atau kabupaten, tapi demi meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Sementara itu, para peserta menyambut antusias rencana yang disampaikan dalam acara ini. Retnoningsih, Kepala Desa Tegalasri menyatakan kesiapannya untuk mengikuti setiap program kegiatan mulai dari Lokakarya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), pemutakhiran data individu warga berbasis SDG’s, Implementasi Aplikasi Layanan Administrasi Berbasis Data Warga, dan Pemetaan Data Mikro Potensi Desa.

“Kami akan mendukung dan mengikuti semua bentuk kegiatan untuk menunjang Misi Pembangunan Bapak Bupati dan Wakil Bupati, akan tetapi untuk domain dan Website desa sudah kami Kelola secara mandiri oleh perangkat desa, akan tetapi masih perlu ditingkatkan kapasitas teknisnya. Demikian juga dengan infrastruktur jaringan internet di desa Tegalasri sudah dikelola secara mandiri oleh BUMDES”, kata Retnoningsih, Kades Tegalasri.

Kepala Desa Balerejo Setiyoko juga sepakat dengan dukungan untuk mengikuti program dan kegiatan untuk mewujudkan Misi Bupati seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Tegalasri.

“Kami desa Balerejo siap untuk menganggarkan untuk pengembangan Informasi kepada warga dengan cara memasang CCTV dan Layar Smart TV di setiap titik strategis (misal Pos kamling), selain dari rangkaian program kegiatan untuk mendukung Misi Pembangunan Bapak Rijanto dan Kaji Beky”, ditegaskan Setiyoko, Kades Balerejo.

Sedangkan Desa Ngadirenggo selain akan mengikuti sama seperti tiga desa yang lain, karena beberapa wilayah dusunnya masih kesulitan akses Internet, maka perlu ditambahkan kegiatan Pembangunan Infrastruktur Jaringan Internet Desa secara mandiri dengan dampingan dari Relawan TIK dan APJII.

Ke empat desa peserta yang hadir, termasuk dari Desa Tembalang siap mensukseskan Misi Pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Blitar dalam bentuk Digitalisasi Desa Dalam Mendukung Pelayanan Publik di Kabupaten Blitar Tahun 2025. Sehingga mereka mengaku siap mengikuti pelatihan teknis dan mengawal implementasi sistem digital yang terintegrasi.

Kegiatan hari ini ditutup dengan pendaftaran secara online dari peserta yang mewakili Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dari desa masing untuk mengikuti Lokakarya Pemahaman Hak Akses Internet dan Pelatihan Pemantauan Jaringan Internet Berbasis Komunitas Tahun 2025. Kegiatan Lokakarya ini akan diselenggarakan oleh Relawan TIK dan Bidang IKP Dinas Kominfo Startistik dan Persandian Kabupaten Blitar bekerjasama dengan Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), pada tanggal 28 mei 2025, bertempat di Ruang Perdana Kantor Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar Lantai 2.


Persiapan Kick Off RKTL 2025: Kabupaten Blitar Menuju Desa Cerdas Berdaya Dan Berjaya

Blitar, 04 Mei 2025 | Pemerintah Kabupaten Blitar resmi akan memulai pelaksanaan Rencana Kegiatan Tindak Lanjut (RKTL) 2025 dengan tajuk “Mewujudkan Misi Pembangunan Kabupaten Blitar 2025–2029 dengan Pendekatan Desa Cerdas.” Kegiatan yang akan digelar pada Kamis (8/5/25) menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam mengakselerasi transformasi desa melalui teknologi dan kolaborasi multi-sektoral.

Dua desa percontohan, yakni Desa Sawentar (Kanigoro) dan Desa Wates (Wates), dipilih sebagai lokasi peluncuran program. Dengan dukungan dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia, Kementerian Desa PDT, STIKOSA AWS, Dinas Kominfo Statistik dan Persandian, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, pelaksanaan RKTL diharapkan akan berlangsung dinamis, penuh partisipasi, dan sarat semangat inovatif.

Program ini mengadopsi pendekatan Desa Cerdas yang berlandaskan pada enam pilar utama: Pemerintahan Cerdas, Masyarakat Cerdas, Ekonomi Cerdas, Mobilitas Cerdas, Lingkungan Cerdas dan Kehidupan Cerdas. Fokus tahun pertama (2025) diarahkan pada pembangunan demplot pertanian berbasis pupuk nano untuk tanaman pangan dan hortikultura, serta penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pengelolaan irigasi dan aplikasi pemupukan.

Pelatihan kepada petani dan perangkat desa terkait penggunaan IoT dalam tata kelola pertanian menjadi bagian penting dari agenda, sebagai upaya membekali sumber daya lokal dengan keterampilan digital praktis.

Kontribusi kalangan akademisi juga menjadi sorotan utama. Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) hadir sebagai mitra strategis dalam aspek penelitian dan pendampingan. Fokus kajian mereka meliputi pemetaan potensi desa secara sosial, budaya, dan ekonomi digital.

Dosen dan peneliti Stikosa AWS, Dr. Jokhanan Kristyono, M.Med.Kom., menekankan pentingnya pendekatan partisipatif berbasis ilmu pengetahuan dalam membangun desa. “Dibutuhkan sentuhan akademik dalam merancang pendekatan citizen science, agar masyarakat desa tidak sekadar menjadi objek pembangunan, tetapi subjek aktif dalam pengumpulan data, analisis, dan pengambilan Keputusan,” ujarnya.

Menambah kekuatan dari sisi industri, program Berkilau (Bersama Kita Tumbuh dan Maju Digital) turut diluncurkan. PT Master Teknologi Nusantara menggandeng UMKM desa untuk naik kelas melalui pelatihan digitalisasi usaha, pembuatan konten kreatif, dan penguatan merek lokal berbasis teknologi.

“Ini bukan hanya soal teknologi, tapi tentang perubahan budaya digital yang menyentuh semua lini kehidupan desa,” ungkap salah satu perwakilan PT Master Teknologi Nusantara dalam sesi diskusi persiapan kegiatan kick off.

Kegiatan RKTL 2025 ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan, tetapi juga wadah konsolidasi lintas sektor. Mulai dari workshop literasi digital, bimbingan teknis platform desa cerdas, hingga kunjungan lapangan yang melibatkan akademisi, pelaku industri, dan perwakilan warga desa.

Pemerintah Kabupaten Blitar berharap pendekatan kolaboratif ini mampu membentuk ekosistem desa cerdas yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan sepanjang periode 2025–2029.

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur atau teknologi, tetapi juga membangun harapan, kapasitas, dan masa depan bersama masyarakat desa,” ujar Drs. Rijanto, MM., Bupati Blitar saat memberikan arahan kepada Ketua Umum beserta Wakil Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, Kemendes PDT dan STIKOSA AWS Surabaya.

Relawan TIK Indonesia: Strategi Mewujudkan Misi Pembangunan Kabupaten Blitar 2025 – 2029 Dengan Pendekatan Desa Cerdas

Blitar, 24 April 2025 – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Pembangunan Bersama Bupati dan Wakil Bupati Blitar serta Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Kamis (24/4), bertempat di Pendopo Ronggo Hadi Negoro. Diskusi ini mengusung tema “Mewujudkan Misi Pembangunan Kabupaten Blitar 2025–2029 dengan Pendekatan Desa Cerdas”, dan menghadirkan narasumber utama dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), serta Sekolah Tinggi Komunikasi (STIKOSA AWS) Surabaya yang berkompeten dalam transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati dan Sekda ini menjadi salah satu momentum penting bagi Pemkab Blitar dalam merancang arah kebijakan pembangunan jangka menengah (RPJMD), khususnya menyongsong masa depan desa di Kabupaten Blitar yang cerdas, inovatif, dan inklusif secara digital. Hadir sebagai pembicara utama dalam diskusi ini antara lain Ketua Bidang Program Pengurus Pusat (PP) Relawan TIK Indonesia yang juga Ketua Umum Relawan TIK Cabang Kabupaten Blitar, Hamzah Fathoni; dari Pusat Daya Saing (Pusdaing) Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Kemendes PDT, Mujianto; serta Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya yang turut memberikan perspektif penting data mikro sebagai landasan utama dalam askselerasi pencapaian Misi Pembangunan di Kabupaten Blitar 2025 – 2029.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, H. Rijanto, menyampaikan bahwa kegiatan hari ini sangat luar biasa dan apa yang dipaparkan oleh Relawan TIK agar ditindaklunti oleh semua OPD yang hadir pada hari ini. Bupati Blitar juga memberikan apresiasi mendalam terhadap kiprah Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia yang selama ini telah menjadi motor penggerak perubahan digital di tengah masyarakat.

“Relawan TIK adalah ujung tombak dalam mewujudkan masyarakat melek digital. Saya mengajak seluruh pimpinan OPD agar menindaklanjuti yang telah dipaparkan oleh Relawan TIK pada kegiatan luar biasa pada hari ini. Saya meminta agar Desa yang selama ini sudah didampingi oleh Relawan TIK bisa dijadikan role model untuk minimal satu desa untu satu kecamatan, sehingga tahun ini ada 22 desa implementasi Desa Cerdas di Kabupaten Blitar. Kita butuh SDM yang cakap digital agar Kabupaten Blitar bisa bersaing di era transformasi teknologi ini,” tegas Bupati Rijanto.

Beliau juga menegaskan bahwa pembangunan ke depan tidak hanya berbasis infrastruktur fisik, tetapi juga harus didorong oleh pembangunan sumber daya manusia melalui pelatihan digital, literasi media, dan pemanfaatan teknologi berbasis kebutuhan lokal.

Drs. H. Rijanto, MM., Bupati Blitar Menyampaikan Sambutan dan sekaligus pengarahan

Ketua Relawan TIK Kabupaten Blitar, Hamzah Fathoni, menyoroti bahwa Kabupaten Blitar memiliki modal besar untuk mewujudkan desa cerdas, mengingat luas wilayah yang signifikan, kekayaan sumber daya alam, ragam budaya dan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif yang akrab dengan teknologi.

“Bonus demografi dan tren peningkatan pengguna internet di Kabupaten Blitar adalah peluang strategis. Dengan ekosistem digital yang tepat, desa-desa di Blitar bisa menjadi pusat inovasi dan ekonomi kreatif,” ujar Hamzah dalam paparannya.

Menurut data yang disampaikan oleh Relawan TIK, pertumbuhan pengguna internet di Kabupaten Blitar mengalami lonjakan hingga 12% per tahun dalam tiga tahun terakhir, yang mencerminkan tingginya adopsi teknologi di kalangan Masyarakat pedesaan.

Sementara itu, Mujianto dari Pusat Daya Saing BPI Kemendes PDT menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung pengembangan desa cerdas di Kabupaten Blitar melalui integrasi kebijakan, pendampingan teknis, serta penguatan infrastruktur digital.

“Dengan kekuatan lokal yang dimiliki Kabupaten Blitar, kami yakin bahwa implementasi desa cerdas bisa berjalan optimal. Hal ini akan menciptakan pelayanan publik yang lebih efisien, partisipatif, dan berbasis data,” kata Mujianto.

Dirinya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku teknologi, dan masyarakat desa dalam mewujudkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan melalui digitalisasi desa.

Mujianto, S.E., M.T., dari Pusat Daya Saing (Pusdaing) BPI Kemendes PDT

Diskusi yang berlangsung interaktif ini juga diwarnai dengan sesi dialog antara para peserta, yang terdiri dari para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan seluruh camat (22 kecamatan) yang ada di Kabupaten Blitar. Diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi awal, termasuk perlunya:

  • Penyusunan roadmap desa cerdas yang terintegrasi dalam RPJMD 2025–2029.
  • Pelatihan berjenjang literasi digital bagi aparat desa dan Masyarakat.
  • Pembangunan ekosistem digital desa berbasis kebutuhan dan potensi lokal yang diawali dengan Pemetaan/ riset data micro yang akan diimplementasikan dalam bentuk Sistem Informasi Geografis (GIS).
  • Kemitraan aktif dengan lembaga pendidikan tinggi, Media, dan NGO yang dalam hal ini dimotori oleh Relawan TIK Indonesia.

Kegiatan ini menandai langkah awal yang serius dari Pemkab Blitar dalam meletakkan fondasi pembangunan berbasis teknologi dan inovasi. Dengan kolaborasi multi-pihak yang kuat, Kabupaten Blitar optimis dapat menjadi pionir dan sekaligus role model implementasi Smart Village di wilayah Jawa Timur dan nasional.

Bersama Bupati Blitar Drs. Rijanto, MM., Sekretaris Daerah Drs. Izul Marom, M.Sc. dan Para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Blitar.

Relawan TIK Indonesia Nominator WSIS Prizes 2025 Diundang Konferensi Pers Bersama Wakil Menteri Komdigi

Jakarta | Relawan TIK Indonesia dalam hal ini Ketua Umum Pengurus Pusat Hani Purnawanti dan Ketua Bidang Program Hamzah Fathoni diundang sebagai salah satu Nominator untuk mengikuti rapat Kampanye World Summit on the Information Society (WSIS) Prize 2025 dan Konferensi Pers bersama Nezar Patria, Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Digital RI Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (16/4) ini merupakan upaya Kemkomdigi untuk menyosialisasikan ajang WSIS Prize 2025 yang digelar PBB melalui International Telecommunication Union (ITU) agar masyarat Indonesia turut mendukung inisiasi dan inovasi anak bangsa di kancah global.

Sebagai informasi, tahun ini Indonesia menempatkan 12 inisiatif nominator yang salah satunya adalah inisiatif dari Relawan TIK Indonesai – Empowering Rural Communities Through Digital Literacy sebagai unggulan di tujuh kategori. Dukungan dapat dilakukan dengan membuka tautan https://s.id/pilih-indonesia, lalu memilih 18 kategori didalamnya. Untuk memastikan suara kita terekap dengan baik, silakan voting sebelum 1 Mei 2025 pukul 04.00 WIB dini hari.

Dukungan publik melalui voting daring dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia di forum global yang dihela oleh PBB. Kementerian Komunikasi dan Digital secara resmi menyampaikan dukungan terhadap 12 inisiatif dan inovasi nasional yang menjadi nominator dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2025. Ajang penghargaan internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) – PBB menjadi salah satu tolok ukur penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta digital secara global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa WSIS Prizes merupakan platform penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kapasitas dan komitmen tinggi dalam memanfaatkan TIK untuk menjawab sejumlah persoalan di masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

“WSIS Prizes bukan hanya ajang penghargaan, tetapi juga bentuk pengakuan global terhadap praktik baik dalam transformasi digital. Partisipasi aktif Indonesia menunjukkan bahwa kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi digital yang berdampak dan bermakna,” jelasnya dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian Komdigi Jakarta Pusat, Rabu (16/04/2024).

Menurut Nezar Patria, Indonesia secara konsisten berpartisipasi dalam WSIS Prizes dan telah menorehkan prestasi membanggakan pada tahun-tahun sebelumnya.  “Sejumlah inovasi dan inisiatif asal Indonesia berhasil menjadi finalis dan bahkan meraih penghargaan utama di berbagai kategori,” tegasnya. Tahun ini, beberapa inovasi dan inisiatif Indonesia telah masuk ke dalam daftar nominator resmi WSIS Prize yang merupakah saringan lebih dari 1000 inovasi dan inisiatif yang didaftarkan ke komite WSIS

Saat ini WSIS Prizes memasuki tahapan voting daring yang terbuka untuk publik global. “Proses pemungutan suara ini akan sangat menentukan apakah inovasi dan inisiatif tersebut akan melaju sebagai pemenang pada ajang penganugerahan di Jenewa, Swiss, yang pengumumannya dijadwalkan pada 11 – 17 Juli 2025,” ungkap Nezar Patria.

Wamenkomdigi Nezar Patria mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut memberikan suara (vote) dan menyebarluaskan informasi ini kepada khalayak luas. Informasi lengkap tentang inovasi dan inisiatif nominator Indonesia dan cara melakukan voting dapat diakses melalui pranala / link https://s.id/pilih-indonesia, selambatnya 1 Mei 2025 pukul 04.00 WIB.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik dari kalangan pemerintah, industri, komunitas, masyarakat sipil, akademisi, maupun media, untuk ikut menyukseskan partisipasi merah-putih di kancah global. Makin banyak dukungan, makin besar peluang kita membawa pulang penghargaan yang membanggakan bagi bangsa,” tegasnya.

Ajang WSIS Prizes dibagi ke dalam berbagai kategori yang mewakili 11 (sebelas) WSIS Action Lines dan relevansi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari kategori infrastruktur digital, peningkatan kapasitas, media, e-government, e-health, e-agriculture, hingga inklusi digital. Setiap inovasi dan inisiatif dinilai berdasarkan kebermaknaan, dampak, kemudahaan di replikasi, dan skalabilitasnya dalam konteks Pembangunan digital.

Jejaring Kemitraan Desa cerdas: Program Relawan TIK Indonesia Jadi Nominator Forum Dunia WSIS Prizes 2025

JAKARTA | Relawan TIK Indonesia mengukir Sejarah dengan setiap tahun inisiatif yang disubmit lolos sebagai nominator WSIS Prizes. Tahun ini (2025) inisiasi “Empowering Rural Communities Through Digital Literacy: Building the Foundation for Smart Villages”, menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang berhasil mendapatkan nominasi dalam ajang penghargaan bergengsi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) International Telecommunication Union (ITU)  Perserikatan Bangsa Bangsa tersebut (11/04/2025).

Dalam World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2025, Seperti tahun lalu Indonesia berhasil menempatkan 12 karya atau inisiatif sebagai nominator.

Ketua Umum Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, Hani Purnawanti menyatakan apreasi yang tinggi kepada para nominator WSIS Prizes 2025 dari berbagai pengampu kepentingan bidang TIK dan juga berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia. Hani Purnawanti juga mengajak warganet Indonesia untuk memilih nominasi karya TIK dari Indonesia, khususnya inisiatif Relawan TIK agar menjadi pemenang WSIS Prizes 2025.

“Warganet Indonesia, tunjukkan kepada dunia bahwa kita punya sumber daya bidang digital yang unggul dan mampu bersaing dengan negara manapun. Untuk itu, mari gunakan jari kita untuk melakukan vote, pilih Merah-Putih!” ungkapnya, Minggu (13/04/2025).

Mendukung apa yang disampaikan oleh Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, Hamzah Fathoni sebagai penanggung jawab Bidang Program sangat bersyukur bahwa salah satu inisiatif yang diajukannya lolos sebagai nominator setelah melalui seleksi ketat bersaing dengan inisiasi dari berbagai belahan dunia lainnya, setelah melewati review tim juri ITU PBB.

“Karya kami bersanding dengan 360 nominator inisiatif dari seluruh dunia dalam 18 kategori. Dan terpilih dalam proses seleksi tim pakar PBB terhadap lebih dari 1,000 pendaftar,” jelas Hamzah.

Inisiatif yang berhasil masuk sebagai nominator dalam ajang penghargaan Internasional WSIS Prizes 2025 kali ini adalah kegiatan Jejaring Kemitraan Program Desa Cerdas, yang bermitra dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Program ini menyoroti pentingnya pembentukan Ruang Komunitas Digital di pedesaan serta memobilisasi partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas berbasis teknologi.

Melalui serangkaian lokakarya, sesi pelatihan, dan forum diskusi kolaboratif, program ini telah berhasil memberdayakan masyarakat desa untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi demi mendukung pembangunan lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Pada fase pertama dan kedua selama tahun 2023–2024, program ini telah menjangkau 36 kabupaten dan mencakup 118 desa dari berbagai penjuru Indonesia.

Fokus utama program ini adalah pada pemberdayaan masyarakat pedesaan yang beragam, dengan membekali mereka keterampilan literasi digital yang esensial. Melalui pelatihan yang dirancang secara komprehensif, inisiatif ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan digital serta menciptakan generasi masyarakat yang melek teknologi.

Peningkatan literasi digital membuka peluang lebih besar bagi masyarakat desa untuk mengakses informasi, berpartisipasi dalam ekonomi digital, dan terlibat secara aktif dalam kehidupan sosial dan pembangunan komunitas. Inisiatif ini juga sejalan dengan visi jangka panjang untuk membangun Desa Cerdas (Smart Village) — desa yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana peningkatan kualitas hidup, penguatan ekonomi lokal, serta percepatan pembangunan berkelanjutan.

Hingga saat ini, program ini telah menunjukkan dampak yang signifikan dalam membentuk komunitas yang lebih terhubung, resilien, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Di tengah keberagaman etnis, bahasa, budaya, potensi, hingga tantangan lokal yang dihadapi di setiap daerah, program ini berhasil menunjukkan bahwa transformasi digital di desa bukan hanya mungkin, tetapi juga sangat relevan dan berdampak nyata.

Agar menjadi champion, karya inisiatif TIK perlu dipilih atau vote oleh masyarakat luas sebagai bentuk pengakuan. Pemberian vote dapat dilakukan sampai tanggal  30 April 2025. Dari hasil vote tersebut, ITU akan menentukan lima karya inisiatif yang memperoleh suara hasil vote tertinggi per kategori. Setelah itu baru satu Winner dan empat Champion per kategori.

WSIS merupakan forum bagi negara-negara yang tergabung dalam ITU untuk memastikan akses yang lebih luas terhadap TIK. Karya dan inisiatif unggulan dari berbagai penjuru dunia juga mendapatkan penghargaan untuk mempromosikan penggunaan TIK dalam Pembangunan berkelanjutan.

Berikut 12  karya atau inisiatif Indonesia yang menjadi nominator WSIS Prizes 2025 :

  1. Empowering Rural Communities through Digital Literacy dari Relawan TIK Indonesia – Category 15 — AL C8. Cultural diversity and identity, linguistic diversity and local content
  2. ⁠Action for Former Migrant Workers and Indonesia’s Digital Economy Inclusion dari ICT Watch – Category 4 — AL C4. Capacity building
  3. National Digital Literacy Program, Initiative Collaboration of Multistakeholders and Government dari KOMDIGI – Category 4 — AL C4. Capacity building
  4. AI Policy & Skilling Lab dari CfDS – Category 6 — AL C6. Enabling environment
  5. Digdaya Persuratan – Digital Document Management System for Organizational Correspondence dari PBNU – Category 7 — AL C7. ICT applications: benefits in all aspects of life — E-government
  6. K-trash: Digital Waste Management Cooperative for a Sustainable Indonesia dari Kelompok Sadar Wisata Setopuro (Pokdarwis Setopuro) – Category 12 — AL C7. ICT applications: benefits in all aspects of life — E-environment.
  7. ⁠Kampung Elektronik Pintar Kepuh (Kepuh Smart Electronics Village) dari Desa Kepuh – Category 12 — AL C7. ICT applications: benefits in all aspects of life — E-environment.
  8. Pundensari Education Culture Electronic Learning Madiun dari OpenMadiun Communicate (OMC) – Category 15 — AL C8. Cultural diversity and identity, linguistic diversity and local content.
  9. ⁠Empowering Youth Through Digital Innovation: Enhancing Capacity, Opportunities, and Participation in Civic Life dari BASAibu – Category 15 — AL C8. Cultural diversity and identity, linguistic diversity and local content.
  10. ASEAN Guideline on Management of Government Information in Combating Fake News and Disinformation in The Media dari KOMDIGI – Category 16 — AL C9. Media.
  11. MadiunMembaca My ID: A New Way for Community Libraries to Connect Books with Fellow Readers dari OpenMadiun Communicate (OMC) – Category 16 — AL C9. Media.
  12. ⁠Jakarta Lawan Hoaks dari Diskominfotik Prov. Jakarta – Category 17 — AL C10. Ethical dimensions of the Information Society.

Mohon bantu dukung dengan melakukan vote di :

Inisiatif Teknologi untuk Desa Cerdas di Blitar: Pemetaan dan Implementasi IoT

Blitar, 7 Maret 2025 – Kabupaten Blitar memulai langkah penting dalam pengembangan desa cerdas melalui kegiatan pemetaan potensi dan demografis yang berbasis pada enam pilar desa cerdas serta pengelolaan dana desa. Kegiatan ini diinisiasi oleh Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia, bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya (STIKOSA) AWS dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Kegiatan tahap awal yang berlangsung pada hari Jumat, 7 Maret 2025 ini, dihadiri beberapa pihak. Dari Relawan TIK Indonesia, hadir Hamzah Fathoni (Bidang Program Pengurus Pusat) dan Muhajir Sulthonul Aziz (Ketua Relawan TIK Jatim) beserta tim teknis. Sedangkan STIKOSA AWS dipimpin langsung oleh Ketuanya, Dr. Jokhanan Kristiyono, S.T., M.Med.Kom.

Rangkaian kegiatan diawali dengan paparan dan diskusi di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar. Fokus utama adalah pengenalan kegiatan pemetaan dan riset, khususnya potensi pertanian, yang akan dilaksanakan oleh STIKOSA AWS dan Relawan TIK Jawa Timur. Selain itu, dibahas pula pengembangan aplikasi Sistem Informasi Data Mikro (sitrakro.com) untuk layanan administrasi desa, serta pemanfaatan data dalam pengembangan data mikro pertanian.

Di Dinas KPP, rombongan diterima oleh Himawan Prabowo, Kepala Bidang SDM, beserta staf. Pembahasan mendalam dilakukan mengenai desain riset, yang oleh Kabid SDM Dinas KPP diminta khusus selain untuk Kabupaten Blitar secara umum tetapi dibuat juga khusus untuk Sektor Pertanian dan pengembangan Balai Penyuluh Pertanian (BPP), pemetaan, dan aplikasi data mikro pertanian.

“Kami dari dulu memiliki mimpi, BPP yang kantornya ada di setiap Kecamatan itu bisa diperdayakan dan dimanfaatkan secara optimal. Khususnya sebagai data center, pengembangan teknologi pertanian, demplot IoT, membangun ekosistem perniagaan hasil pertanian dan upaya mengembalikan kaum milenial menjadi petani”, kata Himawan.

Setelah dari DKPP, kegiatan dilanjutkan ke Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro. Di sana, dilakukan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara STIKOSA AWS dan Kepala Desa Sawentar, Mujianto. Acara dilanjutkan dengan survei lokasi ladang yang akan dijadikan demplot implementasi Internet of Things (IoT) dan penggunaan pupuk teknologi nano.

Perjalanan berlanjut ke Desa Wates, Kecamatan Wates. Agenda serupa dengan di Desa Sawentar, yaitu penandatanganan IA antara STIKOSA AWS dan Kepala Desa Wates, Moh. Hamid Almauludi. Diskusi persiapan data dan format surat layanan untuk pengembangan aplikasi sitakro.com dengan fitur tambahan layanan administrasi secara digital, serta penandatanganan IA yang diikuti dengan survei lokasi ladang untuk demplot implementasi IoT dan pupuk nano.

Kegiatan ini menandai langkah awal penting dalam pemanfaatan teknologi untuk pengembangan desa di Kabupaten Blitar. Dengan pemetaan potensi dan demografis yang akurat, diharapkan desa-desa dapat merancang program pembangunan dengan menggunakan pendekatan Desa Cerdas yang lebih efektif dan efisien, serta mewujudkan enam pilar konsep Desa Cerdas yang akan dijadikan role model Nasional oleh Kemendes PDT sebagai bentuk praktik baik meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perdesaan.

Peningkatan Kapasitas Master of Training 2025: Rencana Tindak Lanjut Implementasi Desa Cerdas di Daerah

Surabaya – Selama dua hari (20 & 21/2) Stikosa AWS menjadi tempat penyelenggaraan Master of Training (MoT) Peningkatan Kapasitas Pendampingan Implementasi Desa Cerdas Nasional 2025. Acara ini diselenggarakan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia.

Acara MoT yang diselenggarakan secara luring di ruang multimedia kampus Stikosa AWS itu didahului dengan acara pembukaan yang berlangsung di aula Diskominfo Jawa Timur, Jl. Ahmad Yani 242 Surabaya (19/2). Narasumber MoT adalah beberapa tenaga ahli dari Kemendes, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), RTIK, Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi), Assosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Timur serta Ketua Stikosa AWS, Dr Jokhanan Kristiyono, M.Med.Kom.

Menurut Ketua Umum RTIK, Hani Purnawanti, peserta MoT yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Antara lain dari Kalimantan Selatan, Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali. Mereka akan diminta melaksanakan sosialisasi Desa Cerdas dan pemberdayaan RTIK dengan melaksanakan pendampingan di wilayah masing-masing.

“Sosialisasi dan pendampingan ini berlaku secara nasional di lokus-lokus yang sudah ditentukan oleh Kemendesa maupun desa yang secara swadaya menginginkan program ini” ujar Hani.

Dalam sambutan pengarahan, Kabid Kemasyarakatan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jatim, Drs Tri Yuwono, M.Si mengatakan bahwa desa adalah pilar utama dalam perencanaan pembangunan nasional. UU No 6/2014 sudah mencanangkan desa sebagai subyek, bukan lagi sebagai obyek seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu ia berpesan kepada para peserta MoT, sebelum masuk ke desa harus memahami betul seluk beluk tentang desa selain kompetensi yang dipunyai para pendamping desa dalam melaksanakan sosialisasi dan pemberdayaan

Tri Yuwono mengatakan, walaupun mempunyai 286 wilayah kepulauan namun Jawa Timur tidak termasuk dalam daerah 3 T (tertinggal, terdepan dan terluar) dalam skala nasional. Ia menyebut data, dari 7.721 desa yang ada di Jawa Timur, 4019 desa atau 43,5 % merupakan desa mandiri. Yakni desa yang mempunyai ketersediaan dan akses terhadap layanan dasar, kegiatan sosial, kegiatan ekonomi, lingkungan, aksesibilitas dan administrasi pemerintahan yang sudah sangat baik. Atau desa yang sudah bisa mengelola sumber daya alam sendiri untuk meningkatkan kesejahteraan. Sisanya terdiri dari kategori desa maju sebanyak 2924 desa, kategori berkembang 778 desa dan tidak ada satupun kategori desa tertinggal atau sangat tertinggal.

Dalam sesi pembekalan di ruang multimedia kampus Stikosa AWS, berbagai materi disampaikan oleh masing-masing narasumber. Mulai dari tata kelola desa cerdas, tata kelola Bumdes, teknologi internet desa mandiri, praktek micro teaching dan sebagainya.

Salah satu narasumber, Mujianto, kordinator program desa cerdas Kementerian Desa PDT memberi tips dan trik menarik bagaimana melakukan perencanaan, pendampingan dan pemberdayaan di desa. Ia memberi contoh desa Sri Mulyo di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta yang sudah melaksanakan digitalisasi desa dengan sangat bagusnya. Desa ini merupakan desa percontohan pengelolaan desa terbaik se Indonesia dan banyak didatangi tamu-tamu mancanegara untuk belajar tata kelola desa.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua RTIK Jawa Timur, Muhajir Shultonul Azis, M.I.Kom mengatakan bahwa penyelenggaraan MoT berskala nasional ini sengaja memilih kampus Stikosa AWS sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.

“Stikosa AWS merupakan salah satu mitra Relawan TIK yang selama ini berkomitmen untuk bersama-sama melaksanakan pemberdayaan dengan komunitas Relawan TIK ke desa melalui program Desa Cerdas” ujarnya.

Hal ini dibenarkan oleh Jokhanan. Menurut Ketua Stikosa AWS tersebut, kerjasama dengan RTIK Jatim sudah berlangsung lama. Bahkan sudah terbentuk Komisariat RTIK Stikosa AWS pada tanggal 2 Juni 2022.

Kolaborasi Relawan TIK dan Desa Cerdas di Jatim

Jatim Newsroom – Guna menindaklanjuti rencana implementasi program Desa Cerdas, relawan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) melakukan audensi ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur di ruang kerja Kepala DPMD, Selasa (18/2/2025).

Kunjungan tim relawan TIK Jatim ini dipimpin langsung oleh Muhajir Sulthonul Aziz selaku Ketua tim, didampingi Hamzah Fathoni yang merupakan Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, serta jajaran relawan TIK Jatim lainnya. Mereka diterima oleh Kadis DPMD Jatim, Ir Budi Sarwoto M.M. dan jajaranya, serta Kadis Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin,S.SI.,M.IP yang didampingi Ketua Tim Kerja Aplikasi.

Ketua Relawan TIK Jatim, Muhajir Sulthonul Aziz, S.Kom mengatakan tujuan audensi ini yaitu relawan TIK ingin mensinergikan Desa Cerdas dengan DPMD dan Diskominfo Jatim. Karena di dalam program Desa Cerdas terdapat unsur digitalisasi.

Dijelaskan, program Desa Cerdas merupakan program yang sudah berjalan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mulai 2021 dan berakhir pada 2024 karena dana dari loan Bank Dunia berakhir. Oleh karenanya, Muhajir berharap Pemerintah Provinsi Jatim bisa mendukung kembali program tersebut.

“Harapan kami, dengan audensi ini kita bisa jalan bersama – sama secara masif ke desa untuk mengimplementasikan program Desa Cerdas, dan dari sektor terkecil seperti desa justru akan membawa digitalisasi di Jatim lebih maju dan pesat,”katanya.

Ia menyampaikan, bahwa dalam implementasi program Desa Cerdas harus selalu menekankan pentingnya Jejaring kemitraan dan kolaborasi antara berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta, dalam mewujudkan Desa Cerdas.

“Relawan TIK melihat kerjasama dengan dua OPD tersebut sudah benar berjalan sesuai keinginan dan tupoksinya. Karena apabila ada masalah jaringan, dan infrastruktur digital kita bisa bareng ke Diskominfo, kemudian kalau hubungan dengan masyarakat desa kita langsung ke DPMD,”paparnya.

Ia menambahkan, di Jatim ini lokus atau tempat Desa Cerdas ratusan. Di antara di Situbondo, Probolinggo, Pasuruan dan Pacitan. “Dengan membangun jejaring kemitraan desa yang kokoh dengan Provinsi Jatim, diharapkan program Desa Cerdas dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi Masyarakat desa,serta juga menjadi tonggak pembangunan desa di Jatim dan Indonesia,”pungkasnya.

Kepala DPMD Jatim, Ir Budi Sarwoto M.M, mendukung dan menyambut baik program yang disampaikan oleh relawan TIK terkait Desa Cerdas.

“Kami berharap relawan TIK bisa berkolaborasi dan sinergi dengan DPMD. Karena program disampaikan relawan TIK yaitu menyangkut ekonomi, sosial maupun ekologi yang sangat terkait dengan program kerja di DPMD,” tuturnya.

Senada, Kadis Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, juga memberi dukungan terhadap program dari relawan TIK untuk rencana impelementasi Desa Cerdas tersebut. Apalagi Diskominfo Jatim pada 2025 ini memiliki program Cerdas Digital yang berpotensi untuk disenergitaskan.

Tingkatkan Kapasitas MOT Seri#2, Mantapkan Strategi: Pelatihan untuk Desa Cerdas Berbasis RKDD

Jakarta – Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia, bekerja sama dengan Pandu Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), menggelar kegiatan Seri #2 : Peningkatan Kapasitas Master of Training (MOT) 2025 pada hari Minggu, 09 Februari 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari Relawan TIK secara nasional, pendamping desa, para pegiat pemberdayaan masyarakat, serta Pandu Digital tingkat purwa dan tingkat madya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Hani Purnawanti, Ketua Umum Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia. Dalam sambutannya, Hani menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam advokasi dan pendampingan implementasi konsep desa Cerdas secara nasional.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Relawan TIK untuk terus berkontribusi sebagai bridging dalam Pembangunan desa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,” ujarnya.

Dua narasumber utama hadir dalam kegiatan ini. Yunda Azrina Azhar, S.Pi., Penggerak Swadaya Masyarakat Kemendes PDT, memaparkan materi tentang Keputusan Menteri Desa PDTT No. 55 Tahun 2024 sebagai Panduan Umum Pengembangan Desa Cerdas. Yunda menjelaskan bahwa panduan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari prinsip dan konsep desa cerdas, langkah-langkah pengembangan, hingga monitoring, evaluasi, dan pelaporan.

Narasumber kedua, Hamzah Fathoni, Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, menyampaikan materi tentang Strategi Pengembangan Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) sebagai core business Desa Cerdas. Hamzah menjelaskan bahwa RKDD dibentuk untuk menjawab berbagai permasalahan yang timbul dari transformasi digital di desa, seperti literasi digital, pemetaan potensi desa, identifikasi masalah dan tantangan, serta perumusan program inovasi.

“RKDD menjadi wadah bagi partisipasi aktif berbagai komunitas di desa dalam musyawarah untuk membangun pilar 6 pilar desa cerdas untuk akselerasi Pembangunan di desa,” kata Hamzah.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Yendi Putra, M.Kom., MTA., Ketua Umum Relawan TIK Wilayah Sumatera Barat. Yendi berhasil memandu jalannya diskusi sehingga peserta dapat memahami materi yang disampaikan dengan baik.

Kegiatan Seri Peningkatan Kapasitas Master of Training 2025 ini diharapkan dapat membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan desa cerdas di Indonesia. Kolaborasi antara Relawan TIK, Pandu Digital, dan Kemendes PDT merupakan langkah penting dalam mewujudkan visi membangun Indonesia dari desa.

Pandu Digital Dampingi Bupati Blitar, Inisiasi Pengembangan Aplikasi Data Mikro Pertanian untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan

Kabupaten Blitar [30 Januari 2025] – Bupati Blitar, Drs. Rijanto, MM., didampingi oleh Pandu Digital, melakukan kegiatan sosialisasi program Ketahanan Pangan kepada Kelompok Tani (Poktan) Desa Ngrendeng dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan strategi dan langkah-langkah Kabupaten Blitar dalam mensukseskan program tersebut (30/02/2025).

Dalam kesempatan tersebut, para petani menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait dengan pengadaan pupuk bersubsidi dan data hasil pertanian. Mereka berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan solusi terkait permasalahan pupuk dan memperbaiki sistem pendataan hasil pertanian agar lebih akurat dan transparan.

Menanggapi aspirasi para petani, Himawan, Kepala Bidang SDM, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, mengajak Pandu Digital Indonesia, Hamzah Fathoni dan Yusca Nadira, S.Pd., untuk membantu membangun aplikasi data mikro pertanian pendampingan Literasi Digital bagi Kelompok Tani (Poktan) dan Kelompok Tani Wanita (KWT). Aplikasi yang dibangun akan memanfaatkan master data dari Sistem Informasi Data Mikro (sitakro.com) yang sedang dikembangkan dan diaplikasikan di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

“Kami berharap Pandu Digital dapat membantu kami dalam mengembangkan aplikasi data mikro pertanian yang terintegrasi dengan sitakro.com. Data ini akan sangat berguna bagi kami dalam mengambil kebijakan terkait pertanian di Kabupaten Blitar,” ujar Himawan.

Hamzah Fathoni, perwakilan dari Pandu Digital Indonesia, menyambut baik ajakan tersebut. “Kami siap membantu Pemerintah Kabupaten Blitar dalam mengembangkan aplikasi data mikro pertanian. Kami percaya bahwa dengan adanya data yang akurat dan terpercaya, kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran dan pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Hamzah.

Pengembangan aplikasi data mikro pertanian ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Literasi Digital dan Pendampingan yang telah dilaksanakan oleh Pandu Digital di Kabupaten Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar pada tahun 2024 lalu. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Blitar.

Toolbar Disabilitas