Jakarta – Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia, bekerja sama dengan Pandu Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), menggelar kegiatan Seri #2 : Peningkatan Kapasitas Master of Training (MOT) 2025 pada hari Minggu, 09 Februari 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari Relawan TIK secara nasional, pendamping desa, para pegiat pemberdayaan masyarakat, serta Pandu Digital tingkat purwa dan tingkat madya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Hani Purnawanti, Ketua Umum Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia. Dalam sambutannya, Hani menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam advokasi dan pendampingan implementasi konsep desa Cerdas secara nasional.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Relawan TIK untuk terus berkontribusi sebagai bridging dalam Pembangunan desa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,” ujarnya.

Dua narasumber utama hadir dalam kegiatan ini. Yunda Azrina Azhar, S.Pi., Penggerak Swadaya Masyarakat Kemendes PDT, memaparkan materi tentang Keputusan Menteri Desa PDTT No. 55 Tahun 2024 sebagai Panduan Umum Pengembangan Desa Cerdas. Yunda menjelaskan bahwa panduan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari prinsip dan konsep desa cerdas, langkah-langkah pengembangan, hingga monitoring, evaluasi, dan pelaporan.
Narasumber kedua, Hamzah Fathoni, Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, menyampaikan materi tentang Strategi Pengembangan Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) sebagai core business Desa Cerdas. Hamzah menjelaskan bahwa RKDD dibentuk untuk menjawab berbagai permasalahan yang timbul dari transformasi digital di desa, seperti literasi digital, pemetaan potensi desa, identifikasi masalah dan tantangan, serta perumusan program inovasi.
“RKDD menjadi wadah bagi partisipasi aktif berbagai komunitas di desa dalam musyawarah untuk membangun pilar 6 pilar desa cerdas untuk akselerasi Pembangunan di desa,” kata Hamzah.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Yendi Putra, M.Kom., MTA., Ketua Umum Relawan TIK Wilayah Sumatera Barat. Yendi berhasil memandu jalannya diskusi sehingga peserta dapat memahami materi yang disampaikan dengan baik.
Kegiatan Seri Peningkatan Kapasitas Master of Training 2025 ini diharapkan dapat membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan desa cerdas di Indonesia. Kolaborasi antara Relawan TIK, Pandu Digital, dan Kemendes PDT merupakan langkah penting dalam mewujudkan visi membangun Indonesia dari desa.
