Data Kegiatan

Master of Training 2025 Seri #1 : Tingkatkan Kapasitas Pendampingan Desa Cerdas dalam Pengembangan Posyantek

Jakarta, 02 Februari 2025 – Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia bekerja sama dengan Pandu Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) telah sukses menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas seri Master of Training 2025 secara daring pada hari Minggu, 2 Februari 2025. Kegiatan ini mengangkat tema besar “Strategi Pengembangan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) sebagai Pusat Kegiatan Inovasi yang Melibatkan Seluruh Elemen Masyarakat Desa”.

Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta dari seluruh Indonesia dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bambang Tri Santoso, S.Sn., Koordinator Literasi Digital Komdigi, dan Hani Purnawanti, Ketua Umum Relawan TIK Indonesia. Dalam sambutannya, Bambang Tri Santoso menyampaikan apresiasi atas inisiatif Relawan TIK Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan ini dan berkolaborasi dengan Komdigi. Hani Purnawanti juga menekankan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia sebagai upaya peningkatan kapasitas untuk mendukung implementasi Desa Cerdas di berbagai daerah.

Pelatihan ini dimoderatori oleh Zainul Hasan, M.E., Pandu Digital Tingkat Madya dan Ketua Bidang Program Relawan TIK Jember, Jawa Timur. Dua narasumber ahli dihadirkan untuk memberikan materi yang mendalam, yaitu Arif Purbantara, M.Kesos., dari Pusat Daya Saing (Pusdaing) Badan Pengembangan Informasi Desa (BPI) Kemendes PDT, dan Ridwan, M.T., Pandu Digital Tingkat Madya, yang juga Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia bidang Litbang SDM.

Arif Purbantara menyampaikan materi tentang “Arah Kebijakan Pemerintah Pusat dalam Pembinaan Posyantek melalui Gelar TTGN”. Dalam paparannya, Arif Purbantara menjelaskan berbagai permasalahan pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG), kriteria TTG, dan aspek strategis pengembangan dan penerapan TTG.

Sementara itu, Ridwan membawakan materi tentang “Peran Perguruan Tinggi sebagai Perantara Pengelolaan Posyantek”. Ridwan membahas tantangan dan kebutuhan teknologi di masyarakat desa, TTG sebagai solusi inovatif untuk masyarakat desa, serta bagaimana perguruan tinggi dapat mendukung Posyantek.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan bagi para peserta untuk dapat mendampingi implementasi Desa Cerdas, khususnya dalam pengembangan Posyantek sebagai pusat inovasi di desa.

Relawan TIK Sumbar dan Dinas PMD Bersinergi Wujudkan Desa Cerdas di Provinsi Sumatera Barat

Padang, 31 Januari 2025 – Relawan TIK Provinsi Sumatera Barat (RTIK Sumbar) siap berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumatera Barat dalam menyukseskan program Desa Cerdas. Pertemuan yang berlangsung di ruang Kepala Dinas PMD Sumbar ini berjalan dengan hangat dan santai, membahas percepatan program Desa Cerdas serta keterlibatan RTIK Sumbar dalam implementasinya.

RTIK Sumbar diterima langsung oleh Plt. Kepala Dinas PMD Sumbar, Mahdianur, SE., MM. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi RTIK Sumbar dalam mendukung digitalisasi di nagari-nagari Sumatera Barat. “Saya berterima kasih dan mengapresiasi semangat rekan-rekan Relawan TIK Sumbar atas kontribusinya selama ini dalam pemberdayaan digitalisasi di nagari-nagari di Sumatera Barat, sehingga membantu nagari kita dapat menggunakan teknologi tepat guna,” ujar Mahdianur.

Ketua RTIK Sumbar, Yendi Putra, M.Kom., MTA, memaparkan berbagai hal yang dapat dikolaborasikan bersama Dinas PMD, selaras dengan program kerja RTIK Sumbar. Dalam presentasinya, Yendi menyampaikan data indeks masyarakat digital di Sumbar serta pentingnya literasi digital dalam pembangunan Desa Cerdas. “Literasi digital merupakan aspek fundamental dalam membangun desa cerdas yang berdaya saing. Dengan data indeks masyarakat digital yang kami miliki, kita dapat melihat potensi dan tantangan yang harus dihadapi untuk mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih efektif di nagari-nagari,” ujar Yendi Putra.

Keselarasan pertemuan ini dengan Program Desa Cerdas Kemendes 2025 menjadi langkah strategis dalam upaya percepatan transformasi digital di nagari-nagari. Program ini menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung tata kelola desa yang lebih efektif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong ekonomi digital berbasis lokal. Dengan adanya sinergi antara RTIK Sumbar dan Dinas PMD Sumbar, diharapkan implementasi Desa Cerdas di Sumatera Barat dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Wakil Ketua RTIK Sumbar Yonisman, A.Md, serta Sekretaris Rahmad Saputra, S.Kom., M.M.S.I. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan sinergi antara Dinas PMD Sumbar dan RTIK Sumbar dapat semakin kuat dalam mewujudkan desa cerdas yang mampu memanfaatkan teknologi secara optimal untuk kesejahteraan Masyarakat.

Dalam pertemuan kali ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting terkait dengan upaya peningkatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi di desa-desa:

(1) Kepala Dinas PMD Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mensosialisasikan keberadaan Relawan TIK kepada seluruh desa di Sumatera Barat. Relawan TIK ini akan berperan sebagai fasilitator di bidang IT, membantu perangkat desa dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk berbagai kebutuhan, seperti administrasi, pelayanan publik, pendidikan, dan ekonomi.

“Kami melihat Relawan TIK memiliki potensi besar untuk membantu desa-desa di Sumatera Barat dalam memanfaatkan teknologi secara optimal,” ujar Kepala Dinas PMD. “Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi fasilitator yang handal.”

(2) Selain itu, Dinas PMD juga berencana untuk melaksanakan kegiatan Teknologi Tepat Guna (TTG) di beberapa nagari (desa adat) di Sumatera Barat. Kegiatan ini akan melibatkan Relawan TIK sebagai pendamping, dengan fokus pada penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing nagari.

“Teknologi Tepat Guna adalah solusi yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,” kata Kepala Dinas PMD. “Kami berharap dengan adanya pendampingan dari Relawan TIK, kegiatan ini dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.”

(3) Untuk mendukung program ini, Dinas PMD akan segera mengirimkan surat kepada seluruh desa di Sumatera Barat yang berisi informasi lengkap mengenai keberadaan Relawan TIK. Surat tersebut akan dilampiri dengan Surat Keputusan (SK) Relawan TIK wilayah Sumatera Barat, profil Relawan TIK, dan SK dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terkait dengan keberadaan Relawan TIK Pusat sebagai mitra desa digital.

Dengan adanya dukungan dari Dinas PMD dan peran aktif Relawan TIK, diharapkan literasi digital dan pemanfaatan teknologi di desa-desa seluruh Kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Barat dapat meningkat secara signifikan. Hal ini akan berdampak positif pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik hingga peningkatan ekonomi desa.

Dinas PMD Sumut Gandeng Relawan TIK Sukseskan Program Desa Cerdas

Medan, 23 Januari 2025 – Kegiatan sosialisasi dan diskusi tindak lanjut program desa cerdas di wilayah Provinsi Sumatera Utara yang digelar secara daring kemarin, Rabu (22/01), berhasil menarik minat para peserta dari 84 desa di 5 kabupaten. Inisiatif yang digagas oleh Relawan TIK Wilayah Sumatera Utara di bawah komando Anwar Siregar, bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Utara ini berhasil menarik perhatian sebanyak 184 peserta. Angka partisipasi yang tinggi ini menunjukkan antusiasme yang besar dari berbagai pihak terhadap pengembangan desa berbasis teknologi.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 184 orang, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa program desa cerdas semakin mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Para peserta yang berasal dari desa-desa lokus program desa cerdas fase II dan fase III Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) ini antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Kegiatan yang menampilkan empat narasumber dari Pusdaing BPI Kemendes PDT, Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, Kepala Desa Wates dari Kabupaten Blitar dan Relawan TIK Sumut ini dibuka dengan sambutan hangat dari Hani Purnawanti, Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, dan dilanjutkan oleh Drs. Iskandar Tarigan, M.Si., Kepala Bidang Pembangunan dan Pengembangan Kerjasama Ekonomi Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sumatera Utara.

Dalam paparannya, Mujianto, S.E., M.T., dari Pusat Daya Saing (Pusdaing) Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kemendes PDT, memberikan pemahaman mendalam tentang konsep desa cerdas. Mulai dari sejarah lahirnya program ini hingga implementasi di 3000 lokus desa, Mujianto menjelaskan secara rinci bagaimana desa cerdas dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup Masyarakat desa.

Hamzah Fathoni, Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, menyoroti pentingnya digitalisasi di desa. Hasil survei yang dilakukan oleh APDJII dan BAKTI (2023) menunjukkan bahwa masyarakat desa sangat aktif menggunakan internet. Fenomena ini, menurut Hamzah, harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat desa.

“Melalui pemanfaatan teknologi digital, desa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan sektor pertanian dan UMKM, serta memperbaiki tata kelola pemerintahan desa”, lanjut Hamzah.

Mohammad Hamid Almauludi, S.Pd.I., Kepala Desa Wates, Kabupaten Blitar, berbagi pengalaman sukses dalam mengimplementasikan program desa cerdas. Desa Wates yang telah menjadi lokus desa cerdas Fase I sejak tahun 2021 telah berhasil membangun inovasi pembangunan demplot penerapan Teknologi Internet of Things (IoT) pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa dengan dukungan dan pendampingan yang tepat, desa-desa di Indonesia dapat menjadi pusat inovasi dan pengembangan teknologi.

Wahyudi, salah satu anggota Relawan TIK Indonesia Wilayah Sumatera Utara, menekankan pentingnya membangun sistem informasi desa berbasis web. Dengan adanya sistem ini, pemerintah desa dapat menyusun perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan transparan.

“Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat data desa, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan transparan”, ungkap Wahyudi.

Sosialisasi dan diskusi tindak lanjut program desa cerdas di Sumatera Utara ini menjadi momentum penting dalam upaya mewujudkan desa-desa yang cerdas dan berdaya saing. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program desa cerdas dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi Masyarakat desa.

Giat RKDD: Pelatihan Digital Marketing Dongkrak Usaha di Desa Pucangsari Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan [16/02/2025] – Desa Pucangsari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan bergema dengan semangat baru. Puluhan pelaku usaha lokal baru saja menyelesaikan kegiatan pelatihan di Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) bertema “Membangun dan Mengembangkan Usaha di Era Digital,” sebuah pelatihan yang tak hanya mengajarkan teori, tetapi lebih menekankan praktik langsung untuk kesuksesan nyata. Kolaborasi kuat Kader Digital Desa dengan Relawan TIK Kabupaten Pasuruan focus pada praktik Google My Business.

Pelatihan intensif selama 3 jam dari pukul 09.00 sampai 12.00 wib, dipandu oleh ahli digital marketing, dari Relawan TIK Kabupaten Pasuruan yaitu Imron Rosyadi S.Kom, M.Kom dan Dev Achmad. Materi tak hanya berbagi teori SEO, pengelolaan media sosial, dan iklan online, tetapi lebih penting lagi, mengajak peserta untuk langsung praktik. Fokus utama pelatihan adalah praktik Google My Business bareng Imron Rosasi S.Kom, M.Kom yang merupakan Ketua RTIK kab Pasuruan. Tujuannya memberdayakan peserta untuk membangun dan mengoptimalkan profil bisnis secara online.

“Ini bukan sekadar pelatihan, ini adalah aksii nyata, dan bermafaat, ungkap Ririn pelaku UMKM Pucangsari dan pemilik usaha Catering. “Sebelum pelatihan, pemasaran online terasa rumit. Sekarang, berkat bimbingan relawan TIK dan praktik Google My Business, saya merasa siap bersaing! Saya sudah membuat profil Google My Business, dan saya sudah siap menerima pesanan dalam jumlah banyak”, kata Ririn di senyum saat pelatihan.

Suprapto Kepala Desa Pucangsari, mengungkapkan rasa bangga. “Kami ingin para pelaku usaha di Pucangsari berkembang pesat dengan pelatihan digital markerting”, ungkap Pak Kades didampingi Syaifudin selaku sekretaris Desa Pucangsari saat memberikan sambutan diawal pelatihan.

“Untuk itu kita mengajak kolaborasi dengan Relawan TIK Kabupaten Pasuruan, agar warga Pucangsari, terutama UMKM, PKK, BUMDES, dan Koperasi bisa menjalankan usaha menjadi lebih berkembang, maju, dan bisa mengikuti era digital saat ini”, tambah Suprapto dengan senyum penuh semangat.

Kepala Desa Pucangsari juga berharap keberhasilan pelatihan ini, bisa menginspirasi desa-desa lain untuk mengadopsi pendekatan hands-on dalam pemberdayaan masyarakat melalui teknologi digital.

Di luar materi inti dan praktik Google My Business, pelatihan juga menekankan pentingnya keamanan transaksi online dan etika berbisnis digital. Suasana pelatihan dipenuhi semangat kolaboratif dan pertanyaan-pertanyaan antusias dari peserta. Relawan TIK memberikan pendampingan individual, memastikan setiap peserta memahami dan mampu menerapkan ilmu yang didapat.

Dengan semangat praktik yang membara, para pelaku usaha di Desa Pucangsari kini siap melangkah maju. Bu Sri pemilik konveksi Mentari Tailor mengaku sangat senang dengan adanya pelatihan digital marketing. “Saya adalah ketua KOPWAN Pucangsari, setelah pelatihan ini saya berencana akan menularkan ilmunya ke seluruh anggota KOPWAN, agar yang memiliki usaha bisa semakin berkembang dengan pemasaran digital”.

Pemerintah Desa Pucangsari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan dan Relawan TIK Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk memberikan pelatihan lanjutan dan pendampingan berkelanjutan, memastikan keberhasilan jangka panjang program ini dan kesuksesan para peserta dalam memanfaatkan Google My Business dan strategi digital lainnya.

Pemerintah Kabupaten Blitar Dukung Penuh Pengembangan Desa Cerdas Berbasis Riset

Blitar, Jawa Timur – Rencana Tindak Lanjut (RTL) program Desa Cerdas, setelah melalui diskusi panjang antara Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai salah satu mitra Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan Pusat Daya Saing (Pusdaing) Badan Pengembangan Informasi Desa (BPI) Kemendes PDT sebagai pemilik program, sekaligus stakeholder utama. Diskusi intens yang selalu dibahas tentang bagaimana tahapan-tahapan Tindak Lanjut program setelah berakhirnya pembiayaan dari Bank Dunia.

Dari hasil diskusi dirasa perlu adanya kegiatan awal berupa Riset dan Pemetaan Potensi & Demografis Desa Berbasis 6 Pilar Desa Cerdas & Pengelolaan Dana Desa Sesuai Kepmendes PDTT No. 55 tahun 2024. Dan Kabupaten Blitar yang siap untuk dijadikan piloting dalam kegiatan ini.

Pada hari Selasa (14/01/2025) Relawan TIK Indonesis dan STIKOSA AWS hadir di Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Kanigoro untuk memaparkan hasil final recana Riset dan Pemetaan dengan lokus desa-desa yang ada di Kabupaten Blitar. Pemaparan rencana pemetaan ini dilakukan secara khusus di hadapan Drs. Izul Marom, M.Sc., Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar. Hadir pula dalam acara tersebut Hamzah Fathoni selaku Pengurus Pusat Relawan TIK Bidang Program, Mei Santi, S.Sy., M.Sy., Sekjen Relawan TIK Jawa Timur, Subana, S.Kom., Wakil Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, serta Dr. Jokhanan Kristiyono, S.T., M.Med.Kom., selaku Ketua STIKOSA AWS Surabaya yang akan memaparkan desain riset secara detail.

Hamzah Fathoni pada paparan pendahuluan menjelaskan bahwa kegiatan riset & pemetaan yang direncanakan ini bertujuan untuk menggali potensi yang beragam di 220 desa yang ada di Kabupaten Blitar. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam mengklasifikasikan desa-desa tersebut berdasarkan berbagai indikator yang telah ditetapkan. Dengan demikian, intervensi dan program pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing desa.

“Pemetaan ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk membangun Desa Cerdas di Kabupaten Blitar. Data yang akurat dan komprehensif akan menjadi pedoman bagi pemerintah desa dalam menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran,” ujar Hamzah Fathoni.

Senada dengan Hamzah, Dr. Jokhanan Kristiyono juga menekankan pentingnya riset mendalam dalam mendukung program Desa Cerdas. Desain riset yang telah disusun secara cermat akan menghasilkan data yang valid dan reliabel untuk pengambilan keputusan.

“Riset ini tidak hanya sekedar mengumpulkan data, tetapi juga akan menghasilkan analisis yang mendalam tentang potensi dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing desa. Hasil riset ini akan menjadi dasar dalam merancang program-program pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Drs. Izul Marom, M.Sc., selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pemetaan potensi desa sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah yang berbasis data yang ada di semua desa.

“Dengan adanya data yang lengkap dan akurat, kita dapat merumuskan kebijakan dan program Pembangunan di berbagai sektor yang lebih tepat sasaran, khususnya terkait 6 pilar desa cerdas. Kita ingin agar setiap desa di Kabupaten Blitar dapat mengimplementasikan pendekatan konsep Desa Cerdas dalam mengembangkan desanya secara mandiri,” tegas Izul Marom.

Drs. Izul Marom, M.Sc., menambahkan bahwa hasil kegiatan ini akan sangat luar biasa dan akan menjadi sangat penting bagi berbagai pihak, khususnya pemerintah Kabupaten, Propinsi dan Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Desa PDT, Kementerian Komunikasi dan Digital, dan para stakeholder yang lainnya. “Sehingga kami menunggu tahapan berikutnya berupa mekanisme pelaksanaannya secara detil”, tambah beliau.

Program Desa Cerdas yang dicanangkan oleh Kemendes PDT bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Desa Cerdas diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya pemetaan potensi dan demografi desa, diharapkan Kabupaten Blitar dapat menjadi role model dalam implementasi program Desa Cerdas di seluruh Indonesia. Data yang dihasilkan dari riset ini tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi masyarakat desa dalam mengelola potensi yang dimiliki.

Diharapkan, hasil dari pemetaan potensi dan demografi desa ini dapat menjadi dasar dalam menyusun program-program pembangunan yang lebih terarah dan efektif. Selain itu, data yang diperoleh juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di desa, sehingga masyarakat desa dapat berperan aktif dalam pembangunan desanya.

Diskusi Desa Cerdas: Pemetaan Potensi & Demografis Jadi Langkah Awal Tindak Lanjut Program

Blitar, [Minggu, 12 Januari 2025] – Kabupaten Blitar menjadi pusat perhatian dalam upaya pengembangan desa cerdas di Indonesia. Hal ini ditandai dengan diselenggarakannya diskusi daring bertajuk “Diskusi Rencana Pemetaan Potensi & Demografis Desa di Kabupaten Blitar Berbasis Pilar Desa Cerdas & Pengelolaan Dana Desa Sesuai Kepmendes PDTT No. 55 tahun 2024”. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program Desa Cerdas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) serta menjadi pilot project di tingkat nasional.

Diskusi yang berlangsung secara virtual ini menghadirkan para pakar dan praktisi di bidang pengembangan desa. Dr. Jokhanan Kristiyono, S.T., M.Med.Kom., Ketua Sekolah Tinggi Komunikasi Surabaya (STIKOSA AWS), bertindak sebagai narasumber utama. Beliau memaparkan pentingnya pemetaan potensi dan demografi desa sebagai langkah awal dalam membangun desa cerdas.

Mujianto, S.E., M.T., dari Pusat Daya Saing (Pusdaing) BPI Kemendes PDTT, memberikan pandangan yang lebih mendalam mengenai pengelolaan dana desa sesuai dengan regulasi terbaru. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa dalam mengoptimalkan penggunaan dana desa untuk pembangunan yang berkelanjutan.

“Akselerasi Pembangunan di desa dengan pendekatan konsep Desa Cerdas merupakan sebuah kebutuhan dalam menjawab isu nasional dan RPJMN yang menyebut tentang Upaya membangun Desa Digital dan digititalisasi di berbagai sektor. Untuk mewujudkannya perlu tiga hal utama, yaitu Regulasi, Pendanaan dan ketersediaan SDM yang mendukung”, ungkap Mujianto.

Mujianto menyampaikan hal yang paling krusial, bahwa dalam melaksanakan riset dan pemetaan ini nantinya harus ada sasaran yang hendak dicapai selain Tujuan, output dan outcome bagi des-desa yang ada di kabupaten, yaitu apa yang akan didapatkan oleh Pemerintah Kabupaten? seperti penguatan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan berbagai rekomendasi dalam melaksanakan implementasi program Desa Cerdas di wilayahnya.

Hani Purnawanti, S.E., M.M., Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kabupaten Blitar dalam mendorong pengembangan desa cerdas. Beliau juga memberikan gambaran umum mengenai peran Relawan TIK Indonesia dalam mendukung program desa cerdas di berbagai daerah.

“Dari kegiatan ini diharapkan muncul berbagai potensi dan kemampuan kapasitas dari masing-masing Wilayah ataupun Cabang Relawan TIK yang ada di daerah dalam pendampingan implementasi Desa Cerdas”, unkap Hani.

Diskusi yang dimoderatori oleh Drs. Hamzah Fathoni, M.M., Ketua Bidang Program Relawan TIK Indonesia, berlangsung dengan interaktif. Para peserta yang terdiri dari pengurus pusat dan wilayah Relawan TIK Indonesia turut aktif memberikan pertanyaan dan masukan.

Poin-poin penting yang mengemuka dalam diskusi ini antara lain:

  • Pentingnya data: Pemetaan potensi dan demografi desa secara akurat menjadi dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.
  • Pengelolaan dana desa yang efektif: Dana desa harus dikelola secara transparan dan akuntabel untuk menghasilkan dampak yang nyata bagi masyarakat desa.
  • Pemanfaatan teknologi: Teknologi informasi dan komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pengembangan desa cerdas.
  • Kolaborasi multistakeholder: Pembangunan desa cerdas membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, swasta, dan akademisi.
  • Literasi Digital : Pemahaman dan kecakapan digital Masyarakat Desa perluterus ditingkatkan dengan membangun Smart People sebagai pilar dasar Pembangunan Desa Cerdas.
  • Pendekatan Sosial Budaya selain Sosial ekonomi : Perlunya pendekatan Budaya Masyarakat lokal dalam implementasi Program desa Cerdas di masing-masing desa yang akan sangat beragam.

Harapannya, diskusi ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya menjadikan Kabupaten Blitar sebagai role model dalam pengembangan desa cerdas di Indonesia. Dengan demikian, desa-desa di seluruh Indonesia dapat terdorong untuk melakukan transformasi menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Nagari Batang Barus Menuju Smart Village: Cerdas Bermedia Sosial, Berantas Hoaks, dan Raih Cuan

Batang Barus, Solok – Nagari Batang Barus menjadi tuan rumah kegiatan Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) Fase ke-3 yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Kegiatan ini berfokus pada program Smart Village sebagai langkah konkret dalam mendigitalisasi nagari, dengan Relawan TIK (RTIK) Wilayah Sumatera Barat sebagai fasilitator dan narasumber utama.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Batang Barus, Banta Bransyah, A.Md, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. “Dengan bijak menggunakan media sosial, masyarakat dapat membangun personal branding yang kuat, bahkan menghasilkan nilai ekonomi. Nagari Batang Barus mendukung penuh masyarakat yang memanfaatkan fasilitas RKDD serta peralatan yang telah disalurkan oleh Kemendes, yaitu 1 unit komputer dan 1 unit printer,” ujarnya. Ia juga berharap kader digital yang telah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Jakarta pada Juni 2024 dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Smart Village. Banta Bransyah juga menyampaikan terima kasih kepada narasumber dari RTIK Sumatera Barat yang telah memberikan materi inspiratif dan mendukung visi nagari cerdas.

Hidayatul Rahman, kader digital Nagari Batang Barus, mengungkapkan manfaat besar dari kegiatan ini. “Program ini membantu masyarakat yang sudah melek teknologi untuk menjadikan teknologi sebagai pendamping hidup dan sumber penghasilan dari konten digital. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya.

Ketua RTIK Wilayah Sumatera Barat, Yendi Putra, S.Kom, M.Kom, MTA, memaparkan materi bertajuk “Bijak Menggunakan Media Sosial: Berantas Hoax dan Raih Cuan”. Ia menekankan pentingnya literasi digital untuk meminimalkan hoaks dan menjaga privasi dalam menggunakan media sosial. “Bijaklah di dunia digital. Dengan literasi yang baik, masyarakat tidak hanya mampu menangkal hoaks tetapi juga dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan perekonomian,” ujar Yendi.

Supriardi, S.Kom, M.I.Kom, memberikan materi tentang Cerdas Bermedia Sosial Menyongsong Indonesia Emas. Ia mempraktikkan cara membuat konten menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta teknik memposting di media sosial untuk mempersiapkan masyarakat menjadi kreator konten masa depan.

Materi terakhir disampaikan oleh Rahmad Saputra, S.Kom, M.S.S.I, yang membahas Pentingnya Kesadaran Etika Digital. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya memahami etika dalam bermedia sosial dan pemahaman mendalam tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Langkah Nyata Menuju Nagari Cerdas. Program ini menjadi bukti nyata bahwa Nagari Batang Barus berkomitmen mendukung kemajuan digital masyarakatnya. Dengan sinergi antara pemerintah nagari, Kemendes, dan RTIK Sumatera Barat, diharapkan Nagari Batang Barus mampu menjadi percontohan Smart Village yang tidak hanya memanfaatkan teknologi untuk kehidupan sehari-hari, tetapi juga sebagai pilar menuju Indonesia Emas 2045.

Relawan TIK Indonesia Ajukan Empat Inisiatif Unggulan ke Ajang WSIS Prizes 2025

Kami sangat optimis bahwa inisiatif-inisiatif ini memiliki potensi besar untuk meraih penghargaan di ajang WSIS Prizes 2025

Malang, [05/12/2024] – Relawan TIK Indonesia, selalu fokus pada pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, secara resmi telah mengajukan empat inisiatif unggulan untuk berkompetisi dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2025 yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) PBB.

Empat inisiatif tersebut mencakup program kegiatan nasional Relawan TIK Indonesia dengan tema “Empowering Rural Communities Through Digital Literacy: Building the Foundation for Smart Villages” dengan kategori AL C8. Cultural diversity and identity, linguistic diversity and local content, dua inisiatif dari Relawan TIK Wilayah Jawa Timur, yaitu “Developing and Implementing IoT-Based Irrigation Systems for Smallholder Farmers” kategori AL C4. Capacity Building, dan “SITAKRO: A Village Microdata Information System for Sustainable Development” kategori AL C3. Access to information and knowledge. Sedangkan inisiatif ke empat dengan tema “Digital Inclusion: Empowering Persons with Disabilities for Economic Independence” dengan kategori AL C6. Enabling environment.

Inisiatif nasional Relawan TIK Indonesia bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pedesaan melalui peningkatan literasi digital. Program ini fokus pada pembangunan fondasi yang kuat untuk menciptakan desa-desa pintar. Dengan memberikan pelatihan dan akses terhadap teknologi digital, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktivitasnya.

Sementara itu, Relawan TIK Jawa Timur menyoroti pentingnya teknologi dalam mendukung sektor pertanian dan pengelolaan data micro desa. Inisiatif “Developing and Implementing IoT-Based Irrigation Systems for Smallholder Farmers” bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT) bagi petani skala kecil. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Sedangkan inisiatif “SITAKRO: A Village Microdata Information System for Sustainable Development” merupakan sebuah sistem informasi yang dirancang untuk mengumpulkan dan mengelola data mikro tingkat desa. Data ini akan digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pembangunan yang berkelanjutan. Saat ini, sistem ini sedang diuji coba di Desa Sawentar, Kabupaten Blitar.

Inisiatif keempat yang diajukan oleh Relawan TIK Cabang Sidoarjo bertujuan untuk menciptakan lingkungan digital yang inklusif dan aksesibel bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat berpartisipasi penuh dalam ekonomi digital dan mencapai kemandirian ekonomi.

Hamzah Fathoni, Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, yang juga merupakan dewan penasehat Relawan TIK Wilayah Jawa Timur, mengungkapkan bahwa ketiga inisiatif tersebut telah dipersiapkan dengan matang. “Kami sangat optimis bahwa inisiatif-inisiatif ini memiliki potensi besar untuk meraih penghargaan di ajang WSIS Prizes 2025,” (04/01/2025) ujarnya.

Senada dengan Hamzah, Hani Purnawanti, Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, juga menyampaikan harapan yang sama. “Kami berharap keempat inisiatif ini dapat masuk nominasi, bahkan menjadi juara. Ini akan menjadi bukti nyata bahwa Relawan TIK Indonesia berkontribusi dalam memajukan pembangunan di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi,” (04/01/2025) tegasnya.

Muhajir Sulthonul Aziz, Ketua Umum Relawan TIK Wilayah Jawa Timur, menambahkan bahwa kedua inisiatif yang diajukan oleh Relawan TIK Jawa Timur merupakan hasil kerja sama dengan masyarakat desa. “Kami melibatkan masyarakat desa secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek ini. Harapannya, teknologi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” (04/01/2025) jelasnya.

Sedangkan Mohammad Rofiuddin, S.Kom, MM., Ketua Cabang Relawan TIK Sidoarjo menyampaikan bahwa melalui berbagai program dan teknologi, kami berupaya menghilangkan hambatan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam mengakses informasi, pendidikan, dan peluang kerja di dunia digital.

Pendaftaran untuk ajang WSIS Prizes 2025 masih dibuka hingga tanggal 10 Februari 2025. Sehingga seluruh pihak, terutama Relawan TIK yang ada di Wilayah maupun cabang yang memiliki inisiatif inovatif dalam bidang TIK dapat mengajukan proposalnya melalui situs resmi WSIS Prizes.

https://www.itu.int/net4/wsis/stocktaking/Prizes/Prizes

UMKM Desa Wates Dilatih Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Bisnis

Wates, Blitar (03/01/2025) – Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, terus bertransformasi menjadi desa digital. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar pelatihan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa. Pelatihan yang dilaksanakan pada hari ini, Rabu (03/01), di gedung pertemuan Kantor Desa Wates, fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan bisnis.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Wates, Moh. Hamid Almauludi, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya pemanfaatan teknologi digital, khususnya AI, bagi perkembangan UMKM di era yang semakin kompetitif. “Dengan menguasai teknologi digital, UMKM kita diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar yang lebih luas,” ujar Hamid.

Sebagai narasumber, Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, memberikan materi yang sangat bermanfaat bagi para peserta. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan AI untuk menyusun Model Bisnis menggunakan Business Model Canvas (BMC), AI untuk membuat copywriting dan caption untuk posting di media sosial, serta cara menggunakan microsite S.id.

“AI dapat menjadi alat yang sangat berguna bagi UMKM untuk mengotomatisasi beberapa tugas, seperti pembuatan konten dan analisis data. Dengan demikian, para pelaku UMKM dapat lebih fokus pada pengembangan produk dan pemasaran,” jelas Hamzah.

Pelatihan ini diikuti oleh 35 orang peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai jenis UMKM yang ada di Desa Wates. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber.

“Saya sangat terbantu dengan pelatihan ini. Saya jadi tahu banyak hal tentang AI yang bisa saya manfaatkan untuk bisnis saya,” ujar salah satu peserta.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Wates dapat meningkatkan kualitas produk dan layanannya, serta mampu bersaing di pasar yang semakin luas. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekonomi digital di Desa Wates.

Peningkatan Produktivitas UMKM di Nagari Selayo melalui Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI

Dalam era digital saat ini, pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi kunci penting dalam mengoptimalkan pemasaran dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). AI membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menciptakan konten digital marketing yang lebih efektif dan efisien, tanpa memerlukan keahlian teknis yang mendalam. Dengan bantuan AI, UMKM dapat dengan mudah membuat materi promosi seperti foto, video, hingga storyline yang menarik, yang dapat membantu produk mereka lebih dikenal di pasar yang lebih luas. Teknologi ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memberikan peluang bagi UMKM untuk bersaing di dunia digital yang semakin kompetitif.

Nagari Selayo, Kabupaten Solok – (31/12/2024) Wali Nagari Selayo, Bapak Ronal Reagen, S.T., secara resmi membuka kegiatan RKDD Smart Village yang digelar di Nagari Selayo. Dalam sambutannya, Bapak Ronal mengungkapkan bahwa ke depan, Nagari Selayo akan mendapatkan dukungan berupa peralatan modern yang akan membantu mempercepat pertumbuhan UMKM di wilayah tersebut pada tahun 2025. Dukungan ini tidak hanya mencakup alat fisik, namun juga pengetahuan dan pelatihan yang relevan dengan perkembangan digital, terutama dalam memanfaatkan platform digital untuk mengoptimalkan pemasaran produk UMKM.

Wali Nagari juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Desa (Kemendes) yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan pengelolaan yang sangat baik oleh kader digital Nagari Selayo, Mutiara Feberiani. Kehadiran kader digital ini menjadi simbol pentingnya peran generasi muda dalam mendukung kemajuan teknologi di tingkat desa, khususnya dalam mengembangkan sektor UMKM.

Bapak Firnanda Amdimas, S.Sos., M.Sos, selakuu Duta Digital Kabupaten Solok, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fase ketiga program yang diadakan di 25 nagari se-Kabupaten Solok. Ia berharap kegiatan seperti ini akan menjadi motivasi bagi UMKM di Nagari Selayo untuk mempercepat pertumbuhan mereka, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital. Firnanda menekankan pentingnya platform digital dalam mendorong pertumbuhan UMKM, yang dapat menjadi pendorong utama perekonomian lokal.

“Dengan dukungan teknologi, terutama pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), diharapkan UMKM di Nagari Selayo dapat berkembang lebih pesat, baik dalam segi produksi maupun pemasaran produk mereka,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Yendi Putra, S.Kom., M.Kom., MTA, sebagai pemateri utama dalam kegiatan tersebut, memaparkan tentang Transformasi Digital Marketing Dengan Teknologi AI. Yendi menjelaskan bahwa pelatihan ini mengkombinasikan teori dan praktik langsung. Sebanyak 30% materi disampaikan secara teoritis, sementara 70% sisanya berupa praktik langsung menggunakan alat bantu berbasis AI untuk menciptakan konten digital.

Peserta pelatihan, yang terdiri dari pengelola UMKM Nagari Selayo, mendapatkan pengetahuan mengenai teknik fotografi dan videografi, cara pengambilan gambar, serta pengolahan hasil gambar dan video menggunakan perangkat lunak berbasis AI. Para peserta juga dibekali dengan keterampilan membuat storyline dan video promosi yang dapat meningkatkan daya tarik produk UMKM di pasar digital.

Produk-produk UMKM yang terlibat dalam pelatihan ini bervariasi, mulai dari makanan kering, makanan basah, kerajinan tangan, hingga produk olahan dari limbah yang diubah menjadi tas dan dompet. Tak ketinggalan, beberapa peserta juga memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan produk khas daerah seperti tanaman khas Solok.
Salah satu peserta, Buk Rini, yang bergerak dalam bidang pengolahan limbah menjadi produk kreatif, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan pemasaran produk UMKM miliknya. Ia sangat mengapresiasi materi yang disampaikan, yang dianggap sangat relevan dengan kebutuhan saat ini, terutama dalam hal pemasaran digital yang memanfaatkan teknologi canggih.

“Terima kasih kepada Kemendes, RTIK Sumbar, dan Duta Digital Kabupaten Solok yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Materi yang diberikan sangat up-to-date dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan pasar saat ini. Ini menjadi peluang besar bagi saya dan teman-teman UMKM di Nagari Selayo untuk meningkatkan kualitas pemasaran produk kami,” ujar Buk Rini dengan penuh semangat.

Dengan adanya pelatihan berbasis AI ini, para pelaku UMKM di Nagari Selayo diharapkan dapat memanfaatkan berbagai platform digital untuk memasarkan produk mereka lebih luas, memperkenalkan produk unggulan daerah, dan meningkatkan daya saing di pasar global. Dukungan pemerintah dan kader digital Nagari Selayo menjadi langkah positif dalam mempercepat transformasi digital, yang bukan hanya memajukan sektor UMKM, namun juga menciptakan peluang baru untuk perekonomian desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Toolbar Disabilitas