Jakarta, 02 Februari 2025 – Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia bekerja sama dengan Pandu Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) telah sukses menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas seri Master of Training 2025 secara daring pada hari Minggu, 2 Februari 2025. Kegiatan ini mengangkat tema besar “Strategi Pengembangan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) sebagai Pusat Kegiatan Inovasi yang Melibatkan Seluruh Elemen Masyarakat Desa”.

Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta dari seluruh Indonesia dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bambang Tri Santoso, S.Sn., Koordinator Literasi Digital Komdigi, dan Hani Purnawanti, Ketua Umum Relawan TIK Indonesia. Dalam sambutannya, Bambang Tri Santoso menyampaikan apresiasi atas inisiatif Relawan TIK Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan ini dan berkolaborasi dengan Komdigi. Hani Purnawanti juga menekankan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia sebagai upaya peningkatan kapasitas untuk mendukung implementasi Desa Cerdas di berbagai daerah.

Pelatihan ini dimoderatori oleh Zainul Hasan, M.E., Pandu Digital Tingkat Madya dan Ketua Bidang Program Relawan TIK Jember, Jawa Timur. Dua narasumber ahli dihadirkan untuk memberikan materi yang mendalam, yaitu Arif Purbantara, M.Kesos., dari Pusat Daya Saing (Pusdaing) Badan Pengembangan Informasi Desa (BPI) Kemendes PDT, dan Ridwan, M.T., Pandu Digital Tingkat Madya, yang juga Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia bidang Litbang SDM.
Arif Purbantara menyampaikan materi tentang “Arah Kebijakan Pemerintah Pusat dalam Pembinaan Posyantek melalui Gelar TTGN”. Dalam paparannya, Arif Purbantara menjelaskan berbagai permasalahan pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG), kriteria TTG, dan aspek strategis pengembangan dan penerapan TTG.

Sementara itu, Ridwan membawakan materi tentang “Peran Perguruan Tinggi sebagai Perantara Pengelolaan Posyantek”. Ridwan membahas tantangan dan kebutuhan teknologi di masyarakat desa, TTG sebagai solusi inovatif untuk masyarakat desa, serta bagaimana perguruan tinggi dapat mendukung Posyantek.



Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan bagi para peserta untuk dapat mendampingi implementasi Desa Cerdas, khususnya dalam pengembangan Posyantek sebagai pusat inovasi di desa.




















