Data Kegiatan

Seru! Bumdes Pucangsari Pasuruan Ramaikan Pelatihan Digital Marketing bareng RTIK Kab Pasuruan

Purwodadi, Jawa Timur –  Suasana penuh semangat dan gelak tawa mewarnai pelatihan digital marketing yang digelar di Desa Pucangsari, Purwodadi Pasuruan (16/12).  Bukan sekadar pelatihan biasa, acara ini dikemas dengan seru dan interaktif, membuat para peserta pengelola Bumdes antusias mengikuti setiap sesi.

Pelatihan yang fokus pada Google Trends, Google My Business, dan praktik live TikTok ini sukses menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan.  Para peserta, adalah anggota bumdes dan UMKM yang rata rata berbisnis offline.  Peserta sangat bersemangat mempelajari cara memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk-produk unggulan Bumdes Abdi Mulyo Pucangsari.

Sorak sorai dan tepuk tangan kerap terdengar saat peserta berhasil l menemukan insight pasar yang unik melalui Google Trends yang dj paparkan oleh   Imron Rosadi S.Kom, M. Kom selaku ketua RTIK Kab Pasuruan, di awal pelatihan.

Materi selanjutnya adalah praktik live tiktok dan seluruh peserta wajib mencoba. Enno Artha dan Dev Achmad dengan gelak canda memberikan materi, dan contoh tentang teknik  praktik live secara langsung.

Sesi praktik live penuh canda tawa, karena penonton live banyak dan peserta praktek live dengan gaya yang kocak. Tidak hanya di akun tiktok live aja yang ramai, suasana pelatihan pun jadi heboh penuh tawa dan tepuk tangan. Ketika pak laksono juragan sapi perah praktek live dengan gaya sepertu dalang dalam pewayangan.

“Awalnya saya ragu, ternyata live itu mudah, dan sekarang saya jadi percaya diri untuk live tiktok”,  kata laksono dengan senyum yang merupakan pemilik 15 sapi perah di Desa Pucangsari.

Selain materi yang disampaikan dengan cara yang mudah dipahami, suasana kekeluargaan dan dukungan antarpeserta juga menjadi kunci kesuksesan pelatihan ini.  Mereka saling membantu dan berkolaborasi, menciptakan semangat kebersamaan yang positif.

Makin lebih heboh ketika Pak Totok juragan Sate di pasar Desa Pucangsari mencoba live dengan produk bunga kutah beras. Wooww penonton live langsung melonjak dan ada 30 lebih penonton membagikan. Sorak tepuk tangan makin meriah di area pelatihan.

Keseruan pelatihan ini tak hanya terlihat dari aktivitas di dalam ruangan.  Dokumentasi foto dan video yang diunggah di media sosial pun menunjukkan betapa antusiasnya para peserta dalam mengikuti setiap kegiatan.  Postingan-postingan tersebut pun ramai dikomentari oleh netizen, yang turut terinspirasi oleh semangat para pengelola Bumdes Pucangsari. Ini dibuktikan dengan postingan juragan nasi.kotak Anna yang memposting di wa san media sosialnya saat pelatihan berlangsung.

Pelatihan digital marketing ini bukan hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga sebuah pengalaman berharga yang mampu membangkitkan kreativitas dan semangat para pengelola Bumdes Abdi Mulyo Pucangsari dalam memajukan perekonomian desa.

Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Indrokilo Dayurejo

Dayurejo, 11 Desember 2024 – Pelatihan “Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Indrokilo Dayurejo” telah sukses diselenggarakan pada hari Rabu, 11 Desember 2024, di Ruang Rapat Kantor Desa Dayurejo. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital komunitas informasi masyarakat agar lebih berdaya dan mampu memanfaatkan platform digital secara maksimal.

Acara ini dibuka oleh Bapak Wahono SPW, Kepala Desa Dayurejo, yang juga memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan besar dari pelatihan ini. “Saya berharap dari pelatihan ini, KIM Indrokilo bisa berdaya dan bisa memanfaatkan platform digital dengan maksimal, sehingga mampu memberikan informasi yang relevan dan mengangkat nama desa Dayurejo ke kancah nasional,” ujar Bapak Wahono.

Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri utama dari RTIK Kabupaten Pasuruan. Dev Achmad, pemateri pertama, memaparkan tentang pemanfaatan teknologi digital dengan memaksimalkan potensi di era digital. Beliau menjelaskan bagaimana teknologi digital dapat membuka peluang baru dan meningkatkan kinerja komunitas informasi masyarakat. “Pemanfaatan teknologi digital bukan hanya tentang penggunaan alat, tetapi bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi,” kata Dev Achmad.

Pemateri kedua, Enno Artha, memberikan materi yang lebih teknis. Beliau membahas tentang cara live streaming di platform seperti TikTok dan Facebook, serta bagaimana komunitas dapat menghasilkan pendapatan dari platform tersebut. Sesi ini dilanjutkan dengan praktek live streaming oleh para peserta, yang antusias mencoba langsung teknik-teknik yang diajarkan.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Indrokilo Dayurejo. Para peserta diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapat untuk memajukan desa dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan adanya pelatihan ini, Desa Dayurejo diharapkan mampu menjadi salah satu desa yang terdepan dalam memanfaatkan teknologi digital, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.

Permendes No. 2/2024: Dorongan Kuat Untuk Mewujudkan Pembangunan Desa Cerdas Atau Desa Digital

Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia optimistis dengan adanya payung hukum yang jelas untuk percepatan transformasi digital di desa dengan pendekatan konsep Desa Cerdas.

Blitar, Jawa Timur – Kabar Gembira datang bagi masyarakat desa. Dengan terbitnya Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 2 Tahun 2024 pada tanggal 18 Desember 2024, desa-desa yang ingin mewujudkan implementasi konsep Desa Cerdas kini memiliki peluang lebih besar untuk bertransformasi menjadi desa digital. Peraturan ini secara tegas mengatur penggunaan Dana Desa untuk mendukung pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di tingkat desa.

Hamzah Fathoni, pegiat program Internet Sambung Desa, yang juga Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia sebagai Ketua Bidang Program menyambut positif aturan baru ini. Menurutnya, Permendes Nomor 2 Tahun 2024 menjadi angin segar bagi program Desa Cerdas yang telah digagas oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal (Kemendes PDT). “Peraturan ini memberikan kepastian hukum bagi desa-desa yang ingin membangun infrastruktur digital,” ujar Hamzah Fathoni, kamis (26/12/2024).

Hamzah Fathoni menjelaskan bahwa fokus utama dari penggunaan Dana Desa dalam konteks Desa Digital adalah penyediaan akses internet yang memadai. Pembangunan tower jaringan internet, penggunaan internet satelit, dan penyediaan layanan internet bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi beberapa contoh implementasi di lapangan.

“Dengan adanya akses internet yang baik, diharapkan berbagai layanan publik di desa dapat terdigitalisasi. Mulai dari pelayanan administrasi, pendidikan, hingga pemasaran produk UMKM,” tambah Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia ini.

Meskipun begitu, dia juga mengakui bahwa masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam mewujudkan Desa Digital di seluruh desa yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten di bidang TIK. Selain itu, diperlukan juga sosialisasi yang lebih intensif kepada para Kepala Desa agar mereka memahami pentingnya transformasi digital dan cara memanfaatkan Dana Desa secara efektif.

“Kami berharap dengan adanya Permendes Nomor 2 Tahun 2024, semakin banyak desa di Kabupaten Blitar yang terdorong untuk membangun infrastruktur digital. Hal ini akan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkas Hamzah.

Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [0.98 MB]

“Digital Transformation” Pelatihan Pengelolaan Website Desa Menuju Desa Cerdas

Kabupaten Pasuruan, 08 Desember 2024 – Balai Desa Sidowayah Beji menjadi saksi pelaksanaan pelatihan “Digital Transformation: Pengelolaan Website Desa Menuju Desa Digital” yang digelar pada hari Minggu, 08 Desember 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dan komunitas dalam mengelola website desa, guna mewujudkan desa yang lebih informatif dan terhubung secara digital.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Sidowayah, Bapak Sukino. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik inisiatif pelatihan ini dan berharap kegiatan ini dapat menghasilkan sebuah wadah informasi yang bermanfaat bagi Desa Sidowayah. “Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, desa kita dapat memiliki website yang informatif dan dapat menjadi pusat informasi bagi seluruh warga desa,” ujar Bapak Sukino.

Berbeda dengan sambutan Kepala Desa, Ketua BPD Sidowayah, Bapak Abd. Hamid, menekankan pentingnya koordinasi dalam penyelenggaraan kegiatan desa. Beliau menyatakan, “Saya berharap setiap kegiatan yang diselenggarakan selalu berkoordinasi dengan pemerintahan desa agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.”

Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri utama. Mas Bro, Pembina Relawan TIK Pasuruan, memaparkan pemahaman umum tentang pengelolaan website desa. Sementara itu, Ketua Relawan TIK Pasuruan, Bapak Muhammad Imron Rosadi, lebih fokus pada aspek teknis, seperti tata cara pembuatan dan pengelolaan website desa.

Peserta pelatihan yang terdiri dari seluruh komunitas desa digital dan perangkat desa sangat antusias mengikuti sesi demi sesi. Mereka berharap pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membangun dan mengelola website desa yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam proses transformasi digital di Desa Sidowayah, mewujudkan desa yang lebih maju dan terhubung dengan dunia luar.

Pemuda Desa Geliting Semakin Kreatif, Kementerian Desa Gelar Pelatihan Video Editing Bersama Pakar Teknologi

Geliting, 20 Desember 2024 – Desa Geliting bergema dengan semangat kreativitas! Hari ini, puluhan pemuda desa berbondong-bondong menuju kantor desa untuk mengikuti pelatihan pembuatan dan editing video yang diinisiasi oleh Kementerian Desa. Acara yang berlangsung selama 4 jam ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan emas bagi generasi muda dalam meningkatkan potensi dan daya saing mereka.

Acara diawali dengan pembukaan yang hangat, diikuti sambutan dari Kepala Desa Geliting, Bapak Makarius Oskar, yang menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi kemajuan desa. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Mas Rosyid Imam Haqi, perwakilan Kementerian Desa, yang menggarisbawahi tujuan kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk mengembangkan keterampilan digital pemuda desa.

Pelatihan utama dipandu oleh Bapak Miftakul Huda, seorang pakar teknologi yang juga pengurus RTIK Jawa Timur bidang Program dan Aptika. Dengan pengalaman dan keahliannya, Miftakul mengupas tuntas bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk jurnalisme desa, mulai dari penulisan storyboard hingga ilustrasi yang menarik.

Tidak hanya teori, sesi ini juga diramaikan dengan tanya jawab aktif antara peserta dan fasilitator. Bahkan, untuk semakin memotivasi peserta, Miftakul memberikan reward kepada kelompok dengan hasil video editing terbaik. Suasana menjadi semakin meriah ketika tarian khas Indonesia Timur menjadi penutup yang sempurna untuk acara ini.

“Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi tahu bagaimana membuat video yang menarik untuk promosi desa,” ujar salah satu peserta dengan antusias.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, desa-desa di Indonesia mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era digital. Bravo Desa Geliting!

Pelatihan Kelayakan BUM Desa Bola untuk Mendukung Program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas Fase 2

Bola, Kabupaten Sikka – Pada Kamis, 19 Desember 2024, Pemerintah Desa Bola, Kecamatan Bola, menggelar pelatihan kelayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bertempat di balai desa setempat. Acara ini dihadiri oleh tamu dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), serta dipimpin oleh Kepala Desa Bola.

Kegiatan diawali dengan penyambutan tamu oleh Kepala Desa Bola beserta perangkat desa. Dalam sambutannya, perwakilan dari Kemendes PDTT, Bapak Rosyid, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari keberlanjutan program Desa Cerdas Fase 2. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas desa dalam mengelola BUMDes secara profesional dan berkelanjutan.

Selanjutnya, Kepala Desa Bola memberikan sambutan dan membuka acara secara resmi. Dalam pidatonya, beliau memaparkan kondisi terkini Desa Bola, termasuk potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan BUMDes.

Materi inti pelatihan disampaikan oleh Miftakul Huda, Ketua Relawan TIK Surabaya, yang menjelaskan tentang Business Model Canvas (BMC) sebagai alat penting dalam mengelola BUMDes. Huda menekankan pentingnya analisis menyeluruh terhadap alur bisnis BUMDes, mulai dari hulu hingga hilir, untuk memastikan keberlanjutan usaha.

“Kajian BMC membantu BUMDes memahami arus bisnisnya, mulai dari penentuan segmen pasar hingga pengelolaan sumber daya dan jaringan mitra,” ujar Huda dalam sesi pemaparan.

Pelatihan ini juga mencakup sesi praktik dan presentasi oleh kelompok-kelompok BUMDes. Setiap kelompok memaparkan rencana pengembangan unit usaha yang dikelola, seperti koperasi simpan pinjam, toko sembako, dan pengelolaan wisata pantai Watu Cruz.

Dengan pelatihan ini, Desa Bola berharap mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan BUMDes sebagai pilar ekonomi desa. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk mengimplementasikan program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas Fase 2 secara lebih efektif.

Pelatihan Fotografi dan Videografi di Desa Koting B: Pemantik Kreativitas Generasi Muda

Koting B – Pada hari ini, Rabu (18/12), Pemerintah Desa Koting B menggelar pelatihan fotografi dan videografi yang bertempat di kantor desa setempat. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA ini dibuka langsung oleh Pj Kepala Desa Koting B dan turut dihadiri oleh Tim dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Sambutan dari Kemendes PDTT disampaikan oleh Bapak Rosyid, yang mengapresiasi inisiatif desa dalam mengembangkan kemampuan generasi muda.

Dalam pelatihan ini, Mas Miftakul Huda, narasumber sekaligus praktisi di bidang fotografi dan videografi, menyampaikan materi teknis terkait pengambilan gambar yang menarik dan pembuatan video berkualitas. Peserta diajak untuk memahami dasar-dasar fotografi, penggunaan peralatan, serta teknik editing sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk kebutuhan promosi desa.

“Harapan kami, pelatihan ini menjadi pemantik kreativitas bagi generasi muda di Desa Koting B. Mereka diharapkan mampu menghasilkan karya foto dan video yang menarik sekaligus memberikan dampak positif bagi desa,” ujar Mas Huda dalam sesi pemaparannya.

Peserta yang hadir pun diimbau untuk membagikan ilmu yang telah didapat kepada masyarakat lainnya, sehingga pengetahuan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata dukungan Desa Koting B terhadap pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan keterampilan. Dengan pelatihan ini, diharapkan Desa Koting B semakin dikenal melalui potensi kreatif warganya, khususnya di bidang fotografi dan videografi.

Desa Manyampa Manfaatkan Pelatihan Digital untuk Optimalkan Potensi Wisata Mangrove

Bulukumba – Desa Manyampa (14/12) adalah salah satu desa di kecamatan Ujung Loe, kabupaten Bulukumba yang menyimpan beragam ekosistem wisata yang pastinya menjadi daya tarik unggulan desa. Salah satu wisata yang dikelola oleh desa Manyampa adalah kawasan wisata hutan Mangrove.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melalui Pusat Daya Saing Desa (PUSDAING) dan Relawan TIK beserta Universitas Negeri Surabaya berkesempatan untuk mengadakan pelatihan dalam rangka jejaring kemitraan desa Cerdas Kementrian Desa. Pelatihan kali ini fokus untuk pengembangan Wisata Mangrove di desa Manyampa tersebut, “Promosi Wisata Mangrove Berbasis Digital” merupakan judul acara pelatihan kali ini.

Dibuka dengan paparan dan review terkait perkembangan Mangrove di desa Manyampa tersebut oleh Kepala Desa Manyampa, biasa dipanggil pak Abbas memaparkan bahwasanya potensi sangat besar yang ada di desa Manyampa ini sangat perlu dikembangkan kembali agar lebih banyak menjaring turis karena satu arah dengan wisata Bira yang sangat terkenal di Bulukumba.

Ketua Relawan TIK Jawa Timur, Muhajir Sulthonul Aziz dan Dosen dari Universitas Negeri Surabaya, Lutfhi Abdil Khuddus, sharing mengenai beragam hal yang bisa dilakukan oleh desa dan Pokdarwis selaku pengelola wisata Mangrove di desa Manyampa tersebut, agar potensi yang ada ini sangat bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Membangun Desa Cerdas Kambuno: Pelatihan Digital Public Relation untuk Manajemen Sosmed Desa

Bulukumba – Potensi desa yang sangat besar dimiliki oleh desa Kambuno sangat perlu di ekplorasi oleh warga desa agar dapat dinikmati oleh pengunjung luar desa, apalagi dengan komoditas andalan Durian yang pasti dicari saat musim panen menjadikan daya tarik bagi para turis atau wisatawan yang berkunjung ke desa Kambuno, kecamatan Bulukumpa, kabupaten Bulukumba, provinsi Sulawesi Selatan.

Penyebaran segala macam potensi desa ini dapat dilakukan oleh seluruh perangkat desa dan warga desa dengan sangat masif, salah satunya penggunaan sosial media. Maka dari itu dalam rangka peningkatan pengelolaan sosial media desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melalui Pusat Daya Saing (PUSDAING) hadir bersama dengan Relawan TIK untuk melakukan pelatihan dengan judul “Pengelolaan Sosial Media Atau Digital Public Relation Untuk Manajemen Sosmed Desa”.

Dibuka oleh Kepala Desa dengan menunjukkan beberapa potensi desa serta paparan awal terkait desa cerdas kepada warga yang hadir menjadikan penyemangat warga untuk mengikuti pelatihan kali ini. Muhajir Sulthonul Aziz, selaku ketua Relawan TIK Jawa Timur membawakan materi Branding Desa melalui Sosial Media, agar masyarakat secara masif menggunakan sosial media dan peluang-peluang dalam rangka implementasi desa cerdas pilar Ekonomi Cerdas

Undang-Undang APBN untuk 2025 Menetapkan Salah Satu Prioritas Penggunaan Dana Desa untuk pengembangan desa cerdas

Badung, Bali – Pada hari Selasa (17/12/2024) Hani Purnawanti, Ketua Umum, didampingi oleh Hamzah Fathoni, Ketua Bidang Program, dan I Gede Krisna Juliharta, Ketua Bidang Kemitraan Pengurus Pusat Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia hadir pada pembukaan Workshop Exit Strategy Program Desa Cerdas terakhir yang diselenggarakan di Hotel Pradiso Kuta Bali yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa PDTT, sekaligus dibuka dengan resmi oleh Kepala Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kemendes PDTT, Ivanovich Agusta.

Kepala BPI Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes PDT mengingatkan pemerintah daerah agar menggunakan dana desa untuk desa cerdas sesuai amanat Undang-Undang.

“Undang-Undang APBN untuk 2025 sudah menetapkan salah satu prioritas penggunaan dana desa adalah untuk pengembangan desa cerdas, maka ibu dan bapak sekalian (perwakilan pemda) akan menjadi contoh baik yang sudah tahu lebih dulu tentang apa yang harus dilakukan di desa cerdas 2025,” katanya saat membuka Lokakarya Exit Strategy Desa Cerdas di Badung, Bali, Selasa malam.

Ivanovich menyebutkan hingga tahun 2024, hanya terdapat 16.277 desa dari 75.620 desa di Indonesia yang menganggarkan APBDes-nya untuk desa digital atau desa cerdas, dengan nilai total Rp609 miliar.

“Jadi kalau Rp. 609 miliar dibagi 16.000 sekian tadi, maka rata-rata anggaran yang dibelanjakan desa itu hanya Rp. 37 juta rata-rata per desa. Ini jumlah yang sebetulnya tergolong rendah,” ujar dia.

Ivanovich melanjutkan tahun 2025 dengan adanya amanat dari ABPN, maka 75.260 desa tersebut diharapkan menganggarkan untuk desa digital.

“Kita belajar dari berbagai prioritas yang diminta di dalam UU ABPN, kalau tidak ada tambahan surat edaran menteri atau penegasan dari kementerian, akan membuat bapak/ibu yang ada di daerah sulit untuk memberikan arahan ke desa, atau desa sendiri juga ragu-ragu untuk membelanjakan. Contohnya, apakah desa boleh menganggarkan untuk langganan internet? Itu ada pemda yang memperbolehkan, dan ada yang tidak,” paparnya.

Untuk itu, menurutnya, forum Lokakarya Exit Strategy Desa Cerdas dapat menjadi momen yang strategis bagi desa untuk menyampaikan kebutuhan masing-masing.

“Pemda maupun para pendamping desa bisa menyampaikan sebetulnya kebutuhannya apa saja. Sebagai perbandingan laporan dari Menteri Desa di tahun 2019, yang menganggarkan untuk desa digital sebanyak 36.000, namun di tahun ini 2024, jadi 16.000, memang ada hal-hal yang tidak sepenuhnya kesalahan desa, tetapi ada hal-hal untuk proteksi diri supaya tidak ada masalah,” tuturnya.

UU Nomor 62 Tahun 2024 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2025 telah menetapkan dana desa tahun anggaran 2025 sebesar Rp71 triliun, terdiri atas Rp. 69 triliun dihitung pada tahun anggaran sebelum tahun anggaran berjalan dan Rp. 2 triliun dihitung pada tahun anggaran berjalan.

Toolbar Disabilitas