Data Kegiatan

Transformasi Digital Desa Parparean 1 Belajar Manajemen Media Sosial dengan AI

Parparean 1, Kabupaten Toba – Pada 16 Desember 2024, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembali menyelenggarakan pelatihan inovatif dalam rangka Program Desa Cerdas. Pelatihan bertajuk “Pengelolaan Media Sosial dan Penggunaan AI untuk Masyarakat Desa” ini dilaksanakan di Kantor Desa Parparean 1, dan dihadiri oleh masyarakat serta kepala desa setempat.

Narasumber kegiatan ini adalah Yusca Nadira, S.Pd, seorang ahli dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Blitar.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali masyarakat desa dengan keterampilan yang relevan di era digital, terutama dalam memanfaatkan media sosial secara efektif. Kepala Desa Parparean 1 dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mempromosikan produk dan potensi desa. “Pengelolaan media sosial yang baik akan membantu masyarakat untuk lebih dikenal luas, sekaligus meningkatkan pendapatan melalui UMKM,” ujar beliau.

Selama pelatihan, peserta belajar teknik dasar pengambilan gambar menggunakan smartphone untuk menciptakan konten yang menarik. Mereka juga diajarkan cara memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk berbagai keperluan sehari-hari, termasuk mendukung kegiatan berjualan online. Dengan panduan praktis, peserta dapat memahami bagaimana AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan platform S.id untuk membuat microsite. Microsite ini dirancang sebagai alat promosi yang efektif bagi UMKM masyarakat desa. Dengan adanya microsite, UMKM dapat menampilkan produk mereka secara profesional dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui internet.

Pelatihan ini juga didesain dengan pendekatan interaktif dan praktik langsung. Peserta diajak untuk langsung mencoba teknik-teknik yang diajarkan, baik dalam pengambilan gambar, pengelolaan media sosial, maupun penggunaan AI. Pendekatan ini memastikan setiap peserta dapat memahami materi dengan lebih baik dan siap mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Parparean 1 semakin mahir dalam mengelola media sosial dan memanfaatkan teknologi untuk memajukan desa. Dengan keterampilan yang diperoleh, masyarakat dapat menjadikan media sosial sebagai alat yang tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk membangun peluang ekonomi baru.

Menguasai Smartphone dan AI: Pelatihan untuk Ciptakan Konten Digital Berkualitas di Desa

Huta Bulu Mejan, Toba – Pada 14 Desember 2024, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyelenggarakan sebuah pelatihan inovatif bertema “Optimalisasi Penggunaan Smartphone dan AI untuk Membuat Konten Menarik”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Jejaring Kemitraan Program Desa Cerdas Fase 2 yang bertujuan untuk mempercepat transformasi digital di desa-desa Indonesia. Bertempat di Kantor Desa Huta Bulu Mejan, pelatihan ini menghadirkan Yusca Nadira, S.Pd, seorang narasumber dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar.

Pelatihan ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat dalam menciptakan konten berkualitas tinggi dengan memanfaatkan teknologi yang ada di sekitar mereka. Kepala desa dan masyarakat Huta Bulu Mejan turut serta dalam kegiatan ini, memperlihatkan antusiasme besar terhadap pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong kemajuan desa. Dalam sambutannya, kepala desa menekankan pentingnya pembekalan keterampilan digital untuk membantu masyarakat desa meningkatkan daya saing UMKM dan mempromosikan potensi lokal.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang teknik dasar pengambilan gambar menggunakan smartphone untuk menghasilkan foto dan video yang menarik. Selain itu, mereka juga diperkenalkan pada penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai aspek kreatif, seperti pembuatan naskah dan skenario, serta narasi untuk mendukung produksi konten yang profesional.

Salah satu materi yang menjadi sorotan dalam pelatihan ini adalah pengenalan platform S.id untuk membuat microsite. Peserta diajarkan bagaimana memanfaatkan microsite ini sebagai alat promosi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan memanfaatkan platform ini, masyarakat dapat lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas secara online.

Pelatihan ini juga menekankan pendekatan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mengaplikasikan keterampilan yang dipelajari. Hal ini memberikan pengalaman nyata kepada masyarakat dalam menciptakan konten digital yang sesuai dengan kebutuhan lokal mereka.

Kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi masyarakat Desa Huta Bulu Mejan untuk mengembangkan potensi mereka dalam dunia digital. Dengan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan ini, desa-desa dapat menjadi motor penggerak inovasi dan kreativitas yang membawa manfaat nyata bagi seluruh warganya.

Pelatihan Videografi dan Fotografi: “Optimalisasi Penggunaan Smartphone dan AI untuk Membuat Konten Menarik”

Sigumpar, Kabupaten Toba – Pada 13 Desember 2024, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Optimalisasi Penggunaan Smartphone dan AI untuk Membuat Konten Menarik”. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Desa Cerdas yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa dengan keterampilan digital dan teknologi terbaru. Kegiatan ini diadakan di Kantor Desa Sigumpar, Toba, dan menghadirkan Yusca Nadira sebagai pembicara utama.

Pelatihan ini diikuti oleh masyarakat Desa Sigumpar dan Kepala Desa Leonardo yang turut hadir dan memberikan dukungan penuh. Dalam sambutannya, Leonardo menyampaikan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan potensi desa, seperti keindahan alam, budaya, dan produk lokal. “Dengan keterampilan yang diajarkan hari ini, kita dapat meningkatkan daya tarik desa melalui konten yang kreatif dan profesional,” ujarnya.

Materi pelatihan mencakup teknik dasar pengambilan gambar menggunakan smartphone, sehingga peserta dapat menghasilkan foto dan video berkualitas tinggi dengan peralatan yang sederhana. Selain itu, peserta diajarkan cara memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk berbagai keperluan kreatif, seperti membuat naskah dan skenario, menghasilkan narasi yang menarik, serta menciptakan musik bebas copyright. Tidak ketinggalan, peserta juga mendapatkan pelajaran tentang pengembangan microsite menggunakan platform S.id untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini bertujuan untuk membantu UMKM di desa dalam mempromosikan produk mereka secara online dengan cara yang mudah dan efektif.

Kegiatan ini juga dirancang dengan banyak sesi praktik langsung oleh masyarakat. Peserta mendapatkan kesempatan untuk langsung menerapkan teknik yang diajarkan, mulai dari pengambilan gambar hingga penggunaan AI untuk menghasilkan konten. Pendekatan ini memastikan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata.

Salah satu hasil menarik dari pelatihan ini adalah pembuatan lagu Desa Sigumpar dengan bantuan teknologi AI. Lagu ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi dapat digunakan untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal. Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dalam membuat konten multimedia yang siap untuk dipublikasikan di media sosial atau platform lainnya.

Yusca Nadira, S.Pd., sebagai narasumber utama dari Relawan TIK kabupaten blitar menekankan bahwa teknologi AI dan smartphone dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk bercerita.

“Kreativitas tidak lagi terbatas oleh peralatan mahal. Dengan pemahaman yang tepat, setiap orang dapat membuat konten yang menginspirasi dan membangun citra positif desa mereka,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Sigumpar diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan mereka dalam menciptakan konten digital yang kreatif dan berkualitas. Dengan demikian, desa tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat kreativitas dan inovasi yang mampu bersaing di era digital.

Pelatihan Fotografi dan Videografi Tingkatkan Digitalisasi di Desa Dede Kadu

Dede Kadu, Loli, Sumba Barat, NTT, 16 Desember 2024 – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama NGO Relawan TIK sukses menggelar program pelatihan fotografi dan videografi di Desa Dede Kadu, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat desa.

Acara dimulai dengan sesi pembukaan yang menghadirkan sambutan dari Tim Teknis Kemendes PDTT. Kepala Desa Dede Kadu juga memberikan paparan terkait potensi dan tantangan desa dalam memanfaatkan digitalisasi untuk pengembangan wilayah.

Sesi utama diisi oleh Mei Santi, perwakilan Relawan TIK dari Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Sekretaris Relawan TIK dan Pandu Digital Madya Kominfo, kini bernama Komdigi. Sebagai dosen tetap di STAI Muhammadiyah Tulungagung, Program Studi Ekonomi Syariah, Mei Santi membawakan materi komprehensif tentang dasar-dasar fotografi dan videografi, jenis-jenisnya, serta tips dan trik pengambilan gambar dan video.

Tidak hanya teknis fotografi dan videografi, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi CapCut untuk editing gambar dan video. Materi pelatihan dilengkapi dengan pemanfaatan AI menggunakan ChatGPT untuk memudahkan pencarian konsep storyboard dan pembuatan copywriting yang menarik. Peserta diarahkan untuk mengoptimalkan hasil karya mereka agar bisa dipublikasikan di media sosial dengan lebih efektif.

Melalui pelatihan ini, warga Desa Dede Kadu diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk keperluan branding personal, membangun portofolio, hingga memperluas peluang kerja. Diharapkan, hal ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individu tetapi juga membawa dampak signifikan pada peningkatan sosial dan ekonomi desa.

Pelatihan Fotografi dan Videografi di Desa Beringin Sanggul: “Berkarya dengan Lensa, Inspirasi Alam nan Nyata”

Beringin Sanggul, Merangin – Sebuah kegiatan pelatihan bertema Beri Lian (Berkarya dengan Lensa, Inspirasi Alam Nan Nyata) sukses digelar pada 16 September 2024 di Pendopo Desa Beringin Sanggul. Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari anggota Karang Taruna, PKK, pelaku UMKM, serta tokoh masyarakat desa setempat.

Pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan fotografi dan videografi ini disambut antusias oleh masyarakat. Materi yang disampaikan dianggap sangat bermanfaat sebagai bekal untuk mengangkat potensi alam dan ekonomi Desa Beringin Sanggul melalui media digital.

Kepala Desa Beringin Sanggul, Zuhdi, secara langsung membuka kegiatan ini dengan didampingi oleh Sekretaris Camat Tiang Tumpang, Kabupaten Merangin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi warga dan harapannya agar keterampilan ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan keindahan desa ke publik yang lebih luas.

Dalam kesempatan ini, Dwi Joko selaku tim dari Kemendes RI-BPI menekankan pentingnya membangun konsep Desa Cerdas. Menurutnya, kemampuan literasi digital yang baik adalah kunci untuk mewujudkan pilar desa cerdas: masyarakat cerdas dan ekonomi cerdas.

Sebagai narasumber utama, Arif Setiadi, S.Kom., M.Kom – yang menjabat sebagai Sekretaris Relawan TIK Jambi, Widyaiswara Ahli Pertama BKPSDMD Kota Jambi, serta Wakil Rektor III Institut Teknologi dan Bisnis Pelita Raya – menyampaikan materi mengenai teknik dasar fotografi dan videografi yang dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi digital. Materi tersebut diharapkan dapat membantu peserta mempromosikan potensi alam, budaya, serta produk lokal Desa Beringin Sanggul.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi praktik langsung di sekitar pendopo desa, di mana para peserta berkesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Desa Beringin Sanggul dapat semakin dikenal dan mampu menjadi salah satu contoh desa yang cerdas dan inovatif melalui karya-karya kreatif dari warganya.

Pelatihan Pembuatan Konten Digital Percepat Digitalisasi Desa Cerdas bagi Masyarakat Nagari Singkarak

Nagari Singkarak, sebuah desa yang terletak di Sumatera Barat, baru-baru ini menjadi salah satu desa terpilih untuk mengikuti program pelatihan Desa Cerdas yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) bekerja sama dengan RTIK Sumatera Barat dan Ruang Komunitas Desa Digital Nagari Singkarak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan digital masyarakat, dengan fokus pada keterampilan pembuatan konten digital yang efektif untuk promosi dan pengembangan potensi daerah.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Singkarak, Rahman, S.Pd. Dalam sambutannya, Rahman mengungkapkan harapannya agar pelatihan ini dapat mempercepat transformasi digital di Nagari Singkarak. “Terpilihnya Nagari Singkarak sebagai Desa Cerdas merupakan langkah awal yang penting dalam mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi tantangan di dunia digital. Saya berharap pelatihan ini dapat memberikan keterampilan baru yang bermanfaat, terutama dalam pembuatan konten digital untuk promosi potensi alam dan budaya Nagari Singkarak,” ujar Bapak Rahman dengan penuh semangat.

Pelatihan ini menghadirkan pemateri ahli di bidang digital, Yendi Putra, S.Kom, M.Kom, MTA, seorang pakar digital yang berpengalaman dalam pembuatan konten kreatif Juga sebagai Ketua RTIK Sumatera Barat. Yendi menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses pembuatan konten digital. “Dengan memanfaatkan teknologi AI, masyarakat dapat menghasilkan konten yang lebih profesional tanpa perlu perangkat yang mahal. AI membantu dalam berbagai hal, mulai dari editing, penulisan otomatis, hingga analisis tren untuk memastikan konten yang dihasilkan relevan dengan audiens,” jelas Yendi.

Selain itu, Yendi didampingi oleh Rahmat, Sekretaris RTIK Sumatera Barat, yang memberikan wawasan tentang pentingnya etika dalam menggunakan teknologi. Rahmat mengingatkan bahwa banyak konten kreator yang menghadapi masalah hukum karena kurangnya pemahaman mengenai etika digital. “Sebagai kreator konten, kita harus berhati-hati dan memahami aturan serta etika dalam membuat dan menyebarkan konten,” tegas Rahmat.

Antusiasme peserta pelatihan sangat tinggi, dengan kehadiran ibu-ibu dan remaja yang menunjukkan semangat besar dalam belajar. Kegiatan pelatihan ini terbagi menjadi 30% teori dan 70% praktek, sehingga peserta dapat langsung menghasilkan produk digital setelah mengikuti sesi tersebut. Duta Digital, Fajri Febrio, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan fase ketiga yang diselenggarakan oleh Kemendes. “Ini adalah kesempatan luar biasa untuk memanfaatkan peluang ini dengan semaksimal mungkin. Mari kita gali ilmu dari para pemateri yang berasal dari RTIK Sumbar,” ajak Fajri.

Testimoni dari peserta pelatihan sangat positif. Banyak dari mereka yang merasa mendapatkan pengetahuan baru dan sangat antusias untuk mempraktikkan ilmu yang mereka peroleh. “Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena tidak hanya teori, tetapi juga langsung praktek. Saya merasa lebih siap untuk membuat konten digital yang dapat digunakan untuk mempromosikan produk lokal dan potensi wisata Nagari Singkarak,” ungkap salah seorang peserta dengan antusias.

Dengan kegiatan ini, Nagari Singkarak diharapkan dapat semakin memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya Minangkabau kepada dunia luar. Transformasi digital yang terus berkembang diharapkan mampu membawa dampak positif, tidak hanya dalam promosi pariwisata, tetapi juga untuk peningkatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan konten digital yang lebih efektif dan menarik.

Pentingnya  Pelatihan Literasi Digital Guna Tingkatkan Keamanan Data Pribadi Warga Desa

Kegiatan desa Cerdas Lokasi Baru, Kecamatan Air Priukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu menjelang akhir tahun ini mengelar pelatihan Literasi Digital guna mengamankan data pribadi. Rabu ( 13/12/2024)

Acara ini diselenggarakan oleh RKDD (Ruang Komunikasi Digital Desa) yang difasilitasi  oleh Duta Digital, Marlina , dan Kader Digital, Anjasmoro. Untuk kader digital merupakan pemuda asli dari desa Lokasi baru.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang yang merupakan perwakilan dari PKK, Kader KPM, Bumdes dan Karang Taruna. Dari berbagai rentang usia, ada tua-muda, laki-laki dan Perempuan.

Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Duta Digital dan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa  Djasmani Wahyudi . Dalam sambutannya, Djasmani Wahyudi  menyampaikan apresiasi atas program ini yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat desa Lokasi BaruTerutma untuk bisa menjaga keamanan data pribadi menjelang akhir tahun ini.

Djasmani Wahyudi juga menyampaikan bahwa desa Lokasi Baru tadi malam, sekitar jam sebelas malam sudah menerima seperangkat Komputer lengkap dengan printer yang terkini. Djasmani Wahyudi berharap dengan bantuan dari Kemndes ini dapat meningkatkan kemajuan bagi masyarakat desa Lokasi Baru.

Pelatihan Literasi Digital ini menghadirkan Ibu Milda Ini, Ketua Relawan TIK Provinsi Bengkulu. Yang akan menyampaikan materi seputar Literasi Digital.

Dalam paparan materinya , Milda menyampaikan mengenai empat pilar dari Literasi Digital yang terdiri dari pertama Digital Skils atau Keterampilan Digital, kedua Digital Culture atau budaya digital, ketiga Digital Ethic atau Etika Digital dan yang terakhir adalah Digital Safety atau Keamanan Digital.

Pelatihan ini juga diselingi dengan diskusi dan tanya jawab yang seru apalagi pada bagian paparan mengenai keamanan data pribadi yang sering dianggap sepele atau dilalaikan sehingga bisa berunjung pada hal-hal yang tidak baik. Ternyata masih banyak juga warga desa Lokasi Baru yang belum paham mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi.

Di akhir sesi pelatihan, Milda juga memberikan tips dan triks agar aman bermain media sosial, optimasi media sosial untuk kegiatan yang bermanfaat dan menghasilkan, misalnya dengan menjadikan media sosial sebagai sarana promosi hasil perkebunan dan peternakan agar lebih luas jangkauannya dan bisa terjual dengan harga yang baik.

Pada kegiatan ini ternyata diketahui juga  masih banyak juga warga desa Lokasi Baru yang belum paham mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi.

Untuk diketahui, Desa Lokasi Baru marupakan salah satu dari 20 Desa yang terdapat di kabupaten Seluma provinsi Bengkulu yang mendapatkan bantuan program Desa Cerdas Fase 3 dari Kementrian Desa. (ML)

Imbas Belajar Literasi Digital, Warga Desa Pasar Ngalam Ingin Jadi Affliate

Kegiatan desa Cerdas Pasar Ngalam, Kecamatan Air Priukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu belajar tentang literasi digital, akhirnya ingin menjadi konten creator dan affliate. Selasa ( 10/12/2024)

Salah satu dari 20 desa cerdas yang ada di kabupaten Seluma, di antaranya ada yang berada di Kecamatan Air Priukan. Tepatnya berada di desa Pasar Ngalam. JIka kamu ke desa Pasar Ngalam ini, kamu tidak akan menemukan pasar karena ini hanya sebuah nama saja.

Warga desa cerdas Pasar Ngalam, sebagian besar mata pencahariannya adalah berkebun sawit dan beternak. Untuk ternak warga desa banyak memelihara sapi dan kambing. Sedangkan untuk keperluan sehari-hari, warga desa membeli ke luar desa.

Namun ada yang menarik dari desa Pasar Ngalam ini, meski tidak memiliki pasar namun desa pasar Ngalam sudah dialiri wifie. Warga desa sebagian besar sudah pasang wifie di rumah mereka masing-masing. Oleh karena itu mereka lebih nyaman, senang dan hemat saat menggunakan internet.

Kali ini kegiatan pelatihan Literasi Digital ini  diselenggarakan oleh RKDD (Ruang Komunikasi Digital Desa) dengan fasilitator  Duta Digital, Marlina , dan Kader Digital, Tiara Meilati Kalova. Duta dan kader digital ini sebelumnya sudah mendapatkan bimbingan teknis dari Kementrian Desa selama sepuluh hari di Jakarta. Bersama dengan duta dan kader digital desa lainnya dari seluruh Indonesia.

Untuk pelatihan Literasi Digital  ini diikuti oleh 30 orang yang merupakan perwakilan dari PKK, Kader KPM, Bumdes dan Karang Taruna. Dari berbagai rentang usia, ada tua-muda, laki-laki dan perempuan.

Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Duta Digital Marlina dan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa  Suprida . Dalam sambutannya, Suprida menyampaikan apresiasi atas program ini yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat desa Pasar Ngalam untuk bisa memanfaat penggunaan internet untuk keperluan yang bermanfaat.

Suprida  juga menyampaikan bahwa desa Pasar Ngalam juga sudah mendapatkan seperangkat Komputer lengkap dengan printer yang terkini.

Pelatihan Literasi Digital ini menghadirkan Ibu Milda Ini, Ketua Relawan TIK Provinsi Bengkulu. Yang akan menyampaikan materi seputar Literasi Digital. Milda juga akan memberikan tips dan trik bagaimana menjadi konten kreator dan afflite hingga bisa menghasikan uang.

Jhon yang merupakan salah satu peserta mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti pelatihan literasi digital dan bagaimana menjadi affliate yang menghasilkan. Ia, sangat senang karena mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru. Selama ini ia, hanya sebagai penikmat media sosial. Dengan pelatihan literasi hari ini, ia memiliki pemikiran untuk mengembangkan akun media sosialnya untuk bisa menjadi konten creator atau affiliate.

Dalam paparan materinya , Milda menyampaikan mengenai empat pilar dari Literasi Digital yang terdiri dari pertama Digital Skils atau Keterampilan Digital, kedua Digital Culture atau budaya digital, ketiga Digital Ethic atau Etika Digital dan yang terakhir adalah Digital Safety atau Keamanan Digital.

Di akhir sesi pelatihan, Milda juga memberikan tips dan triks agar aman dan bisa menghasilkan cuan saat bermain media sosial. Milda juga mengajarkan bagaimana menautkan keranjang kuning di akun tiktok, membuat konten video dll. Dengan pelatihan hari ini, Milda berharap warga desa dengan fasilitas wifie di rumah dapat memanfaatkan potensi wifie tersebut untuk menambah wawasan, pengetahuan secara online dan meningkatkan keterampilan serta makin cakap digital. (ML)

Pentingnya Literasi Digital Untuk Membangun Pilar Masyarakat Cerdas

Kegiatan ini dilaksanakan di desa Sukasari, Kecamatan Air Priukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Desa Sukasari ini meripakan salah satu dari 20 Desa Cerdas yang mendapatkan bantuan dari Kementrian Desa.  Rabu( 04/12/2024)

Guna meningkatkan kualitas masyarakat  desa Sukasari sebagai sebagai desa Cerdas di era digitalisasi ini, maka Duta Digital dan Kader Digital desa Sukasari memfasilitasi kegiatan  RKDD (Ruang Komunitas Digital Desa) dalam bentuk Pelatihan Literasi Digital untuk warga desa.

Sejak pukul delapan pagi, para peserta yang terdiri dari orang tua dan anak muda, baik laki-laki dan perempuan sudah berdatangan. Mereka sudah berkumpul di balai desa untuk mengikuti Pelatihan Literasi Digital.

Pelatihan Literasi Digital ini akan menghadirkan narasumber Milda Ini yang merupakan Ketua Relawan TIK Provinsi Bengkulu. Milda Ini, akan memberikan paparan mengenai apa saja yang menjadi bagian dari pilar literasi digital.

Kegiatan pelatihan ini diawali dengan kata sambutan dari Duta Digital Marlina yang juga didampingi oleh Turniadi yang merupakan kader Digital dari desa Sukasari. Dalam kata sambutannya Marlina menyampaikan dan mengajak para peserta untuk berperan aktif dalam pelatihan hari ini. Marlina juga berharap kegiatan ini dapat memberikan tambahan wawasan bagi warga desa.

Kegiatan ini  secara resmi dibuka oleh Kepala Desa  Ahmad Kodari . Dalam sambutannya, Ahmad Kodari menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para duta dan kader digital yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Ia berharap kepada peserta pelatihan agar dapat memanfaatkannya kegiatan pelatihan ini dengan sebaik mungkin.

Ahmad Kodari juga berharap dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh hari ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama bagi warga desa di zaman yang serba canggih.

Pelatihan Literasi Digital ini menghadirkan Ibu Milda Ini, Ketua Relawan TIK Provinsi Bengkulu. Yang akan menyampaikan materi seputar Literasi Digital serta memberikan pelatihan singkat mengenai bagaimana membuat video flash dengan menggunakan handphone.

Agus yang merupakan salah satu peserta menyampaikan bahwa, ia mendapatkan tambahan wawasan baru seputar bagaimana aman bermain internet dan juga tahu bagaimana cara membaut video yang cepat, bagus hanya dengan menggunakan handphone.

Pada pelatihan ini para peserta juga sangat antusias terutama ibu-ibu, mereka jadi bersemangat juga untuk mencoba dan belajar menjadi konten creator.

Dalam pelatihan ini saat membuat video flash, para peserta menggunakan kuota internet dari handphone masing-masing. Untuk saat ini di desa Sukasari belum ada instalasi untuk pemasangan wifie, Jadi para warga untuk mengakses internet  masih menggunakan fasilitas kuota internet yang dibeli melalui selular.

Oleh karena itu Milda juga berharap ke depannya dengan adanya program desa cerdas dan dengan adanya duta serta kader digital desa dapat mempercepat penambahan infrastruktur wifie di desa Sukasari.

Dalam paparan materinya , Milda juga menyampaikan mengenai empat pilar dari Literasi Digital yang terdiri dari pertama Digital Skils atau Keterampilan Digital, kedua Digital Culture atau budaya digital, ketiga Digital Ethic atau Etika Digital dan yang terakhir adalah Digital Safety atau Keamanan Digital.

Pelatihan ini dilaksanakan di kantor balai desa Sukasari dari jam delapan pagi hingga jam dua belas siang. Para peserta selain mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan seputar literasi digita. Para peserta juga mendapatkan keterampilan baru bagaimana membuat video yang bercerita hanya dengan menggunakan handphone.

Untuk diketahui bahwa kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berjumlah  30 orang yang merupakan perwakilan dari PKK, Kader KPM, Bumdes dan Karang Taruna. Para peserta merupakan warga desa Sukasari. (ML)

Pemanfaatan Digital Skill Untuk Meningkatkan Keterampilan Menggunakan Smartphone sebagai Media Promosi di Desa

Pelatihan Literasi Digital dan  Memanfaatkan Digital Skill Untuk Meningkatkan Keterampilan Menggunakan Smartphone sebagai Media Promosi Berupa Foto . Guna meningkat kecerdasan para warga desa Tawang Rejo dalam menggunakan dan memanfaatkan handphone. Maka duta dan kader digital dari desa cerdas menyelenggarakan kegiatan pelatihan literasi digital. Senin,(09/12/2-24)

Desa Tawang Rejo Kecamatan Air Priukan Kabupaten Seluma ini merupakan bagian dari 20 desa Cerdas yang mendapatkan program desa cerdas dari Kementrian Desa.

Pelatihan Literasi Digital ini menghadirkan Ibu Milda Ini, Ketua Relawan TIK Provinsi Bengkulu. Yang akan menyampaikan materi seputar Literasi Digital.

Acara pelatihan literasi digital ini diselenggarakan oleh RKDD (Ruang Komunikasi Digital Desa) yang difasilitasi  oleh Duta Digital, Marlina , dan Kader Digital, Nurul Ayu Veronica. Kebetulan sekali di desa Tawang Rejo ini duta dan kader digitalnya Perempuan.

Kegiatan pelatihan literasi digital ini dilaksanakan di kantor balai desa Tawang Rejo. Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang yang merupakan perwakilan dari PKK, Kader KPM, Bumdes dan Karang Taruna. Dari berbagai rentang usia, ada tua-muda, laki-laki dan perempuan.

Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Duta Digital dan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa  Poniman . Dalam sambutannya, Poniman  menyampaikan apresiasi atas program ini yang diharapkan dapat meningkatkan wawasan literasi digital masyarakat desa Tawang Rejo. Poniman juga berharap setelah pelatihan ini para peserta memiliki keterampilan bagaimana mengambil foto produk untuk mempromosikan berbagai potensi desa secara masif.

Poniman  juga menyampaikan bahwa sumber  mata pencaharian terbesar warga desa Tawang rejo bersumber dari perkebunan yaitu sawit dan peternakan, untuk sapi dan kambing. Poniman berharap dengan keterampilan digital yaitu teknik foto dari handpone yang dipelajari hari ini terutama bagi para pemuda, agar dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai potensi desa.

Dalam paparan materinya , Milda menyampaikan mengenai empat pilar dari Literasi Digital yang terdiri dari pertama Digital Skils atau Keterampilan Digital, kedua Digital Culture atau budaya digital, ketiga Digital Ethic atau Etika Digital dan yang terakhir adalah Digital Safety atau Keamanan Digital.

Pada pelatihan literasi digital kali ini, Milda juga mengajarkan bagaimana teknik motret dengan menggunakan handphone untuk mempromosikan produk dan jasa anti gagal. Dimana peserta diajarkan bagaimana cara memoto produk untuk promodi di media sosial.

Untuk diketahui di provinsi Bengkulu, selain kabupaten Seluma, ada 20 desa juga yang mendapatkan program desa cerdas ini  yang berada di kabupaten Bengkulu Utara. (ML)

Toolbar Disabilitas