Mukomuko – Program Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) kembali menyasar Desa Lubuk Sanai, Kecamatan Koto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Pada Senin (16/12/2024), kegiatan Pelatihan Fotografi dan Videografi dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan branding personal dan usaha melalui pemanfaatan konten visual.
Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, Duta Digital, dan Kader Digital sebagai peserta. Kegiatan diawali dengan sambutan perwakilan Kemendes PDT, Rachmad Puji Asro, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Program Desa Cerdas bertujuan untuk mendorong digitalisasi di tingkat desa, yang kini merambah berbagai sektor, baik dari pemerintah pusat hingga ke tingkat desa. Ia juga berharap agar masyarakat desa dapat berpartisipasi aktif dalam digitalisasi dan mampu memanfaatkan ilmu fotografi serta videografi yang diperoleh untuk kemajuan desa.
Kepala Desa Lubuk Sanai, Mutriadi, turut menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Beliau mengungkapkan bahwa kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh peserta. “Digitalisasi adalah hal mutlak dan wajib untuk saat ini, karena akan membawa desa menuju kemajuan,” tegasnya.
Pelatihan ini menghadirkan Subana, S.Kom., sebagai narasumber. Beliau merupakan Wakil Ketua Relawan TIK Kabupaten Blitar sekaligus Ketua Bidang Legal dan Kemitraan Relawan TIK Provinsi Jawa Timur. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa videografi adalah media yang digunakan untuk merekam kejadian dalam bentuk suara dan gambar. Menurutnya, konten visual saat ini lebih diminati masyarakat dan berpotensi besar dalam membangun citra personal maupun usaha.
Dalam sesi materi, peserta diajarkan tahapan produksi video, yang mencakup konsep, naskah, storyboard, serta teknik pengambilan gambar. Berbagai sudut pengambilan gambar diperkenalkan, seperti bird eye, high angle, eye level, low angle, dan frog angle. Selain itu, teknik pergerakan kamera seperti dolly, slide crab, pedestal, arc, dan still turut diajarkan sebagai bagian dari produksi video profesional.
Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pelatihan editing video dengan menggunakan aplikasi populer seperti Kinemaster, VN Free, InShot, CapCut, dan VLLO. Narasumber menekankan pentingnya konsistensi dalam berkarya serta tidak takut mencoba hal-hal baru. “Berkarya adalah proses yang berulang. Teruslah mengeksplorasi, mencoba, dan jangan takut gagal,” pesannya.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menciptakan konten visual yang berkualitas. Dengan memanfaatkan foto dan video terbaik yang diunggah di media sosial, peserta diharapkan dapat membangun branding personal maupun usaha. Hal ini diyakini akan memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan desa secara keseluruhan. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Di akhir acara, peserta mengikuti sesi diskusi santai dan ramah tamah Bersama narasumber.








