Data Kegiatan

Pelatihan Fotografi dan Videografi untuk Desa Cerdas Mukomuko

Mukomuko – Program Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) kembali menyasar Desa Lubuk Sanai, Kecamatan Koto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Pada Senin (16/12/2024), kegiatan Pelatihan Fotografi dan Videografi dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan branding personal dan usaha melalui pemanfaatan konten visual.

Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, Duta Digital, dan Kader Digital sebagai peserta. Kegiatan diawali dengan sambutan perwakilan Kemendes PDT, Rachmad Puji Asro, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Program Desa Cerdas bertujuan untuk mendorong digitalisasi di tingkat desa, yang kini merambah berbagai sektor, baik dari pemerintah pusat hingga ke tingkat desa. Ia juga berharap agar masyarakat desa dapat berpartisipasi aktif dalam digitalisasi dan mampu memanfaatkan ilmu fotografi serta videografi yang diperoleh untuk kemajuan desa.

Kepala Desa Lubuk Sanai, Mutriadi, turut menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Beliau mengungkapkan bahwa kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh peserta. “Digitalisasi adalah hal mutlak dan wajib untuk saat ini, karena akan membawa desa menuju kemajuan,” tegasnya.

Pelatihan ini menghadirkan Subana, S.Kom., sebagai narasumber. Beliau merupakan Wakil Ketua Relawan TIK Kabupaten Blitar sekaligus Ketua Bidang Legal dan Kemitraan Relawan TIK Provinsi Jawa Timur. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa videografi adalah media yang digunakan untuk merekam kejadian dalam bentuk suara dan gambar. Menurutnya, konten visual saat ini lebih diminati masyarakat dan berpotensi besar dalam membangun citra personal maupun usaha.

Dalam sesi materi, peserta diajarkan tahapan produksi video, yang mencakup konsep, naskah, storyboard, serta teknik pengambilan gambar. Berbagai sudut pengambilan gambar diperkenalkan, seperti bird eye, high angle, eye level, low angle, dan frog angle. Selain itu, teknik pergerakan kamera seperti dolly, slide crab, pedestal, arc, dan still turut diajarkan sebagai bagian dari produksi video profesional.

Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pelatihan editing video dengan menggunakan aplikasi populer seperti Kinemaster, VN Free, InShot, CapCut, dan VLLO. Narasumber menekankan pentingnya konsistensi dalam berkarya serta tidak takut mencoba hal-hal baru. “Berkarya adalah proses yang berulang. Teruslah mengeksplorasi, mencoba, dan jangan takut gagal,” pesannya.

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menciptakan konten visual yang berkualitas. Dengan memanfaatkan foto dan video terbaik yang diunggah di media sosial, peserta diharapkan dapat membangun branding personal maupun usaha. Hal ini diyakini akan memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan desa secara keseluruhan. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Di akhir acara, peserta mengikuti sesi diskusi santai dan ramah tamah Bersama narasumber.

Pelatihan Analisis Kelayakan Usaha dan Pengelolaan BUMDesa dalam Program Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 Kemendes PDT

Pada hari Minggu, 15 Desember 2024, telah dilaksanakan pelatihan analisis kelayakan usaha dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Desa Air Merah, Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan Kemendes PDT, Rachmad Puji Asro, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa digitalisasi desa adalah salah satu upaya penting dalam pengembangan masyarakat desa agar lebih mampu mengadopsi teknologi digital. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat desa untuk memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.

Kepala Desa Air Merah, Rahmadi, turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Beliau menyampaikan bahwa Desa Air Merah, sebagai hasil pemekaran pada tahun 2007, telah memiliki Website Desa (Webdes) yang mampu menarik 4.000 hingga 6.000 pengunjung per bulan.

Desa ini juga memiliki BUMDesa dan UMKM Desa dengan izin usaha yang lengkap. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan digitalisasi untuk kesejahteraan desa. Beliau juga berharap agar pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.

Peserta pelatihan terdiri dari Ketua BPD beserta anggota, Ketua BUMDesa, Karang Taruna, kader digital, Ariful, dan duta digital, Rahmad. Narasumber utama adalah Subana, S.Kom., Ketua Bidang Legal dan Kemitraan Relawan TIK Provinsi Jawa Timur.

Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya analisis kelayakan usaha untuk mencegah kegagalan dan mengoptimalkan alokasi sumber daya. Materi yang disampaikan meliputi langkah-langkah analisis kelayakan usaha berdasarkan analisis pasar, teknis, dan keuangan.

Selain itu, Subana juga memberikan pemahaman tentang pengelolaan BUMDesa yang efektif dengan menekankan prinsip transparansi dan manajemen profesional. Peserta diperkenalkan dengan konsep Business Model Canvas (BMC) sebagai alat strategis dalam merancang model bisnis yang sesuai untuk BUMDesa. Di akhir sesi, direkomendasikan bahwa analisis kelayakan usaha dan pengelolaan BUMDesa yang efektif merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan Masyarakat desa.

Pelatihan Fotografi dan Videografi Smartphone Tingkatkan Potensi Ekonomi Desa Tebara

Tebara, Waikabubak – Minggu, 15 Desember 2024, Desa Tebara, Kecamatan Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, menjadi saksi semangat masyarakatnya untuk maju di era digital melalui pelatihan bertema “Fotografi dan Videografi Menggunakan Smartphone”. Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta dan merupakan bagian dari program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas 2024 yang digagas oleh Kemendes PDTT.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Tebara, Marthen Ragowino Bira, S.S., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. “Kami berharap pelatihan ini dapat membuka wawasan masyarakat untuk memanfaatkan teknologi, khususnya smartphone, sebagai alat produktivitas,” ungkapnya.

Sesi pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dibawakan oleh Mei Santi, perwakilan NGO Relawan TIK Indonesia wilayah Jawa Timur, yang juga menjabat sebagai Sekjen RTIK Jatim, Pandu Digital Madya Kominfo (kini KomDigi), dan dosen tetap program studi Ekonomi Syariah di STAI Muhammadiyah Tulungagung.

Dalam penyampaian materinya, Mei Santi menekankan pentingnya kreativitas masyarakat desa dalam memproduksi konten gambar dan video berkualitas menggunakan smartphone. “Dengan konten yang menarik, masyarakat tidak hanya bisa berbagi cerita tentang desanya tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi dari konten tersebut. Harapannya, dua pilar Desa Cerdas, yaitu Smart People dan Smart Economy, dapat tercapai,” jelasnya.

Peserta tampak antusias mempraktikkan teknik-teknik fotografi dan videografi yang diajarkan. Diharapkan, pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran digital masyarakat Desa Tebara dan membuka peluang baru untuk meningkatkan taraf hidup melalui ekonomi digital berbasis kreativitas.

Nagari Sumani Gelar Pelatihan Desa Cerdas, Tingkatkan Literasi Digital dan Ekonomi Kreatif

Kegiatan Desa Cerdas di Nagari Sumani Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat
Solok, 16 Desember 2024 – Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, menjadi tuan rumah kegiatan Desa Cerdas bertema “Dari Ide ke Aksi: Membuat Konten Digital dan Meningkatkan Pendapatan melalui Affiliate”. Acara ini diselenggarakan oleh RKDD (Ruang Komunikasi Digital Desa) dengan fasilitasi oleh Duta Digital, Fajri Febrio, dan Kader Digital, Dano Amanda, S.Pd.

Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua Relawan TIK (RTIK) Sumatera Barat, Yendi Putra, S.Kom, M.Kom, MTA, sebagai pemateri utama. Dalam sesi materinya, Yendi Putra menegaskan komitmen RTIK Sumatera Barat untuk menjadi jembatan literasi digital di tengah masyarakat, terutama di wilayah Sumatera Barat. “Kami berupaya terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan mendorong pemanfaatan teknologi digital secara produktif, termasuk melalui kegiatan seperti ini,” ujar Yendi.

Sebanyak 30 peserta dari berbagai kalangan masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini. Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Duta Digital dan secara resmi dibuka oleh Wali Nagari Sumani, Masri Bakar, SE. Dalam sambutannya, Masri Bakar menyampaikan apresiasi atas program ini yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat Sumani sekaligus mendorong peningkatan ekonomi melalui teknologi.

Pelatihan ini dibagi menjadi tiga sesi yang dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta:

  1. Sesi Teoritis: Pemaparan dasar-dasar pembuatan konten digital dan konsep monetisasi melalui program affiliate.
  2. Sesi Praktik Aplikasi: Peserta diajarkan menggunakan aplikasi untuk membuat dan mengedit video, menambahkan audio, hingga mempublikasikannya di platform Shopee dan media sosial.
  3. Pembuatan Affiliate: Peserta diajarkan cara membuat akun affiliate di Shopee serta strategi berbagi konten di media sosial untuk meningkatkan jangkauan dan pendapatan.

Ummul Khairi, salah satu peserta, menyampaikan antusiasmenya terhadap pelatihan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami jadi tahu bagaimana membuat konten yang menarik sekaligus menghasilkan. Saya berharap pelatihan seperti ini terus diadakan agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi dan bahkan berhasil menghasilkan karya konten digital yang dipublikasikan langsung di platform masing-masing. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi era digital sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.

Kegiatan ini menjadi salah satu Langkah nyata Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) dan Relawan TIK Wilayah Sumatera Barat dalam mendukung digitalisasi desa serta pemberdayaan masyarakat. Program Desa Cerdas ini diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi nagari lainnya di Kabupaten Solok.

Revolusi Digital Dimulai! Desa Pauh Menang Gelar Pelatihan Digitalisasi yang Inspiratif

Pauh Menang, 15 Desember 2024 – Aula Kantor Desa Pauh Menang dipenuhi antusiasme peserta pada kegiatan Pelatihan Digitalisasi Desa. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk kaum milenial, Karang Taruna, pelaku UMKM, PKK, dan perangkat desa, dengan total 33 peserta yang bersemangat untuk mempelajari lebih lanjut tentang penerapan teknologi dalam pembangunan desa.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Pauh Menang, Bapak Ngadiran, S.E., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif mereka. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya digitalisasi sebagai langkah strategis menuju kemajuan desa yang lebih modern dan mandiri.

Hadir pula Pak Joko dari BPI Kemendes yang memberikan kata sambutan, menekankan bahwa kolaborasi seluruh elemen masyarakat merupakan kunci keberhasilan transformasi digital di tingkat desa.

Pelatihan ini dipandu oleh Arif Setiadi, S.Kom., M.Kom., fasilitator dari RTIK Jambi. Sebagai narasumber utama, beliau memberikan pemaparan mendalam tentang cara memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung berbagai sektor, seperti pengelolaan usaha, administrasi desa, hingga promosi potensi lokal. Para peserta diajak untuk berdiskusi interaktif, mencoba praktik langsung, dan saling berbagi pengalaman.

Semangat #BangunDesaBangunIndonesia terlihat jelas dalam setiap sesi pelatihan, menunjukkan komitmen masyarakat Desa Pauh Menang untuk terus bergerak maju, memanfaatkan teknologi sebagai pilar utama pembangunan desa yang lebih baik.

Pelatihan Analisis Kelayakan Usaha dan Pengelolaan BUM Desa Desa Rua Berlangsung Antusias

Wanokaka, 14 Desember 2024 – Sebanyak 33 peserta dari berbagai elemen masyarakat Desa Rua, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengikuti pelatihan Analisis Kelayakan Usaha dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Desember 2024. Peserta terdiri dari pengelola BUM Desa Manuwolu, anggota PKK, pemuda-pemudi, hingga Ina Ama, yang semuanya bersemangat dalam menimba ilmu demi kemajuan desa mereka.

Pelatihan diawali dengan acara pembukaan yang berlangsung hangat, dilanjutkan dengan sesi sharing materi yang diisi oleh Mei Santi, anggota NGO Relawan TIK yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Relawan TIK Wilayah Provinsi Jawa Timur sekaligus dosen tetap Program Studi Ekonomi Syariah di STAIM Tulungagung. Dalam sesi tersebut, Mei Santi memaparkan pentingnya keberadaan BUM Desa, bagaimana menganalisis kelayakan usaha, serta memberikan kiat-kiat pengelolaan BUM Desa yang efektif.

Tidak hanya teori, peserta juga diajak langsung mempraktikkan analisis kelayakan usaha menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan Business Model Canvas (BMC). Dalam sesi praktik, peserta dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing mempresentasikan hasil analisis mereka. Suasana semakin semarak ketika setiap kelompok menampilkan yel-yel khas mereka dengan penuh semangat, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.

Di akhir acara, pelatihan ditutup dengan pembuatan video bersama bertajuk “Desa Cerdas”, yang menjadi tagline kebanggaan Desa Rua. Tak lupa, sesi foto bersama menjadi momen kebersamaan yang tak terlupakan bagi seluruh peserta dan panitia.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Rua untuk mengelola BUM Desa dengan lebih profesional, sehingga mampu mendorong perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jejaring Kemitraan Kemendes Gelar Pelatihan Editing Fotografi dan Videografi di Desa Karrang Enrekang

Enrekang, Sulawesi Selatan – 14 Desember 2024 – Kegiatan jejaring kemitraan antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT), Relawan TIK, serta Kola Education sukses diselenggarakan di Balai Desa Karrang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM dalam mengedit fotografi dan videografi guna mendukung pemasaran produk mereka.

Acara dimulai dengan pembukaan yang meriah, termasuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretariat BPI, Bapak Teguh Purmawanto, SE, M.Si. Beliau menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak untuk pemberdayaan masyarakat desa. Pengarahan juga diberikan oleh Bapak Uled Nefo Indrahadi, SH., M.Si., perwakilan dari Kemendes PDT, yang menekankan pentingnya pelatihan digital untuk memperkuat UMKM di pedesaan.

Sesi berikutnya, PJ Kepala Desa Karrang, Bapak Bustamin Hamzah, S.P., memaparkan potensi besar desa Karrang sebagai desa yang kaya akan produk lokal yang berpotensi dipasarkan melalui media digital. Setelah itu, peserta diajak untuk mengisi pre-test sebagai bagian dari evaluasi awal kemampuan mereka dalam editing foto dan video.

Pada sesi pelatihan inti, peserta diperkenalkan pada berbagai teknik dasar pengambilan gambar dan video, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas konten visual. Peserta juga belajar menggunakan tools seperti Piclument untuk pembuatan gambar, ChatGPT untuk desain logo, serta LTX Studio untuk pembuatan storyboard dan motion.

Pelatihan ditutup dengan evaluasi post-test yang menggunakan platform Kahoot, di mana peserta menunjukkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan memuaskan.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing produk mereka melalui penggunaan teknologi digital yang lebih maju.

Desa Pondok Lunang Bertransformasi Jadi Desa Cerdas, Gandeng Kemendes PDT Wujudkan Mimpi Digital

Pada hari Sabtu, 14 Desember 2024, telah dilaksanakan kegiatan Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT). Acara ini bertempat di Desa Pondok Lunang, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan yang meriah melalui Tari Gandai, tarian khas penyambutan oleh gadis-gadis lokal, yang diiringi dengan prosesi pengalungan bunga kepada tamu kehormatan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari beberapa pihak penting. Kepala Desa Mukomuko, Burhan Dahri, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemendes PDT atas kepercayaan dan kesempatan memilih Desa Pondok Lunang sebagai lokasi kegiatan. Beliau juga memperkenalkan Desa Pondok Lunang sebagai desa dengan 1.200 jiwa dan 300 KK, yang mayoritas penduduknya terdiri dari 60 persen keturunan Minang dan 40 persen campuran berbagai suku. Beliau menegaskan bahwa warga Desa Pondok Lunang siap untuk belajar digitalisasi dan menjadi bagian dari warga digital Indonesia.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Dinas PMD Kabupaten Mukomuko, Wagimin. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan ilmu yang dibawa dalam kegiatan ini dan mengingatkan bahwa di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, siapa pun yang tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi akan tertinggal.

Kemudian, perwakilan dari Kemendes PDT, Ridwan Arifin, A.Md., turut memberikan sambutannya. Beliau menyampaikan bahwa Kemendes sangat memperhatikan pengembangan digitalisasi desa agar desa-desa di Indonesia mampu bersaing di era digital dan menghadapi tantangan global.

Acara utama dilanjutkan dengan sesi pemaparan oleh narasumber, Subana, S.Kom., dengan tema “Pelatihan Aplikasi Kesehatan Data Terpadu Secara Online”. Beliau memaparkan tantangan pengelolaan data kesehatan yang masih menggunakan sistem manual yang tidak efisien dan sering terjadi kesalahan input atau duplikasi data. Solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi seperti Sistem Pencatatan Medis Elektronik yang memungkinkan input data dan pencatatan medis secara digital.

Subana menjelaskan cara penggunaan aplikasi, mulai dari registrasi dan login, input data pasien, pemantauan data, hingga kolaborasi antar fasilitas kesehatan. Beliau juga memaparkan fitur utama aplikasi, seperti pemantauan kesehatan secara real-time, laporan otomatis, keamanan data dengan enkripsi, dan akses multi-perangkat (desktop dan mobile). Adapun manfaat penggunaan aplikasi ini antara lain meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, meminimalkan kesalahan pencatatan, memberikan laporan data yang akurat, serta mempercepat akses data pasien lintas fasilitas kesehatan.

Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Dengan adanya implementasi digitalisasi desa, diharapkan Desa Pondok Lunang mampu menjadi desa yang lebih maju, cerdas, dan siap bersaing di era digital.

Pelatihan Digitalisasi Desa Sidolego Tekankan Pemanfaatan AI untuk Literasi Digital dan Ekonomi Desa

Sidolego, 14 Desember 2024 – Desa Sidolego, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin, menyelenggarakan pelatihan digitalisasi desa yang menitikberatkan pada penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini mengintegrasikan literasi digital dengan pilar Smart Village, yaitu Masyarakat Cerdas dan Ekonomi Cerdas, guna mendukung transformasi digital di desa.

Pelatihan ini diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari perangkat desa, anggota Karang Taruna, PKK, dan kaum milenial. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sidolego, Ruslan Miskun, bersama Joko Supriyono, S.Kom, dari tim Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes RI). Narasumber utama, Arif Setiadi, S.Kom, M.Kom, yang merupakan Sekretaris Relawan TIK (RTIK) Jambi, bertindak sebagai fasilitator utama.

Pelatihan ini fokus pada aplikasi kecerdasan buatan dalam pengelolaan media sosial UMKM desa. Peserta diajarkan cara memanfaatkan AI untuk merancang konten kreatif, menganalisis tren pasar, serta meningkatkan jangkauan promosi produk lokal. Selain itu, peserta juga dilatih membuat storyboard untuk pembuatan profil desa Sidolego sebagai langkah strategis meningkatkan citra desa di mata publik.

Menurut Arif Setiadi, pemanfaatan AI memberikan peluang besar bagi desa untuk mempercepat digitalisasi dan pengembangan ekonomi. “Dengan teknologi AI, UMKM di Desa Sidolego dapat lebih kompetitif di pasar digital. AI membantu menciptakan strategi pemasaran yang efisien dan berbasis data, sekaligus mempermudah pengelolaan konten yang relevan dengan kebutuhan konsumen,” jelasnya.

Kepala Desa Sidolego, Ruslan Miskun, menegaskan pentingnya literasi digital yang terfokus pada AI untuk menjawab tantangan zaman. “Kami ingin Desa Sidolego menjadi pelopor transformasi digital di wilayah kami. Dengan kemampuan mengolah data dan promosi berbasis AI, UMKM dan masyarakat desa dapat mencapai kesejahteraan yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Joko Supriyono menambahkan bahwa digitalisasi desa melalui AI merupakan salah satu langkah strategis Kemendes RI. “AI bukan hanya alat, tetapi peluang bagi desa untuk berkembang lebih cepat dan efisien. Pelatihan ini menjadi bagian penting dari program Smart Village yang kami dorong,” ungkapnya.

Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam praktik penggunaan AI. Mereka berharap pelatihan lanjutan dapat diberikan untuk semakin mengasah kemampuan teknologi digital, sehingga Desa Sidolego dapat menjadi contoh sukses transformasi digital berbasis AI di Merangin.

Pelatihan Pengelolaan Media Sosial dan Public Relations Desa di Desa Paret Bolaang Mongondow Timur

Bolaang Mongondow Timur, 4 Desember 2024 – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) menyelenggarakan pelatihan bertema “Pengelolaan Media Sosial dan Public Relations Desa” di Desa Paret, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Cerdas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk promosi potensi lokal dan pengelolaan komunikasi publik yang efektif.

Pelatihan ini dipandu oleh Yusca Nadira, seorang praktisi berpengalaman dalam bidang media sosial dan hubungan masyarakat. Selama sesi pelatihan, peserta yang terdiri dari masyarakat desa dan perangkat desa diberikan pemahaman serta keterampilan tentang pembuatan konten kreatif, pengelolaan akun media sosial, dan strategi hubungan masyarakat yang relevan. Yusca juga menekankan pentingnya peran media sosial sebagai alat untuk memperkuat citra desa dan memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat luas.

Sekretaris Desa (Sekdes) Paret yang hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Kemendesa PDTT. “Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mendukung Desa Paret menjadi lebih maju dan dikenal luas melalui media sosial yang dikelola secara profesional,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun desa yang lebih terhubung secara digital, mempromosikan potensi lokal, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Kemendesa PDTT terus berkomitmen untuk mendorong pelaksanaan program-program serupa di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari visi Desa Cerdas.

Toolbar Disabilitas