Relawan TIK Indonesia: Strategi Mewujudkan Misi Pembangunan Kabupaten Blitar 2025 – 2029 Dengan Pendekatan Desa Cerdas

Blitar, 24 April 2025 – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Pembangunan Bersama Bupati dan Wakil Bupati Blitar serta Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Kamis (24/4), bertempat di Pendopo Ronggo Hadi Negoro. Diskusi ini mengusung tema “Mewujudkan Misi Pembangunan Kabupaten Blitar 2025–2029 dengan Pendekatan Desa Cerdas”, dan menghadirkan narasumber utama dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), serta Sekolah Tinggi Komunikasi (STIKOSA AWS) Surabaya yang berkompeten dalam transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati dan Sekda ini menjadi salah satu momentum penting bagi Pemkab Blitar dalam merancang arah kebijakan pembangunan jangka menengah (RPJMD), khususnya menyongsong masa depan desa di Kabupaten Blitar yang cerdas, inovatif, dan inklusif secara digital. Hadir sebagai pembicara utama dalam diskusi ini antara lain Ketua Bidang Program Pengurus Pusat (PP) Relawan TIK Indonesia yang juga Ketua Umum Relawan TIK Cabang Kabupaten Blitar, Hamzah Fathoni; dari Pusat Daya Saing (Pusdaing) Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Kemendes PDT, Mujianto; serta Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya yang turut memberikan perspektif penting data mikro sebagai landasan utama dalam askselerasi pencapaian Misi Pembangunan di Kabupaten Blitar 2025 – 2029.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, H. Rijanto, menyampaikan bahwa kegiatan hari ini sangat luar biasa dan apa yang dipaparkan oleh Relawan TIK agar ditindaklunti oleh semua OPD yang hadir pada hari ini. Bupati Blitar juga memberikan apresiasi mendalam terhadap kiprah Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia yang selama ini telah menjadi motor penggerak perubahan digital di tengah masyarakat.

“Relawan TIK adalah ujung tombak dalam mewujudkan masyarakat melek digital. Saya mengajak seluruh pimpinan OPD agar menindaklanjuti yang telah dipaparkan oleh Relawan TIK pada kegiatan luar biasa pada hari ini. Saya meminta agar Desa yang selama ini sudah didampingi oleh Relawan TIK bisa dijadikan role model untuk minimal satu desa untu satu kecamatan, sehingga tahun ini ada 22 desa implementasi Desa Cerdas di Kabupaten Blitar. Kita butuh SDM yang cakap digital agar Kabupaten Blitar bisa bersaing di era transformasi teknologi ini,” tegas Bupati Rijanto.

Beliau juga menegaskan bahwa pembangunan ke depan tidak hanya berbasis infrastruktur fisik, tetapi juga harus didorong oleh pembangunan sumber daya manusia melalui pelatihan digital, literasi media, dan pemanfaatan teknologi berbasis kebutuhan lokal.

Drs. H. Rijanto, MM., Bupati Blitar Menyampaikan Sambutan dan sekaligus pengarahan

Ketua Relawan TIK Kabupaten Blitar, Hamzah Fathoni, menyoroti bahwa Kabupaten Blitar memiliki modal besar untuk mewujudkan desa cerdas, mengingat luas wilayah yang signifikan, kekayaan sumber daya alam, ragam budaya dan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif yang akrab dengan teknologi.

“Bonus demografi dan tren peningkatan pengguna internet di Kabupaten Blitar adalah peluang strategis. Dengan ekosistem digital yang tepat, desa-desa di Blitar bisa menjadi pusat inovasi dan ekonomi kreatif,” ujar Hamzah dalam paparannya.

Menurut data yang disampaikan oleh Relawan TIK, pertumbuhan pengguna internet di Kabupaten Blitar mengalami lonjakan hingga 12% per tahun dalam tiga tahun terakhir, yang mencerminkan tingginya adopsi teknologi di kalangan Masyarakat pedesaan.

Sementara itu, Mujianto dari Pusat Daya Saing BPI Kemendes PDT menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung pengembangan desa cerdas di Kabupaten Blitar melalui integrasi kebijakan, pendampingan teknis, serta penguatan infrastruktur digital.

“Dengan kekuatan lokal yang dimiliki Kabupaten Blitar, kami yakin bahwa implementasi desa cerdas bisa berjalan optimal. Hal ini akan menciptakan pelayanan publik yang lebih efisien, partisipatif, dan berbasis data,” kata Mujianto.

Dirinya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku teknologi, dan masyarakat desa dalam mewujudkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan melalui digitalisasi desa.

Mujianto, S.E., M.T., dari Pusat Daya Saing (Pusdaing) BPI Kemendes PDT

Diskusi yang berlangsung interaktif ini juga diwarnai dengan sesi dialog antara para peserta, yang terdiri dari para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan seluruh camat (22 kecamatan) yang ada di Kabupaten Blitar. Diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi awal, termasuk perlunya:

  • Penyusunan roadmap desa cerdas yang terintegrasi dalam RPJMD 2025–2029.
  • Pelatihan berjenjang literasi digital bagi aparat desa dan Masyarakat.
  • Pembangunan ekosistem digital desa berbasis kebutuhan dan potensi lokal yang diawali dengan Pemetaan/ riset data micro yang akan diimplementasikan dalam bentuk Sistem Informasi Geografis (GIS).
  • Kemitraan aktif dengan lembaga pendidikan tinggi, Media, dan NGO yang dalam hal ini dimotori oleh Relawan TIK Indonesia.

Kegiatan ini menandai langkah awal yang serius dari Pemkab Blitar dalam meletakkan fondasi pembangunan berbasis teknologi dan inovasi. Dengan kolaborasi multi-pihak yang kuat, Kabupaten Blitar optimis dapat menjadi pionir dan sekaligus role model implementasi Smart Village di wilayah Jawa Timur dan nasional.

Bersama Bupati Blitar Drs. Rijanto, MM., Sekretaris Daerah Drs. Izul Marom, M.Sc. dan Para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Blitar.

Diterbitkan oleh

Hamzah Fathoni

Pandu Literasi Digital, Founder Sambungdesa, Relawan TIK Indonesia

Toolbar Disabilitas