Inisiatif Teknologi untuk Desa Cerdas di Blitar: Pemetaan dan Implementasi IoT

Blitar, 7 Maret 2025 – Kabupaten Blitar memulai langkah penting dalam pengembangan desa cerdas melalui kegiatan pemetaan potensi dan demografis yang berbasis pada enam pilar desa cerdas serta pengelolaan dana desa. Kegiatan ini diinisiasi oleh Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia, bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya (STIKOSA) AWS dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Kegiatan tahap awal yang berlangsung pada hari Jumat, 7 Maret 2025 ini, dihadiri beberapa pihak. Dari Relawan TIK Indonesia, hadir Hamzah Fathoni (Bidang Program Pengurus Pusat) dan Muhajir Sulthonul Aziz (Ketua Relawan TIK Jatim) beserta tim teknis. Sedangkan STIKOSA AWS dipimpin langsung oleh Ketuanya, Dr. Jokhanan Kristiyono, S.T., M.Med.Kom.

Rangkaian kegiatan diawali dengan paparan dan diskusi di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar. Fokus utama adalah pengenalan kegiatan pemetaan dan riset, khususnya potensi pertanian, yang akan dilaksanakan oleh STIKOSA AWS dan Relawan TIK Jawa Timur. Selain itu, dibahas pula pengembangan aplikasi Sistem Informasi Data Mikro (sitrakro.com) untuk layanan administrasi desa, serta pemanfaatan data dalam pengembangan data mikro pertanian.

Di Dinas KPP, rombongan diterima oleh Himawan Prabowo, Kepala Bidang SDM, beserta staf. Pembahasan mendalam dilakukan mengenai desain riset, yang oleh Kabid SDM Dinas KPP diminta khusus selain untuk Kabupaten Blitar secara umum tetapi dibuat juga khusus untuk Sektor Pertanian dan pengembangan Balai Penyuluh Pertanian (BPP), pemetaan, dan aplikasi data mikro pertanian.

“Kami dari dulu memiliki mimpi, BPP yang kantornya ada di setiap Kecamatan itu bisa diperdayakan dan dimanfaatkan secara optimal. Khususnya sebagai data center, pengembangan teknologi pertanian, demplot IoT, membangun ekosistem perniagaan hasil pertanian dan upaya mengembalikan kaum milenial menjadi petani”, kata Himawan.

Setelah dari DKPP, kegiatan dilanjutkan ke Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro. Di sana, dilakukan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara STIKOSA AWS dan Kepala Desa Sawentar, Mujianto. Acara dilanjutkan dengan survei lokasi ladang yang akan dijadikan demplot implementasi Internet of Things (IoT) dan penggunaan pupuk teknologi nano.

Perjalanan berlanjut ke Desa Wates, Kecamatan Wates. Agenda serupa dengan di Desa Sawentar, yaitu penandatanganan IA antara STIKOSA AWS dan Kepala Desa Wates, Moh. Hamid Almauludi. Diskusi persiapan data dan format surat layanan untuk pengembangan aplikasi sitakro.com dengan fitur tambahan layanan administrasi secara digital, serta penandatanganan IA yang diikuti dengan survei lokasi ladang untuk demplot implementasi IoT dan pupuk nano.

Kegiatan ini menandai langkah awal penting dalam pemanfaatan teknologi untuk pengembangan desa di Kabupaten Blitar. Dengan pemetaan potensi dan demografis yang akurat, diharapkan desa-desa dapat merancang program pembangunan dengan menggunakan pendekatan Desa Cerdas yang lebih efektif dan efisien, serta mewujudkan enam pilar konsep Desa Cerdas yang akan dijadikan role model Nasional oleh Kemendes PDT sebagai bentuk praktik baik meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perdesaan.

Diterbitkan oleh

Hamzah Fathoni

Pandu Literasi Digital, Founder Sambungdesa, Relawan TIK Indonesia

Toolbar Disabilitas