Data Kegiatan

Pelatihan Analisis Kelayakan Usaha dan Pengelolaan BUM Desa Sukses Digelar di Desa Kali Baru

Hulu Sungai Tengah, 22 November 2024 – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerja sama dengan relawan TIK berhasil menggelar pelatihan analisis kelayakan usaha dan pengelolaan BUM Desa di Desa Kali Baru, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari pengurus BUM Desa dan pelaku UMKM desa setempat.

Dengan tema “Analisis Kelayakan Usaha dan Pengelolaan BUM Desa”, pelatihan ini menghadirkan Ucik Rochmayanti S.Keb., Bd., M.Kes., sebagai fasilitator dari Relawan TIK. Beliau memberikan materi yang sangat bermanfaat bagi para peserta, terutama dalam hal mengelola BUM Desa agar lebih efisien dan menguntungkan.

Kepala Desa Kali Baru, Muhammad Asgaf, menyambut baik pelaksanaan pelatihan ini. “Saya sangat senang Desa Kali Baru terpilih menjadi lokasi pelatihan. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUM Desa kami, sehingga dapat mendorong kemajuan ekonomi desa,” ujar Asgaf.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Meskipun BUM Desa di Desa Kali Baru sudah berjalan, namun belum memanfaatkan teknologi digital. UMKM desa yang sebagian besar memproduksi telur asin dan kerupuk nasi juga sangat antusias mengikuti pelatihan ini.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami berharap akan ada pelatihan lanjutan yang membahas tentang pemasaran produk UMKM secara online,” ungkap salah seorang peserta.

Kemendes PDT terus berupaya mendorong pengembangan desa melalui berbagai program, salah satunya adalah program pemberdayaan BUM Desa. Sementara itu, Relawan TIK Indonesia berperan aktif dalam memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat desa dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Pelatihan Fotografi dan Videografi untuk Desa Cerdas dan Digital di Desa Kanonang Dua, Kabupaten Minahasa

Minahasa, 24 November 2024 – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerjasama dengan Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) mengadakan pelatihan fotografi dan videografi dalam rangka mendukung program Desa Cerdas dan Digital. Pelatihan yang diadakan pada hari Minggu, 24 November 2024, di Desa Kanonang Dua, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara ini diikuti oleh berbagai kalangan usia, mulai dari Generasi Z hingga Generasi X.

Acara pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan keterampilan masyarakat desa dalam penggunaan teknologi digital, khususnya dalam bidang fotografi dan videografi. Pelatihan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas konten digital yang dapat digunakan untuk mempromosikan potensi desa serta memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi.

Instruktur pada pelatihan kali ini adalah Muhammad Andrian Dhimas Nadindra, seorang profesional di bidang fotografi dan videografi yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan konten digital. Dalam sesi pelatihan, Andrian memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar tentang teknik pengambilan gambar, pencahayaan, hingga editing foto dan video menggunakan perangkat digital yang mudah diakses.

“Pelatihan ini sangat penting untuk mengoptimalkan potensi desa dalam era digital. Dengan keterampilan fotografi dan videografi, masyarakat bisa lebih kreatif dalam mempromosikan desa mereka, meningkatkan pemasaran produk lokal, dan memperkenalkan keindahan alam serta budaya desa ke dunia luar,” ujar Dhimas dalam keterangannya.

Pelatihan ini juga mendapat sambutan positif dari peserta yang antusias mengikuti setiap sesi. Salah satu peserta, Leni, seorang ibu rumah tangga yang aktif dalam kegiatan desa, mengungkapkan, “Saya merasa sangat terbantu dengan pelatihan ini. Selain meningkatkan pengetahuan, saya juga bisa memanfaatkan keterampilan ini untuk membantu mempromosikan produk kerajinan tangan desa kami secara online.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kemendes untuk mengembangkan desa-desa di Indonesia agar lebih maju dan mandiri dengan memanfaatkan teknologi. Program Desa Cerdas dan Digital bertujuan untuk menciptakan desa yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga pekerja muda yang memiliki minat terhadap dunia digital. Ke depan, Kemendes bersama Relawan TIK akan terus mengadakan pelatihan serupa di berbagai desa di seluruh Indonesia untuk mempercepat transformasi digital di desa.

Kemendes Adakan Pelatihan Fotografi dan Videografi di Desa Toboh Gadang Timur

Toboh Gadang Timur, 24 November 2024 – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyelenggarakan acara Jejaring Kemitraan di Desa Toboh Gadang Timur. Kegiatan ini diisi dengan pelatihan fotografi dan videografi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Toboh Gadang Timur, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Kemendes yang menjelaskan pentingnya pelaporan program melalui media digital.

Pelatihan ini menghadirkan Miftakul Huda, Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Surabaya, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Miftakul Huda mengupas tuntas berbagai teknik fotografi dan videografi, seperti cara mendapatkan cahaya alami yang ideal, memilih sudut pengambilan gambar, hingga pembuatan konsep video. Beliau juga memperkenalkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksi konten.

Tidak hanya itu, narasumber juga memberikan materi singkat tentang jurnalistik, dengan harapan agar informasi terkait kegiatan di Desa Toboh Gadang Timur dapat terus diperbarui dan disebarluaskan melalui media online.

Menariknya, pelatihan ini dimeriahkan dengan kompetisi pembuatan naskah berita terbaik. Dua peserta dengan karya terbaik mendapatkan hadiah menarik, yang semakin memotivasi para peserta untuk aktif berpartisipasi.

Di penghujung acara, Miftakul Huda memberikan pesan inspiratif kepada para peserta, yang mayoritas berasal dari kalangan generasi muda, untuk terus berkarya, berpikir kreatif, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital untuk menghindari bahaya judi online yang marak di dunia maya.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Desa Toboh Gadang Timur dalam memanfaatkan teknologi untuk mempublikasikan potensi dan kegiatan desa secara lebih luas.

Pelatihan Desa Cerdas Berikan Warna Baru untuk Negeri Pelauw di Pesisir Haruku

Negeri Pelauw Pulau Haruku Maluku Tengah – Kecantikan laut yang mengelilingi Negeri Pelauw, di pesisir Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, menambah warna tersendiri dalam pelatihan Desa Cerdas yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerja sama dengan Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jawa Timur.

Pelatihan ini merupakan titik ketiga dari rangkaian pelatihan Desa Cerdas di Maluku Tengah, yang berjarak sekitar 30 menit menyeberang laut dari Kota Ambon. Peserta menempuh perjalanan dengan menggunakan transportasi kapal speedboat dan ojek motor untuk mencapai lokasi pelatihan di Balai Negeri Pelauw.

Sebanyak 30 pemuda dan pemudi dari Negeri Pelauw hadir dengan antusias mengikuti pelatihan ini. Materi pelatihan mencakup teknik pembuatan konten yang baik melalui media sosial dengan dasar-dasar informasi jurnalistik, fotografi, videografi, serta teknik editing. Ika Chairani, Humas Relawan TIK Jawa Timur sekaligus narasumber dalam pelatihan ini, menyampaikan pentingnya pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan keindahan Negeri Pelauw kepada masyarakat Indonesia.

“Desa diharapkan dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang siap mengelola potensi desa. Pelatihan sehari ini sebetulnya belum cukup, namun kami mendorong peserta memaksimalkan kesempatan ini untuk mendukung publikasi negeri di media sosial. Kami sangat berterima kasih kepada Kemendes RI dan pihak narasumber yang telah memilih Pelauw dari sekian banyak desa di Maluku Tengah. Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan momen ini untuk belajar bermedia sosial dan memperkenalkan Negeri Pelauw ke seluruh Indonesia,” ujar Muhammad Ali Latuconsina, Sekretaris Negeri Pelauw.

Dalam sesi pelatihan, peserta langsung mempraktikkan teknik posting di media sosial masing-masing agar ilmu yang didapat bisa lebih mudah dipahami. Yulia, salah seorang pelaku UMKM penjual nasi pulut khas Negeri Pelauw, mengungkapkan kegembiraannya. “Beta sebagai pelaku UMKM senang sekali mendapatkan pelatihan media sosial, sehingga beta lebih tahu cara bikin konten jualan beta,” ujarnya.

Pelatihan Desa Cerdas diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Pelauw untuk memaksimalkan potensi dan memperkenalkan keindahan daerahnya ke kancah nasional.

Menuju Desa Cerdas Berkelanjutan: Workshop Exit Strategy dan Penyusunan RKTL

Surabaya, 24 November 2024 – Pusat Daya Saing (Pusdaing) Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kemenenterian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sukses menyelenggarakan Workshop “Exit Strategy” dan Penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) program Desa Cerdas. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 21 hingga 24 November 2024, di Hotel Best Western Surabaya ini diikuti oleh 200 peserta dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Kominfo, dan Tenaga Pendamping Profesional Desa di seluruh Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Workshop ini menjadi momen penting dalam upaya memastikan keberlanjutan program Desa Cerdas setelah masa pendanaan dari loan Bank Dunia berakhir. Para peserta secara intensif mengikuti rangkaian materi yang disajikan oleh para narasumber ahli, antara lain mengenai konsep Desa Cerdas, Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD), Kepmendes No. 55 Tahun 2024, serta gambaran umum capaian Desa Cerdas dan dukungan regulasi yang ada.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam workshop adalah penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL). Melalui RKTL, diharapkan setiap daerah dapat merancang langkah-langkah konkret untuk melanjutkan dan mengembangkan program Desa Cerdas dengan menggunakan anggaran daerah, APBN dan Kemitraan.

Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, yang juga Pandu Digital Indonesia Tingkat Madya Kementerian Komunikasi dan Digital, turut memberikan paparan inspiratif mengenai Gambaran Umum Capaian Desa Cerdas. Beliau berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan di beberapa desa dampingan sebagai role model.

Hamzah Fathoni menyampaikan dalam materinya, bahwa dalam implementasi program Desa Cerdas harus selalu menekankan pentingnya Jejaring kemitraan dan kolaborasi antara berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta, dalam mewujudkan Desa Cerdas.

“Dengan membangun jejaring kemitraan desa yang kokoh, diharapkan program Desa Cerdas dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi Masyarakat desa”, kata Hamzah Fathoni.

Dalam kesempatan saat kunjungan ke salah satu kelas workshop, Dr. Ivanovich Agusta, M.Si., Kepala Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kemendes PDT berharap bahwa melalui workshop ini, para peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru dan bekal pengetahuan yang lebih lengkap untuk menyusun program Desa Cerdas yang lebih efektif dan berdampak.

“Dengan demikian, Desa Cerdas dapat menjadi tonggak penting dalam pembangunan desa di Indonesia”, kata Ivanovich Agusta lebih lanjut.

Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [142.93 KB]

Pelatihan Fotografi & Videografi di Desa Wasian, Minahasa, Sulawesi Utara : Persiapkan SDM Lokal Berkarya di Era Digital

Minahasa, Sulawesi Utara – Dalam upaya mendorong pengembangan Desa Cerdas, Desa Wasian, Minahasa, menggelar pelatihan Fotografi dan Videografi yang melibatkan semua kalangan, mulai dari muda-mudi, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga lansia. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 23 November 2024, bertempat di Balai Desa Wasian, dengan tujuan meningkatkan keterampilan masyarakat setempat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendokumentasikan, mempromosikan, dan mengembangkan potensi desa mereka.

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih kurang 30 peserta yang berasal dari berbagai usia dan latar belakang.

Muhammad Andrian Dhimas Nadindra, seorang instruktur berpengalaman di bidang fotografi dan videografi, memimpin pelatihan ini dengan penuh antusiasme. Dalam sesi pelatihan, peserta diberikan pemahaman tentang dasar-dasar teknik fotografi, pengambilan gambar yang efektif, serta penggunaan perangkat kamera dan editing video. Selain itu, peserta juga belajar bagaimana mengoptimalkan media sosial dan platform digital untuk mempromosikan potensi desa mereka.

“Pelatihan ini tidak hanya untuk kalangan muda, tetapi juga untuk bapak-bapak, ibu-ibu, bahkan para lansia. Tujuan kami adalah untuk membekali seluruh lapisan masyarakat dengan keterampilan yang dapat digunakan untuk kepentingan pribadi, desa, dan masyarakat secara luas,” ujar Muhammad Andrian Dhimas Nadindra dalam sambutannya.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Wasian tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mampu memanfaatkan hasil karya mereka untuk meningkatkan daya tarik pariwisata, mempromosikan produk lokal, dan memperkuat identitas digital desa,” kata Kepala Desa Wasian.

Peserta pelatihan tampak antusias dan aktif mengikuti setiap sesi. Dari kalangan muda, yang mayoritas menguasai teknologi digital, hingga kalangan lansia yang bersemangat untuk belajar menggunakan perangkat digital dalam berkarya. Pelatihan ini menjadi jembatan bagi semua generasi untuk berkolaborasi dalam menciptakan konten visual yang menarik dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Salah satu peserta, Ibu Maria Lumaang (55), mengungkapkan kegembiraannya. “Saya merasa senang sekali bisa ikut serta. Dulu saya tidak pernah berpikir bisa mengambil foto atau video dengan baik, tapi sekarang saya sudah mulai mengerti bagaimana caranya,” ujar Ibu Maria dengan penuh semangat.

Selain sebagai alat pengembangan diri, pelatihan ini juga menjadi langkah awal dalam menghubungkan Desa Wasian dengan dunia luar melalui media sosial dan platform digital lainnya. Harapannya, desa ini bisa semakin dikenal sebagai desa yang cerdas dan maju di bidang teknologi.

Pelatihan Fotografi dan Videografi ini merupakan bagian dari program Desa Digital yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa bekerja sama dengan Kementrian Desa. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di desa dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus mempercepat transformasi desa menjadi lebih cerdas, inovatif, dan mandiri.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Desa Wasian dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Sulawesi Utara dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan Masyarakat.

Pelatihan Pembuatan Website Untuk Masyarakat di Tiga Desa Kabupaten Pelalawan

Pelalawan, 24 November 2024 – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerja sama dengan Relawan TIK Indonesia menyelenggarakan rangkaian kegiatan pelatihan “Pembuatan Website untuk Masyarakat Desa” yang berlangsung selama tiga hari di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital masyarakat desa dalam mengelola informasi dan memperkenalkan konsep desa cerdas melalui teknologi.

Pelatihan dimulai pada tanggal 22 November 2024 di Desa Muda Setia, dilanjutkan pada 23 November 2024 di Desa Mulya Subur, dan ditutup pada 24 November 2024 di Desa Simpang Beringin. Setiap sesi pelatihan dihadiri oleh perwakilan masyarakat desa, pemerintah desa, serta peserta yang sangat antusias untuk belajar tentang pembuatan website.

Sebagai narasumber utama, Erlina Dwi Nahzdifah, perwakilan dari Relawan TIK Indonesia, memberikan materi mengenai pembuatan microsite yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan di tingkat desa, mulai dari profil desa hingga informasi penting lainnya. Erlina menjelaskan bahwa microsite dirancang dengan pendekatan yang sederhana, sehingga mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat desa yang mungkin belum terbiasa dengan teknologi digital.

Selama pelatihan, peserta diajarkan langkah-langkah praktis dalam pembuatan microsite, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi yang mudah diakses dan digunakan oleh siapa saja. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk langsung mempraktekkan pembuatan microsite, dengan harapan mereka dapat menghasilkan output yang aplikatif untuk kebutuhan desa masing-masing.

“Kegiatan ini adalah upaya nyata dalam mempercepat digitalisasi di desa-desa di Kabupaten Pelalawan. Dengan adanya microsite, desa-desa dapat lebih mudah menyebarkan informasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujar Erlina Dwi Nahzdifah saat membuka pelatihan di Desa Muda Setia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kemendes PDT untuk memperkenalkan teknologi dan digitalisasi kepada masyarakat desa dalam rangka mewujudkan Desa Cerdas yang dapat mendukung peningkatan kualitas hidup dan kemajuan ekonomi lokal.

Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat desa yang merasa terbantu dengan pengetahuan baru yang didapat. Dengan adanya microsite yang dapat dikelola oleh masyarakat desa secara langsung, diharapkan dapat mempercepat proses penyampaian informasi penting, termasuk program-program pemerintah dan kegiatan-kegiatan sosial di desa.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari jejaring kemitraan yang diinisiasi oleh Pusat Daya Saing (Pusdaing) BPI Kemendes PDT bersama berbagai pihak, termasuk Relawan TIK Indonesia, untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan desa yang lebih mandiri dan berbasis teknologi.

Pelatihan Fotografi dan Videografi untuk Agenda Desa Cerdas Kementerian Desa di Desa Tonsea Lama, Minahasa, Sulawesi Utara

Tonsea Lama, Minahasa, Sulawesi Utara – Dalam rangka mendukung pengembangan potensi digital desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia melalui program Desa Cerdas menyelenggarakan pelatihan fotografi dan videografi di Desa Tonsea Lama, Minahasa, Sulawesi Utara. Pelatihan yang diikuti oleh muda-mudi dan perangkat desa ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan media visual untuk mempromosikan potensi desa serta mendukung pengelolaan informasi desa yang lebih efektif.

Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 22 November 2024, diadakan di Balai Desa Tonsea Lama. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Kementerian Desa untuk memberikan keterampilan digital kepada generasi muda dan aparatur desa, sehingga mereka dapat mengembangkan desa secara mandiri melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Para peserta pelatihan mendapatkan materi dari narasumber yaitu Bapak Muhammad Andrian Dhimas Nadindra yang ahli di bidang fotografi dan videografi, yang mencakup teknik dasar pengambilan gambar, editing foto dan video, serta cara efektif mendokumentasikan kegiatan dan potensi desa untuk keperluan promosi dan pengembangan wisata. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan tentang bagaimana membangun konten visual yang menarik untuk media sosial dan platform digital lainnya guna meningkatkan visibilitas desa di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala Desa Tonsea Lama, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat penting, terutama bagi para pemuda yang kini semakin tertarik pada dunia digital. Melalui keterampilan ini, kami berharap desa kami dapat lebih dikenal, baik dari segi pariwisata, budaya, maupun potensi ekonomi lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sambutan Dari Perwakilan Kementerian Desa, Bapak Alvian Nurhadi, menyatakan bahwa kegiatan pelatihan seperti ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan desa yang lebih cerdas dan berbasis teknologi. “Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, di mana para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk mengelola potensi desa, memperkenalkan kekayaan lokal, dan mendukung pembangunan desa berbasis informasi yang lebih terbuka dan transparan,” ujarnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Tonsea Lama dapat memanfaatkan teknologi digital secara maksimal untuk meningkatkan perekonomian desa, memperkenalkan kebudayaan lokal, serta mendukung agenda pembangunan desa yang lebih maju dan inovatif.

Kemendes Gelar Pelatihan Fotografi dan Videografi di Desa Lubuk Antuk, Peserta Milenial Tetap Semangat Meski Terkendala Listrik dan Internet

Lubuk Antuk, Kapuas Hulu – Pusat Daya Saing (Pusdaing) Kementerian Desa dan Pembangunn Daeraah Tertinggal (Kemendes PDT) menggelar kegiatan pendampingan desa dengan menghadirkan pelatihan Photography dan Videography yang difasilitasi oleh Relawan TIK, Afif Ainur Rifqi, pada minggu ini. Pelatihan ini diikuti dengan penuh antusias oleh berbagai elemen masyarakat desa, termasuk perangkat desa, kader Posyandu, guru PAUD, dan pengurus BUMDes, dengan mayoritas peserta berasal dari kalangan milenial.

Afif Ainur Rifqi menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami, mencakup dasar-dasar fotografi dan videografi seperti : Pengenalan fotografi dan videografi, Konsep Segitiga Exposure dan manfaatnya, Perbedaan pencahayaan low key dan high key, Jenis pencahayaan (Natural Light dan Additional Light), Penempatan cahaya untuk hasil yang optimal, Tahapan pembuatan video, termasuk penulisan naskah, storyboard, teknik pengambilan gambar, camera angle dan movement, hingga proses editing.

Setelah menerima teori, peserta dibagi ke dalam kelompok untuk mempraktikkan cara mengambil foto dan video, serta mengedit hasil karya agar lebih menarik. Meski pelatihan sempat terkendala listrik padam dan hilangnya sinyal internet di desa, semangat peserta tidak surut. Motivasi bertambah dengan adanya hadiah untuk kelompok dengan karya terbaik yang berhasil menerapkan prinsip-prinsip dasar fotografi dan videografi.

Fasilitator juga meminta setiap peserta untuk mempraktikkan langsung teknik yang telah diajarkan, seperti pengaturan pencahayaan dan pengambilan gambar dari berbagai sudut. Di akhir kegiatan, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karya mereka kepada fasilitator untuk dinilai.

Salah satu kelompok berhasil memenangkan penghargaan atas karya yang dinilai unggul dalam memanfaatkan dasar-dasar fotografi dan videografi. “Mati listrik dan tanpa internet bukan halangan untuk terus berkarya. Semangat peserta, terutama para milenial, benar-benar luar biasa,” ujar Afif Ainur Rifqi.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat desa, khususnya para milenial, dalam memproduksi konten kreatif yang bermanfaat bagi desa, termasuk untuk promosi BUMDes atau kegiatan lainnya.

#BerkaryaTanpaBatas

Pelatihan Fotografi dan Videografi di Nagari Sungai Asam: Dorong Kreativitas Digital Pemuda

Padang Pariaman, 23 November 2024 – Nagari Sungai Asam menggelar pelatihan fotografi dan videografi yang berlangsung di Kantor Wali Nagari. Acara ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya pemuda, agar memanfaatkan media digital sebagai sarana informasi dan kreativitas.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Wali Nagari Sungai Asam, Nofri Hardi Saputra. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penggunaan media digital untuk menyampaikan informasi terkait kegiatan di nagari. Ia juga memberikan motivasi kepada generasi muda agar terus berkreasi di dunia digital.

Pelatihan ini menghadirkan Miftakul Huda, Ketua Relawan TIK (RTIK) Surabaya dan pengurus RTIK Jawa Timur, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Miftakul Huda menjelaskan teknik dasar fotografi dan videografi, termasuk tips membuat konsep, skrip, dan storyboard menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Selain itu, ia memberikan panduan kepada peserta untuk membuat konten jurnalistik yang sesuai dengan kebutuhan media online serta memanfaatkan media sosial sebagai platform distribusi.

Keunikan pelatihan ini adalah adanya kompetisi narasi terbaik di antara para peserta. Hal ini membuat suasana semakin semarak dan penuh antusiasme. Peserta yang berhasil menyusun narasi sesuai kaidah yang diberikan mendapatkan penghargaan khusus dari narasumber.

Pada sesi praktik, peserta diajak mempelajari berbagai teknik pengambilan gambar, mulai dari extreme long shot hingga close-up. Selain itu, mereka juga dikenalkan dengan teknologi AI untuk membuat video profil desa yang menarik dan informatif.

Kegiatan diakhiri dengan pengumuman pemenang, pemberian hadiah, dan pesan motivasi dari narasumber agar peserta terus berkarya dan semangat memanfaatkan teknologi digital. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama di depan Kantor Wali Nagari Sungai Asam.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang kreatif dan melek teknologi, sehingga Nagari Sungai Asam dapat terus berkembang di era digital.

Toolbar Disabilitas