Surabaya, 24 November 2024 – Pusat Daya Saing (Pusdaing) Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kemenenterian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sukses menyelenggarakan Workshop “Exit Strategy” dan Penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) program Desa Cerdas. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 21 hingga 24 November 2024, di Hotel Best Western Surabaya ini diikuti oleh 200 peserta dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Kominfo, dan Tenaga Pendamping Profesional Desa di seluruh Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Workshop ini menjadi momen penting dalam upaya memastikan keberlanjutan program Desa Cerdas setelah masa pendanaan dari loan Bank Dunia berakhir. Para peserta secara intensif mengikuti rangkaian materi yang disajikan oleh para narasumber ahli, antara lain mengenai konsep Desa Cerdas, Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD), Kepmendes No. 55 Tahun 2024, serta gambaran umum capaian Desa Cerdas dan dukungan regulasi yang ada.
Salah satu poin penting yang dibahas dalam workshop adalah penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL). Melalui RKTL, diharapkan setiap daerah dapat merancang langkah-langkah konkret untuk melanjutkan dan mengembangkan program Desa Cerdas dengan menggunakan anggaran daerah, APBN dan Kemitraan.
Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, yang juga Pandu Digital Indonesia Tingkat Madya Kementerian Komunikasi dan Digital, turut memberikan paparan inspiratif mengenai Gambaran Umum Capaian Desa Cerdas. Beliau berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan di beberapa desa dampingan sebagai role model.

Hamzah Fathoni menyampaikan dalam materinya, bahwa dalam implementasi program Desa Cerdas harus selalu menekankan pentingnya Jejaring kemitraan dan kolaborasi antara berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta, dalam mewujudkan Desa Cerdas.
“Dengan membangun jejaring kemitraan desa yang kokoh, diharapkan program Desa Cerdas dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi Masyarakat desa”, kata Hamzah Fathoni.
Dalam kesempatan saat kunjungan ke salah satu kelas workshop, Dr. Ivanovich Agusta, M.Si., Kepala Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kemendes PDT berharap bahwa melalui workshop ini, para peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru dan bekal pengetahuan yang lebih lengkap untuk menyusun program Desa Cerdas yang lebih efektif dan berdampak.
“Dengan demikian, Desa Cerdas dapat menjadi tonggak penting dalam pembangunan desa di Indonesia”, kata Ivanovich Agusta lebih lanjut.
