Data Kegiatan

Pelatihan Digitalisasi UMKM Desa Uso, Banggai: Mengoptimalkan Potensi Lokal dengan Teknologi AI

Banggai, Sulawesi Tengah – Dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat desa dan pengembangan potensi lokal, Kemendes bersama Relawan TIK Indonesia menggelar kegiatan pada hari Selasa, tanggal 03 Desember 2024, bertajuk Pelatihan Desain Produk Digital UMKM di Desa Uso, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, yang berlangsung sukses.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dan 3 undangan, dibuka dengan paparan materi oleh Kepala Desa Uso, Bapak Nasurullah A. Uka. Dalam sesi pembukaan, Bapak Nasurullah memaparkan selayang pandang dan potensi besar yang dimiliki Desa Uso, terutama dalam mengembangkan UMKM dan sektor pariwisata.

Melanjutkan sesi tersebut, Mochamad Ismanu Roziqi, S.Pd., M.Kom., Wakil Ketua Relawan TIK Jawa Timur, memberikan materi pelatihan desain produk digital. Dalam paparannya, beliau tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengajak para peserta untuk langsung mempraktikkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung pengembangan produk UMKM.

“Pemanfaatan teknologi AI bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga sebagai solusi nyata untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar digital,” ujar Mochamad Ismanu Roziqi.

Antusiasme peserta terlihat saat mereka mencoba secara langsung menggunakan berbagai tools digital berbasis AI, mulai dari desain kemasan produk hingga pembuatan materi pemasaran. Proses pelatihan berlangsung interaktif dengan pendampingan langsung oleh pemateri, sehingga peserta dapat memahami dan mengaplikasikan materi yang diberikan dengan baik.

Tidak hanya berhenti pada pelatihan, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan diskusi evaluasi dan pemantapan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Dalagan, yang memiliki potensi wisata unggulan berupa sumber air panas. Diskusi ini bertujuan untuk mengintegrasikan pengembangan Bumdes dengan potensi digitalisasi yang telah disampaikan sebelumnya.

Kepala Desa Uso berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari transformasi ekonomi desa berbasis teknologi. “Kami ingin Desa Uso menjadi contoh sukses pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi. Harapannya, pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Bapak Nasurullah.

Kegiatan jejaring kemitraan ini menunjukkan sinergi antara Kemendes, Relawan TIK, dan pemerintah desa dalam mendorong inovasi serta keberlanjutan ekonomi desa. Dengan pelatihan seperti ini, diharapkan UMKM Desa Uso mampu bersaing di pasar lokal maupun global, sekaligus mendukung pengembangan potensi pariwisata Desa Dalagan.

Reporter : Indy Uso

Dari Desa ke Dunia Maya: Jono Oge Kuasai Keterampilan Digital untuk Promosi Desa

Pada hari Rabu, 4 Desember 2024, Desa Jono Oge, Kecamatan Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi tuan rumah kegiatan Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT). Bertempat di Balai Desa Jono Oge, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan konsep desa cerdas melalui pengembangan kapasitas digital masyarakat. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk kader digital Henok Kondo Alu, Bendahara Desa Imam Hidayat, dan Ibu Kepala Desa Erni Yanti. Sementara itu, narasumber utama yang hadir adalah Dra. Sudarti, M.Si., seorang perencana ahli, dan Subana, S.Kom., pakar fotografi dan videografi.

Acara dimulai tepat pukul 09.00 WITA dengan pembukaan oleh MC, Dwi Putra Ramadhan, diikuti dengan pembacaan doa oleh Ibu Selly Grafita. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang menambah semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Sambutan pertama disampaikan oleh Bendahara Desa Imam Hidayat, yang mewakili Kepala Desa Jono Oge, Meseik Ropiu’ah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Kemendes PDT terhadap desanya. Imam Hidayat juga menekankan pentingnya transformasi digital di Desa Jono Oge, terutama setelah desa tersebut terdampak bencana gempa pada tahun 2018 yang mengubah statusnya dari desa berkembang menjadi desa miskin. Beliau berharap program digitalisasi ini mampu meningkatkan literasi teknologi informasi warga desa dan mendukung pembangunan menuju kesejahteraan yang lebih baik.

Selanjutnya, narasumber pertama, Dra. Sudarti, M.Si., memberikan pemaparan mengenai konsep Smart Village. Beliau menjelaskan bahwa konsep ini berlandaskan enam pilar utama, yaitu mobilitas cerdas, ekonomi cerdas, kehidupan cerdas, tata kelola cerdas, masyarakat cerdas, dan lingkungan cerdas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas desa dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat penggerak pembangunan. Beliau menegaskan bahwa implementasi smart village dapat membuka peluang bagi desa-desa untuk berkembang lebih cepat dan merata di tengah era digitalisasi.

Kemudian, Subana, S.Kom., melanjutkan sesi dengan materi “Fotografi dan Videografi”. Ia memberikan panduan teknis tentang bagaimana merekam peristiwa menjadi gambar dan video yang bermakna. Materi yang disampaikan mencakup penulisan naskah, pembuatan storyboard, teknik pengambilan gambar, pengaturan sudut kamera, serta langkah-langkah editing video menggunakan aplikasi CapCut. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung pengambilan gambar dan editing video, yang kemudian diunggah ke media sosial. Aktivitas ini tidak hanya memberikan pengalaman teknis, tetapi juga mendorong kreativitas peserta dalam memanfaatkan teknologi.

Sebagai penutup, seluruh peserta berkumpul untuk sesi foto bersama diikuti dengan acara makan bersama yang menambah keakraban antarwarga dan tim pelaksana kegiatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Desa Jono Oge dalam mengembangkan diri menjadi desa yang lebih cerdas dan adaptif di era teknologi.

Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 di Desa Pakuli: Mendukung Kemandirian Melalui Pelatihan dan Digitalisasi

Pada hari Selasa, 3 Desember 2024, Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menjadi tuan rumah kegiatan Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, PDT, dengan tema: Pelatihan Analisis Kelayakan Usaha dan Pengelolaan BUM Desa. Kegiatan ini dihadiri oleh pemerintah desa, pengurus BUM Desa, warga desa, serta kader digital.

Acara dibuka oleh pembawa acara, saudari Razika, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Kepala Desa Pakuli, Bapak Farhan Yabu, memberikan sambutan pembukaan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya digitalisasi desa untuk mendukung kemajuan di era teknologi saat ini. Beliau menggambarkan perubahan signifikan yang terjadi, seperti bagaimana dahulu aktivitas berjualan dilakukan dengan berjalan kaki, sedangkan saat ini teknologi memungkinkan perdagangan melalui media sosial dan marketplace.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Dra. Sudarti, M.Si., Perencana Ahli Madya dari Kementerian Desa, PDT. Beliau menjelaskan bahwa program Desa Cerdas bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui enam pilar utama smart village, yaitu: Smart Mobility, Smart Economy, Smart Living, Smart Government, Smart People, dan Smart Environment. Ibu Sudarti berharap Desa Pakuli dapat menjadi desa yang mandiri dan mampu mengikuti perkembangan zaman melalui implementasi program ini.

Acara inti berupa pemaparan materi disampaikan oleh Subana, S.Kom., salah satu Ketua Bidang Wilayah Jawa Timur Relawan TIK Indonesia. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya analisis kelayakan usaha, langkah-langkah dalam analisis kelayakan usaha, pengelolaan BUM Desa yang efektif, tantangan dan peluang dalam pengelolaan BUM Desa, tips praktis pengembangan BUM Desa, serta pemanfaatan Business Model Canvas (BMC) untuk BUM Desa.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Bapak Madudin, pengawas BUM Desa Pakuli, menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) pengurus BUM Desa adalah kunci keberhasilan. Menurutnya, meskipun didukung modal besar dan sumber daya alam melimpah, tanpa manajemen SDM yang baik, BUM Desa tidak akan berjalan optimal. Sementara itu, Ibu Andriani, Ketua BPD Desa Pakuli, menambahkan pentingnya profesionalisme pengurus BUM Desa. Sebelum mengalokasikan modal usaha yang besar, diperlukan proposal kegiatan usaha yang jelas agar penggunaan dana tidak sia-sia.

Menanggapi berbagai pendapat tersebut, Kepala Desa Pakuli menyatakan akan melakukan reorganisasi pengurus BUM Desa dan membenahi sistem manajemen agar lebih profesional.

Acara ditutup dengan penyajian hidangan khas Desa Pakuli berupa Surabi Pakuli, makanan berbahan dasar tepung beras dan santan yang dimasak menggunakan wadah tanah liat dan arang. Hidangan ini menghadirkan cita rasa gurih dengan tekstur lembut, mencerminkan kekayaan tradisi kuliner lokal.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga wujud nyata komitmen bersama untuk menjadikan Desa Pakuli sebagai desa yang cerdas, mandiri, dan inovatif di era digital.

Tasik Asik: Mengabadikan Pesona Desa dengan Lensa

Tasikmalaya – Tasik Asik itu adalah kiasan yang bisa diungkapkan oleh Muhajir Sulthonul Aziz, Ketua Relawan TIK Jawa Timur. Hal itu dikarenakan keseruan dalam pelatihan Fotografi dan Videografi yang diadakan oleh Pusat Daya Saing, Badan Pengembangan dan Informasi Kementrian Desa dan Daerah Tertinggal (PDT).

Hari pertama dalam kloter ke 2 pelatihan dalam tajuk Jejaring Kemitraan Kemendesa PDTT kali ini diselenggarakan di desa Papayan, kecamatan Jatiwaras, kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Dihadiri oleh 33 peserta yang berasal dari beragam unsur dari desa Papayan tersebut, mulai dari pemuda, pengelola BumDes, Pengelola wisata Desa, perangkat desa Papayan dan juga BPD setempat.

Hadir pula kali ini Kepala Pusdaing BPI Kemendesa PDT, Dr. H. Yusra, M.Pd yang dalam sambutannya juga mengapresiasi seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh Desa yang bekerja sama dengan Duta serta memberikan pesan agar mengelola setiap aset yang diamanahkan kepada Desa agar tercapai cita-cita Desa Cerdas seperti yang diharapkan.

Relawan TIK Indonesia Sukses Gelar Pelatihan UMKM di Desa Sentralsari

Banggai, Sulawesi Tengah – Relawan TIK Indonesia berhasil melaksanakan kegiatan jejaring kemitraan dalam rangka implementasi program Desa Cerdas yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Kegiatan pelatihan bertema Desain Produk dan Cetak UMKM berlangsung pada 02 Desember 2024 di Desa Sentralsari, Kabupaten Banggai.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat desa, yang sebagian besar merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Acara dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Desa Sentralsari, yang memaparkan potensi desa dalam pengembangan UMKM sebagai roda penggerak ekonomi lokal.

Paparan materi utama disampaikan oleh Muhammad Ismanu Roziqi, anggota Relawan TIK Indonesia, yang menjelaskan landasan teori desain produk serta memberikan praktik langsung. “Kami ingin memastikan bahwa para peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat langsung diterapkan,” ujar Ismanu.

Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, terutama dalam sesi praktik. Kegiatan ini menghasilkan beberapa output yang dapat langsung dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM, seperti prototipe desain produk dan cetakan label kemasan.

Kepala Desa Sentralsari mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mendorong inovasi dan daya saing produk lokal kami,” katanya.

Relawan TIK Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif Desa Cerdas dan memberdayakan masyarakat desa melalui teknologi dan pelatihan yang aplikatif.

Kegiatan Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 Sukses Digelar di Desa Oloboju

Sigi, 2 Desember 2024 – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal RI melalui Pusat Pengembangan Daya Saing Desa (PUSDAING) sukses menyelenggarakan kegiatan Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2. Acara ini berlangsung di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital di ruang komunitas jejaring desa, sejalan dengan visi Desa Cerdas (Smart Village) yang mengedepankan transformasi digital untuk mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Master of Ceremony (MC) yang mengajak peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari para narasumber ahli, antara lain:

Dra. Sudarti, M.Si, Perencana Ahli Madya dari Kemendes PDT, yang memaparkan enam pilar Desa Cerdas: Mobilitas Cerdas, Ekonomi Cerdas, Kehidupan Cerdas, Tata Kelola Cerdas, Masyarakat Cerdas dan Lingkungan Cerdas. Sudarti juga menjelaskan bahwa Smart Village bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dasar dengan memanfaatkan teknologi digital berbasis pemberdayaan Masyarakat.

Wahyuddin Baedawi, Kepala Desa Oloboju, menekankan pentingnya digitalisasi desa untuk meningkatkan keterhubungan antarwarga dan mempercepat pembangunan berbasis komunitas.

Acara dilanjutkan dengan materi inti berupa Pelatihan Jurnalistik yang disampaikan oleh Subana, S.Kom, Relawan TIK Indonesia. Materi ini mengupas pentingnya jurnalistik sebagai sarana edukasi, hiburan, dan kontrol sosial. Subana juga membahas tantangan berita palsu (hoaks) dan bagaimana menghadirkan informasi yang kredibel. Pelatihan ini memberikan wawasan tentang tahapan menulis jurnalistik dan pentingnya media sebagai alat komunikasi publik.

Peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang jurnalistik, termasuk proses pengumpulan, penulisan, dan penyebaran informasi. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital dan personal branding masyarakat Desa Oloboju, memberikan nilai tambah dalam membangun desa cerdas yang modern dan mandiri.

Acara ditutup dengan sajian hidangan khas masyarakat Sigi, yaitu jagung pulut dan sambal gami. Peserta juga diajak mengenal sejarah Desa Oloboju yang dulunya bernama Desa Pompenono, serta kisah tentang Poe Balaki, tokoh masyarakat Sigi yang dikenal karena keberanian dan integritasnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Desa Oloboju semakin siap menjadi bagian dari jaringan Desa Cerdas di Indonesia.

Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Kelayakan BUMDes di Loa Duri Ilir: Manfaatkan Teknologi untuk Meningkatkan Kinerja

Loa Duri Ilir, 2 Desember 2024 – Sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kemendes mengadakan pelatihan mengenai pengelolaan analisis keuangan dan kelayakan BUMDes. Pelatihan ini dilaksanakan di Kantor Desa Loa Duri Ilir, dihadiri oleh aparatur desa dan pengurus BUMDes yang antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan.

Pelatihan ini dipandu oleh Miftakul Huda, Ketua Relawan TIK Surabaya, yang juga merupakan seorang praktisi di bidang teknologi dan pengembangan UMKM. Huda membagikan ilmu penting tentang bagaimana cara mengelola data keuangan dengan efektif, serta memberikan wawasan mengenai pentingnya analisis kelayakan dalam mendukung keberlanjutan BUMDes.

Selain pengelolaan data keuangan, Huda juga mengenalkan para peserta pada pemanfaatan teknologi canggih, khususnya Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin berkembang. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana ChatGPT, sebuah platform AI, dapat digunakan untuk memproses dan menganalisis data secara lebih cepat dan akurat. Banyak peserta yang terkesan dengan kemampuan AI ini, yang dapat membantu pengurus BUMDes dalam menyusun laporan keuangan dan analisis kelayakan usaha.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama dalam mengedukasi kami untuk bisa memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan BUMDes. Saya sangat terkesan dengan kemampuan ChatGPT, yang membuat proses analisis data menjadi jauh lebih mudah dan efisien,” ungkap salah satu peserta pelatihan.

Pelatihan ini mendapat respon positif dari seluruh peserta, yang menganggapnya sebagai langkah yang sangat tepat untuk meningkatkan pengelolaan BUMDes, baik dari sisi keuangan maupun penggunaan teknologi. Ke depannya, diharapkan para pengurus BUMDes di Loa Duri Ilir dapat lebih profesional dalam menjalankan usaha dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung perkembangan ekonomi desa.

Dengan adanya pelatihan ini, Kemendes berharap agar BUMDes di seluruh Indonesia semakin mandiri dan berkelanjutan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat.

Tentang Loa Duri Ilir

Desa Loa Duri Ilir merupakan salah satu desa yang aktif mengembangkan BUMDes sebagai pendorong ekonomi lokal. BUMDes di desa ini memiliki berbagai unit usaha yang beragam, termasuk pengelolaan pasar, produksi telur omega-3, toko alat tulis kantor, persewaan alat pesta, kebersihan sampah, serta gedung Serbaguna. Keberhasilan pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kinerja BUMDes dan mendukung perkembangan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Pelatihan Fotografi dan Videografi: Dorong Desa Kerongkong Menuju Desa Cerdas

Kerongkong, Lombok Timur – Suasana Minggu yang tenang di Desa Kerongkong, Kecamatan Suragala, menjadi lebih hidup dengan diadakannya pelatihan Fotografi dan Videografi di kantor desa setempat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Daya Saing Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Desa PDTT, bekerja sama dengan Relawan TIK.

H. Muin, Kepala Desa Kerongkong, menyampaikan dukungannya terhadap pelatihan ini. “Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi Desa Kerongkong, menjadi salah satu dari lebih dari 200 desa di Lombok Timur yang terpilih sebagai Lokus Desa Cerdas. Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memanfaatkan teknologi kreatif dalam mendorong potensi desa,” ujar H. Muin dalam sambutannya.

Pelatihan ini dipandu oleh Ketua Relawan TIK Jawa Timur, Muhajir Sulthonul Aziz, yang memberikan materi tentang dasar-dasar fotografi dan videografi, termasuk teknik pengambilan gambar, penyuntingan, dan strategi memanfaatkan media visual untuk mendukung promosi desa. Dalam penyampaiannya, Muhajir memberikan motivasi kepada peserta agar menjadikan keterampilan ini sebagai langkah untuk meningkatkan kapasitas diri dan mendukung perkembangan desa.

“Fotografi dan videografi bukan hanya alat kreatif, tetapi juga cara kita memperkenalkan potensi desa ke dunia luar. Dengan keterampilan ini, warga Kerongkong bisa mendorong desa menjadi lebih maju, terutama melalui pilar Ekonomi Cerdas, salah satu aspek penting dalam konsep Desa Cerdas,” jelas Muhajir.

Peserta pelatihan, yang sebagian besar adalah pemuda dan pelaku UMKM desa, sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Salah satu peserta, Andi, menyebutkan bahwa pelatihan ini memberikan banyak wawasan baru. “Kami jadi lebih tahu bagaimana memanfaatkan kamera dan teknologi untuk mempromosikan hasil kerajinan dan pariwisata desa. Harapannya, ini bisa berdampak langsung pada perekonomian masyarakat,” katanya.

Dengan adanya pelatihan ini, Desa Kerongkong diharapkan mampu memanfaatkan teknologi kreatif untuk mengembangkan potensi lokalnya. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Desa Kerongkong sebagai Desa Cerdas yang mandiri dan inovatif.

Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Digital di Desa Lenek, Lombok Timur

Lombok Timur, 23 November 2024 – Dalam rangka meningkatkan daya saing dan potensi ekonomi desa, Pusat Pengembangan Daya Saing Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kementerian Desa PDTT mengadakan pelatihan bertema “Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Digital” di Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan yang berlangsung pada hari kedua acara Jejaring Kemitraan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Relawan TIK dan dihadiri oleh warga desa yang aktif sebagai penggerak wisata.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Desa Lenek yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk mengembangkan potensi wisata lokal. Materi utama disampaikan oleh Ketua Relawan TIK Jawa Timur, Muhajir Sulthonul Aziz, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mempromosikan dan mengelola potensi wisata desa.

Dalam paparannya, Muhajir menyebutkan bahwa Desa Lenek memiliki beragam potensi wisata, baik dari segi budaya, alam, maupun kreativitas masyarakat lokal. “Namun, potensi ini kadang belum disadari oleh seluruh elemen desa. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat dan aparatur desa agar pengelolaan wisata dapat menjadi pendongkrak Ekonomi Cerdas di Desa Lenek,” ujarnya.

Pelatihan ini memberikan pemahaman kepada peserta tentang penggunaan teknologi digital, seperti media sosial, platform promosi wisata, hingga strategi pemasaran berbasis data. Selain itu, peserta juga diajarkan cara membangun identitas desa wisata yang kuat untuk menarik wisatawan domestik maupun internasional.

Acara ini mendapat respons positif dari peserta, yang berharap ilmu yang didapat bisa segera diterapkan dalam pengembangan wisata desa. “Kami sangat bersemangat mengikuti pelatihan ini. Harapannya, kami bisa memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan keindahan dan keunikan Desa Lenek ke dunia luar,” ujar salah satu peserta.

Dengan adanya pelatihan ini, Desa Lenek diharapkan mampu menjadi salah satu desa wisata berbasis digital yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian Masyarakat setempat.

Pelatihan Fotografi dan Videografi BUMDes Tingkatkan Promosi Produk di Desa Taras Padang

Hulu Sungai Tengah, 23 November 2024 – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sukses menggelar pelatihan fotografi dan videografi bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Taras Padang, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam mempromosikan produk lokal melalui media visual.

Dengan tema “Fotografi dan Videografi BUMDes”, pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pengurus BUMDes dan masyarakat umum yang memiliki minat di bidang fotografi dan videografi. Sebagai narasumber, Ucik Rochmayanti S.Keb., Bd., M.Kes., seorang fasilitator dari Relawan TIK, berbagi pengetahuan dan teknik pengambilan foto dan video yang efektif untuk keperluan promosi produk.

Kepala Desa Ilung Pasar Lama, Norman Fadillah SH, menyambut baik pelaksanaan pelatihan ini. Beliau menyampaikan apresiasi kepada Kemendes PDTT dan relawan TIK yang telah memilih Desa Taras Padang sebagai lokasi pelatihan. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa, terutama bagi para pelaku UMKM. Dengan kemampuan fotografi dan videografi yang baik, produk-produk lokal kita dapat dipasarkan lebih luas,” ujar Norman.

Antusiasme peserta pelatihan sangat tinggi. Banyak peserta yang merasa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mempromosikan produk BUMDes.

“Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini. Pengetahuan yang saya dapatkan akan saya gunakan untuk mempromosikan produk-produk BUMDes kami melalui media sosial,” ungkap salah seorang peserta.

Ke depannya, diharapkan pelatihan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pengembangan UMKM di desa-desa. Dengan demikian, produk-produk lokal dapat semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.

Toolbar Disabilitas