Dari Desa ke Dunia Maya: Jono Oge Kuasai Keterampilan Digital untuk Promosi Desa

Pada hari Rabu, 4 Desember 2024, Desa Jono Oge, Kecamatan Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi tuan rumah kegiatan Jejaring Kemitraan Implementasi Desa Cerdas Fase 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT). Bertempat di Balai Desa Jono Oge, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan konsep desa cerdas melalui pengembangan kapasitas digital masyarakat. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk kader digital Henok Kondo Alu, Bendahara Desa Imam Hidayat, dan Ibu Kepala Desa Erni Yanti. Sementara itu, narasumber utama yang hadir adalah Dra. Sudarti, M.Si., seorang perencana ahli, dan Subana, S.Kom., pakar fotografi dan videografi.

Acara dimulai tepat pukul 09.00 WITA dengan pembukaan oleh MC, Dwi Putra Ramadhan, diikuti dengan pembacaan doa oleh Ibu Selly Grafita. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang menambah semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Sambutan pertama disampaikan oleh Bendahara Desa Imam Hidayat, yang mewakili Kepala Desa Jono Oge, Meseik Ropiu’ah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Kemendes PDT terhadap desanya. Imam Hidayat juga menekankan pentingnya transformasi digital di Desa Jono Oge, terutama setelah desa tersebut terdampak bencana gempa pada tahun 2018 yang mengubah statusnya dari desa berkembang menjadi desa miskin. Beliau berharap program digitalisasi ini mampu meningkatkan literasi teknologi informasi warga desa dan mendukung pembangunan menuju kesejahteraan yang lebih baik.

Selanjutnya, narasumber pertama, Dra. Sudarti, M.Si., memberikan pemaparan mengenai konsep Smart Village. Beliau menjelaskan bahwa konsep ini berlandaskan enam pilar utama, yaitu mobilitas cerdas, ekonomi cerdas, kehidupan cerdas, tata kelola cerdas, masyarakat cerdas, dan lingkungan cerdas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas desa dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat penggerak pembangunan. Beliau menegaskan bahwa implementasi smart village dapat membuka peluang bagi desa-desa untuk berkembang lebih cepat dan merata di tengah era digitalisasi.

Kemudian, Subana, S.Kom., melanjutkan sesi dengan materi “Fotografi dan Videografi”. Ia memberikan panduan teknis tentang bagaimana merekam peristiwa menjadi gambar dan video yang bermakna. Materi yang disampaikan mencakup penulisan naskah, pembuatan storyboard, teknik pengambilan gambar, pengaturan sudut kamera, serta langkah-langkah editing video menggunakan aplikasi CapCut. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung pengambilan gambar dan editing video, yang kemudian diunggah ke media sosial. Aktivitas ini tidak hanya memberikan pengalaman teknis, tetapi juga mendorong kreativitas peserta dalam memanfaatkan teknologi.

Sebagai penutup, seluruh peserta berkumpul untuk sesi foto bersama diikuti dengan acara makan bersama yang menambah keakraban antarwarga dan tim pelaksana kegiatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Desa Jono Oge dalam mengembangkan diri menjadi desa yang lebih cerdas dan adaptif di era teknologi.

Diterbitkan oleh

Hamzah Fathoni

Pandu Literasi Digital, Founder Sambungdesa, Relawan TIK Indonesia

Toolbar Disabilitas