Data Kegiatan

Pelatihan Analisis Kelayakan Usaha BUMDes dengan AI Tingkatkan Kapasitas Desa Pejanggik

Praya Tengah, Lombok Tengah – Dalam upaya meningkatkan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan mendorong tumbuh kembang desa cerdas, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melalui program jejaring kemitraan Desa Cerdas Fase 2 menggelar pelatihan khusus. Kegiatan yang berfokus pada analisis kelayakan usaha BUMDes dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) ini dilaksanakan di Gedung Pertemuan, Kantor Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah pada Kamis, 04 Desember 2024.

Pelatihan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Pejanggik, H. Ahmad Nusilah, serta diikuti oleh sejumlah pengurus BUMDes dan perangkat desa setempat. Sebagai narasumber, Hamzah Fathoni, Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, berbagi pengetahuan mendalam tentang pemanfaatan AI dalam Menyusun bisnis.

Salah satu materi utama yang disampaikan adalah cara menyusun Bisnis Model Canvas (BMC) dengan bantuan aplikasi AI seperti ChatGPT atau Gemini. BMC merupakan alat yang efektif untuk memvisualisasikan dan mengevaluasi model bisnis secara menyeluruh. Dengan memanfaatkan AI, proses penyusunan BMC menjadi lebih efisien dan efektif.

Setelah pemaparan materi, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk langsung mempraktikkan pembuatan BMC dengan bantuan AI. Masing-masing kelompok kemudian mempresentasikan hasil kerjanya di depan peserta lainnya.

Narasumber melanjutkan dengan memaparkan contoh rancangan model bisnis yang lebih lengkap, termasuk model keuangan. Sebagai contoh, peserta diajak untuk membangun model bisnis Edu Agro Desa Wisata. Melalui contoh ini, peserta dapat memahami bagaimana menggabungkan konsep pendidikan, pertanian, dan pariwisata dalam satu model bisnis yang berkelanjutan.

Kepala Desa Pejanggik, H. Ahmad Nusilah, menyambut baik kegiatan pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam upaya mengembangkan BUMDes. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap BUMDes Desa Pejanggik dapat semakin maju dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Hamzah Fathoni menambahkan bahwa pemanfaatan AI dalam pengelolaan BUMDes dapat membuka peluang baru bagi desa. “AI dapat membantu BUMDes dalam mengidentifikasi peluang bisnis, menganalisis pasar, dan membuat keputusan yang lebih baik. Dengan demikian, BUMDes dapat menjadi motor penggerak perekonomian desa,” ungkapnya.

Pelatihan analisis kelayakan usaha BUMDes dengan bantuan AI ini menjadi langkah penting dalam mendorong pengembangan desa cerdas di Indonesia. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, diharapkan pengurus BUMDes dapat menyusun rencana bisnis yang lebih baik dan mengelola usaha secara lebih efektif.

Pelatihan Videografi dan Editing Kreatif Berbasis AI Dilaksanakan di Desa Semparu Lombok Tengah

Kopang, Lombok Tengah – Desa Semparu, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, pada hari Rabu, 03 Desember 2024, menjadi tuan rumah pelatihan videografi dan editing yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas Fase 2 dan berhasil menarik minat 35 peserta dari berbagai komunitas di desa tersebut.

Pelatihan yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Desa Semparu ini memberikan pemahaman mendalam kepada peserta tentang teknik pembuatan video, mulai dari tahap perencanaan dengan storyboard dan skenario hingga proses editing yang kreatif. Yang menarik, pelatihan ini juga memperkenalkan penggunaan AI dalam pembuatan background musik dan konversi teks ke suara yang terdengar sangat natural, sehingga peserta tidak perlu khawatir akan masalah hak cipta.

Kepala Desa Semparu, Lalu Ratmaji Hijrat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Desa Semparu semakin kreatif dan mampu menghasilkan konten-konten positif yang dapat mempromosikan potensi desa kita,” ujarnya.

Hamzah Fathoni, Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, yang bertindak sebagai pengajar, menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam dunia kreatif seperti videografi dan editing semakin populer. “AI dapat membantu kita menghasilkan karya yang lebih berkualitas dan efisien. Namun, kita tetap harus kreatif dalam mengolah hasil yang dihasilkan oleh AI,” ungkapnya.

Pelatihan ini sejalan dengan tujuan program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dengan kemampuan membuat video yang berkualitas, diharapkan masyarakat Desa Semparu dapat mempromosikan produk-produk lokal, pariwisata, serta berbagai kegiatan positif lainnya secara mandiri, termasuk kemampuan untuk membuat Video Pembelajaran.

Para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka terlihat aktif bertanya dan berlatih membuat video pendek. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya jadi tahu banyak hal baru tentang pembuatan video. Saya ingin membuat video tentang potensi wisata di desa kami,” ujar salah satu peserta.

Diharapkan pelatihan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak masyarakat desa yang memiliki keterampilan di bidang videografi dan editing. Dengan demikian, desa-desa di Indonesia dapat semakin maju dan mandiri.

Dari Saku ke Layar: Workshop Fotografi dan Videografi Smartphone Gemparkan Lunang Tiga

Nagari Lunang Tiga, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat – Pelatihan fotografi dan videografi sederhana dengan smartphone kembali digelar pada Rabu, 4 Desember 2024. Kegiatan ini merupakan lokasi ketiga dalam batch kedua program jejaring mitra antara Kementerian Desa dan Relawan TIK Indonesia, yang bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat di Nagari Lunang Tiga.

Sebanyak 33 peserta mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Pemateri utama adalah Mei Santi, Sekretaris Pengurus Wilayah Relawan TIK Jawa Timur sekaligus Pandu Digital Madya dari Kementerian Kominfo (sekarang Komdigi). Dalam pelatihan ini, Mei Santi membagikan ilmu praktis mengenai teknik dasar fotografi dan videografi menggunakan smartphone, yang relevan untuk mendukung promosi dan dokumentasi kegiatan di tingkat desa.

Acara pelatihan dibuka dengan sambutan hangat dari Wali Nagari Lunang Tiga, yang menekankan pentingnya literasi digital untuk mendukung tercapainya pilar-pilar Desa Cerdas. “Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan digital masyarakat. Jika salah satu dari enam pilar Desa Cerdas tercapai, kita sudah bersyukur, apalagi jika keenam pilar dapat diwujudkan,” ungkapnya.

Sambutan serupa disampaikan oleh perwakilan Pusdaing Kementerian Desa RI, yang mengapresiasi sinergi antar pihak, termasuk Kementerian Desa, Relawan TIK Indonesia, duta digital, tim event organizer (EO), serta NGO terkait. Kolaborasi yang solid ini menjadi faktor kunci suksesnya pelatihan dan implementasi program literasi digital di desa-desa.

Pelatihan di Nagari Lunang Tiga tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga memotivasi peserta untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi digital. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Nagari Lunang Tiga semakin optimis menjadi bagian dari Desa Cerdas yang unggul dan mandiri di era digital.

Workshop Exit Strategy Bandung: Langkah Konkrit Menuju Desa Cerdas yang Berkelanjutan

Bandung, 01 Desember 2024 – Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sukses menggelar Workshop Exit Strategy (WES) Program Desa Cerdas di Hotel Golden Flower Bandung. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 28 November hingga 1 Desember 2024, ini diikuti oleh para pendamping profesional desa, tenaga ahli kabupaten, TAPM, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dinas Kominfo dari seluruh kabupaten di Kalimantan dan Jawa Barat.

Workshop ini bertujuan untuk merumuskan strategi keberlanjutan Program Desa Cerdas setelah pendanaan dari Bank Dunia berakhir. Para peserta diajak untuk menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang dapat diimplementasikan di masing-masing lokus desa, bahkan direplikasi ke desa-desa lain.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Ahmad Riza Patria, menekankan pentingnya digitalisasi dalam pembangunan desa. “Sesuai dengan arahan Presiden, digitalisasi menjadi keharusan dalam membangun desa-desa di seluruh Indonesia. Ini sejalan dengan upaya kita untuk mewujudkan program makan bergizi gratis secara nasional,” ujar Nezar.

Senada dengan Wamen, Kepala BPI Kemendes PDT, Dr. Ivanovich Agusta, PP. M.Si., juga menyampaikan bahwa Desa Cerdas merupakan salah satu pendekatan strategis untuk mendorong akselerasi pembangunan desa. “Desa Cerdas bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan, swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada teknologi di desa. Untuk mendukung keberlanjutan program ini, kami tengah menyusun regulasi yang komprehensif,” jelasnya.

Selama workshop, para peserta mendalami berbagai materi, mulai dari konsep Desa Cerdas, regulasi pendukung, hingga praktik baik implementasi program di lapangan. Narasumber yang dihadirkan berasal dari Pusdaing BPI Kemendes PDTT, Dinas PMD sebagai supra desa, serta pelaku praktik baik yang telah berpengalaman dalam pendampingan program Desa Cerdas.

Salah satu fokus utama workshop adalah membahas aspek pembiayaan program Desa Cerdas setelah pendanaan Bank Dunia berakhir. Peserta diajak untuk merumuskan strategi penganggaran yang melibatkan Dana Desa, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dana Jejaring Kemitraan, dan APBN. Selain itu, workshop juga membahas pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mendukung keberlanjutan program.

Untuk memastikan keberhasilan program Desa Cerdas, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, akademisi, maupun organisasi non-pemerintah seperti Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia. Oleh karena itu, salah satu hasil yang diharapkan dari workshop ini adalah terbentuknya komitmen bersama untuk melakukan advokasi dan kolaborasi dalam rangka mewujudkan Desa Cerdas di Indonesia.

Workshop Exit Strategy Program Desa Cerdas menjadi momentum penting dalam upaya percepatan pembangunan desa berbasis teknologi. Melalui workshop ini, diharapkan program Desa Cerdas dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi Masyarakat desa.

Di penghujung Workshop Exit Strategy Program Desa Cerdas, terjalin momen krusial yang menandai komitmen kuat dalam memajukan desa-desa di Indonesia. Rangkaian kegiatan ditutup dengan acara Penutupan yang dihadiri oleh Kepala BPI Kemendes PDT, Kepala Pusdaing BPI Kemendes, seluruh Narasumber eksternal, serta seluruh peserta Workshop.

Setelah sesi penutupan dan foto bersama, Kepala BPI Kemendes PDT, Dr. Ivanovich Agusta, PP., M.Si., secara khusus menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan Hamzah Fathoni, salah satu narasumber dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia.

Fokus utama diskusi keduanya adalah tentang draft regulasi penganggaran dan pedoman pelaksanaan program Desa Cerdas yang tengah disusun. Dr. Ivanovich Agusta tampak sangat antusias mendengarkan masukan dan pandangan dari Hamzah Fathoni selaku Pengurus Relawan TIK Indonesia yang selama ini sudah melakukan advokasi praktik baik implementasi Desa Cerdas di berbagai desa lokus. Beliau bahkan meminta Sekretarisnya untuk mencatat nomor WhatsApp Ketua Umum Cabang Kabupaten Blitar Relawan TIK Indonesia agar draft regulasi tersebut dapat segera dibagikan dan dibahas Bersama.

Langkah konkret yang diambil oleh Kepala BPI Kemendes PDT ini menunjukkan adanya komitmen kuat untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil seperti Relawan TIK Indonesia, dalam proses penyusunan kebijakan dan program pembangunan desa berbasis Smart Village. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan regulasi yang lebih komprehensif, relevan, dan mengakomodasi berbagai kepentingan.

Kehadiran Relawan TIK Indonesia dalam Implementasi program Desa Cerdas sangat penting mengingat pengalaman dan jaringan luas yang dimiliki oleh organisasi tersebut di berbagai daerah. Relawan TIK Indonesia telah aktif terlibat dalam pendampingan dan implementasi program Desa Cerdas di berbagai desa di Indonesia. Oleh karena itu, masukan dan saran dari Relawan TIK Indonesia sangat berharga dalam penyempurnaan regulasi yang akan diterbitkan.

Pelatihan Fotografi dan Videografi Smartphone Dilanjutkan di Desa Karangetang Kabupaten Pohuwato

Karangetang, Pohuwato – 3 Desember 2024 | Setelah sukses diselenggarakan di Desa Buntulia Jaya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembali mengadakan pelatihan fotografi dan videografi menggunakan smartphone untuk masyarakat Desa Karangetang, Kabupaten Pohuwato, pada Selasa, 3 Desember 2024. Kegiatan ini masih dalam rangka program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas yang bertujuan memberdayakan masyarakat desa melalui penguasaan teknologi digital.

Pelatihan ini memberikan materi yang sama seperti hari sebelumnya, yakni teknik dasar fotografi, pengambilan video kreatif, serta pengeditan konten menggunakan aplikasi pada smartphone. Fokus utama kegiatan adalah membantu masyarakat memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengembangan ekonomi dan promosi potensi desa.

“Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendukung masyarakat desa untuk lebih melek digital. Kami ingin masyarakat Desa Karangetang dapat memanfaatkan smartphone mereka secara maksimal, baik untuk kebutuhan usaha, dokumentasi kegiatan, maupun promosi wisata desa,” ujar salah satu fasilitator dari Kemendes PDTT.

Kepala Desa Karangetang menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desanya. “Melalui pelatihan ini, masyarakat kami tidak hanya belajar mengambil foto dan video, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan desa,” tuturnya.

Antusiasme warga Desa Karangetang sangat tinggi, dengan jumlah peserta yang mencapai kapasitas maksimal. Mereka terlihat aktif bertanya dan berpartisipasi dalam sesi praktik, seperti pengambilan foto produk kerajinan lokal dan video pendek tentang potensi pariwisata desa.

Pelatihan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelompok, di mana peserta berbagi ide tentang bagaimana memanfaatkan keterampilan baru mereka untuk mendukung kegiatan di desa. Kemendes PDTT berharap, pelatihan ini dapat menciptakan masyarakat yang lebih kreatif, produktif, dan mandiri secara digital.

Kegiatan di Desa Karangetang menjadi rangkaian yang mempertegas komitmen pemerintah dalam mendorong terciptanya desa-desa cerdas di seluruh Indonesia. Masyarakat setempat berharap program serupa dapat terus diadakan untuk memperdalam keterampilan yang telah mereka pelajari.

Kemendes PDTT Gelar Pelatihan Fotografi dan Videografi Smartphone untuk Masyarakat Desa Buntulia Jaya

Buntulia Jaya, Pohuwato – 2 Desember 2024 | Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyelenggarakan pelatihan fotografi dan videografi menggunakan smartphone bagi masyarakat Desa Buntulia Jaya, Kabupaten Pohuwato. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 2 Desember 2024 ini merupakan bagian dari program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas, bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi digital.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan praktis kepada peserta, termasuk teknik dasar fotografi, pengambilan video yang efektif, pengeditan konten, serta cara memanfaatkan smartphone sebagai alat kreatif untuk mendokumentasikan kegiatan sehari-hari maupun mempromosikan potensi desa.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat desa, khususnya dalam menggunakan teknologi digital untuk mendukung pengembangan produk lokal, pemasaran usaha kecil, dan promosi wisata desa,” ujar salah satu perwakilan Kemendes PDTT.

Kepala Desa Buntulia Jaya menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurutnya, pelatihan tersebut selaras dengan visi desa untuk menjadi lebih inovatif dan mandiri. “Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat kami untuk memahami bagaimana teknologi sederhana seperti smartphone bisa memberikan dampak besar bagi kemajuan desa,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap sesi pelatihan, termasuk praktik langsung mengambil gambar produk lokal dan merekam video promosi sederhana. Para fasilitator juga memberikan bimbingan personal untuk memastikan setiap peserta memahami materi yang disampaikan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Buntulia Jaya mampu menghasilkan konten digital berkualitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi ekonomi dan sosial desa. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata Kemendes PDTT dalam menciptakan ekosistem desa cerdas yang melek teknologi.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Peserta berharap pelatihan serupa dapat diadakan kembali dengan materi yang lebih mendalam di masa mendatang.

Komunitas Desa Bonjeruk Asah Keterampilan Jurnalistik Berbasis Teknologi AI

Lombok Tengah, 02 Desember 2024 – Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, menjadi tuan rumah kegiatan pelatihan jejaring kemitraan yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerja sama dengan sejumlah NGO. Kegiatan yang berlangsung di Pawon 21, salah satu obyek wisata andalan desa, ini diikuti oleh 35 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk Komunitas Penggerak Wisata Desa dan Kelompok Petani Muda Organik.

Dengan tema “Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Melalui Teknologi Digital”, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga desa dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pengembangan desa. Materi yang disampaikan sangat bervariasi, mulai dari jurnalistik hingga pembuatan musik menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

“Kami sangat antusias dengan adanya pelatihan ini,” ujar Kepala Desa Bonjeruk. “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, warga desa dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensi desa, khususnya di bidang pariwisata dan pertanian.”

Senada dengan kepala desa, Mujianto, SE, M.T., dari Pusdaing (Pusat Daya Saing), Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kementerian Desa PDTT juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Pelatihan seperti ini sangat penting untuk mendukung program-program Pembangunan desa dengan pendekatan Desa Cerdas (Smart Village). Kami berharap output dari pelatihan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Bonjeruk,” ujarnya.

Hamzah Fathoni, Ketua Bidang Program Pimpinan Pusat Relawan TIK Indonesia yang bertindak sebagai pelatih, menyampaikan materi dengan sangat menarik dan interaktif. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. “Kami ingin memberikan bekal kepada peserta agar mereka dapat memanfaatkan teknologi dengan baik untuk mempromosikan desa mereka,” kata Hamzah.

Pemilihan materi jurnalistik dan pembuatan musik dengan AI dalam pelatihan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pemanfaatan teknologi digital di desa. Dengan menguasai keterampilan jurnalistik berbasis AI, warga desa dapat mempromosikan produk-produk lokal dan potensi wisata desa dengan lebih efektif melalui website, media sosial dan platform digital lainnya. Sementara itu, kemampuan membuat musik dengan AI dapat menjadi nilai tambah bagi para pelaku seni dan budaya di desa.

Diharapkan pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi Desa Bonjeruk untuk menjadi desa yang lebih maju dan mandiri. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, NGO, dan masyarakat, potensi yang dimiliki Desa Bonjeruk dapat dikembangkan secara optimal.

Pelatihan Fotografi dan Videografi dengan Smartphone Tingkatkan Literasi Digital di Nagari Kambang

Nagari Kambang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat – Sebanyak 33 peserta antusias mengikuti pelatihan fotografi dan videografi sederhana dengan smartphone yang diselenggarakan pada Selasa, 3 Desember 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari program jejaring mitra Kementerian Desa dan Relawan TIK, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya dalam mendukung implementasi Desa Cerdas.

Mei Santi, Sekretaris Pengurus Wilayah Relawan TIK Jawa Timur sekaligus Pandu Digital Madya dari Kementerian Kominfo (kini Komdigi), menjadi pemateri utama dalam pelatihan ini. Dengan pengalaman yang mumpuni, Mei Santi memberikan materi yang aplikatif kepada para peserta, mencakup teknik dasar fotografi dan videografi menggunakan smartphone untuk mendukung dokumentasi dan promosi kegiatan desa.

Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Nagari Kambang, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar pelatihan ini dapat mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi digital secara optimal. “Dengan adanya pelatihan ini, semoga literasi digital masyarakat meningkat, sehingga salah satu dari enam pilar Desa Cerdas dapat terwujud. Alhamdulillah, jika seluruh pilar dapat direalisasikan,” ujar Kepala Nagari Kambang.

Sambutan serupa disampaikan oleh perwakilan dari Pusdaing Kementerian Desa RI, yang mengapresiasi sinergi antar pihak, termasuk Kementerian Desa, Relawan TIK Indonesia, duta digital, tim event organizer (EO), dan berbagai elemen lainnya. Kerja sama yang solid ini menjadi kunci suksesnya pelatihan dan implementasi program-program literasi digital di desa.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis kepada peserta, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong masyarakat untuk lebih kreatif, inovatif, dan mandiri dalam memanfaatkan teknologi. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan Nagari Kambang semakin siap menyongsong era digital sebagai bagian dari Desa Cerdas.

Pelatihan Fotografi dan Videografi dengan Smartphone Digelar di Nagari Bungo Pasang Salido

Bungo Pasang Salido, 2 Desember 2024 – Sebanyak 33 peserta antusias mengikuti pelatihan fotografi dan videografi sederhana dengan smartphone dalam rangka program jejaring mitra antara Kementerian Desa dan Relawan TIK. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 2 Desember 2024, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di Nagari Bungo Pasang Salido.

Pelatihan ini menghadirkan Mei Santi sebagai pemateri utama. Mei Santi, yang merupakan Sekretaris Pengurus Wilayah Relawan TIK Jawa Timur dan Pandu Digital Madya dari Kementerian Kominfo (kini disebut Komdigi), didapuk untuk memberikan materi praktis dan inspiratif kepada para peserta.

Sebelum menuju lokasi pelatihan, Mei Santi bersama tim menyempatkan diri melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa setempat. Audiensi ini menjadi ajang silaturahmi dan penguatan sinergi program-program literasi digital antara pemerintah pusat dan daerah.

Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Nagari Bungo Pasang Salido, yang menyampaikan harapan besar agar pelatihan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. “Dengan literasi digital yang baik, salah satu dari enam pilar desa cerdas dapat tercapai, bahkan kalau bisa keenam pilar terwujud,” ungkapnya. Sambutan serupa juga disampaikan oleh perwakilan Pusdaing Kementerian Desa RI, yang menekankan pentingnya penguasaan teknologi untuk mendukung keberlanjutan Pembangunan desa.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis dalam fotografi dan videografi menggunakan smartphone, tetapi juga bertujuan untuk mendorong kreativitas warga desa dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pendukung promosi dan dokumentasi kegiatan desa.

Dengan semangat kolaborasi dari berbagai pihak, pelatihan ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak menuju Desa Cerdas yang mandiri, kreatif, dan inovatif.

Pelatihan Analisis Kelayakan Usaha dan Pengelolaan BUMDes di Desa Saiti Sukses Digelar

Banggai, Sulawesi Tengah – Kegiatan jejaring kemitraan Kementerian Desa (Kemendes) bersama Relawan TIK sukses diselenggarakan di Desa Saiti, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (04/12/2024). Mengusung tema Pelatihan Analisis Kelayakan Usaha dan Pengelolaan BUMDes, acara ini diikuti oleh 30 peserta dan 3 undangan, termasuk pengurus BUMDes dari Desa Sumberagung dan Tetesulu.

Acara dimulai dengan paparan selayang pandang dan profil BUMDes Saiti, “Bumi Makarti,” oleh Kepala Desa Saiti, Bapak Wantono. Dalam presentasinya, ia menjelaskan sejumlah bidang usaha yang dikelola oleh BUMDes, seperti penjualan pupuk serta program pemeliharaan dan penggemukan hewan ternak.

Pelatihan dilanjutkan dengan penyampaian materi utama oleh Mochamad Ismanu Roziqi, S.Pd., M.Kom., selaku Wakil Ketua Relawan TIK Jawa Timur. Materi pelatihan mencakup teknik analisis kelayakan usaha menggunakan metode SWOT, Balanced Scorecard, dan Business Model Canvas (BMC).

Selain itu, peserta juga diberikan pelatihan praktis pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung proses analisis usaha BUMDes. “Dengan teknologi seperti AI, BUMDes bisa lebih efisien dalam menyusun strategi bisnis dan mengoptimalkan potensi yang ada di desa masing-masing,” ujar Ismanu.

Sesi terakhir diisi dengan presentasi hasil analisis oleh masing-masing peserta terkait potensi dan pengembangan usaha BUMDes mereka. Paparan ini sekaligus menjadi evaluasi atas materi yang telah diberikan, dengan harapan peserta mampu mengimplementasikan strategi yang relevan di desanya masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes dalam mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan. Dengan demikian, BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan Masyarakat setempat.

Toolbar Disabilitas