Pelatihan Videografi dan Editing Kreatif Berbasis AI Dilaksanakan di Desa Semparu Lombok Tengah

Kopang, Lombok Tengah – Desa Semparu, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, pada hari Rabu, 03 Desember 2024, menjadi tuan rumah pelatihan videografi dan editing yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas Fase 2 dan berhasil menarik minat 35 peserta dari berbagai komunitas di desa tersebut.

Pelatihan yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Desa Semparu ini memberikan pemahaman mendalam kepada peserta tentang teknik pembuatan video, mulai dari tahap perencanaan dengan storyboard dan skenario hingga proses editing yang kreatif. Yang menarik, pelatihan ini juga memperkenalkan penggunaan AI dalam pembuatan background musik dan konversi teks ke suara yang terdengar sangat natural, sehingga peserta tidak perlu khawatir akan masalah hak cipta.

Kepala Desa Semparu, Lalu Ratmaji Hijrat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Desa Semparu semakin kreatif dan mampu menghasilkan konten-konten positif yang dapat mempromosikan potensi desa kita,” ujarnya.

Hamzah Fathoni, Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, yang bertindak sebagai pengajar, menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam dunia kreatif seperti videografi dan editing semakin populer. “AI dapat membantu kita menghasilkan karya yang lebih berkualitas dan efisien. Namun, kita tetap harus kreatif dalam mengolah hasil yang dihasilkan oleh AI,” ungkapnya.

Pelatihan ini sejalan dengan tujuan program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dengan kemampuan membuat video yang berkualitas, diharapkan masyarakat Desa Semparu dapat mempromosikan produk-produk lokal, pariwisata, serta berbagai kegiatan positif lainnya secara mandiri, termasuk kemampuan untuk membuat Video Pembelajaran.

Para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka terlihat aktif bertanya dan berlatih membuat video pendek. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya jadi tahu banyak hal baru tentang pembuatan video. Saya ingin membuat video tentang potensi wisata di desa kami,” ujar salah satu peserta.

Diharapkan pelatihan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak masyarakat desa yang memiliki keterampilan di bidang videografi dan editing. Dengan demikian, desa-desa di Indonesia dapat semakin maju dan mandiri.

Diterbitkan oleh

Hamzah Fathoni

Pandu Literasi Digital, Founder Sambungdesa, Relawan TIK Indonesia

Toolbar Disabilitas