Praya Tengah, Lombok Tengah – Dalam upaya meningkatkan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan mendorong tumbuh kembang desa cerdas, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melalui program jejaring kemitraan Desa Cerdas Fase 2 menggelar pelatihan khusus. Kegiatan yang berfokus pada analisis kelayakan usaha BUMDes dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) ini dilaksanakan di Gedung Pertemuan, Kantor Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah pada Kamis, 04 Desember 2024.
Pelatihan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Pejanggik, H. Ahmad Nusilah, serta diikuti oleh sejumlah pengurus BUMDes dan perangkat desa setempat. Sebagai narasumber, Hamzah Fathoni, Ketua Bidang Program Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, berbagi pengetahuan mendalam tentang pemanfaatan AI dalam Menyusun bisnis.
Salah satu materi utama yang disampaikan adalah cara menyusun Bisnis Model Canvas (BMC) dengan bantuan aplikasi AI seperti ChatGPT atau Gemini. BMC merupakan alat yang efektif untuk memvisualisasikan dan mengevaluasi model bisnis secara menyeluruh. Dengan memanfaatkan AI, proses penyusunan BMC menjadi lebih efisien dan efektif.
Setelah pemaparan materi, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk langsung mempraktikkan pembuatan BMC dengan bantuan AI. Masing-masing kelompok kemudian mempresentasikan hasil kerjanya di depan peserta lainnya.
Narasumber melanjutkan dengan memaparkan contoh rancangan model bisnis yang lebih lengkap, termasuk model keuangan. Sebagai contoh, peserta diajak untuk membangun model bisnis Edu Agro Desa Wisata. Melalui contoh ini, peserta dapat memahami bagaimana menggabungkan konsep pendidikan, pertanian, dan pariwisata dalam satu model bisnis yang berkelanjutan.
Kepala Desa Pejanggik, H. Ahmad Nusilah, menyambut baik kegiatan pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam upaya mengembangkan BUMDes. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap BUMDes Desa Pejanggik dapat semakin maju dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Hamzah Fathoni menambahkan bahwa pemanfaatan AI dalam pengelolaan BUMDes dapat membuka peluang baru bagi desa. “AI dapat membantu BUMDes dalam mengidentifikasi peluang bisnis, menganalisis pasar, dan membuat keputusan yang lebih baik. Dengan demikian, BUMDes dapat menjadi motor penggerak perekonomian desa,” ungkapnya.
Pelatihan analisis kelayakan usaha BUMDes dengan bantuan AI ini menjadi langkah penting dalam mendorong pengembangan desa cerdas di Indonesia. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, diharapkan pengurus BUMDes dapat menyusun rencana bisnis yang lebih baik dan mengelola usaha secara lebih efektif.

