Bandung, 01 Desember 2024 – Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sukses menggelar Workshop Exit Strategy (WES) Program Desa Cerdas di Hotel Golden Flower Bandung. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 28 November hingga 1 Desember 2024, ini diikuti oleh para pendamping profesional desa, tenaga ahli kabupaten, TAPM, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dinas Kominfo dari seluruh kabupaten di Kalimantan dan Jawa Barat.
Workshop ini bertujuan untuk merumuskan strategi keberlanjutan Program Desa Cerdas setelah pendanaan dari Bank Dunia berakhir. Para peserta diajak untuk menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang dapat diimplementasikan di masing-masing lokus desa, bahkan direplikasi ke desa-desa lain.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Ahmad Riza Patria, menekankan pentingnya digitalisasi dalam pembangunan desa. “Sesuai dengan arahan Presiden, digitalisasi menjadi keharusan dalam membangun desa-desa di seluruh Indonesia. Ini sejalan dengan upaya kita untuk mewujudkan program makan bergizi gratis secara nasional,” ujar Nezar.
Senada dengan Wamen, Kepala BPI Kemendes PDT, Dr. Ivanovich Agusta, PP. M.Si., juga menyampaikan bahwa Desa Cerdas merupakan salah satu pendekatan strategis untuk mendorong akselerasi pembangunan desa. “Desa Cerdas bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan, swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada teknologi di desa. Untuk mendukung keberlanjutan program ini, kami tengah menyusun regulasi yang komprehensif,” jelasnya.

Selama workshop, para peserta mendalami berbagai materi, mulai dari konsep Desa Cerdas, regulasi pendukung, hingga praktik baik implementasi program di lapangan. Narasumber yang dihadirkan berasal dari Pusdaing BPI Kemendes PDTT, Dinas PMD sebagai supra desa, serta pelaku praktik baik yang telah berpengalaman dalam pendampingan program Desa Cerdas.
Salah satu fokus utama workshop adalah membahas aspek pembiayaan program Desa Cerdas setelah pendanaan Bank Dunia berakhir. Peserta diajak untuk merumuskan strategi penganggaran yang melibatkan Dana Desa, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dana Jejaring Kemitraan, dan APBN. Selain itu, workshop juga membahas pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mendukung keberlanjutan program.
Untuk memastikan keberhasilan program Desa Cerdas, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, akademisi, maupun organisasi non-pemerintah seperti Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia. Oleh karena itu, salah satu hasil yang diharapkan dari workshop ini adalah terbentuknya komitmen bersama untuk melakukan advokasi dan kolaborasi dalam rangka mewujudkan Desa Cerdas di Indonesia.
Workshop Exit Strategy Program Desa Cerdas menjadi momentum penting dalam upaya percepatan pembangunan desa berbasis teknologi. Melalui workshop ini, diharapkan program Desa Cerdas dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi Masyarakat desa.
Di penghujung Workshop Exit Strategy Program Desa Cerdas, terjalin momen krusial yang menandai komitmen kuat dalam memajukan desa-desa di Indonesia. Rangkaian kegiatan ditutup dengan acara Penutupan yang dihadiri oleh Kepala BPI Kemendes PDT, Kepala Pusdaing BPI Kemendes, seluruh Narasumber eksternal, serta seluruh peserta Workshop.

Setelah sesi penutupan dan foto bersama, Kepala BPI Kemendes PDT, Dr. Ivanovich Agusta, PP., M.Si., secara khusus menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan Hamzah Fathoni, salah satu narasumber dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia.
Fokus utama diskusi keduanya adalah tentang draft regulasi penganggaran dan pedoman pelaksanaan program Desa Cerdas yang tengah disusun. Dr. Ivanovich Agusta tampak sangat antusias mendengarkan masukan dan pandangan dari Hamzah Fathoni selaku Pengurus Relawan TIK Indonesia yang selama ini sudah melakukan advokasi praktik baik implementasi Desa Cerdas di berbagai desa lokus. Beliau bahkan meminta Sekretarisnya untuk mencatat nomor WhatsApp Ketua Umum Cabang Kabupaten Blitar Relawan TIK Indonesia agar draft regulasi tersebut dapat segera dibagikan dan dibahas Bersama.
Langkah konkret yang diambil oleh Kepala BPI Kemendes PDT ini menunjukkan adanya komitmen kuat untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil seperti Relawan TIK Indonesia, dalam proses penyusunan kebijakan dan program pembangunan desa berbasis Smart Village. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan regulasi yang lebih komprehensif, relevan, dan mengakomodasi berbagai kepentingan.
Kehadiran Relawan TIK Indonesia dalam Implementasi program Desa Cerdas sangat penting mengingat pengalaman dan jaringan luas yang dimiliki oleh organisasi tersebut di berbagai daerah. Relawan TIK Indonesia telah aktif terlibat dalam pendampingan dan implementasi program Desa Cerdas di berbagai desa di Indonesia. Oleh karena itu, masukan dan saran dari Relawan TIK Indonesia sangat berharga dalam penyempurnaan regulasi yang akan diterbitkan.

