Buntulia Jaya, Pohuwato – 2 Desember 2024 | Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyelenggarakan pelatihan fotografi dan videografi menggunakan smartphone bagi masyarakat Desa Buntulia Jaya, Kabupaten Pohuwato. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 2 Desember 2024 ini merupakan bagian dari program Jejaring Kemitraan Desa Cerdas, bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi digital.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan praktis kepada peserta, termasuk teknik dasar fotografi, pengambilan video yang efektif, pengeditan konten, serta cara memanfaatkan smartphone sebagai alat kreatif untuk mendokumentasikan kegiatan sehari-hari maupun mempromosikan potensi desa.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat desa, khususnya dalam menggunakan teknologi digital untuk mendukung pengembangan produk lokal, pemasaran usaha kecil, dan promosi wisata desa,” ujar salah satu perwakilan Kemendes PDTT.
Kepala Desa Buntulia Jaya menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurutnya, pelatihan tersebut selaras dengan visi desa untuk menjadi lebih inovatif dan mandiri. “Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat kami untuk memahami bagaimana teknologi sederhana seperti smartphone bisa memberikan dampak besar bagi kemajuan desa,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap sesi pelatihan, termasuk praktik langsung mengambil gambar produk lokal dan merekam video promosi sederhana. Para fasilitator juga memberikan bimbingan personal untuk memastikan setiap peserta memahami materi yang disampaikan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Buntulia Jaya mampu menghasilkan konten digital berkualitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi ekonomi dan sosial desa. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata Kemendes PDTT dalam menciptakan ekosistem desa cerdas yang melek teknologi.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Peserta berharap pelatihan serupa dapat diadakan kembali dengan materi yang lebih mendalam di masa mendatang.
