Tonsea Lama, Minahasa, Sulawesi Utara – Dalam rangka mendukung pengembangan potensi digital desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia melalui program Desa Cerdas menyelenggarakan pelatihan fotografi dan videografi di Desa Tonsea Lama, Minahasa, Sulawesi Utara. Pelatihan yang diikuti oleh muda-mudi dan perangkat desa ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan media visual untuk mempromosikan potensi desa serta mendukung pengelolaan informasi desa yang lebih efektif.
Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 22 November 2024, diadakan di Balai Desa Tonsea Lama. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Kementerian Desa untuk memberikan keterampilan digital kepada generasi muda dan aparatur desa, sehingga mereka dapat mengembangkan desa secara mandiri melalui teknologi informasi dan komunikasi.
Para peserta pelatihan mendapatkan materi dari narasumber yaitu Bapak Muhammad Andrian Dhimas Nadindra yang ahli di bidang fotografi dan videografi, yang mencakup teknik dasar pengambilan gambar, editing foto dan video, serta cara efektif mendokumentasikan kegiatan dan potensi desa untuk keperluan promosi dan pengembangan wisata. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan tentang bagaimana membangun konten visual yang menarik untuk media sosial dan platform digital lainnya guna meningkatkan visibilitas desa di tingkat nasional maupun internasional.
Kepala Desa Tonsea Lama, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat penting, terutama bagi para pemuda yang kini semakin tertarik pada dunia digital. Melalui keterampilan ini, kami berharap desa kami dapat lebih dikenal, baik dari segi pariwisata, budaya, maupun potensi ekonomi lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Sambutan Dari Perwakilan Kementerian Desa, Bapak Alvian Nurhadi, menyatakan bahwa kegiatan pelatihan seperti ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan desa yang lebih cerdas dan berbasis teknologi. “Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, di mana para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk mengelola potensi desa, memperkenalkan kekayaan lokal, dan mendukung pembangunan desa berbasis informasi yang lebih terbuka dan transparan,” ujarnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Tonsea Lama dapat memanfaatkan teknologi digital secara maksimal untuk meningkatkan perekonomian desa, memperkenalkan kebudayaan lokal, serta mendukung agenda pembangunan desa yang lebih maju dan inovatif.

