Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD): “Membangun Perikanan Cerdas Berbasis Internet of Things”

Kabupaten Blitar (sambungdesa.com), Hari Selasa malam (05/12/2023) di gedung pertemuan Kantor Desa Sawentar dilaksanakan Pelatihan dan Diskusi di Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) dengan tema “Membangun Perikanan Cerdas Berbasis Teknologi Internet of Things”. Kegiatan yang merupkan bagian dari program pemberdayaan lokus Desa Cerdas Kemendes PDTT ini, diselenggarakan oleh Kader Digital Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar dengan menampilkan dua orang pemateri, yaitu Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, yang juga Leader Desa Cerdas Relawan TIK Indonesia dan Sugiarto, S.Kom., M. Kom., Kepala Program Studi Bisnis Digital, Fasilkom UPN Veteran Jawa Timur.

Kegiatan ini dibuka oleh Mujiyanto, Kepala Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Dalam sambutannya, Mujiyanto menyampaikan bahwa kegiatan malam ini merupakan rangkaian dari Desa Sawentar yang telah ditetapkan oleh Pusdaing Kemendes PDTT sebagai salah satu lokus Smart Village (Desa Cerdas) Fase pertama. Dimana ada beberapa pilar dari program Desa Cerdas, yaitu Masyarakat Cerdas, Ekonomi Cerdas, dan Kehidupan cerdas yang harus dicapai dengan berbagai bentuk kegiatan seperti pada malam hari ini.

“Untuk mencapai ketiga pilar yang saling berkaitan, setelah melalui kajian dan pemetaan potensi yang ada di Desa kita, perikanan bagian dari sektor pertanian dan UMKM Desa harus diberdayakan. Agar tercapai peningkatan produksi perikanan yang efektif dan efisien menggunakan Teknologi Digital, sehingga ekonomi di desa kita bisa kuat. Jelas kegiatan malam ini merupakan bagian dari Literasi Digital agar terbentuk Masyarakat Cerdas terlebih dahulu sebagai pengguna dari teknologi penunjang tersebut”, dijelaskan oleh Mujiyanto, Kades Sawentar.

Selanjutnya Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, sebagai pemateri yang sekaligus pendamping Desa Sawentar dalam implementasi program Smart Village, menyampaikan penjelasan tentang program Desa Cerdas dan berbagai bentuk kegiatan dalam upayanya mencapai indikator dan sub-indikator dari masing-masing pilar Desa Cerdas dalam mewujudkan pencapaian SDG’s Desa yang telah diamanatkan Kemendes PDTT RI.

Sugiarto, S.Kom., M.Kom., Kaprodi Fasilkom UPN Veteran Jawa Timur, sebagai pemateri kedua menyampaikan papapran pengenalan kepada peserta yang hadir tentang Teknologi Ineternet of Things (IoT) dan penerapannya pada kegiatan hulu di sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan sektor yang lainnya yang ada di perdesaan.

Berbagai pertanyaan dan permasalahan yang diajukan oleh beberapa peserta yang sehari-harinya adalah peternak ikan lele, ikan koi dan ikan nila, dijawan oleh para narasumber dengan bentuk diskusi dua arah.

Desa Wates Raih Juara Pertama Lomba Desa Cerdas Nasional

Surabaya (sambungdesa.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Pusat Studi Pengembangan Pedesaan, LPPM memberikan penghargaan Unesa Village Award 2023 kepada desa cerdas nasional, Kamis (30/11/2023).

Acara ini dihadiri dan diapresiasi langsung oleh Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. Menurutnya, ajang ini berdampak langsung pada pembangunan daerah dan pengembangan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Strategi pembangunan nasional negara di dunia, lanjutnya, menggunakan desa cerdas yang dapat mendorong percepatan pembangunan dari 40 tahun menjadi 10 tahun.

“Kalau manual butuh waktu 40 tahun untuk perkembangan desa. Dengan digital kita hanya butuh 10 tahun. Kita hemat 30 tahun atau 1 generasi. Itulah, di Kementerian Desa terus digalakkan desa cerdas, desa digital bahkan kita juga melakukan pelatihan terhadap duta digital dan kader digital desa,” ucapnya.

Unesa Village Award 2023 berhasil didapat desa dengan skor terbaik. Juara 1 diraih Desa Wates, Kabupaten Blitar dengan skor 541. Kemudian juara 2 didapat Desa Papayan, Tasikmalaya dengan skor 494, dan juara 3 Desa Sendangagung Lamongan dengan skor 426.

Adapun Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar yang ditetapkan sebagai juara 1 merupakan salah satu lokus Desa Cerdas Kemendes PDTT yang menjadi Desa dampingan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar sejak tahun 2020 dengan implementasi program pemberdayaan Smart Village Internet Sambung Desa.

Dalam kesempatan ini Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, yang sekaligus sebagai Leader Pendampingan Desa Relawan TIK Indonesia menyampaikan, bahwa dengan diraihnya Juara 1 Desa Cerdas Nasional ini, diharapkan bisa dijadikan inspirasi sekaligus motivasi bagi Desa-desa lainnya yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Blitar dalam Transformasi Digital menuju Desa Cerdas.

“Banyak hal yang akan diraih Desa dalam mplementasi program Desa Cerdas dari Kemendes PDTT ini, terutama terkait dengan berbagai bentuk kegiatan untuk mencapai 6 (enam) pilar yang jadi konsep Desa Cerdas dalam mencapai SDG’s Desa. Misalnya dengan naiknya status Desa menjadi Desa Mandiri, membangun jejaring kemitraan dengan NGO, stakeholder, maupun berbagai pihak, serta suksesnya Literasi Digital menuju Masyarakat Cerdas (smart people)”, kata Hamzah Fathoni menjelaskan.

Overview Perwujudan Satu Data Desa di Kabupaten Blitar

Bidang Statistik Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar menyelenggarakan rapat Overview Perwujudan Satu Data Desa bertempat di Ruang Rapat Command Center, Rabu (8/11/2023). Kegiatan ini melibatkan stakeholder terkait diantaranya BPS Kab. Blitar, Bappedalitbang, Dinas Pendidikan, DKPP, Disnakkan, Disdukcapil, Dinsos.

Acara dibuka oleh Ulfatul Umami, SST, MT, M.Sc selaku Plt. Sekretaris Dinas Kominfotiksan dan Kepala Bidang Statistik. Ulfa menyampaikan bahwa saat ini, data memegang peranan penting dan sangat strategis sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan daerah hingga di level desa.

Pada kesempatan tersebut, dihadirkan Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, Hamzah Fathoni yang memaparkan terkait inovasi Sistem Informasi Data Mikro (SITakro) Desa sebagai alat untuk mengelola data desa berbasis SDG’s Desa.

Tampilan SDG’s Data Individu SITAKRO

Hamzah menambahkan urgensi sebuah data dapat terlihat dari upaya mengkonsolidasikan data desa yang sangat presisi melalui SDGs Desa. Salah satu komponen kunci dalam pendekatan ini adalah proses pendataan data, analisis dan penggunaan data desa yang akurat dan komprehensif. Dalam konteks ini, Data Desa menjadi elemen utama yang menjadi landasan dalam mengambil keputusan pembangunan. Tools aplikasi data https://sitakro.com akan diimplementasikan di salah satu desa yang menjadi piloting, yaitu Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Ulfa menyampaikan bahwa apabila data di level desa dan kelurahan jelas maka data di wilayah yang lebih luas akan tertata. Diharapkan, sebelum aplikasi ini diimplementasikan di lapangan, di salah satu desa yang menjadi pilot, maka prinsip penyelenggaraan satu data dapat dipegang, baik dari sisi standardisasi data, metadata, interoperabilitas maupun kode referensi. Oleh karenanya, diperlukan pembahasan lebih lanjut dan mendalam bersama dengan BPS sebagai Pembina data, termasuk kaitan dengan collecting data di lapangan.

Hal ini selanjutnya perlu disinkronisasi dengan Program Desa Cantik (Cinta Statistik) yang dibina oleh BPS agar satu data desa dapat terwujud dengan apik. Namun disayangkan, pada kesempatan tersebut personal dari Dinas PMD serta TAPM yang diundang berhalangan hadir.

Sawentar dan Wates, Dua Desa Kabupaten Blitar Sabet Predikat Transformasi Digital Desa Terbaik di Festival TIK 2023

Semarang (26/10/2023), Bagian dari rangkaian kegiatan Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (FesTIK) tahun 2023 yang diselenggarakan di Kampus IV Universitas PGRI Semarang adalah Malam Anugerah Award bagi segenap Relawan TIK Indonesia, Stakeholder dan Mitra.

Dalam acara yang dinamakan malam Gala Diner, dibuka dengan tarian jawa, makan malam bersama dan puncaknya adalah penentuan penerima penghargaan untuk sembilan kategori terbaik yang akan ditetapkan bagi seluruh Relawan TIK Indonesia secara nasional, Mitra Pemerintah Daerah dan Mitra Nasional.

Kabupaten Blitar yang dimotori oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar, berhasil memborong tujuh penghargaan untuk enam kategori, yaitu : (1) Mitra Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Terbaik; (2) Program Inovasi Relawan TIK Terbaik; (3) Pandu Digital Relawan TIK Terbaik; (4) Transformasi Digital Desa Terbaik – Desa Sawentar Kabupaten Blitar; (5) Transformasi Digital Desa Terbaik – Desa Wates Kabupaten Blitar; (6) Leader of The Year Relawan TIK; (7) Produk Inovasi Terbaik – SITAKRO untuk Desa Sawentar Kabupaten Blitar.

Penyampaian penghargaan diawali dengan kategori Mitra Kolaborasi Pemerintah Daerah terbaik, dan Pemerintah Kabupaten Blitar menjadi salah satu penerima penghargaan tersebut, diterima oleh Herman Widodo, SH, Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar.

Selanjutnya Kategori Transformasi Digital Desa Terbaik dianugerahkan kepada Desa Sawentar dan Desa Wates Kabupaten Blitar, yang diterima oleh Mujiyanto, Kepala Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro dan Moh. Hamid Al Mauludi, S.Pd.I, Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates.

Kedua desa tersebut merupakan dampingan dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar, yang juga merupakan Lokus Program Desa Cerdas (Smart Village) Kementerian Desa PDTT Fase pertama.

Kedua desa ditetapkan sebagai pemenang untuk kategori Transformasi Digital Desa Terbaik dalam Implementasi menuju Smart Village (Desa Cerdas). Keduanya mendapat pendampingan dari Relawan TIK dalam membangun Pertanian Cerdas berbasis Internet of Things, Pemberdayaan UMKM Desa, dan kegiatan Pemutakhiran Layanan Data SDG’s terkait Data Pendidikan, Data Kesehatan, Data Pekerjaan, Data Marginal (Disabilitas), dan Data Pertanian.

Khusus Desa Sawentar saat ini sedang mengembangkan program Lingkungan Cerdas yang didampingi oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Hal ini ditandai dengan diterimanya bantuan dari Dinas Lingkunhan Hidup Propinsi Jawa Timur berupa dua buah Kendaraan box merk Viar.

Kegiatan Desa Cerdas di Kabupaten Magelang Jawa Tengah

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) terus berupaya mendorong transformasi digital di wilayah desa dengan menggelar rangkaian program “Desa Cerdas dan Duta Digital 2023”. Program ini dilaksanakan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dalam kerangka Sub Program Kegiatan “Ruang Komunitas Digital Desa”.

Acara ini melibatkan Bayhaqi, seorang fasilitator dan narasumber berpengalaman dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Program ini diharapkan dapat memberikan warga desa Kabupaten Magelang keterampilan dan pengetahuan penting untuk mengoptimalkan potensi digital dalam pengembangan ekonomi lokal dan pendidikan.

Rangkaian Acara:

1. Rabu, 27 September 2023 – Desa Ngadirejo

  • Tema: Pelatihan Konten Kreator
  • Rangkuman Materi: Pada hari pertama, peserta diajarkan bagaimana menjadi konten kreator yang efektif. Materi meliputi pembuatan konten yang menarik, strategi pemasaran melalui media sosial, dan penggunaan alat-alat kreatif untuk memproduksi konten berkualitas tinggi.

2. Jumat, 29 September 2023 – Desa Blondo

  • Tema: Teknik Foto dan Pengambilan Video bagi UMKM atau BUMDes
  • Rangkuman Materi: Hari kedua fokus pada teknik fotografi dan pengambilan video yang berguna bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Peserta mempelajari penggunaan peralatan fotografi dan video sederhana, pengeditan gambar, serta strategi pemasaran visual untuk meningkatkan daya tarik produk mereka.

3. Sabtu, 30 September 2023 – Desa Pucungrejo

  • Tema: Pembuatan Video Pembelajaran
  • Rangkuman Materi: Pada hari terakhir, peserta memahami bagaimana membuat video pembelajaran yang efektif untuk pendidikan dan pelatihan. Materi mencakup perencanaan konten pendidikan, teknik pengambilan gambar, pengeditan video, serta penyebaran dan penggunaan video pembelajaran dalam konteks pendidikan desa.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada kemajuan ekonomi lokal dan pendidikan di Kabupaten Magelang, seiring dengan upaya Kementerian Desa PDTT dalam mempercepat transformasi digital di seluruh Indonesia.

Tentang Kementerian Desa PDTT:
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) bertanggung jawab untuk memajukan desa-desa di seluruh Indonesia melalui program-program inovatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat desa. Dengan fokus pada transformasi digital, Kementerian PDTT berupaya membawa desa Indonesia ke era digital yang cerdas dan berdaya saing.

Tentang Relawan TIK:
Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah kelompok sukarelawan yang berdedikasi untuk membantu masyarakat memahami dan mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi. Mereka bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga non-pemerintah untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan teknologi di tingkat desa. Bayhaqi, narasumber dalam program ini, adalah salah satu anggota dari Relawan TIK yang memiliki pengalaman luas dalam pelatihan teknologi.

Implementasi Desa Cerdas di Kabupaten Gianyar Propinsi Bali

Gianyar | (04/10/23) Pusat Daya Saing (pusdaing) BPI Kementerian Desa PDTT dalam kegiatan implementasi Smart Village di Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali menggandeng Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia sebagai Mitra dalam pelatihan di tiga Desa. Adapun materi yang akan disampaikan sesuai dengan pengajuan dari Duta dan kader Digital Desa, hasil dari pemetaan dan review berbagai potensi yang ada di desa masing-masing. Relawan TIK Indonesia menugaskan Hamzah Fathoni, Koordinator Program Pendampingan Desa Cerdas Relawan TIK Indonesia, yang juga Pandu Digital Indonesia level madya (badge biru) Kementerian Kominfo, sebagai Fasilitator dalam pelatihan di tiga desa tersebut.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan mulai hari pertama tanggal 25 September 2023 di desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang dengan materi pelatihan “Konten Kreator, Fotografi dan Videografi” diikuti oleh para pemuda Karang Taruna dan ibu-ibu Kader Posyandu dan TP PKK Desa.

Selanjutnya hari kedua 26 September 2023 di desa Mas, Kecamatan Ubud, materi pelatihannya adalah tentang “Literasi Digital Safety”. Sedangkan pada hari terakhir 27 september 2023 di desa Pejengkelod, Kecamatan Tampaksiring mengambil materi “Pelatihan Digital Marketing” bagi para pelaku UMKM Desa.

Selama kegiatan tiga hari di tiga desa tersebut juga didampingi oleh team dari Pusdaing Kemendes PDTT Jakarta dan seluruh Duta Digital Kabupaten Gianyar.

Dalam kesempatan hari terakhir, tanggal 27 september 2023, Hamzah Fathoni, Fasilitator dari Relawan TIK Indonesia dijemput oleh Gede Suardita, salah satu Founder Petani Muda keren Bali untuk berkunjung ke Desa Pancasari, salah satu P4S yang berhasil dalam Agro Edu Wisata tanaman strawberry dan Desa Gobleg, sebagai desa pemenang TTG (Teknologi Tepat Guna) Kemendes tahun 2022 di Cirebon yang juga sekaligus sebagai salah satu P4S penerapan Internet of Things Pertanian Cerdas di Propinsi Bali.

Seminar Transformasi Digital Dalam Implementasi Smart Village (Desa Cerdas)

Surabaya | Pada hari Rabu (06/09/2023), bertempat di Ballroom, Hotel Grand Mercure Mirama Surabaya dilaksanakan Seminar Nasional dengan Tajuk “SITASI 2023” tema “Transformasi Digital Dalam Implementasi Smart Village (Desa Cerdas). Seminar Nasional ini diselenggarakan oleh Program Studi Sistem Informasi UPN “Veteran” Jawa Timur.

Dalam seminar nasional kali ini mengulas peluang dan tantangan dalam transformasi digital serta implementasi smart village di Indonesia. Pembicara dari berbagai kalangan dan lembaga akan membagikan pengalaman, solusi, dan terobosan dalam pengembangan smart village (desa cerdas) dengan menggunakan teknologi digital.

Topik yang dibahas mencakup strategi pengembangan smart village (desa cerdas), pemanfaatan teknologi dalam pengembangan tersebut, dan upaya memperkuat nilai bela negara melalui implementasi smart village. Diharapkan seminar ini memberikan kontribusi signifikan untuk pengembangan smart village dan transformasi digital di pedesaan, serta memberikan pemahaman dan wawasan yang lebih luas kepada peserta mengenai implementasi smart village dan transformasi digital.

Kegiatan Seminar Nasional SITASI 2023 dibuka oleh Dr. Lukman Arif, M.Si., Wakil Rektor III UPN Veteran Jawa Timur, serta menampilkan empat orang narasumber, yaitu Kepala Dinas PMD propinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Neny Herdianawati, SE, MMA, Kepala Bidang Penataan dan Kerjasama Desa, Praktisi Smart Village, Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, yang juga sebagai Pandu Digital tingkat Madya, Kementerian Kominfo. Sedangkan narasumber dari kalangan akademisi adalah Dr. Denny Trias Utomo, S.Si., MT., Doktoral AI Manufaktur dari Politeknik Politeknik Negeri Jember, dan Prisa Marga Kusumantara, S.Kom., M.Cs., Staf Pengajar UPN Veteran Jawa Timur.

Dalam sambutannya Wakil Rektor III menyampaikan bahwa peran para akademisi di Perguruan Tinggi diharapkan mampu menjadi katalisator dalam implementasi program smart village (desa cerdas). Sehingga Perguruan Tinggi sangat perlu berkolaborasi dengan para praktisi pemberdayaan masyarakat desa. Hal ini juga senada dengan yang disampaikan oleh Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, yang juga Pandu Digital tingkat madya Kementerian Kominfo dalam paparannya.

Menurut Hamzah Fathoni dalam konsep smart village (desa cerdas) harus di awali dengan adanya advokasi dalam penyusunan RPJMDES sebagai pengejawantahan Visi dan Misi Kepala Desa. Sehingga diharapkan RPJMDES bisa dijadikan sebagai Peta Jalan (roadmap) bagi setiap kegiatan implementasi mewujudkan indikator dan sub indikator menuju desa cerdas. Sedangkan dalam konsep desa cerdas ada aspek ekosistem desa cerdas yang akan melibatkan stakeholder dan jejaring kemitraan, dimana Perguruan Tinggi, para NGO dan Komunitas sebagai mitra kerjasama penta helix.

“Desa adalah sesuatu yang unique, di mana setiap desa memiliki beragam potensi dan permasalahan yang tidak pernah sama, sehingga harus di awali dengan pemetaan, terkait dengan IDM, IPM, potensi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat desa agar bisa dituangkan secara terukur dalam RPJMDES”, demikian disampaikan oleh Hamzah Fathoni.

“Rumusan RPJMDES harus melalui survey dan kajian ilmiah, karena akan diPerdeskan dan dijadikan sebagai Peta Jalan (roadmap) dalam mewujudkan Smart Village (desa cerdas). Di sinilah peran awal para akademisi yang memiliki metodologi ilmiah untuk mendampingi masyarakat desa secara berkesinambungan”, lanjut Hamzah Fathoni.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pemateri lainnya, yaitu Prisa Marga Kusumantara, S.Kom., M.Cs., dosen Fasilkom UPN Veteran. Dia menyampaikan bahwa transformasi digital dalam implementasi smart village perlu adanya sasaran yang hendak dicapai. Menurutnya sasaran tersebut harusnya disepakati bersama oleh para stake holder, baik Kementerian maupun Pemerintah Daerah. Arah sasaran tersebut sebenarnya sudah ada, yaitu pencapaian SDG’s.

Seperti yang disampaikan tadi, adanya kenyataan bahwa kebutuhan masyarakat, serta Visi dan Misi Kepala Desa selalu berbentuk normatif dan abstrak. Sehingga sulit untuk diukur secara kuantitatif.

“Sehingga kami sangat setuju, jika peran pendampingan dari para akademisi di awali dengan membantu pemetaan potensi dan permasalahan yang ada di desa. Selanjutnya melakukan advokasi penyusunan RPJMDES sebagai roadmap implementasi Smart Village (desa cerdas)”, lanjut Prisa Marga Kusumantara.

Kick off Pemberdayaan UMKM Desa Dan Pertanian Desa Sawentar

Kabupaten Blitar, 22 – 23 Juli 2023 | Kegiatan Lokakarya Smart Village di awali Kick off Pemberdayaan UMKM Desa dan Petani di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar dengan tema “Pemberdayaan UMKM Desa dan Pertanian Melalui Pemanfaatan Platform Digital” dilaksanakan selama dua hari dengan peserta pelaku UMKM Desa dan Kelompok Tani (poktan), yang juga dihadiri oleh Sugiarto, M.Kom, Ketua Program Studi Bisnis Digital UPN Veteran Jatim, Duta Digital Kabupaten Blitar, Pendamping Lokal Desa dan Kepala Desa dari Desa Wates, Desa Banggle dan Kepala Desa Ngoran beserta Ketua BPD.

Kegiatan ini merupakan awal rangkaian dari pendampingan yang dilakukan oleh Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Blitar dalam implementasi mewujudkan Kehidupan cerdas di Desa dengan membentuk Masyarakat Cerdas, membangun Tata Kelola Pemerintahan Desa Cerdas dan Ekonomi Cerdas.

Rangkaian kegiatan nantinya akan diawali Kegiatan Literasi Digital dan Pelatihan Dasar bagi para pelaku UMKM Desa dan para Petani, dilanjutkan dengan kegiatan Workshop dan Pelatihan Teknis bagi para pelaku UMKM Desa, para Petani, Perikanan, Peternak dan Pemberdayaan Perempuan Desa (KWT, Kopwan, Dasa Wisma dan PKK Desa). Puncaknya adalah Praktek Impmentasi dan Instalasi Peralatan IoT Pertanian dan Perikanan di lahan percontohan.

Di hari kedua (23/07/23) dalam Sambutannya, Dr. Lucik sebagai Duta Digital pendamping Desa Sawentar sebagai lokus Desa Cerdas menyampaikan bahwa kegiatan dua hari ini merupakan Kick off dari Pemberdayaan UMKM Desa dan Para Petani. Dr. Lucik juga menjelaskan bahwa desa memiliki asset yang tidak nampak (intangible) berupa data update tentang potensi pertanian, potensi ekonomi para pelaku usaha desa, serta data SDM yang sangat luar biasa di desa Sawentar jika dibanding dengan desa-desa lain yang ada di Kabupaten Blitar.

“Oleh sebab itu dalam rangkaian kegiatan ini akan dilakukan pendampingan membangun layanan data dan layanan administrasi bagi warga desa secara cepat, aman dan lebih nyaman, yaitu dengan adanya aplikasi online”, kata Dr. Lucik.

Pada kegiatan hari pertama (22/07/23) UPN Veteran Jawa Timur yang di wakili oleh Ketua Program Studi Bisnis Digital, Sugiarto, M.Kom menyampaikan bahwa komitmen institusi/universitas dalam membangun desa merupakan salah satu kegiatan dosen dan civitas akademika guna menerapkan hasil riset yang ada di kampus. Kendati program studi Bisnis Digital ini adalah Program Studi baru, tetapi tidak menghambat model penerapan hasil riset dan pengabdian ke desa untuk bisa membangun desa menjadi desa mandiri dan membangun ekonomi masyarakat desa menjadi lebih baik. Ekonomi berbasis kekayaan lokal akan bisa lebih bagus nilai jualnya ke luar dengan proses dan pemasaran yang lebih luas.

“Melalui teknologi digital ini ayo bersama-sama kita bangun bahwa Desa Sawentar ini bisa mengembangkan ekonominya melalui UMKM yang mampu Naik Kelas dan pengolaan hasil pertanian dan perkebunan untuk bisa dijual dengan harga tertinggi”, kata Sugiarto.

Mujiyanto, Kepala Desa Sawentar dalam sambutannya sangat berharap bahwa Relawan TIK Kabupaten Blitar melakukan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari upaya desa dalam membangun Aplikasi Layanan Administrasi kepada warga dan layanan data secara online, sampai dengan pendampingan para pelaku UMKM Desa agar naik kelas, serta mendampingi para petani dan perikanan di Desa Sawentar untuk menggunakan teknologi modern agar lebih efisien dalam proses pertanian Hulu dan memberikan nilai tambah bagi pertanian Hilir dengan aplikasi data perniagaan maupun transaksi digital hasil pertanian, peternakan dan perikanan.

“Mohon kami desa Sawentar jangan ditinggal ya pak, agar desa kami bisa dikenal oleh para mitra, stake holder dan pihak luar, sehingga akan banyak yang akan membantu dan berkunjung ke desa Sawentar”, demikian pesan Kepala Desa Sawentar kepada Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar.

Mengawali materi dengan topik “Pemberdayaan UMKM Desa dan Pertanian dalam membangun Smart Economy menuju Desa Cerdas (Smart Village)”, Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar berusaha berdialog dengan ibu-ibu peserta yang mayoritas pelaku UMKM Desa dan bapak-bapak dari kelompok tani (poktan) dengan sebuah pertanyaan : “Siapkah njenengan semua untuk bersama-sama menjadikan Sawentar akan banyak dikunjungi orang dari luar desa untuk belajar sekaligus menghabiskan uangnya ke desa Sawentar ?”, yang dijawab oleh para peserta dengan “Siaaapp!”.

Selanjutnya Hamzah Fathoni, menjelaskan bahwa konsep desa wisata itu tidak harus memiliki air terjun, tidak harus memiliki pantai dan view gunung untuk jadi obyek kunjungan (wisata). Karena dengan upaya pemberdayaan pertanian dan perikanan melalui penggunaan teknologi modern yang berhasil, serta pertanian presisi (precision farming), sehingga mampu mengolah lahan dan mengelola produksi pertanian secara efisien dan efektif akan banyak dikunjungi untuk studi tiru dan belajar.

“Konsep Desa Wisata itu sebenarnya berupaya menarik banyak orang dari luar untuk datang berkunjung dalam rangka belajar dan studi tiru, selanjutnya mereka akan menghabiskan (membelanjakan) uangnya dan berlama-lama karena sekaligus difasilitasi dengan kenyamanan akomodasi maupun kuliner khas di desa yang dikunjungi tersebut”, lanjut Hamzah Fathoni.

Selanjutnya Muhajir Sulthonul Azis, M.I.Kom, Ketua Umum Relawan TIK Surabaya sebagai Narasumber utama dalam menyampaikan materinya lebih banyak memberikan motivasi dan upaya-upaya merubah Mindset para peserta pelau UMKM Desa dan para Petani.

“Untuk merubah mindset mereka, kita harus melakukan apa yang sering disebut dengan Brain Washing, yaitu mencuci otak para peserta agar mulai mengikuti perubahan yang kita harapkan dalam pendampingan pemberdayaan ini”, demikian kata Muhajir menjelaskan.

Dalam kesempatan ini para kepala desa lain yang hadir, Pendamping Desa dan dari UPN Veteran Jawa Timur yang diwakili oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Bisnis Digital, Kaprodi Studi Ekonomi Pembangunan dan Kaprodi Teknologi Pertanian yang juga hadir berkumpul di ruang Kepala Desa Sawentar bersama Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar untuk berdiskusi dan curah pendapat tentang pendampingan dan bentuk-bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis Teknologi yang di setiap desa tidak sama permasalahan yang dihadapi.

Sosialisasi dan Curah Pendapat Implementasi Konsep Desa Cerdas Bersama Masyarakat Desa Ngoran

Kabupaten Blitar, 21 Juni 2023 | Bertempat di Kantor Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar dilaksanakan Kegiatan awal Implementasi Desa Cerdas dalam bentuk Sosialisasi Konsep Desa Cerdas di Ruang Komunitas kantor Desa.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sarasehan Nasional “Digitalisasi Pertanian Cerdas dan UMKM Desa Berbasis Pemberdayaan”. Kepala Desa Ngoran sebagai salah satu peserta pada kegiatan tersebut berharap desa Ngoran bisa jadi salah satu dampingan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar dalam Implementasi Smart Village (Desa Cerdas).

Kegiatan awal ini berupa Sosialisasi Konsep Desa Cerdas dan Membangun Ekosistem Desa Cerdas, terkait “Jejaring Kemitraan” dengan para mitra strategis Relawan TIK Kabupaten Blitar. Dalam kesempatan ini Relawan TIK menggandeng UPN Veteran Jawa Timur untuk berkolaborasi, selain mitra-mitra Relawan TIK yang lain juga akan mendukung penguatan dalam pendampingan nantinya.

Dalam kegiatan kali ini selain Kepala Desa Ngoran, juga hadir Ketua BPD, segenap pengurus BUMDesa, pengurus Pokdarwis, serta beberapa tokoh masyarakat dan pemuda desa.

Pada sambutan pembukaan, Imam Saiful Kepala Desa Ngoran, menyampaikan bahwa sesuai Visi dan Misi Kepala Desa yang sudah dituangkan dalam RPJMDES, Kami berupaya menjadikan Desa Ngoran sebagai Smart Village (Desa Cerdas), atau yang dalam RPJMDES kami sebut dengan “Kampung Smart”.

“Kampung Smart yang kami maksud adalah upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, nyaman, akurat dan tepat dengan menggunakan Teknologi Digital yang didukung oleh Internet.” kata Kepala Desa.

Lebih lanjut Kepala Desa Ngoran juga menjelaskan, bahwa apa yang ditangkap dari yang disampaikan oleh Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar tentang Masyarakat Cerdas, Tata Kelola (Pemerintahan) Cerdas, Ekonomi Cerdas, Kehidupan Cerdas, Lingkungan Cerdas dan Mobilitas Cerdas sebagai pilar Smart Village (Desa Cerdas) sangatlah sesuai dengan apa yang selama ini menjadi mimpi semua orang di Desa Ngoran.

“Sehingga dengan diundangnya kami sebagai peserta Sarasehan Nasional yang diselenggarakan Relawan TIK bersama Dinas Kominfo Statistik dan Persandian di Ruang Perdana Pemkab Blitar beberapa waktu yang lalu merupakan secercah jawaban bagi terwujudnya mimpi kami untuk mendapatkan pendampingan dalam implementasi Desa Cerdas di Ngoran”, jelas Kepala Desa Ngoran lebih lanjut.

Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar seperti biasanya menyampaikan paparan tentang Konsep Desa cerdas dengan berbagai Indikator pilar desa cerdas, serta bentuk-bentuk kegiatan untuk memenuhi berbagai Indikator dan sub indikator menuju Desa Cerdas.

Lebih lanjut Hamzah Fathoni memberikan gambaran, bahwa apa yang sedang kita laksanakan saat itu berupa pertemuan secara luring di Kantor Desa dan secara daring bersama Bapak Firza, UPN Veteran Jatim di Surabaya merupakan salah satu bentuk implementasi adanya Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD).

“Ruang Komunitas ini bisa berbentuk fisik seperti kita yang sedang berada di ruangan ini. Sedangkan dengan Pak Firza kita berada di ruang digital”, dijelaskan Ketua Umum RTIK Kabupaten Blitar.

Selanjutnya Firza Prima Aditiawan, S.Kom, M.T.I, Dosen UPN Veteran Jawa Timur, menyampaikan bahwa sebagaimana Konsep Desa Cerdas yang telah disampaikan, serta Ekosistem Desa Cerdas di mana UPN Veteran Jawa Timur menjadi salah satu mitra dari dunia akademisi. Dijelaskan lebih lanjut bahwa ada peran Pengabdian Masayarakat, sebagai penguatan Pendampingan dalam implementasi desa cerdas dengan enam pilarnya di Desa Ngoran.

“Semua pendampingan untuk desa yang akan kami lakukan adalah gratis, tidak dipungut biaya. Kami hanya membutuhkan Administrasi berupa surat resmi undangan yang dikeluarkan oleh Pemerintaha Desa”, lanjut Firza Prima Aditiawan.

Dalam sesi tanya jawab dan curah pendapat, para peserta sangat antusias untuk bertanya, maupun menyampaikan berbagai permasalahan yang ada, serta menyampaikan harapan-harapan dan berbagai usulan. Sehingga akan semakin menambah informasi, sekaligus memperluas pemetaan potensi dan berbagai permasalahan sebagai kondisi eksisting yang ada di desa Ngoran saat ini.

Akhirnya semuanya sepakat, bahwa akan dilakukan review RPJMDES secara keseluruhan untuk diarahkan sebagai peta jalan (road map) Implementasi Kegiatan Desa Cerdas, yang juga akan dilanjutkan dengan penyusunan RKT dan bentuk kegiatan beserta jadwal pelaksanaannya.

Workshop dan Pelatihan Digitalisasi Pertanian Menuju Desa Cerdas

Kabupaten Blitar 06 Juni 2023 | Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar bersama Pemerintah Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar bertempat di Gedung Pertemuan Kantor Pemerintah Desa Wates menggelar Workshop dan Pelatihan Implementasi Teknologi Internet of Things (IoT) Smart Farming demplot lahan kelompok tani, dengan tema “Membangun Ekosistem Pertanian Cerdas Dan UMKM Desa Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”.

Kegiatan Workshop dan Pelatihan kali ini menampilkan Narasumber Fajar Eri Dianto Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, dan AA Agung Wedhatama Founder Petani Muda Keren Bali. Dihadiri oleh Agus Zaenal Camat Wates, Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, Moh. Hamid Almauludi Kepala Desa Wates, dan Firza Prima, S.Kom, M.T.I dari UPN Veteran Surabaya sebagai peninjau.

AA Gede Agung Wedhatama, Founder Petani Muda Keren (PMK) Bali yang biasa dipanggil Bli Agung dalam materinya menyampaikan bahwa potensi holtikultura di desa Wates sangat luar biasa, hanya perlu kami berikan optimisme dan selama 3 hari kedepan akan mengedukasi para petani dalam mengelola lahan, proses persiapan transformasi bertani secara organik, serta cara instalasi sampai menjalankan dan mengontrol alat smart farming.

Bli Agung juga menyampaikan berbagai formula dan pengalaman yang sudah dijalani bersama-sama para petani muda dengan P4S dan konsep Penghasilan harian, bulanan dan tahunan yang sangat menggiurkan bagi para petani yang selama ini identik dengan miskin dan tidak sejahtera.

Kegiatan Workshop IoT smart farming merupakan hasil tidaklanjut dari ditetapkannya desa Wates sebagai salah satu lokus Desa Cerdas (Smart Village). Hal ini di sampaikan oleh Agus Zaenal selaku Camat Wates. Harapannya dengan adanya kegiatan ini, bisa menjadi motivasi para petani khususnya dalam tanaman melon supaya menjadi buah atau tanaman holtikultura kelas dunia.

“Kami mengapresiasi kegiatan dari pemdes Wates, harapannya kegiatan ini dapat membawa kemajuan bagi petani di desa Wates dan kegiatan ini tidak berhenti di ceremonial dan kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para petani di desa Wates” Tutur Camat Wates.

Moh. Hamid Almauludi selaku Kepala Desa Wates dalam wawancaranya saat kegiatan ini menyampaikan, bahwa agenda smart farming akan berlangsung selama 4 hari mulai 06 juni 2023 hingga 09 juni 2023. Kegiatan tersebut merupakan penekanan di bidang pertanian untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh para petani di Desa Wates.

“Yang mendasari berlangsungnya kegiatan ini adalah 20% dana desa di alokasikan untuk ketahanan pangan, maka dari itu pemdes wates mengadakan inovasi pelatihan dan penerapan IT dibidang pertanian dan akan dilakukan pemasangan alat di area persawahan”, papar Kepala Desa Wates.

Menurut Hamid pertanian di desa Wates mempunyai potensi yang sangat luar biasa seperti cabai, jagung dan melon. Namun beberapa tahun terakhir petani mengalami kendala dibidang manajemen pertanian, terutama dalam pengelolaan lahan karena pupuk yang di aplikasikan kurang maksimal. Berdasarkan hal itu pemdes Wates melakukan komunikasi dan dialog dengan para petani kemudian mengadakan kegiatan IoT smart farming dengan mendatangkan narasumber.

“Target dari kegiatan ini adalah perubahan mindset masyarakat untuk tidak ketergantungan dengan pupuk kimia, mampu mengatasi permasalahan secara mandiri dan efektivitas manajemen pemasaran mulai dari budget, waktu, tenaga, pemasaran dsb. Kami juga fokus untuk pemberdayaan agar masyarakat bisa open mind sehingga bisa menerima ilmu transfer knowledge yang diberikan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat”, dijelaskan Hamid lebih lanjut.

Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar dalam kesempatan ini juga menjelaskan bahwa berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini dan kedepan sangatlah banyak. Terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan sektor pertanian sebagai bagian dari indikator tercapainya pilar Ekonomi Cerdas dalam menuju Desa cerdas. Sehingga kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang Relawan TIK dalam mendampingi penguatan pencapaian pilar-pilar Desa Cerdas, dimana Wates menjadi salah satu lokus program Desa Cerdas (Smart Village) Pusat Daya Saing BPI Kemendes PDTT.

“Kegiatan hari ini (06/06) sampai 09 Juni 2023 ke depan juga merupakan rangkaian dari kegiatan Sarasehan Nasional yang telah kami diselenggarakan kemarin (05/06) di Ruang Perdana Kantor Pemkab Blitar dengan mengundang 50 Kepala Desa, didampingi oleh Operator atau kader digital desa, kelompok tani, serta BPP dan PPL Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian”, kata Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar.

“Besok 07 – 09 Juni 2023 kegiatan akan diteruskan dengan praktek instalasi, pemasangan peralatan dan mekanisasi di dua demplot lahan kelompok tani yang ada di Desa Wates”, jelas Hamzah Fathoni lebih lanjut.

Toolbar Disabilitas