Bimtek Tata Kelola Website Desa #2 – Pengembangan Kompetensi Literasi Digital Desa

Kabupaten Blitar | 13 Juni 2023, bertempat di Wisata Edukasi Kebun Buah, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bersama Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar kembali menyelenggarakan kegiatan lanjutan Bimbingan Teknis Tata Kelola Website Desa untuk delapan Desa yang ada di Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Pengembangan Kompetensi Literasi Digital Desa. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Murlina, S.Sos., MM. Plt. Camat Selopuro, Drs Azharuddin Kepala Desa Mandesan, Harianto Kasie Dinas Kominfo Statistik dan Persandian, serta Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar.

Dalam sambutannya Murlina, S.Sos., MM, menyampaikan bahwa Website Desa adalah merupakan Jendela bagi Desa sebagai “etalase” untuk mempublikasikan Informasi sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik, Berita kegiatan, potensi dan produk-produk unggulan yang ada di desa tersebut.

“Sehingga adanya Website Desa merupakan hal wajib di era digital saat ini yang harus dibangun oleh desa-desa yang siap menjadi Desa Cerdas”, kata Murlina dalam sambutannya sebagai plt. Camat.

Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar dalam dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Website Desa dan Sistem Informasi Desa (SID) sebagai salah satu aspek pilar Tata Kelola Cerdas, sebagai salah satu dari 6 (enam) Pilar Desa Cerdas menjadi sebuah kebutuhan sebagai sarana menyampaikan keterbukaan informasi publik sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang.

Lebih lanjut Hamzah Fathoni dalam kesempatan ini memaparkan tentang konsep Desa Cerdas yang menjadi program BPI Kemendes PDTT saat ini. Dalam paparannya dijelaskan tentang Konsep Desa Cerdas, Ekosistem Desa Cerdas, serta upaya pencapaian enam Pilar Desa Cerdas sebagai output dan outcome Desa Cerdas. Dimana kegiatan hari ini merupakan bentuk kegiatan dalam upaya mencapai salah satu aspek Pilar Tata Kelola Cerdas (Smart Governance). Sedang Pilar lainnya adalah Masyarakat Cerdas (Smart Society), Ekonomi Cerdas (Smart Economy), Kehidupan Cerdas (Smart Living), Lingkungan Cerdas (Smart Environment) dan Mobilitas Cerdas (Smart Mobility).

“Kegiatan hari ini sebagai bentuk Literasi Digital bagi Aparat Desa agar aspek Pilar Tata Kelola Cerdas tercapai, sehingga akan memberikan dampak positip bagi penggunaan teknologi digital yang sekaligus membutuhkan Literasi Digital dalam mengakses Informasi melalui Website Desa. Sehingga tercapai pilar Masyarakat Cerdas. Sedangkan untuk pilar lainnya akan dilakukan kegiatan Literasi Digital dan pendampingan oleh Relawan TIK, sebagai upaya penguatan pemberdayaan kelompok-kelompok masyarakat berbasis Teknologi Digital. Misalnya Teknologi IoT Smart Farming bagi para petani dan kelompok tani. Onboarding UMKM Desa dalam Ekosistem Ekonomi Digital lokal Desa, dan bentuk-bentuk kegiatan yang lain”, demikian penjelasan Hamzah Fathoni.

Pemateri Bimtek adalah Hasbi Rivanda, dari Relawan TIK Kota Surabaya dan Mohammad Nurrofiq dari Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar. Materi yang disampaikan adalah tentang cara mendaftarkan domain desa.id, Hosting, Instalasi WordPress dan cara disain tampilan, beserta cara mengisi konten.

Sarasehan Nasional, Workshop dan Pelatihan Digitalisasi Pertanian Menuju Desa Cerdas

Kabupaten Blitar 05 Juni 2023 | Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar bersama Pemerintah Kabupaten Blitar bertempat di Ruang Perdana Kantor Pemkab Blitar Jl. Sudanco Supriyadi menggelar Sarasehan Nasional Inklusi Literasi Digital dengan tema “Membangun Ekosistem Pertanian Cerdas Dan UMKM Desa Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”.

Kegiatan Sarasehan kali ini menampilkan Narasumber Fajar Eri Dianto Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, AA Agung Wedhatama Founder Petani Muda Keren Bali dan Panji Lanang Galih dari SVN Nusantara Telkom Indonesia. Juga dihadiri secara daring oleh Helmiati Nuhung, Kepala Pusat Daya Saing BPI Kemendes PDTT sebagai Keynote Speech.

Sarasehan dihadiri oleh 50 Kepala Desa, yang didampingi oleh Operator/ Kader Digital Desa, serta beberapa Kelompok Tani dan PPL Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar sebagai peserta.

Acara Sarasehan dibuka secara resmi oleh Herman Widodo, SH. Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar yang sekaligus membacakan sambutan Hj. Rini Syarifah Bupati Blitar.

Sebagaimana arahan Jokowi, Persiden RI “Dengan pengolahan pertanian secara modern, saya harapkan pertanian Indonesia dapat tumbuh sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional. Pertanian akan semakin maju. Masyarakat akan semakin lebih sejahtera,” maka pendampingan penguatan Desa dalam upaya mencapai pilar Masyarakat Cerdas, kegiatan literasi digital yang berkesinambungan harus terus dilakukan, terutama bagi para petani dan pelaku UMKM di desa. Akan tetapi belum semua anggota masyarakat memiliki pendidikan dan pengalaman yang cukup dalam memanfaatkan perangkat digital, seperti Smart Phone, Internet dan Teknologi IoT smart farming, sehingga perlu dilakukan Bimbingan teknis dalam upaya meningkatkan kapasitas (capacity building) menuju pencapaian indikator pilar masyarakat cerdas (smart society).

Sehingga melalui program penguatan pendampingan, terkait digitalisasi pertanian cerdas (smart farming) secara mandiri kepada petani dan segenap warga masayarakat desa, harus dibangun kepeloporan dan Ketauladanan untuk membangun percontohan penggunaan teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas pertanian, baik hulu – maupun hilir.

Peningkatan Akses kepada satu data informasi, produk unggulan, hasil pertanian dan jasa, serta sumber daya desa akan lebih meningkatkan dampak positif yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, serta akurasi perencanaan pembangunan oleh pemerintah desa. Sehingga melalui berbagai kegiatan literasi digital secara mandiri, Pemerintah desa harus memiliki komitmen yang kuat untuk membangun peta jalan (roadmap) dan implementasinya yang terintegrasi dalam berbagai bentuk layanan.

Akselerasi sistem pemerintahan desa berbasis teknologi digital dalam sektor pelayanan masyarakat masih harus dilakukan penguatan pendampingan secara intens dengan kegiatan literasi digital pada Kelompok-kelompok masyarakat desa. Dari Kelompok Tani (Poktan), Kelompok Wanita Tani (KWT) dan para pelaku UMKM sebagai penggerak ekosistem ekonomi di Desa.

Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar dalam kesempatan akhir acara menjelaskan bahwa berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini dan kedepan sangatlah banyak. Terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan sektor pertanian sebagai bagian dari indikator tercapainya pilar Ekonomi Cerdas dalam menuju Desa cerdas.

“Petani yang selama ini identik dengan miskin, agar bisa memiliki nilai tawar saat bisa bersama bergandengan tangan membentuk mata rantai nilai Pertanian dalam wadah kelompok tani/ bumdes/ asosiasi sebagaimana misi membentuk Korporasi Pertanian, seperti arahan bapak presiden RI”, kata Hamzah Fathoni menjelaskan.

Saat menyampaikan sambutan pengarahan sebagai keynote speech, Helmiati Nuhung Kepala Pusdaing BPI Kemendes menyampaikan bahwa akselerasi transformasi digital di sektor pertanian, koperasi dan UMKM belum optimal. Padahal sektor pertanian telah mendorong perekonomian dasar masyarakat tetap bergerak saat pandemi Covid-19. Sedangkan sektor UMKM telah berkontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen. Artinya, jika sektor pertanian dan UMKM terus tumbuh di desa, akan berimbas terhadap pertumbuhan pemulihan ekonomi Indonesia secara cepat.”

Sementara Materi yang disampaikan oleh Fajar Eri Dianto Ketua Umum Relawan TIK Indonesia adalah tentang Membangun Budaya Digital untuk mewujudkan Pilar Ekonomi Cerdas menuju Desa Cerdas. Dimana untuk membangun ekosistem digital di desa, ada lima aspek yang harus dilakukan.

“Lima aspek tersebut adalah Kultur, Teknologi, Kanal, Strategi dan Konsumen”, kata Fajar Eri Dianto.

Lebih lanjut Fajar Eri Dianto menjelaskan bahwa Sosialisasi budaya digital adalah dengan mengenalkan, implementasi cara berpikir, cara bertindak untuk mengubah pola konvensional ke konsep digital pada penyelenggaraan fungsi kerja dengan terus melakukan perubahan dan inovasi. Peran pemerintah/stakeholder dalam mendukung penciptaan ecosystem digital, melakukan berbagai kolaborasi sebagai pewujudan indikator Desa Cerdas yang terintegrasi mencakup ketersediaan Akses, keterlibatan partners penyedia serta kesiapan masyarakat. Kolaborasi berbagai platform digital yang dapat mendukung proses digitalisasi secara menyeluruh pada seluruh aspek kehidupan : Pendidikan, Kesehatan, perekonomian, transportasi, dsb. Ketersediaan infrastruktur dan kanal digital utk dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses aplikasi atau platform digital. Upaya pengawalan terhadap masyarakat dalam pemanfaatan beragam technology berupa platform, aplikasi yang ramah pada pemenuhan fungsi sekaligus meningkatkan PADes.

Sedangkan AA Agung Wedhatama Founder Petani Muda Keren sebagai pembicara utama yang ditunggu-tunggu oleh para peserta yang sebagian besar Kepala Desa, Kelompok Tani dan PPL karena keberhasilannya membawa para petani muda di Bali diakui, memiliki nilai tawar dan berhasil mengangkat pertanian sebagai salah satu usaha yang bisa memberikan kesejahteraan lebih.

AA Agung Wedhatama, yang lebih dikenal dengan panggilan Bli Agung ini juga menyampaikan berbagai formula dan pengalaman yang sudah dijalani bersama-sama para petani muda dengan P4S dan konsep Penghasilan harian, bulanan dan tahunan yang sangat menggiurkan bagi para petani yang selama ini identik dengan miskin dan tidak sejahtera.

Kegiatan Sarasehan Nasional merupakan acara untuk mengawali kegiatan utama yang akan dilanjutkan dengan Workshop dan Pelatihan manajemen pertanian dan praktek pemasangan Teknologi Internet of Thins Smart Farming di dua Demplot Kelompok Tani Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Hamid Almaulidi Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar saat diminta konfirmasinya membenarkan bahwa kegiatan Sarasehan yang diselenggarakan hari ini merupakan Kick Off Workshop dan Pelatihan bagi para Petani dan UMKM di Desa Wates tanggal 06 – 09 Juni 2023 yang juga bisa diikuti secara daring oleh umum.

Penguatan Program Pendampingan Desa, Pengguna Internet Dini dan Talent TIK Berbasis Gender Jadi Acuan Kegiatan – Rakernas RTIK 2023

Surabaya, 26 Februari 2023 | Hasil Rapat Kerja Nasional Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia 2023 di Surabaya menghasilkan tujuh acuan kerja. Tiga dari tujuh acuan sangat terkait dengan kolaborasi kegiatan pendampingan di masyarakat desa. Rapat Kerja Nasional digelar secara Hybrid dan dihadiri oleh Pengurus Pusat, Wilayah dan Cabang. Rakernas sukses hasilkan tujuh acuan kerja untuk selanjutnya diterjemahkan dalam berbagai bentuk program kerja yang sudah dan akan berjalan.

“Acuan kerja ini bukan program, tetapi arah untuk menentukan Program Kerja Nasional yang mengakomodir seluruh masukan, kegiatan dan rencana kerja wilayah, daerah dan komisariat dengan target untuk Indonesia menjadi Lebih Digital“, ungkap Fajar Eri Dianto, Ketua umum Relawan TIK Indonesia.

Fajar Eri Dianto menyampaikan hasil Rakernas

Penguatan program pendampingan desa menuju desa cerdas (smart village) merupakan acuan kerja butir kelima. Selain tata kelola pemerintah desa yang berkaitan dengan aspek pemenuhan hak keterbukaan informasi, layanan masyarakat berbasis digital, layanan data dan pemetaan. Butir keenam, inklusi pemberdayaan masyarakat cerdas bagi kelompok wanita. Sehingga kelompok wanita desa harusnya jadi prioritas. Kelompok Wanita Tani (KWT), Koperasi Wanita (Kopwan) dan Penggerak PKK beserta Dasa Wismanya jadi fokus target bagi kegiatan gerakan literasi digital yang sebagian besar berada di desa.

Sehingga perlu dipastikan pengetahuan literasi digital bisa dinikmati secara inklusif oleh masyarakat desa, dengan mengatasi kendala geografis, keterbatasan infrastruktur telekomunikasi dan keberpihakan pada masyarakat rentan (dalam hal ini perempuan).

Sedangkan berdasarkan data, tahun 2030 di Indonesia akan terjadi Dependency Ratio mencapai titik terendah di 46,9%. Artinya di tahun tersebut kelompok usia produktif mencapai dua kali lipat dibanding yang tidak produktif (100/46,9). Sehingga butir keempat acuan kerja perlu secara bersama-sama memastikan kesiapan talenta digital menjelang bonus demografi di kisaran tahun 2030 – 2035.

Jika target adalah lulusan S1 (usia 22 tahun) pada tahun 2035, maka di tahun 2023 ini mereka sedang berusia 10 tahun, alias siswa kelas 4-5 SD. Sedangkan siwa SD dan SMP di Kabupaten Blitar sebagian besar berada di wilayah pedesaan, juga Sekolah-sekolah Negeri maupun swasta SD dan SMP berada di bawah naungan dan tanggung-jawab Dinas Pendidikan Kabupaten, maka arah penguatan literasi digital dan talenta TIK untuk mereka harus dirumuskan bersama antara Relawan TIK, Kader Digital Desa, Pemerintah Desa, dan khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten.

Donny Budi Utoyo, ketua umum Siberkreasi dalam Rakernas sebagai salah satu mitra strategis Relawan TIK Indonesia dalam Rakernas ini, menyampaikan paparan tentang fokus kegiatan yang bisa dikolaborasikan dengan Relawan TIK yang berbertajuk “Meniti Arah Literasi Digital Kita Kolaborasi Memangkas Kesenjangan”.

Donny Budi Utoyo, Ketua Umum Siberkreasi

Dalam paparannya Donny Budi Utoyo, yang biasa akrab dipanggil mas Donny BU itu menyampaikan empat hal arah kolaborasi kegiatan.

Pertama, perlunya meningkatkan capaian Literasi Digital dengan perhatian utama pada Indeks Pilar Aman Digital di posisi paling rendah pada 2022.

Kedua, perlunya terus menjaga toleransi dan demokrasi di ranah digital serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis netizen Indonesia dalam melawan disinformasi / hoaks, khususnya jelang tahun politik 2024.

Yang ketiga, perlunya bersama memastikan kesiapan talenta digital jelang bonus
demografi di kisaran tahun 2035.

“… sehingga Jika target adalah lulusan S1 (usia 22 tahun) pada tahun 2035, maka di tahun 2023 ini mereka sedang berusia 10 tahun, alias siswa kelas 4-5 SD”, kata mas Donny.

Yang Keempat, perlunya memastikan pengetahuan literasi digital bisa dinikmati secara inklusif oleh masyarakat, dengan mengatasi kendala geografis, keterbatasan
infrastruktur telekomunikasi dan keberpihakan pada masyarakat rentan (termasuk perempuan).

“Last but not least, dalam kegiatan kita perlu memastikan pengetahuan literasi digital bisa dinikmati secara inklusif oleh masyarakat, dengan mengatasi kendala geografis, keterbatasan infrastruktur telekomunikasi dan keberpihakan pada kaum perempuan”, kata mas Donny BU menjelaskan pada paparannya.

Pengembangan Kompetensi Literasi Digital Desa – Tata Kelola Website Desa Keren dan Informatif

Kecamatan Selopuro, 22 Februari 2023 | Bagian dari Kegiatan Pengembangan Kompetensi Literasi Digital. Kali ini dengan topik Tata Kelola Website Desa (Webdes) yang Keren dan Informatif sebagai salah satu komponen pilar tata kelola cerdas (smart governance) menuju desa cerdas (smart village). Bertempat di Kantor Kecamatan Selopuro, diikuti oleh delapan desa di wilayah Kecamatan Selopuro, Dinas Kominfo Statistik dan Persandian dan Relawan TIK Kabupaten Blitar melaksanakan kegiatan Sosialisasi tata kelola Webdes yang keren dan informatif.

Kegiatan ini dihadiri langsung Eko Susanto, ST. Msi. Kepala Dinas Kominfotik dan Persandian, Murlina, S.Sos, MM. Plt. Camat Selopuro, Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK, serta Sekretaris Desa dan Perangkat Desa dari delapan desa di wilayah Kecamatan Selopuro sebagai peserta.

Dalam sambutan pengarahannya Eko Susanto menyampaikan, seiring perkembangan teknologi, media digital berupa Website Desa dan media sosial merupakan tools (alat) untuk branding dan pintu pamer profil desa beserta seluruh potensi yang ada di desa.

“Bisa jadi banyak sekali contoh, baik yang positif maupun kasus-kasus yang terjadi di desa bisa dipublish oleh Netizen di media sosial. Sehingga mari kita bangun dan kita kelola media digital yang ada untuk menyampaikan informasi desa kita kepada masyarakat secara luas”, kata Eko Susanto dalam pengarahannya.

Pada kesempatan ini Murlina Plt. Camat Selopuro dalam pengarahannya juga menyampaikan, desa-desa yang ada di wilayah Kecamatan Selopuro harus memulai untuk menampilkan wajah desanya melalui media Website Desa sebagai landing page yang juga didukung oleh konten-konten keren dan menarik secara official melalui media sosial desa.

Setelah acara seremonial berupa sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan kegiatan utama berupa Sosialisasi tata kelola Webdes yang keren dan informatif, beserta fungsi dan pemanfaatannya sesuai pilar smart governance menuju smart village.

Materi pertama disampaikan oleh Asyik Fauzi, Kepala Bidan Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Diskominfotik dan Persandian. Materi yang disampaikan lebih bersifat teknis tentang regulasi dan amanat UU Keterbukaan Informasi Publik, tata cara pendaftaran domain desa.id dan Server Hosting yang difasilitasi oleh Dinas Kominfotik dan Persandian Kabupaten Blitar.

Sedangkan Materi kedua disampaikan oleh Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar. Materi yang disampaikan menjelaskan tentang konsep desa cerdas (smart village) Kemendes PDTT, terutama terkait dengan pilar tata kelola cerdas (smart governance) pemerintahan desa cerdas. Dimana penyediaan Sistem Informasi Desa (SID) berupa website desa merupakan bagian utama dalam pilar tata kelola cerdas :

  • Menyediakan Sistem Informasi – Tata Kelola Website Desa
  • Penyediaan Pelayanan Masyarakat
  • Penyediaan Layanan Potensi Desa
  • Penyediaan Layanan Data Kemiskinan
  • Penyediaan Layanan Data Marginal
  • Penyediaan Layanan Data Aset Desa
  • Penyediaan Layanan Keuangan Desa
  • Penyediaan Layanan Desa Mandiri

Dalam penjelasannya Hamzah Fathoni menyampaikan bahwa website desa itu ibarat “Rumah” / balai Desa kita di internet, dimana orang lain bisa mengunjunginya kapan saja, menggunakan komputer maupun gadget, seperti ponsel, tablet,dll.

“Website desa berfungsi sebagai media publikasi dan interaksi, berisi tulisan, gambar, audio hingga video yang dapat dikelola untuk kepentingan desa”, kata Hamzah menjelaskan lebih lanjut.

“Website desa yang keren sekaligus informatif itu bisa terhubung dengan media sosial, seperti facebook, twitter, youtube dll.”, lanjut Hamzah dalam upaya meyakinkan peserta tentang pentingnya website desa.

Akhirnya kegiatan yang dimoderatori oleh Subana, S.Kom, Wakil Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias dengan banyaknya pertanyaan dari para peserta, terutama para perangkat dan kader dari kalangan generasi muda milenial.

Bimtek Pengembangan Kompetensi Literasi Digital di Desa Jimbe

Kabupaten Blitar, 08 Februari 2023 | Bertempat di Balai Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar diselenggarakan kegiatan Bimbingan teknis terkait upaya pengembangan kompetensi gerakan literasi digital desa. Kegiatan ini terselenggara atas inisiasi Pemerintah Desa Jimbe, Dinas Kominfotik dan Persandian, serta bekerjasama dengan program Internet Sehat Telkom Blitar dan Relawan TIK Kabupaten Blitar.

Kegiatan di Balai Desa Jimbe ini dihadiri oleh Asyik Fauzi, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Kominfotik dan Persandian, Fendi Gira Santoso, Kepala Desa Jimbe, dan Subana, Wakil Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar. Sementara dari Telkom Blitar adalah Rafa, Manager Marketing.

Telkom, Diskominfo, Kades Jimbe, dan Relawan TIK

Dalam sambutannya Asyik Fauzi, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Dinas Kominfotik dan Persandian menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tindak-lanjut dari hasil Musrenbang desa Jimbe tahun 2022, berupa program pembinaan bidang literasi digital untuk kelompok masyarakat di desa.

“Kegiatan ini akan dikemas sedemikian rupa sebagai gerakan literasi digital bagi masyarakat desa, yang akan dilakukan secara masif dalam bentuk roadshow di seluruh desa/ kelurahan di luar lokus desa cerdas Kemendes PDTT”, kata Fauzi, Kepala Bidang APTIKA Diskominfotik dan Persandian Kabupaten Blitar.

Pemateri dan para peserta Bimtek

Sedangkan Fendi Gira Santoso, Kepala Desa Jimbe dalam sambutannya lebih menekankan pada ungkapan terima kasih kepada Diskominfotik dan Persandian Kabupaten Blitar yang telah berkenan menindaklanjuti program hasil musrenbang desa Jimbe.

“Kami juga berharap, dari kegiatan ini akan ada peningkatan wawasan literasi digital untuk seluruh masyarakat desa Jimbe khususnya, dan masyarakat desa-desa di seluruh Kabupaten Blitar secara umum”, kata Fendi, Kepala Desa Jimbe.

Dari Relawan TIK, membawakan pilar Digital Culture dengan materi “Budaya Digital Pancasila di Ruang Digital”. Materi ini disampaikan oleh Subana, Wakil Ketua Umum bersama Nuryan Dwi Saputri, Sekretaris Relawan TIK Kabupaten Blitar.

Kegiatan ini diikuti dengan sangat antusias oleh berbagai kelompok masayarakat desa Jimbe, yaitu Karang Taruna, TP PKK, dan Perangkat Desa.

Wakil Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar

Bimtek Smart Governance, Peningkatan Kapasitas Kader Dan Perangkat Desa

Internet Sambung Desa |Kabupaten Blitar, 27 – 28 Januari 2023 Bertempat di Kawasan Wisata Puncak Sekawan, Desa Wisata Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar bekerja sama dengan Pemerintah Desa Wates sebagai salah satu lokus program desa cerdas Kemendes PDTT yang sekaligus menjadi desa dampingan Relawaan TIK Kabupaten Blitar, menyelenggarakan Bimtek implementasi pilar tata kelola cerdas (smart governance).

Dalam kegiatan ini dihadiri secara daring oleh Fajar Eri Dianto Ketua Umum Relawan TIK Indonesia. Secara luring dihadiri oleh Agus Zaenal Camat Wates, Moh. Hamid Almauludi Kepala Desa Wates, Asyik Fauzi Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Dinas Kominfotik dan Persandian, PPL Dinas Pertanian dan Pangan, serta Pendamping Desa di Kabupaten Blitar.

Peraturan Pemerintah Nomer 96 tahun 2012 menjamin bahwa setiap masyarakat berhak untuk memenuhi kebutuhan akan pelayanan publik. Masalah pelayanan publik adalah persoalan antara sistem, metode dan kapabilitas SDM. Sistem-sistem yang dibangun oleh kebijakan pemerintah daerah berupaya untuk melakukan simplifikasi atau penyederhanaan, mengintegrasikan sumber-sumber data dan resources serta mengurangi intervensi manusia sebagai faktor human error.

Upaya menjawab permasalahan tersebut adalah peningkatan kualitas pelayanan dan berbagai inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu bentuknya adalah mendekatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Dengan jalan memanfaatkan teknologi informasi hingga ke desa-desa dan pelayanan secara individu (self-service).

Guna mendukung inovasi pelayanan yang dapat langsung menyentuh masyarakat, maka pemerintah daerah perlu melakukan breakdown pelayanan di level desa agar mampu dijangkau oleh masyarakat secara langsung.

Pemanfaatan layanan media satu data masih menjadi isu yang cukup berkembang di pemerintah daerah yang basisnya di level desa. Output penyatuan data ini untuk pemanfaatan pembuatan kebijakan dan perencanaan pembangunan menggunakan sumber data yang uptodate, akurat, cepat, dan dapat dipercaya. Proses penyempurnaan data melibatkan berbagai stakeholder. Sehingga pemanfaatan data warga untuk menunjang tata kelola pemerintahan desa menuju desa cerdas (smart village) perlu menjadi prioritas utama.

Peningkatan Akses kepada satu data informasi, produk unggulan dan jasa, serta sumber daya desa akan lebih meningkatkan dampak positif yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, serta akurasi perencanaan pembangunan oleh pemerintah desa.

Namun, pemanfaatan Teknologi Digital di perdesaan memerlukan literasi digital dasar, karena tidak semua anggota, maupun kelompok masyarakat memiliki pendidikan dan pengalaman yang cukup dalam memanfaatkan perangkat digital, sehingga perlu dilakukan peningkatan kapasitas bagi kader-kader digital, perangkat desa dan kelompok masyarakat secara berkelanjutan.

Berdasarkan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam upaya implementasi pilar tata kelola cerdas (smart governance) tersebut, beberapa materi disampaikan dalam kegiatan Bimtek dan Peningkatan Kapasitas Kader Digital dan Perangkat Desa yang melibatkan beberapa narasumber.

Fajar Eri Dianto, Ketua Umum Relawan TIK Indonesia dalam kegiatan Bimtek dan Peningkatan Kapasitas ini selain memberikan sambutan, juga memaparkan materi tentang “Layanan Publik Berbasis Digital, Upaya Relawan TIK Dalam Membentuk Masyarakat Cerdas Dan Tata Kelola Pemerintahan Desa Cerdas“. Dalam kesempatan tersebut Fajar Eri, menyampaikan bahwa peran Relawan TIK selalu mendampingi masyarakat, terutama masyarakat desa dalam melakukan transformasi digital di segala sektor, mulai dari tata kelola pelayanan, sektor kesehatan, ekonomi, lingkungan, pertanian dan perikanan sampai dengan pendidikan.

Fajar Eri Dianto menyampaikan pengarahan secara daring

Dalam sambutan dan pengarahannya Agus Zaenal, Camat Wates Kabupaten Blitar menyampaikan bahwa dari tempat yang dipilih saja sudah merupakan bentuk inovasi tersendiri. Dimana baru Desa wates yang bekerjasama dengan Relawan TIK Kabupaten Blitar menjadi pelopor penyelenggaraan Bimtek dan Peningkatan Kapasitas di luar kantor desanya. Ini akan lebih efektif sebagai wahana diskusi dua arah, yang bisa jadi percontohan bagi desa-desa lainnya khususnya di Kecamatan Wates, umumnya desa-desa yang ada di Kabupaten Blitar. Selanjutnya materi yang akan disampaikanpun sangat konkrit bagi pencapaian pilar tata kelola cerdas menuju desa cerdas (smart village).

“Apa yang dilakukan oleh Kepala Desa beserta Kader dan Perangkat Desa Wates hari ini merupakan upaya Desa Wates mencapai indikator yang telah ditetapkan sebagai lokus desa cerdas program Kemendes PDTT, terutama yang berkaitan dengan tata kelola cerdas (smart governance) pada aspek pelayanan mandiri, pengelolaan publikasi melalui media sosial official, dan layanan data sebagai landasan perencanaan pembangunan di desa”, demikian kata Agus, dalam sambutan dan pengarahannya.

Penyerahkan piagam kepada Pemerintah Kabupaten Blitar

Asyik Fauzi, Kepala Bidang APTIKA Diskominfotik dan Persandian Kabupaten Blitar membawakan materi tentang “Tata Kelola Sistem Informasi Desa (SID), Layanan data dan Server Database RDP (Remote DeskTop)”. Dalam materinya Asyik Fauzi lebih banyak memaparkan secara teknis tentang bagaimana mengelola Website Desa, Sistem Informasi Desa (SID) yang transparan dan bisa diakses oleh seluruh masyarakat desa. Teknis pengelolaan Siskuides, data spasial dan peta wilayah desa berbasis NIK juga akan diimplementasikan di Desa Wates sebagai percontohan.

Teknis layanan Mandiri, yang juga jadi salah satu aspek tata kelola cerdas (smart governance) adalah aplikasi Layanan Mandiri. Asyik Fauzi, Kabid APTIKA Diskominfotik dan Persandian, bersama Dendi Wardana sebagai Kepala Seksi Pemerintahan, Kecamatan Wates menyampaikan paparan tentang implementasi pengembangan aplikasi Jalasutra yang sudah diinisiasi oleh Kecamatan wates, yang saat ini sudah bisa dimanfaatkan oleh Desa Wates dalam pelayanan mandiri masyarakatnya. Aplikasi layanan mandiri ini juga sudah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar dalam kegiatan ini selain menjadi pemandu (moderator), juga menjadi pemateri tentang “Membangun dan Tata Kelola Layanan Data Terintegrasi”. Dalam pengelolaan layanan data terintegrasi ini menggunakan aplikasi MS Access menggunakan jaringan server Remote Desktop (RDP).

Kegiatan Bimtek dilanjutkan sampai jam 20.30 malam dengan materi Implementasi Internet of Things Pertanian Cerdas yang akan menjadikan tiga lahan kelompok tani sebagai piloting. Dalam pembahasannya melibatkan Hammam Rizki, PPL Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar sebagai inisiator Republik Melon yang telah berhasil memenangkan lomba KRENOTEK yang diselenggarakan BAPPEDA Kabupaten Blitar.

Terakhir adalah materi ringan tentang pelatihan Penulisan blog, Videografi dan Editing untuk pembuatan konten media sosial official desa, yang disampaikan oleh Dian Triwiyono, Ketua Bidang Komunikasi Publik Relawan TIK Kabupaten Blitar.

Layanan Perpustakaan Digital Desa, Diskusi Program Bersama Dinas Perpustakaan Dan Arsip Kabupaten Blitar

Internet Sambung Desa|Kabupaten Blitar, Kamis 05 Januari 2023|Bertempat di ruang rapat Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Blitar, Relawan TIK Kabupaten Blitar berkesempatan diskusi bersama Kepala Dinas beserta Kepala Bidang Perpustakaan dan staf, terkait rekonstruksi program layanan perpustakaan digital untuk masyarakat desa. Dalam kegiatan ini dihadiri langsung Ir. Krisna Triatmanto, M.Si, Kepala Dinas Perpusip beserta Kepala Bidang Perpustakaan dan Arsip bersama staf. Sedangkan dari Relawan TIK, Ketua umum Hamzah Fathoni, beserta Wakil Ketua umum Subana, S.Kom dan Ketua Bidang SDM. Turut hadir dalam diskusi ini Moh. Hamid Almauludi, S.Pd.I, Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, mewakili salah satu lokus desa cerdas Kemendes PDTT.

Dalam diskusi ini Kepala Dinas memaparkan berbagai bentuk kegiatan yang selama ini telah dilaksanakan dan rencana kerja (renja) tahun 2023. Relawan TIK Kabupaten Blitar menyampaikan perkenalan sekaligus sosialisasi implementasi konsep Desa Cerdas dengan pemaparan detil pilar smart people (masyarakat cerdas) dan Smart living (kehidupan cerdas) yang hendak dicapai dengan program Perpustakaan Digital bagi masyarakat desa menuju desa cerdas (smart village).

Diskusi Bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip

Kepala Desa Wates yang desanya menjadi salah satu lokus desa cerdas Kemendes PDTT, menyampaikan berbagai kegiatan yang telah bekerjasama dengan Relawan TIK dalam implementasi pencapaian pilar-pilar desa cerdas. Mulai dari kegiatan literasi digital dasar untuk membentuk masyarakat cerdas (smart people), tata kelola pemerintahan cerdas (smart governance) terkait Sistem Informasi Desa (SID), kearsipan dan aplikasi layanan data, sampai upaya mewujudkan adanya ruang komunitas yang di dalamnya nanti ada layanan perpustakaan digital, serta ruang baca bagi anak-anak. Kepala Desa Wates berharap, masalah kearsipan ini akan dibantu oleh Dinas Perpusip, sedangkan pengadaan fasilitas taman bacaan dan layanan perpustakaan digital akan disusun bentuk kolaborasi yang efektif.

Sinkronisasi program Dinas Perpustakaan dan Arsip terkait dengan gerakan literasi, inklusi sosial melalui webinar, sarasehan, pembangunan aplikasi dan pengadaan fasilitas peralatan di desa sejalan dengan program pencapaian pilar masyarakat cerdas (smart people) dan kehidupan cerdas (smart living) masyarakat menuju desa cerdas (smart village), disepakati bersama akan menjadi bentuk kolaborasi inovatif antara Relawan TIK, Dinas Perpustakaan, dan Desa yang menjadi lokus desa cerdas.

Dalam diskusi ini disepakati pula perlu adanya tindak-lanjut dengan melibatkan Relawan TIK sebagai team teknis dan Kepala Desa wates mewakili lokus desa cerdas Kemendes PDTT yang akan jadi piloting dalam implementasinya.

Karena pertemuan ini baru merupakan pertemuan awal, maka diskusi ini ditutup dengan beberapa pemahaman bersama yang akan ditindaklanjuti dengan pembentukan team teknis yang melibatkan Bidang Perpustakaan dan Arsip, Relawan TIK dan Kepala Desa Wates sebagai salah satu desa penerima manfaat.

Layanan Kesehatan Masyarakat Desa Berbasis Teknologi Digital – Menuju Smart Village (Desa Cerdas)

Internet Sambung Desa | 21 Desember 2022, Bertempat di Aula kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar telah dilaksanakan audiensi sekaligus diskusi antara Relawan TIK Kabupaten Blitar, bersama dr. christine Indrwati, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan, didampingi Sekretaris Dinas dan para Kepala Bidang beserta staf. Sedangkan dari Relawan TIK, Hamzah Fathoni, Ketua umum; Subana, Wakil Ketua Umum, serta Dian Triwiyono, Ketua Bidang Komunikasi Publik.

Dalam pertemuan ini, Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar berkesempatan menyampaikan perkenalan, serta paparan program Smart Village (desa cerdas), terutama yang terkait dengan layanan kesehatan dan Posyandu berbasis teknologi digital di desa. Karena bentuk layanan dan kegiatan posyandu merupakan bagian dari pencapaian pilar smart living (kehidupan cerdas) sebagai salah satu pilar implementasi smart village (desa cerdas).

Diskusi update data profil kesehatan Kabupaten Blitar

Ada beberapa hal yang diajukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar agar bisa dilakukan kolaborasi kegiatannya, terutama terkait dengan kegiatan update profile Kabupaten Sehat yang melibatkan kader di seluruh desa; Kegiatan pelaporan kegiatan Posyandu bersifat digital; Kegiatan membangun satu data kesehatan di Kabupaten Blitar; Kegiatan Literasi Digital, bimtek dan sosialisasi penggunaan aplikasi layanan kesehatan bagi masyarakat desa.

Dalam kesempatan yang sama, Luluk S. Ismoyo, Sekretaris Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi antara Relawan TIK dan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar harus didasari oleh Nota Kesepahaman (MOU) agar lebih kuat dan lebih jelas arah kerjasamanya.

“Karena masing-masing merupakan institusi yang punya landasan legal formal, lebih jelas, lebih konkrit bentuk-bentuk kegiatan dan kerjasamanya, sebaiknya segera dibuat Nota Kesepahaman kerjasama antara Dinas Kesehatan dan Relawan TIK Kabupaten Blitar”. Disampaikan oleh Luluk S. dalam forum diskusi tersebut.

Akhirnya diskusi ditutup dr. Christien Indrawati, M.Kes dengan membacakan poin-poin kerjasama awal yang akan segera ditindaklanjuti – secara teknis oleh masing-masing Kepala Bidang. Ada 5 poin kerjasama yang akan dilakukan pada triwulan I tahun 2023, yaitu: (1) Update data profil di 220 desa dan 28 kelurahan; (2) Update Big Data Kesehatan di 220 desa dan 28 kelurahan; (3) Bimtek dan Literasi Digital layanan kesehatan bagi masyarakat desa; (4) Transformasi digital dan update data Posyandu; (5) Sosialisasi, Literasi digital, dan cara penggunaan aplikasi antrian layanan Puskesmas SATRIO di 10 lokus desa cerdas, di 5 Kecamatan.

You Are What You Read

Akhir akhir ini, HP (handphone) tidak lagi sekadar tool atau alat komunikasi jarak jauh, tetapi telah naik kelas menjadi bagian integral dan perpanjangan dari kepribadian seseorang atau extended self. Telepon genggam telah mengganti tradisi ngobrol dan tatap muka yang telah lama mengakar pada masyarakat tradisional, lalu berubah menjadi ngobrol di dunia maya dan gambar. Bersamaan dengan tren masyarakat yang semakin individualistis, baik karena pengaruh kompetisi berebut sumber ekonomi maupun kemacetan lalu lintas, kebutuhan orang berkomunikasi lalu difasilitasi oleh telepon selular yang tidak pernah lepas ke mana pun dan di mana pun seseorang berada. Fenomena ini sangat mudah diamati di lingkungan keluarga dan masyarakat. Ketika seseorang kehilangan HP-nya, seakan-akan kehilangan bagian dirinya.

Komunikasi melalui WhatsApp dan Twitter menggabungkan budaya ngobrol dan membaca, chatting and writting dan menghilangkan hierarki. Perasaan dan pikiran apa pun dengan leluasa dituliskan layaknya peristiwa ngobrol, namun dalam format tulisan. Jika seseorang menulis dalam media sosial semacama surat kabar atau majalah, di sana terdapat editor yang menyeleksi dan mengoreksi sebelum disebarkan. Ada redaktur yang bertanggung jawab, jelas orang dan alamatnya. Tetapi, dalam media online, lalu lintas berlangsung bebas hampir-hampir tanpa rambu-rambu dan hierarki. Semua berkedudukan sama. Kita juga sulit mengecek dan tidak mudah percaya, apakah nama pengirim dan penulis itu benar-benar autentik orangnya atau nama samaran. Terlebih jika tulisan itu berupa copas.

Karena itu, ketika informasi dan teks bagaikan hujan lebat yang masuk dan mengguyur pekarangan HP kita, jangan buru-buru dipercaya. Jangan semuanya ditelan. Di situlah kedewasaan emosi, integritas intelektual, serta selera bacaan seseorang akan terlihat. Ada orang yang selektif, menganggap banyak sampah yang masuk ke ruang hati dan pikiran kalau saja dibaca semuanya. Kita menjadi garbage collector, pengumpul sampah, baik sampah tulisan maupun sampah visual. Sikap selektif ini sangat penting, mengingat di sana terdapat nasihat klasik, you are what you read.

Apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan seseorang banyak dipengaruhi oleh apa yang dilihat dan dibaca. Mengapa kaum kapitalis sangat peduli kepada iklan, bahkan rela mengeluarkan uang ratusan miliar untuk iklan? Karena, mereka yakin bahwa apa yang dilihat akan memengaruhi pilihan dan menggerakkan tindakan untuk berbelanja. Maka tak heran, belakangan iklan properti Meikarta, misalnya, muncul di berbagai media massa dan sudut-sudut kota Jakarta dengan asumsi bahwa iklan itu akan menstimulasi masyarakat untuk membelinya. Dana Triliunan dibelanjakan untuk iklan.

Saya ingin berbagi cerita. Ada seorang teman bergabung dalam sebuah WAG (WhatsApp Group). Teman tadi setiap kali selesai membaca selalu ngedumel dan kadang hatinya panas, karena isi dalam WAG tidak sejalan dengan pandangan politik dan agamanya. Pendek kata, isinya dianggap sampah, kasar dan tidak etis. Tetapi, anehnya, dia tidak mau keluar dari WAG dan selalu saja postingan yang tidak dia suka. Jadi, dengan setia membaca postingan yang tidak disenangi, sama saja dengan setia mengundang fans memasukkan sampah ke dalam hati dan pikirannya. Mestinya, jika tidak senang cukup keluar dari WAG atau tidak membacanya. Kecuali jika yang dia baca bermutu, maka teks postingan bagaikan vitamin atau cahaya yang membuat hati dan pikiran sehat serta terang dalam memandang hidup.

Membaca berarti juga menulis ulang dalam folder memori mental. Maka, bacalah buku dan postingan yang sehat dan berkualitas, karena bacaan pada gilirannya akan mengkristal dan menjadi ingatan dan referensi ketika seseorang berbicara dan bertindak. Saat ini sudah terlalu banyak sampah visual dan tekstual. Jangan sampai merusak selera kita menjadi rendah dan murahan. Tuhan menciptakan ruang hati dan pikiran begitu mahal dan mulia. Jangankan hati dan pikiran, pakaian yang kotorpun tidak akan kita masukkan dalam lemari pakaian kita. Rumah pun setiap pagi dan sore kita sapu, pel dan bersihkan agar bersih dan kilap. Terlebih cawan hati dan pikiran, mestinya lebih bersih.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Kabupaten Bangkalan Studi Tiru Desa Cerdas ke Desa Wates

Internet Sambung Desa (ISD)|16 Desember 2022 Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar kedatangan tamu rombongan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Kedatangan Balitbang Kabupaten Bangkalan ke Desa Wates yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Badan dan Kepala Bidangnya dalam rangka studi tiru implementasi smart village (desa cerdas). Desa Wates sebagai lokus program smart village (desa cerdas) Kementerian Desa PDTT tahap pertama tahun 2021.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, pihak tuan rumah selain Moh. Hamid Almauludi, S.Pd.I selaku Kepala Desa, juga hadir Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar.

Dalam Sambutannya, Kepala Desa Wates meyampaikan bahwa untuk mewujudkan pencapaian pilar Desa Cerdas perlu berkolaborasi dan berjejaring dengan mitra strategis, maupun stakeholder sebagaimana konsep Desa Cerdas, yang disebut dengan Ekosistem Desa Cerdas. Salah satu komponennya adalah Jejaring kemitraan dan stakeholder.

“Saya sudah lama bertemu dengan Pak Hamzah, Relawan TIK Kabupaten Blitar. Sejak 2019 kami selalu berdiskusi sambil ngopi bareng, obrolan kami tentang digitalisasi desa, UMKM go online dan teknologi IoT pertanian.” kata Hamid bercerita awal kolaborasi dengan Relawan TIK.

Hal ini dibenarkan oleh Hamzah Fathoni, Ketua umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, bahwa untuk membangun kegiatan yang mengarah pada tercapainya 6 pilar menuju desa cerdas harus berjejaring kemitraan dengan berbagai pihak.

“Dengan komitmen Kepala Desa, kami berangkat memulai berkolaborasi untuk mendampingi Desa Wates mewujudkan berbagai kegiatan yang diarahkan pada pencapaian pilar smart people (masyarakat cerdas), dengan melakukan kegiatan literasi digital dasar yang didukung oleh pemberdayaan Pandu Digital Kementerian Kominfo”, penjelasan Hamzah, Ketua umum Relawan TIK Kabupaten Blitar.

Hamzah Fathoni, Ketua Umum RTIK Kab. Blitar

“Relawan TIK juga menginisiasi kegiatan Seminar Nasional dan Workshop yang diselenggarakan di Desa Wates secara hybrid dengan tema Digitalisasi Pertanian dan UMKM, dilanjutkan dengan kolaborasi bersama ICT Watch Jakarta melakukan kegiatan literasi digital program makin cakap digital“, lanjut Hamzah.

“Karena potensi utama Desa Wates adalah Pertanian hortikultura, serta kebanyakan pelaku UMKM produk unggulan desa, sehingga prioritas utama kegiatan diarahkan pada implementasi penggunaan teknologi IoT smart farming di lahan percontohan kelompok Tani”. Dijelaskan lebih lanjut oleh Hamzah.

Prosesi penyambutan rombongan dari Kabupaten Bangkalan, diawali acara ceremonial pembukaan, sambutan-sambutan, baca do’a, dilanjutkan dengan paparan Kepala Desa tentang proses Transformasi Digital yang telah dilaksanakan sampai dapat penghargaan “Transformasi Digital Pemerintah Desa Terbaik” di ajang Festival TIK 2022 Pontianak yang diselenggarakan Relawan TIK Indonesia dan Kementerian Kominfo.

Selanjutnya rombongan diajak melihat secara langsung penggunaan anjungan Mal Pelayanan Virtual, dengan aplikasi Jalasutra/ Apeldeskel yang bisa memberikan 30 layanan surat, dan sampai sekarang masih terus dikembangkan. Serta aplikasi Adminduk e-SIAP, secara online bisa diakses oleh seluruh masyarakat desa secara langsung di manapun selama ada akses internet.

Terakhir seluruh rombongan diajak berkunjung ke beberapa pelaku UMKM produk unggulan desa, serta berkunjung ke kebun green house tanaman melon yang terkenal di desa Wates dengan sebutan Republik melon.

Toolbar Disabilitas