Internet SambungDesa|2 Desember 2022, Selama 4 (empat) hari 28, 29, 30 Nopember dan 01 Desember 2022 Relawan TIK Kabupaten Blitar diminta Kepala Bidang SDM Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar jadi Fasilitator pada kegiatan roadshow literasi digital dalam bentuk Bimtek tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di 4 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) induk Kabupaten Blitar.
Kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga PPL bagian dari pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Pangan yang mengusung tema “Digitalisasi Pertanian Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Menuju Smart Farming (Pertanian Cerdas)” ini diikuti dengan sangat antusias oleh para tenaga PPL sebagai kabar baru yang akan jadi solusi bagi para petani, khususnya untuk mengajak para Milenial kembali menjadi petani.
Kegiatan roadshow literasi digital tentang konsep pertanian cerdas ini bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian cerdas, berupa jejaring kemitraan dan stakeholder, khususnya terkait pilar masyarakat cerdas (smart people), pertanian cerdas bagian dari kehidupan cerdas (smart living), dan ekonomi cerdas (smart economy) dalam mewujudkan desa cerdas (smart village).
Bimtek konsep pertanian cerdas (smart farming) bagi tenaga PPL merupakan keberlanjutan tahap ke 4 (empat) dari kegiatan Seminar Nasional dan Workshop yang telah dilaksanakan di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar pada 22 – 24 Agustus 2022.
BPP NglegokBPP TalunBPP KanigoroBPP Srengat
Tahapan setelah Seminar Nasional dan Workshop, dilanjutkan dengan kegiatan Forum diskusi dan curah pendapat dengan perwakilan kelompok tani desa Wates yang telah dilaksanakan pada 14 oktober 2022. Dilanjutkan dengan kegiatan verifikasi lahan kelompok tani yang diajukan sebagai demplot instalasi Internet of Thing (IoT) pertanian sebagai solusi efisiensi di sektor hulu.
Dari 8 (delapan) lahan kelompok tani yang diajukan, dipilih 3 (tiga) lahan yang akan mewakili jenis tanaman sebagai percontohan, yaitu : tanaman cabe, tanaman tomat dan tanaman jagung, yang akan menerapkan teknologi digital IoT.
Puncaknya Relawan TIK Kabupaten Blitar akan menyelenggarakan Workshop tingkat Kabupaten Blitar, yang bisa diikuti peserta secara nasional dengan metode Hybrid (luring dan daring). Dalam kegiatan puncak ini akan bekerjasama dengan melibatkan para stakeholder dan mitra strategis Relawan TIK ndonesia.
Internet Sambung Desa|Rombongan peserta Festival TIK 2022 Relawan TIK Kabupaten Blitar di Pontianak membawa pulang penghargaan terbaik saat Gala Diner, Program Internet Sambung Desa dan Digitalisasi Pertanian, untuk kategori Program Inovatif terbaik, serta Pemerintah Kabupaten Blitar sebagai Mitra Kolaboratif Daerah terbaik.
Penghargaan juga diraih oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar untuk kategori Transformasi Digital Pemerintah Desa terbaik, yang diterima oleh Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.
Tiga Seminar Nasional dan 13 Workshop, Gala Dinner dan City Tour yang menjadi rangkaian utama agenda tahunan Relawan TIK Indonesia sukses digelar, selain menjadi ajang silaturahmi dan inagurasi, Festival TIK juga menjadi Pesta Edukasi Literasi Digital melalui Seminar Nasional dan belasan workshop yang diikuti oleh 3000 peserta yang hadir secara langsung di Gedung Kuliah Terpadu, Politeknik Negeri Pontianak, Kalimantan Barat.
Giat FesTIK 2022 RTIK Kabupaten Blitar
Tujuh Relawan TIK Indonesia yang merupakan Pandu Digital Badge Merah secara simbolis dilakukan penyematan Badge Biru, Aries Saefullah (Jabar), Mey Santi (Jatim), Alldo F Mooy (Papua), Roy Pranoto (Lampung), Ary Sandy (Riau) dan Enny Teidha Rahmina (Kalsel). Tak hanya itu, dua tokoh Literasi Digital dari ICT Watch Donny BU dan Indriyatno Banyumurti juga dinobatkan sebagai badge hitam, dengan demikian Festival TIK menjadi momen bertambahnya Badge Hitam di Indonesia menjadi empat.
Festival TIK yang dibuka secara langsung oleh Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M.,M.T dan disambut oleh Sultan Melvin Alkadrie tersebut juga menghadirkan sejumlah apresiasi dari Kementrian Kominfo atas peran serta dukungannya terhadap program Literasi Digital untuk Indonesia Makin Cakap Digital tahun 2022 yang diserahkan langsung oleh Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan, Bambang Tri Santoso kepada Pemerintah Daerah Kota Pontianak, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, Relawan TIK Indonesia, Jawara Internet Sehat (ICT Watch), Politeknik Negeri Pontianak, Relawan TIK Kalimantan Barat, Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Relawan TIK Provinsi Jawa Barat, Relawan TIK Provinsi Jawa Timur, Edukasi4ID dan Relawan TIK Ngawi.
Tak sampai disitu, malam hari yang diisi dengan Gala Diner juga menghadirkan berbagai penghargaan yang menginspirasi banyak pihak, Transformasi Digital Pemerintah Desa Terbaik mengawali pembukaan RTIK Awards dan mengumumkan tujuh desa terbaik :
Pemerintah Desa Kalikoa, Kec. Kedawung, Kab. Cirebon, Jawa Barat (Implementasi Layanan Mandiri OpenSID dan Tapping E KTP) Pemerintah Desa Wates, Kec. Wates, Kab. Blitar Jawa Timur (Implementasi IoT dan Smart Farming). Pemerintah Desa Tibuneneng, Kec. Kuta Utara, Kab, Badung, Bali (Pemerataan Akses Internet melalui Sekolah Internet Komunitas) Pemerintah Desa Laliko, Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Pemerataan Akses Internet melalui Sekolah Internet Komunitas) Pemerintah Desa Kertayasa, Kec. Sindangagung, Kab. Kuningan Jawa Barat (Desa Edukasi dan Sistem Informasi Mandiri) Desa Kutolamo, Kec. Kampar Kiri Hulu, Kab, Kampar, Riau (Desa Literasi Digital) Desa Tae, Kec. Balai, Kab, Sanggau, Kalimantan Barat (Pemerataan Akses Internet melalui Sekolah Internet Komunitas)
Berikutnya adalah Kategori Pengelola Organisasi terbaik yang diraih oleh RTIK Majalengka, Jawa Barat, RTIK Bojonegoro Jawa Timur, RTIK Kota Cirebon dan RTIK Papua.
Untuk Kategori Komunikasi Publik Digital terbaik diberikan kepada RTIK Jember, RTIK Indramayu, RTIK Aceh dan RTIK Bali.
Kategori Program Inovatif Terbaik disabet oleh Program Internet Sambung Desa dan Digitalisasi Pertanian (RTIK Kab Blitar), Transformasi Desa Digital berbasis SDM Unggul (RTIK Kab Cirebon), Jawara Digital (RTIK Jawa Barat) dan Liga Kampus Festival Jurnalis Pelajar (RTIK Papua).
Selanjutnya, yang juga sangat dinanti oleh seluruh peserta Festival TIK yang hadir secara daring dan luring adalah Kategori Pandu Digital Relawan TIK terbaik yang jatuh kepada Muhammad Mubarok Hasanudin, Mei Santi, Moh Ismanu Roziqi dan Didno.
untuk Kategori Produk Inovatif terbaik cukup membuat takjub seluruh peserta lantaran produk atau karya yang dihasilkan merupakan karya dan inisiasi yang memberi solusi, seperti E-Posyandu (Sistem Informasi Mitigasi Stunting) dari RTIK Jember, E Jenius Aplikasi Pendidikan dari RTIK Sumatera Selatan, Class Chatting Aplikasi Pembelajaran Tanpa Kuota dari RTIK Magetan dan Sistem Manajemen Keanggotaan (SMART RTIK) oleh RTIK Aceh.
Leader Inspiratif of The Year Penggerak Relawan TIK Terbaik jatuh kepada Alldo Fandilliam Mooy dari RTIK Papua.
Puluhan Mitra Kolaboratif Daerah juga tak luput dari apresiasi Relawan TIK Indonesia seperti Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Diskominfo Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar, BPSDM Kominfo Surabaya, Diskominfo Kota Pontianak, Kemenag Kabupaten Pamekasan, Kepolisan Daerah Riau, Diskominfo Jawa Barat, Diskominfo Jawa Timur, Media Liga Kampus, Zeo Technology, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, SMKN 1 Kota Pontianak, UBSI, SMKN Kristen Pontianak, Pemerintah Daerah Kepulauan Aru dan Pemerintah Daerah Kota Jambi.
Puncak dari kolaborasi dan sinergi nasional dengan pemberian apresiasi terhadap mitra RTIK Indonesia juga diberikan kepada Kominfo RI, Michael S Sunggiardi, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M.,M.T, Dr. H. Muhammad Toasin Asha, ICT Watch, Commonroom, Siberkreasi, APJII, Telkom, Pusdiklat Kominfo, Kururio, Mafindo, PT Graha Karya Informasi, Gatralin dan Edukasi4ID.
Internet Sambung Desa|Relawan TIK Indonesia kembali menggelar acara tahunan yaitu Festival TIK, kali ini dengan tema “Transformasi Digital Untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Dan Pariwisata” Festival TIK yang ke 11 ini digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pada Rabu s/d Kamis, 16-17 November 2022.
Ninget Teknologi Nune’ Jratn Relawan TIK adalah sebuah tagline yang disematkan pada acara Festival TIK yang memiliki makna Melek Teknologi Melalui Relawan TIK. Sebagai upaya penerapan dan sosialisasi teknologi informasi dan komunikasi agar dapat menyatukan dan memadukan pengembangan kebudayaan dan kepariwisataan di Indonesia.
Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Pemerintah Kota Pontianak, dan Politeknik Negeri Pontianak, serangkaian acara pada Festik 2022 ini diantaranya, Opening Ceremony yang terdiri dari Tiga Seminar Nasional dan 14 Workshop dengan target peserta keseluruhan 2.600 orang, yang terdiri dari pelajar SMK, mahasiswa, dan masyarakat dari wilayah Pontianak dan sekitarnya, serta ratusan leaderi Relawan TIK yang hadir dari berbagai wilayah di Indonesia.
Rangkaian lainnya dari acara Festival TIK 2022 yaitu Gala Dinner, RAKERNAS, RTIK Award, City Tour, Pengukuhan Pandu Digital, Pengukuhan Asesor RTIK, Sertifikasi Microsoft Specialist dan Closing Ceremony. Rencananya, Festival TIK akan dibuka secara langsung oleh Walikota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T.
Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, Fajar Eri Dianto mengajak seluruh Relawan TIK se Indonesia untuk dapat mengikuti Festival TIK baik secara luring maupun daring, “ Festival TIK adalah momen sakral dimana seluruh Relawan TIK Indonesia saling merefleksikan semangat, inovasi dan inspirasi,” kata Fajar Eri.
Fajar Eri Dianto menambahkan, Festival TIK menjadi pesta edukasi persembahan Relawan TIK bersama mitra kolaborasi bagi masyarakat yang disajikan dengan puluhan workshop tematik penunjang untuk meningkatkan kemampuan digital.
“Akan ada apresiasi bagi penggerak inspiratif Relawan TIK dari berbagai daerah, program serta produk inisiasi yang dibuat oleh Relawan TIK dan penghargaan kepada tujuh Pemerintah Desa yang komitmen dan konsisten dalam mendorong transformasi digital di Indonesia dari level desa,” tutup Fajar Eri.
Salah satu yang akan menerima penghargaan itu Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates, juga hadir sebagai Komisariat Desa dari Relawan TIK Kabupaten Blitar.
“Dipastikan Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Moh. Hamid Almauludi hadir di gelaran Festival TIK 2022 Pontianak, sudah konfirmasi”, disampaikan oleh Hamzah Fathoni, Ketua umum Relawan TIK Kabupaten Blitar.
“6 (enam) orang pengurus Relawan TIK Kabupaten Blitar dipastikan menghadiri FestTIK 2022 di Pontianak”, sambung Hamzah menambahkan.
Tujuan Lain diselenggarakannya Festival TIK adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, promosi wisata, sebagai sarana untuk memperluas Jaringan Informasi dan Komunikasi serta memperkenalkan Seni dan Budaya Kalimantan Barat kepada Dunia, terkonfimasi puluhan Dinas Komunikasi dan Informastika dari berbagai daerah juga turut menghadiri Festival TIK guna mengikuti salah satu workshop yang berkaitan dengan SPBE dan Cyber Security.
Festival TIK tahun 2022 kali ini juga mendapatkan dukungan dari mitra dan stakeholder diantaranya; ICT Watch, MAFINDO, KURURIO, SIBERKREASI, Jawara Digital, UBSI, Edukasi4ID, Telkom Indonesia, BONET, sooltanPay, KPCPEN, YALE Communication, T-money, Graha Karya Informasi, GATRALIN, BORNEO ISTIMEWA, YAWIKA.
Internet Sambung Desa|Kabupaten Blitar, 06 Nopember 2022 | Masih di Desa Wates, Kecamatan Wates, Relawan TIK Kabupaten Blitar melakukan Verifikasi beberapa lahan petani yang diajukan sebagai percontohan implementasi Internet of Thing Smart Farming.
Kegiatan ini merupakan tahapan ketiga dalam program pemberdayaan yang berkelanjutan di Desa Wates, sebagai salah satu lokus Desa Cerdas. Sasarannya adalah sampai terwujud implementasi IoT (Internet of Thing) Smart Farming di beberapa lahan kelompok tani yang jadi percontohan, mulai dari dukungan teknis, pembiayaan, instalasi peralatan, dan aplikasinya dalam proses produksi sampai panen.
Dari 8 (delapan) lahan Kelompok Tani yang diajukan, dilakukan verifikasi di 3 (tiga) lahan yang akan mewakili jenis tanaman sebagai percontohan, yaitu :
(1) Lahan Bapak Sutompo, Bendahara Kelompok Tani Sumbang Sari, Luas lahan 4.000m2, yang akan ditanami Cabe. Kekhawatiran Pak Sutompo sebagai petani senior, ancaman yang harus dipikirkan adalah adanya virus Gemini untuk tanaman cabe. Setelah berdiskusi Panjang, akhirnya sepakat untuk menanam cabe secara organik yang didahului dengan pengolahan undur-unsur hara tanahnya terlebih dahulu.
Bapak Sutompo, Bendahara kelompok tani Sumbang Sari
(2) Lahan Bapak Sutopo, Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur, Luas lahan 3.950m2, ditanami Jagung sebagai tanaman percontohan yang menggunakan teknologi IoT Smart Farming.
Bapak Sutopo, Ketua kelompok tani Ngudi Makmur
(3) Lahan Bapak Harianto, Ketua Kelompok Tani Sido Maju, Luas lahan 2.800m2, ditanami tomat sebagai tanaman percontohan yang akan menggunakan teknologi IoT Smart Farming.
Bapak Harianto, Ketua kelompok tani Sido Maju
Dari ketiga lahan yang akan dijadikan piloting IoT Smart Farming, kesemuanya memiliki fasilitas ketersediaan air yang sangat layak. Lahan Pak Sutompo memakai Sumur pompa, lahan Pak Harianto juga memakai sumur pompa sekalian sudah dilengkapi tandon permanen. Sedangkan lahan Pak Sutopo berdekatan dengan sungai besar yang mengalir.
Dari beberapa usulan kelompok tani, setelah dilakukan verifikasi akan disusun dan dibuatkan proposal untuk memfasilitasi beberapa lahan yang diajukan sebagai piloting untuk mendapatkan dukungan pembiayaan instalasi dari beberapa mitra strategis Relawan TIK Indonesia ataupun Relawan TIK Kabupaten Blitar.
Internet Sambung Desa|14 Oktober 2022 | Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar merupakan salah satu dari 30 Desa yang ditunjuk oleh Kementerian Desa & PDTT sebagai Desa Cerdas. Relawan TIK Kabupaten Blitar yang sejak pembentukannya sangat concern dengan upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa, melaksanakan kegiatan awal untuk menindaklanjuti Perhelatan besar yang telah diinisiasi oleh RTIK Kabupaten Blitar berupa Seminar dan Workshop dengan tema : “DIGITALISASI PERTANIAN DAN UMKM DESA”, diselenggarakan 22 – 24 Agustus 2022.
Digitalisasi Pertanian dan UMKM di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.
Dalam implementasi program Desa Cerdas, harus mengacu pada ketersediaan Infrastruktur Jaringan Internet sebagai hak akses Internet, serta kegiatan Literasi Digital Dasar bagi masyarakat.
Kegiatan Literasi Digital Dasar sudah dilakukan oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar di 16 Desa Cerdas, salah satunya Desa Wates. Sehingga dalam implementasi Program Desa Cerdas, sebagai outcome-nya adalah 6 Pilar Desa Cerdas : (1) Masyarakat Cerdas, (2) Kehidupan Cerdas, (3) Lingkungan Cerdas, (4) Ekonomi Cerdas, (5) Tata Kelola Cerdas, dan (6) Mobilitas Cerdas. Kegiatan selanjutnya harus dimulai dengan kegiatan Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat, khususnya yang menyangkut pilar Kehidupan Cerdas, Ekonomi Cerdas dan Lingkungan Cerdas.
Roadshow Literasi Digital di 16 Desa dari 30 Desa Cerdas yang ditunjuk Kemendes
Dibutuhkan Pendampingan Pemberdayaan yang bersifat Keberlanjutan. Setiap desa memiliki potensi dan permasalahan yang berbeda-beda. Desa Wates sebagai salah satu Desa Cerdas, memiliki potensi Pertanian dan UMKM yang harus diberdayakan agar mampu memenuhi indikator kegiatan pertanian cerdas bagian dari Kehidupan Cerdas, Lingkungan Cerdas dan Ekonomi Cerdas, sehingga Desa Wates layak disebut sebagai Desa Cerdas.
Relawan TIK Kabupaten Blitar melakukan kegiatan pendampingan terhadap Digitalisasi Pertanian Cerdas di Desa wates, mulai dari hulu sampai hilir dengan mengembangkan Teknologi IoT Smart Farmin, serta memperkuat Ekosistem Ekonomi Pertanian.
Dari sisi hulu, Relawan TIK Kabupaten Blitar mendampingi bagaimana cara mengimplementasikan Teknologi Digital sebagai alat bantu dalam bercocok tanam, yaitu penerapan IoT (Internet of Thing) smart farming. Agar proses produksi dalam menanam lebih efiensi dan lebih efektif, sedangkan dari sisi hilir, pasca panen perlu dibantu untuk melakukan pemetaan ekosistem rantai distribusi dari hasil panen para petani agar harganya lebih bagus.
Hari ini, Jum’at (14 Oktober 2022) kegiatan pendampingan dimulai dengan Curah Pendapat dan diskusi terkait harapan, keinginan dan permasalahan yang selama ini selalu dihadapi para petani. Kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan yang partisipatif dan dari bawah (Bottom up), yang akan menemukan solusi-solusi yang bersifat inovatif, dan dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
Bentuk pendampingannya akan berkelanjutan dengan cara mewujudkan implementasi IoT Smart Farming menjadikan beberapa lahan petani sebagai piloting (percontohan), akan didukung oleh jejaring kemitraan strategis yang dimiliki Relawan TIK Indonesia, khususnya Relawan TIK Cabang Kabupaten Blitar, Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Blitar.
Internet Sambung Desa|Relawan TIK Kabupaten Blitar telah melakukan pendampingan Badan Usaha Milik (BUM) Desa Lembu Gumarang, Desa Kalitengah, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, sejak penanda-tanganan MOU tertanggal 23 Maret 2021.
Pendampingan pembangunan Infrastruktur Jaringan Internet Desa dengan menggelar kabel Fiber Optik (FO) di 5 dusun. Diawali dengan penarikan kabel Backbone dari Kantor Kecamatan Panggungrejo menuju kantor Desa Kalitengah sepanjang 9,4 km.
Dengan transfer teknologi yang dilakukan oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar kepada team teknis yang dibentuk oleh Kepala Desa, dan juga dikukuhkannya sebagai Relawan TIK Komisariat Desa. Akhirnya mulai dari instalasi jaringan distribusi internet, sampai Tata Kelolanya terus dijalankan secara mandiri.
Akhirnya pada september 2022 (selama 20 bulan) tercapailah Break Event Point (BEP) dengan margin 40% bruto. Produk utamanya dapat dinikmati oleh masyarakat berupa internet berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Kehadiran Tata Kelola Jaringan Internet Desa, yang awalnya merupakan sebuah solusi untuk kesulitan warga desa dalam akses Internet, benar-benar telah dirasakan manfaatnya oleh warga. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Sumaryanto, Perangkat Desa sebagai pembina BUM Desa Lembu Gumarang
“Sudah lama di Desa Kalitengah dibentuk BUM Desa, namun baru kali ini kami mendapatkan jalan atau suatu bentuk usaha yang bisa dinikmati oleh semua warga Desa yang awalnya diinisiasi oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar, sehingga banyak warga yang terbantu dengan akses Internet yang lancar dengan harga terjangkau”, demikian kata Sumaryanto.
Demikian juga sebagaimana dikemukakan oleh Difa Yonky Prastya, Sekretaris BUM Desa sekaligus juga Ketua Komisariat Desa, Relawan TIK Kabupaten Blitar bahwa program Internet Sambung Desa, berupa pembangunan dan tata kelola Jaringan Internet Desa sebagai Unit Usaha BUM Desa sangat membantu peningkatan kesejahteraan warga Desa Kalitengah.
“Program Jaringan Internet Desa ini sangat membantu untuk meningkatkan kesejahteraan warga, terutama nanti bagi digitalisasi pertanian cerdas dan UMKM Desa”, kata Difa Yonky Prastya.
Testimoni dari Perangkat Desa dan Sekretaris BUM Desa Lembu Gumarang Desa Kalitengah, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar.
Internet Sambung Desa|Relawan TIK Kabupaten Blitar, menginisisasi dan menyelenggarakan kegiatan yang berorientasi pada implementasi Smart Farming bertajuk “Workshop dan Training of Trainer Digitalisasi Pertanian dan UMKM Desa” pada Senin dan Selasa, 22 – 23/08/2022 di Gedung Kantor Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kepada Duta Digital Kabupaten Blitar dalam upaya pencapaian 6 pilar Smart Village (desa cerdas) di 30 desa lokus program Smart Village (desa cerdas), Kemendes PDTT yang ada di Kabupaten Blitar.
Salah satu pilar smart village (desa cerdas) – smart living (kehidupan cerdas) dan smart people (masyarakat cerdas), masyarakat harus memiliki digital skills (kecakapan digital) sebagai salah satu pilar Literasi digital. Diharapkan kegiatan “Pemberdayaan Relawan dan Kader Dalam Pendampingan Digitalisasi Pertanian dan UMKM Desa” di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar bisa jadi proyek percontohan yang terintegrasi.
Selama ini sektor pertanian telah mendorong perekonomian dasar masyarakat tetap bergerak saat terjadi pandemi covid-19. Sedangkan sektor UMKM telah berkontribusi terhadap PDB sebesar 61,07%. Artinya pertumbuhan pemulihan ekonomi bisa diakselerasi lebih ringan.
Kabupaten Blitar memiliki potensi pertanian yang sangat luar biasa, berupa lahan pertanian yang luasnya 98.415 Ha (luas sawah 31.975 Ha, luas bukan sawah 66.440 Ha) dengan SDM petani yang sangat banyak 1.928 kelompok tani.
Di Kabupaten Blitar juga terdapat 1.007 koperasi, yang aktif 538 koperasi dan 256.006 Usaha Mikro (Data BPS 2021), sedangkan menurut data hasil pendataan Bantuan Pemerintah Usaha Mikro (BPUM) terdapat 31.059 Usaha Mikro (UM). Sehingga jumlah Usaha Mikro (UM) 20% dari jumlah penduduk Kabupaten Blitar.
Mengikuti strategi Presiden RI sebagai Presidensi G20 untuk kebangkitan ekonomi, Hilirisasi, UMKM Go online, dan Ekonomi Hijau, tema besar kegiatan ini menemukan keselarasan.
Ada tiga permasalahn mendasar yang (masih) harus dihadapi, yaitu (1) Masih rendahnya kualitas SDM, dan belum sejalannya agenda strategis Pemerintah Daerah, juga di Pemerintah Desa.
(2) Literasi Digital sektor pertanian yang masih rendah, karena mayoritas para petani tidak mengenyam pendidikan pendidikan tinggi, 65% dari jumlah petani berpendidikan SD, dan sebagian besar petani berusia 45 tahun ke atas (75% dari jumlah petani).
(3) Demikian juga dengan sektor Koperasi dan Usaha Mikro (UM), dimana SDM pengurus koperasi dalam hal kecakapan digital masih sangat rendah. Dari pihak Pemerintah Daerah masih belum ada fasilitasi digitalisasi koperasi. Kapasitas produksi UM masih rendah, sehingga daya saing masih lemah. Sehingga tantangan akses pasar yang belum bisa dioptimalkan meski sebagian sudah masuk dalam ekosistem digital melalui e-commerce korporasi besar. Belum terbangun ekosistem ekonomi (digital) lokal yang kuat.
Generasi Millenial terdidik tidak tertarik (meninggalkan) pertanian. Sehingga dikhawatirkan terjadi krisi pangan beberapa tahun ke depan yang disebabkan oleh terjadinya alih lahan pertanian.
Dengan kegiatan yang digelar secara Hybrid tersebut merupakan kerjasama dan dukungan berbagai pihak, seperti Kemendes PDTT, Pemkab Blitar, Bank Indonesia, PANDI, My.id, ICT Watch dan mitra strategis Relawan TIK lainnya.
Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya hadirnya UU nomer 6 tahun 2014 tentang desa telah memberikan arti besar dalam pembangunan desa di Indonesia, terutama Kabupaten Blitar yang hampir 70 % masyarakatnya adalah petani.
https://youtu.be/7YpifDRgNiQ
“ Saya yakin jika system IoT dapat menjawab keluhan petani khususnya di Kabupaten Blitar,” tutup Rini.
Workshop dan ToT tersebut menghadirkan beberapa pakar di bidangnya seperti, Andri Johandri dari Relawan TIK Indonesia sekaligus founder pythonesia.org, Indriyatno Banymurti dari ICT Watch, Chairul Afif dari My.id, Luki Riyaningrum dari Bank Indonesia dan Rully Wahyu Kepala Dinas PMD Kabupaten Blitar.
Internet Sambung Desa (ISD)| Tindaklanjut dipilihnya 20 desa di Kabupaten Blitar sebagai Pilot Project Implementasi digitalisasi desa dalam Program Internet Sambung Desa, Relawan TIK Kabupaten Blitar melakukan pemberdayaan Pandu Digital di desa dengan menggelar Literasi Digital bagi ratusan warga dari 20 desa tersebut.
Ketua Bidang Program dan APTIKA Relawan TIK Kabupaten Blitar, Wempi, menjelaskan bahwa tindaklanjut dari pembentukan Pandu Digital dengan memilih 20 desa menjadi Pilot Project Implementasi digitalisasi desa dalam Program Internet Sambung Desa di Kabupaten Blitar, dilakukan Pemberdayaan Pandu Digital dengan menggelar Literasi Digital ke 20 desa tersebut secara luring.
“Kita keliling datang ke 20 desa yang dipilih menjadi Pilot Project Implementasi digitalisasi desa, untuk menggelar Literasi Digital untuk warga desa,” ujar Wempi, Selasa (23/11/2021).
Wempi juga menjelaskan Literasi Digital untuk warga desa ini, bertujuan untuk membentuk Ekosistem Digital yang dimulai dari desa. “Jadi proses Implementasi digitalisasi desa tetap berjalan, sekarang sedang verifikasi instalasi eksisting Jaringan Internet. Sambul kita siapkan kader-kader ekosistem digital di 20 desa yang menjadi Pilot Project,” jelasnya.
Pemberdayaan Pandu Digital dengan memberikan literasi digital bagi ratusan warga di 20 desa percontohan implementasi digitalisasi desa
Jumlah kader-kader Digital Desa yang mengikuti Literasi Digital, jumlahnya lebih dari 500 orang terdiri dari berbagai kalangan mulai ibu rumah tangga, pemuda, pelajar, mahasiswa, wirausaha bahkan ASN dan TNI/Polri. “Seluruh warga yang sudah mengikuti Literasi Digital, masuk dalam database KemenKominfo,” beber Wempi.
Diungkapkan Wempi bahwa pemberdayaan Pandu Digital dan Literasi Digital di Kabupaten Blitar, sangat mendukung program Kementerian Kominfo yang sudah mendukung sepenuhnya. Maka akan dilanjutkan kesinambungannya, dengan pendampingan untuk tahun anggaran 2022 fokus ke pertanian dan UMKM.
“Untuk mendampingi petani milenial dan UMKM Kabupaten Blitar, dalam membangun Ekosistem Ekonomi Digital dimulai dari desa. Sebagai upaya inklusi ekonomi dan transformasi ekonomi, dengan kata kunci Digitalisasi Pertanian dan UMKM,” ungkapnya.
Ditambahkan Wempi Implementasi digitalisasi desa atau internet sambung desa, merupakan bagian dari upaya mewujudkan Desa Cerdas di Kabupaten Blitar. Ada 3 aspek yang perlu disiapkan pertama, infrastruktur jaringan internet. Kedua, database, aplikasi, sistem informasi pelayanan, dan yang terakhir Sumber Daya Manusia.
Bupati Blitar Rini Syarifah menerima sekaligus memberikan penghargaan kepada Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar bertempat di pendopo RHN, senin (20.09/2021).
Ketua umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, Hamzah Fathoni bersama Wakil Ketua umum, Ketua bidang Program dan APTIKA, Ketua bidang Humas dan Komisariat Desa Ngadipuro diterima oleh Mak Rini terkait melaporkan hasil Deklarasi Bedugul dan FesTIK 2021 di Bali.
Kebetulan Relawan TIK Kabupaten Blitar mendapatkan 3 Penghargaan prestasi dalam ajang Festival TIK 2021 tersebut. Mak Rini mengapresiasi dengan memberikan Piagam Penghargaan dan beberapa bingkisan.
Dalam kesempatan ini Mak Rini berharap atas prestasi yang dicapai Kabupaten Blitar terus memberikan inovasi dan terus mengembangkan potensi. “Saya sangat mengapresiasi, mudah-mudahan ini awal yang bagus untuk mengembangkan Kabupaten Blitar menjadi Smart Village, Smart City dan e-government kami segera tercapai,”ucapnya.
Sebanyak Empat Komisariat Desa Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar, yaitu Desa Kalitengah, Desa Balerejo Kecamatan Panggungrejo, Desa Ngadipuro, Desa Kaligrenjeng Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar, resmi di kukuhkan. Prosesi pengukuhan tersebut mewakili Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar dilakukan oleh Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Asif Susanto, SH, di Balai Desa Kalitengah Kecamatan Panggungrejo, Senin (23/08/2021). Dalam kata sambutannya, Asif Susanto, SH, yang mewakili Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, mengatakan, pihaknya menyambut baik apa yang telah di inisiasi oleh aparatur desa bersama Relawan TIK Kabupaten Blitar dalam rangka menghadirkan akses layanan internet Fiber Optic di perdesaan.
“Kita menyambut baik apa yang telah di lakukan oleh kawan-kawan Relawan TIK bersama dengan aparatur desa, mengingat saat ini akses intenet sangat di butuhkan oleh semua masyarakat terutama yang ada di perdesaan,” kata Asif. Ia juga menyebutkan, selain dengan adanya akses internet hal yang yang tidak kalah penting nya adalah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia di bidang IT. “Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana pemerintah desa menyiapkan sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi sangat krusial, karena kita ketahui bersama bahwa saat ini kita hidup di era revolusi industri 4.0 dimana kualitas SDM akan menjadi faktor yang dominan untuk dapat bertahan di era teknologi,” ungkapnya.
Apresiasi dan dukungan juga diberikan oleh Eko Prasetya, Wakil Ketua Umum Relawan TIK Indonesia yang hadir secara virtual, dalam kata sambutannya Eko mengatakan, Bagaimana komunitas yang berada disekitar kita mampu memberikan peran yang luar biasa untuk membangun dan mendampingi saudara-saudara kita yang berada di perdesaan. “Sudah saatnya UMKM di desa untuk bisa Go Online, pada dasarnya UMKM kita mau berjualan online, akan tetapi kendala yang dihadapi selama ini adalah tidak ada yang memberikan edukasi dan pendampingan, makanya UMKM kita enggan online,” ujar COE Kururio tersebut.
Sementara itu, Ketua Relawan TIK Kabupaten Blitar, Hamzah Fathoni, dalam kesempatan tersebut mengatakan, dalam rangka menuju implementasi digitalisasi Desa Cerdas (smart village), ada 3 aspek yang perlu di persipakan, yang pertama, infrastruktur jaringan internet. Yang ke dua, database, aplikasi, sistem informasi pelayanan, dan yang terakhir adalah pengembangan Sumber Daya Manusia. “Untuk menunjang 3 aspek tersebut maka perlu dibentuk pendampingan secara mandiri di setiap Desa oleh Relawan TIK dengan Pembentukan Komisariat Desa dan Komisariat Kecamatan,” katanya.
Hamzah juga menyebutkan, pembentukan RTIK komisariat Desa dan Kecamatan, merupakan salah satu upaya Relawan TIK Kabupaten Blitar dalam rangka mengimplementasi berbagai Program Pemerintah Daerah untuk menunjang Blitar Smart City.
“ini merupakan salah satu program kita yang berkaitan dengan Masyarakat Desa melek Teknologi. Bentuknya adalah pendampingan teknis dalam implementasi Digitalisasi Desa yang menyangkut Aplikasi Pelayanan Publik di wilayah Desa dan Kecamatan, tata kelola Website Desa, serta Pembangunan dan pengelolaan Infrastruktur Jaringan Internet Desa,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut turut hadiri, R. Agus Priandoko, HK. STP, Camat Panggungrejo Kabupaten Blitar; Sugeng, S.Pd., Kepala Desa Kalitengah, Eko Wahyudi, Kades Ngadipuro, Seger, Kades Kaligrenjeng, Suwardiono S.Sos, Sekdes mewakili Kades Balerejo.