Inisiasi Pemberdayaan Relawan dan Kader Dalam Pendampingan Digitalisasi Pertanian dan UMKM Desa

Internet Sambung Desa|Relawan TIK Kabupaten Blitar, menginisisasi dan menyelenggarakan kegiatan yang berorientasi pada implementasi Smart Farming bertajuk “Workshop dan Training of Trainer Digitalisasi Pertanian dan UMKM Desa” pada Senin dan Selasa, 22 – 23/08/2022 di Gedung Kantor Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kepada Duta Digital Kabupaten Blitar dalam upaya pencapaian 6 pilar Smart Village (desa cerdas) di 30 desa lokus program Smart Village (desa cerdas), Kemendes PDTT yang ada di Kabupaten Blitar.

Salah satu pilar smart village (desa cerdas) – smart living (kehidupan cerdas) dan smart people (masyarakat cerdas), masyarakat harus memiliki digital skills (kecakapan digital) sebagai salah satu pilar Literasi digital. Diharapkan kegiatan “Pemberdayaan Relawan dan Kader Dalam Pendampingan Digitalisasi Pertanian dan UMKM Desa” di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar bisa jadi proyek percontohan yang terintegrasi.

Selama ini sektor pertanian telah mendorong perekonomian dasar masyarakat tetap bergerak saat terjadi pandemi covid-19. Sedangkan sektor UMKM telah berkontribusi terhadap PDB sebesar 61,07%. Artinya pertumbuhan pemulihan ekonomi bisa diakselerasi lebih ringan.

Kabupaten Blitar memiliki potensi pertanian yang sangat luar biasa, berupa lahan pertanian yang luasnya 98.415 Ha (luas sawah 31.975 Ha, luas bukan sawah 66.440 Ha) dengan SDM petani yang sangat banyak 1.928 kelompok tani.

Di Kabupaten Blitar juga terdapat 1.007 koperasi, yang aktif 538 koperasi dan 256.006 Usaha Mikro (Data BPS 2021), sedangkan menurut data hasil pendataan Bantuan Pemerintah Usaha Mikro (BPUM) terdapat 31.059 Usaha Mikro (UM). Sehingga jumlah Usaha Mikro (UM) 20% dari jumlah penduduk Kabupaten Blitar.

Mengikuti strategi Presiden RI sebagai Presidensi G20 untuk kebangkitan ekonomi, Hilirisasi, UMKM Go online, dan Ekonomi Hijau, tema besar kegiatan ini menemukan keselarasan.

Ada tiga permasalahn mendasar yang (masih) harus dihadapi, yaitu (1) Masih rendahnya kualitas SDM, dan belum sejalannya agenda strategis Pemerintah Daerah, juga di Pemerintah Desa.

(2) Literasi Digital sektor pertanian yang masih rendah, karena mayoritas para petani tidak mengenyam pendidikan pendidikan tinggi, 65% dari jumlah petani berpendidikan SD, dan sebagian besar petani berusia 45 tahun ke atas (75% dari jumlah petani).

(3) Demikian juga dengan sektor Koperasi dan Usaha Mikro (UM), dimana SDM pengurus koperasi dalam hal kecakapan digital masih sangat rendah. Dari pihak Pemerintah Daerah masih belum ada fasilitasi digitalisasi koperasi. Kapasitas produksi UM masih rendah, sehingga daya saing masih lemah. Sehingga tantangan akses pasar yang belum bisa dioptimalkan meski sebagian sudah masuk dalam ekosistem digital melalui e-commerce korporasi besar. Belum terbangun ekosistem ekonomi (digital) lokal yang kuat.

Generasi Millenial terdidik tidak tertarik (meninggalkan) pertanian. Sehingga dikhawatirkan terjadi krisi pangan beberapa tahun ke depan yang disebabkan oleh terjadinya alih lahan pertanian.

Dengan kegiatan yang digelar secara Hybrid tersebut merupakan kerjasama dan dukungan berbagai pihak, seperti Kemendes PDTT, Pemkab Blitar, Bank Indonesia, PANDI, My.id, ICT Watch dan mitra strategis Relawan TIK lainnya.

Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya hadirnya UU nomer 6 tahun 2014 tentang desa telah memberikan arti besar dalam pembangunan desa di Indonesia, terutama Kabupaten Blitar yang hampir 70 % masyarakatnya adalah petani.

https://youtu.be/7YpifDRgNiQ

“ Saya yakin jika system IoT dapat menjawab keluhan petani khususnya di Kabupaten Blitar,” tutup Rini.

Workshop dan ToT tersebut menghadirkan beberapa pakar di bidangnya seperti, Andri Johandri dari Relawan TIK Indonesia sekaligus founder pythonesia.org, Indriyatno Banymurti dari ICT Watch, Chairul Afif dari My.id, Luki Riyaningrum dari Bank Indonesia dan Rully Wahyu Kepala Dinas PMD Kabupaten Blitar.

Diterbitkan oleh

rtikablitar

Kabupaten Blitar - Jawa Timur | Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Toolbar Disabilitas