Workshop dan Pelatihan Digitalisasi Pertanian Menuju Desa Cerdas

Kabupaten Blitar 06 Juni 2023 | Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar bersama Pemerintah Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar bertempat di Gedung Pertemuan Kantor Pemerintah Desa Wates menggelar Workshop dan Pelatihan Implementasi Teknologi Internet of Things (IoT) Smart Farming demplot lahan kelompok tani, dengan tema “Membangun Ekosistem Pertanian Cerdas Dan UMKM Desa Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”.

Kegiatan Workshop dan Pelatihan kali ini menampilkan Narasumber Fajar Eri Dianto Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, dan AA Agung Wedhatama Founder Petani Muda Keren Bali. Dihadiri oleh Agus Zaenal Camat Wates, Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, Moh. Hamid Almauludi Kepala Desa Wates, dan Firza Prima, S.Kom, M.T.I dari UPN Veteran Surabaya sebagai peninjau.

AA Gede Agung Wedhatama, Founder Petani Muda Keren (PMK) Bali yang biasa dipanggil Bli Agung dalam materinya menyampaikan bahwa potensi holtikultura di desa Wates sangat luar biasa, hanya perlu kami berikan optimisme dan selama 3 hari kedepan akan mengedukasi para petani dalam mengelola lahan, proses persiapan transformasi bertani secara organik, serta cara instalasi sampai menjalankan dan mengontrol alat smart farming.

Bli Agung juga menyampaikan berbagai formula dan pengalaman yang sudah dijalani bersama-sama para petani muda dengan P4S dan konsep Penghasilan harian, bulanan dan tahunan yang sangat menggiurkan bagi para petani yang selama ini identik dengan miskin dan tidak sejahtera.

Kegiatan Workshop IoT smart farming merupakan hasil tidaklanjut dari ditetapkannya desa Wates sebagai salah satu lokus Desa Cerdas (Smart Village). Hal ini di sampaikan oleh Agus Zaenal selaku Camat Wates. Harapannya dengan adanya kegiatan ini, bisa menjadi motivasi para petani khususnya dalam tanaman melon supaya menjadi buah atau tanaman holtikultura kelas dunia.

“Kami mengapresiasi kegiatan dari pemdes Wates, harapannya kegiatan ini dapat membawa kemajuan bagi petani di desa Wates dan kegiatan ini tidak berhenti di ceremonial dan kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para petani di desa Wates” Tutur Camat Wates.

Moh. Hamid Almauludi selaku Kepala Desa Wates dalam wawancaranya saat kegiatan ini menyampaikan, bahwa agenda smart farming akan berlangsung selama 4 hari mulai 06 juni 2023 hingga 09 juni 2023. Kegiatan tersebut merupakan penekanan di bidang pertanian untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh para petani di Desa Wates.

“Yang mendasari berlangsungnya kegiatan ini adalah 20% dana desa di alokasikan untuk ketahanan pangan, maka dari itu pemdes wates mengadakan inovasi pelatihan dan penerapan IT dibidang pertanian dan akan dilakukan pemasangan alat di area persawahan”, papar Kepala Desa Wates.

Menurut Hamid pertanian di desa Wates mempunyai potensi yang sangat luar biasa seperti cabai, jagung dan melon. Namun beberapa tahun terakhir petani mengalami kendala dibidang manajemen pertanian, terutama dalam pengelolaan lahan karena pupuk yang di aplikasikan kurang maksimal. Berdasarkan hal itu pemdes Wates melakukan komunikasi dan dialog dengan para petani kemudian mengadakan kegiatan IoT smart farming dengan mendatangkan narasumber.

“Target dari kegiatan ini adalah perubahan mindset masyarakat untuk tidak ketergantungan dengan pupuk kimia, mampu mengatasi permasalahan secara mandiri dan efektivitas manajemen pemasaran mulai dari budget, waktu, tenaga, pemasaran dsb. Kami juga fokus untuk pemberdayaan agar masyarakat bisa open mind sehingga bisa menerima ilmu transfer knowledge yang diberikan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat”, dijelaskan Hamid lebih lanjut.

Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar dalam kesempatan ini juga menjelaskan bahwa berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini dan kedepan sangatlah banyak. Terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan sektor pertanian sebagai bagian dari indikator tercapainya pilar Ekonomi Cerdas dalam menuju Desa cerdas. Sehingga kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang Relawan TIK dalam mendampingi penguatan pencapaian pilar-pilar Desa Cerdas, dimana Wates menjadi salah satu lokus program Desa Cerdas (Smart Village) Pusat Daya Saing BPI Kemendes PDTT.

“Kegiatan hari ini (06/06) sampai 09 Juni 2023 ke depan juga merupakan rangkaian dari kegiatan Sarasehan Nasional yang telah kami diselenggarakan kemarin (05/06) di Ruang Perdana Kantor Pemkab Blitar dengan mengundang 50 Kepala Desa, didampingi oleh Operator atau kader digital desa, kelompok tani, serta BPP dan PPL Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian”, kata Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar.

“Besok 07 – 09 Juni 2023 kegiatan akan diteruskan dengan praktek instalasi, pemasangan peralatan dan mekanisasi di dua demplot lahan kelompok tani yang ada di Desa Wates”, jelas Hamzah Fathoni lebih lanjut.

Sarasehan Nasional, Workshop dan Pelatihan Digitalisasi Pertanian Menuju Desa Cerdas

Kabupaten Blitar 05 Juni 2023 | Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar bersama Pemerintah Kabupaten Blitar bertempat di Ruang Perdana Kantor Pemkab Blitar Jl. Sudanco Supriyadi menggelar Sarasehan Nasional Inklusi Literasi Digital dengan tema “Membangun Ekosistem Pertanian Cerdas Dan UMKM Desa Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”.

Kegiatan Sarasehan kali ini menampilkan Narasumber Fajar Eri Dianto Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, AA Agung Wedhatama Founder Petani Muda Keren Bali dan Panji Lanang Galih dari SVN Nusantara Telkom Indonesia. Juga dihadiri secara daring oleh Helmiati Nuhung, Kepala Pusat Daya Saing BPI Kemendes PDTT sebagai Keynote Speech.

Sarasehan dihadiri oleh 50 Kepala Desa, yang didampingi oleh Operator/ Kader Digital Desa, serta beberapa Kelompok Tani dan PPL Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar sebagai peserta.

Acara Sarasehan dibuka secara resmi oleh Herman Widodo, SH. Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar yang sekaligus membacakan sambutan Hj. Rini Syarifah Bupati Blitar.

Sebagaimana arahan Jokowi, Persiden RI “Dengan pengolahan pertanian secara modern, saya harapkan pertanian Indonesia dapat tumbuh sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional. Pertanian akan semakin maju. Masyarakat akan semakin lebih sejahtera,” maka pendampingan penguatan Desa dalam upaya mencapai pilar Masyarakat Cerdas, kegiatan literasi digital yang berkesinambungan harus terus dilakukan, terutama bagi para petani dan pelaku UMKM di desa. Akan tetapi belum semua anggota masyarakat memiliki pendidikan dan pengalaman yang cukup dalam memanfaatkan perangkat digital, seperti Smart Phone, Internet dan Teknologi IoT smart farming, sehingga perlu dilakukan Bimbingan teknis dalam upaya meningkatkan kapasitas (capacity building) menuju pencapaian indikator pilar masyarakat cerdas (smart society).

Sehingga melalui program penguatan pendampingan, terkait digitalisasi pertanian cerdas (smart farming) secara mandiri kepada petani dan segenap warga masayarakat desa, harus dibangun kepeloporan dan Ketauladanan untuk membangun percontohan penggunaan teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas pertanian, baik hulu – maupun hilir.

Peningkatan Akses kepada satu data informasi, produk unggulan, hasil pertanian dan jasa, serta sumber daya desa akan lebih meningkatkan dampak positif yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, serta akurasi perencanaan pembangunan oleh pemerintah desa. Sehingga melalui berbagai kegiatan literasi digital secara mandiri, Pemerintah desa harus memiliki komitmen yang kuat untuk membangun peta jalan (roadmap) dan implementasinya yang terintegrasi dalam berbagai bentuk layanan.

Akselerasi sistem pemerintahan desa berbasis teknologi digital dalam sektor pelayanan masyarakat masih harus dilakukan penguatan pendampingan secara intens dengan kegiatan literasi digital pada Kelompok-kelompok masyarakat desa. Dari Kelompok Tani (Poktan), Kelompok Wanita Tani (KWT) dan para pelaku UMKM sebagai penggerak ekosistem ekonomi di Desa.

Hamzah Fathoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar dalam kesempatan akhir acara menjelaskan bahwa berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini dan kedepan sangatlah banyak. Terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan sektor pertanian sebagai bagian dari indikator tercapainya pilar Ekonomi Cerdas dalam menuju Desa cerdas.

“Petani yang selama ini identik dengan miskin, agar bisa memiliki nilai tawar saat bisa bersama bergandengan tangan membentuk mata rantai nilai Pertanian dalam wadah kelompok tani/ bumdes/ asosiasi sebagaimana misi membentuk Korporasi Pertanian, seperti arahan bapak presiden RI”, kata Hamzah Fathoni menjelaskan.

Saat menyampaikan sambutan pengarahan sebagai keynote speech, Helmiati Nuhung Kepala Pusdaing BPI Kemendes menyampaikan bahwa akselerasi transformasi digital di sektor pertanian, koperasi dan UMKM belum optimal. Padahal sektor pertanian telah mendorong perekonomian dasar masyarakat tetap bergerak saat pandemi Covid-19. Sedangkan sektor UMKM telah berkontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen. Artinya, jika sektor pertanian dan UMKM terus tumbuh di desa, akan berimbas terhadap pertumbuhan pemulihan ekonomi Indonesia secara cepat.”

Sementara Materi yang disampaikan oleh Fajar Eri Dianto Ketua Umum Relawan TIK Indonesia adalah tentang Membangun Budaya Digital untuk mewujudkan Pilar Ekonomi Cerdas menuju Desa Cerdas. Dimana untuk membangun ekosistem digital di desa, ada lima aspek yang harus dilakukan.

“Lima aspek tersebut adalah Kultur, Teknologi, Kanal, Strategi dan Konsumen”, kata Fajar Eri Dianto.

Lebih lanjut Fajar Eri Dianto menjelaskan bahwa Sosialisasi budaya digital adalah dengan mengenalkan, implementasi cara berpikir, cara bertindak untuk mengubah pola konvensional ke konsep digital pada penyelenggaraan fungsi kerja dengan terus melakukan perubahan dan inovasi. Peran pemerintah/stakeholder dalam mendukung penciptaan ecosystem digital, melakukan berbagai kolaborasi sebagai pewujudan indikator Desa Cerdas yang terintegrasi mencakup ketersediaan Akses, keterlibatan partners penyedia serta kesiapan masyarakat. Kolaborasi berbagai platform digital yang dapat mendukung proses digitalisasi secara menyeluruh pada seluruh aspek kehidupan : Pendidikan, Kesehatan, perekonomian, transportasi, dsb. Ketersediaan infrastruktur dan kanal digital utk dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses aplikasi atau platform digital. Upaya pengawalan terhadap masyarakat dalam pemanfaatan beragam technology berupa platform, aplikasi yang ramah pada pemenuhan fungsi sekaligus meningkatkan PADes.

Sedangkan AA Agung Wedhatama Founder Petani Muda Keren sebagai pembicara utama yang ditunggu-tunggu oleh para peserta yang sebagian besar Kepala Desa, Kelompok Tani dan PPL karena keberhasilannya membawa para petani muda di Bali diakui, memiliki nilai tawar dan berhasil mengangkat pertanian sebagai salah satu usaha yang bisa memberikan kesejahteraan lebih.

AA Agung Wedhatama, yang lebih dikenal dengan panggilan Bli Agung ini juga menyampaikan berbagai formula dan pengalaman yang sudah dijalani bersama-sama para petani muda dengan P4S dan konsep Penghasilan harian, bulanan dan tahunan yang sangat menggiurkan bagi para petani yang selama ini identik dengan miskin dan tidak sejahtera.

Kegiatan Sarasehan Nasional merupakan acara untuk mengawali kegiatan utama yang akan dilanjutkan dengan Workshop dan Pelatihan manajemen pertanian dan praktek pemasangan Teknologi Internet of Thins Smart Farming di dua Demplot Kelompok Tani Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Hamid Almaulidi Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar saat diminta konfirmasinya membenarkan bahwa kegiatan Sarasehan yang diselenggarakan hari ini merupakan Kick Off Workshop dan Pelatihan bagi para Petani dan UMKM di Desa Wates tanggal 06 – 09 Juni 2023 yang juga bisa diikuti secara daring oleh umum.

Bimtek PPL di 4 BPP Induk Kabupaten Blitar, Gerakan Literasi Digital Konsep Pertanian Cerdas

Internet SambungDesa|2 Desember 2022, Selama 4 (empat) hari 28, 29, 30 Nopember dan 01 Desember 2022 Relawan TIK Kabupaten Blitar diminta Kepala Bidang SDM Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar jadi Fasilitator pada kegiatan roadshow literasi digital dalam bentuk Bimtek tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di 4 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) induk Kabupaten Blitar.

Kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga PPL bagian dari pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Pangan yang mengusung tema “Digitalisasi Pertanian Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Menuju Smart Farming (Pertanian Cerdas)” ini diikuti dengan sangat antusias oleh para tenaga PPL sebagai kabar baru yang akan jadi solusi bagi para petani, khususnya untuk mengajak para Milenial kembali menjadi petani.

Kegiatan roadshow literasi digital tentang konsep pertanian cerdas ini bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian cerdas, berupa jejaring kemitraan dan stakeholder, khususnya terkait pilar masyarakat cerdas (smart people), pertanian cerdas bagian dari kehidupan cerdas (smart living), dan ekonomi cerdas (smart economy) dalam mewujudkan desa cerdas (smart village).

Bimtek konsep pertanian cerdas (smart farming) bagi tenaga PPL merupakan keberlanjutan tahap ke 4 (empat) dari kegiatan Seminar Nasional dan Workshop yang telah dilaksanakan di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar pada 22 – 24 Agustus 2022.

Tahapan setelah Seminar Nasional dan Workshop, dilanjutkan dengan kegiatan Forum diskusi dan curah pendapat dengan perwakilan kelompok tani desa Wates yang telah dilaksanakan pada 14 oktober 2022. Dilanjutkan dengan kegiatan verifikasi lahan kelompok tani yang diajukan sebagai demplot instalasi Internet of Thing (IoT) pertanian sebagai solusi efisiensi di sektor hulu.

Dari 8 (delapan) lahan kelompok tani yang diajukan, dipilih 3 (tiga) lahan yang akan mewakili jenis tanaman sebagai percontohan, yaitu : tanaman cabe, tanaman tomat dan tanaman jagung, yang akan menerapkan teknologi digital IoT.

Puncaknya Relawan TIK Kabupaten Blitar akan menyelenggarakan Workshop tingkat Kabupaten Blitar, yang bisa diikuti peserta secara nasional dengan metode Hybrid (luring dan daring). Dalam kegiatan puncak ini akan bekerjasama dengan melibatkan para stakeholder dan mitra strategis Relawan TIK ndonesia.

Kabupaten Blitar Sabet Penghargaan Nasional di Festival TIK 2022 Pontianak

Internet Sambung Desa|Rombongan peserta Festival TIK 2022 Relawan TIK Kabupaten Blitar di Pontianak membawa pulang penghargaan terbaik saat Gala Diner, Program Internet Sambung Desa dan Digitalisasi Pertanian, untuk kategori Program Inovatif terbaik, serta Pemerintah Kabupaten Blitar sebagai Mitra Kolaboratif Daerah terbaik.

Penghargaan juga diraih oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar untuk kategori Transformasi Digital Pemerintah Desa terbaik, yang diterima oleh Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Tiga Seminar Nasional dan 13 Workshop, Gala Dinner dan City Tour yang menjadi rangkaian utama agenda tahunan Relawan TIK Indonesia sukses digelar, selain menjadi ajang silaturahmi dan inagurasi, Festival TIK juga menjadi Pesta Edukasi Literasi Digital melalui Seminar Nasional dan belasan workshop yang diikuti oleh 3000 peserta yang hadir secara langsung di Gedung Kuliah Terpadu, Politeknik Negeri Pontianak, Kalimantan Barat.

Giat FesTIK 2022 RTIK Kabupaten Blitar

Tujuh Relawan TIK Indonesia yang merupakan Pandu Digital Badge Merah secara simbolis dilakukan penyematan Badge Biru, Aries Saefullah (Jabar), Mey Santi (Jatim), Alldo F Mooy (Papua), Roy Pranoto (Lampung), Ary Sandy (Riau) dan Enny Teidha Rahmina (Kalsel). Tak hanya itu, dua tokoh Literasi Digital dari ICT Watch Donny BU dan Indriyatno Banyumurti juga dinobatkan sebagai badge hitam, dengan demikian Festival TIK menjadi momen bertambahnya Badge Hitam di Indonesia menjadi empat.

Festival TIK yang dibuka secara langsung oleh Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M.,M.T dan disambut oleh Sultan Melvin Alkadrie tersebut juga menghadirkan sejumlah apresiasi dari Kementrian Kominfo atas peran serta dukungannya terhadap program Literasi Digital untuk Indonesia Makin Cakap Digital tahun 2022 yang diserahkan langsung oleh Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan, Bambang Tri Santoso kepada Pemerintah Daerah Kota Pontianak, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, Relawan TIK Indonesia, Jawara Internet Sehat (ICT Watch), Politeknik Negeri Pontianak, Relawan TIK Kalimantan Barat, Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Relawan TIK Provinsi Jawa Barat, Relawan TIK Provinsi Jawa Timur, Edukasi4ID dan Relawan TIK Ngawi.

Tak sampai disitu, malam hari yang diisi dengan Gala Diner juga menghadirkan berbagai penghargaan yang menginspirasi banyak pihak, Transformasi Digital Pemerintah Desa Terbaik mengawali pembukaan RTIK Awards dan mengumumkan tujuh desa terbaik :

Pemerintah Desa Kalikoa, Kec. Kedawung, Kab. Cirebon, Jawa Barat (Implementasi Layanan Mandiri OpenSID dan Tapping E KTP)
Pemerintah Desa Wates, Kec. Wates, Kab. Blitar Jawa Timur (Implementasi IoT dan Smart Farming).
Pemerintah Desa Tibuneneng, Kec. Kuta Utara, Kab, Badung, Bali (Pemerataan Akses Internet melalui Sekolah Internet Komunitas)
Pemerintah Desa Laliko, Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Pemerataan Akses Internet melalui Sekolah Internet Komunitas)
Pemerintah Desa Kertayasa, Kec. Sindangagung, Kab. Kuningan Jawa Barat (Desa Edukasi dan Sistem Informasi Mandiri)
Desa Kutolamo, Kec. Kampar Kiri Hulu, Kab, Kampar, Riau (Desa Literasi Digital)
Desa Tae, Kec. Balai, Kab, Sanggau, Kalimantan Barat (Pemerataan Akses Internet melalui Sekolah Internet Komunitas)

Berikutnya adalah Kategori Pengelola Organisasi terbaik yang diraih oleh RTIK Majalengka, Jawa Barat, RTIK Bojonegoro Jawa Timur, RTIK Kota Cirebon dan RTIK Papua.

Untuk Kategori Komunikasi Publik Digital terbaik diberikan kepada RTIK Jember, RTIK Indramayu, RTIK Aceh dan RTIK Bali.

Kategori Program Inovatif Terbaik disabet oleh Program Internet Sambung Desa dan Digitalisasi Pertanian (RTIK Kab Blitar), Transformasi Desa Digital berbasis SDM Unggul (RTIK Kab Cirebon), Jawara Digital (RTIK Jawa Barat) dan Liga Kampus Festival Jurnalis Pelajar (RTIK Papua).

Selanjutnya, yang juga sangat dinanti oleh seluruh peserta Festival TIK yang hadir secara daring dan luring adalah Kategori Pandu Digital Relawan TIK terbaik yang jatuh kepada Muhammad Mubarok Hasanudin, Mei Santi, Moh Ismanu Roziqi dan Didno.

untuk Kategori Produk Inovatif terbaik cukup membuat takjub seluruh peserta lantaran produk atau karya yang dihasilkan merupakan karya dan inisiasi yang memberi solusi, seperti E-Posyandu (Sistem Informasi Mitigasi Stunting) dari RTIK Jember, E Jenius Aplikasi Pendidikan dari RTIK Sumatera Selatan, Class Chatting Aplikasi Pembelajaran Tanpa Kuota dari RTIK Magetan dan Sistem Manajemen Keanggotaan (SMART RTIK) oleh RTIK Aceh.

Leader Inspiratif of The Year Penggerak Relawan TIK Terbaik jatuh kepada Alldo Fandilliam Mooy dari RTIK Papua.

Puluhan Mitra Kolaboratif Daerah juga tak luput dari apresiasi Relawan TIK Indonesia seperti Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Diskominfo Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar, BPSDM Kominfo Surabaya, Diskominfo Kota Pontianak, Kemenag Kabupaten Pamekasan, Kepolisan Daerah Riau, Diskominfo Jawa Barat, Diskominfo Jawa Timur, Media Liga Kampus, Zeo Technology, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, SMKN 1 Kota Pontianak, UBSI, SMKN Kristen Pontianak, Pemerintah Daerah Kepulauan Aru dan Pemerintah Daerah Kota Jambi.

Puncak dari kolaborasi dan sinergi nasional dengan pemberian apresiasi terhadap mitra RTIK Indonesia juga diberikan kepada Kominfo RI, Michael S Sunggiardi, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M.,M.T, Dr. H. Muhammad Toasin Asha, ICT Watch, Commonroom, Siberkreasi, APJII, Telkom, Pusdiklat Kominfo, Kururio, Mafindo, PT Graha Karya Informasi, Gatralin dan Edukasi4ID.

Relawan TIK Kabupaten Blitar dan Kepala Desa Wates hadiri Festival TIK 2022 di Pontianak

Internet Sambung Desa|Relawan TIK Indonesia kembali menggelar acara tahunan yaitu Festival TIK, kali ini dengan tema “Transformasi Digital Untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Dan Pariwisata” Festival TIK yang ke 11 ini digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pada Rabu s/d Kamis, 16-17 November 2022.

Ninget Teknologi Nune’ Jratn Relawan TIK adalah sebuah tagline yang disematkan pada acara Festival TIK yang memiliki makna Melek Teknologi Melalui Relawan TIK. Sebagai upaya penerapan  dan sosialisasi teknologi informasi dan komunikasi agar dapat menyatukan dan memadukan pengembangan kebudayaan dan kepariwisataan di Indonesia.

Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Pemerintah Kota Pontianak, dan Politeknik Negeri Pontianak, serangkaian acara pada Festik 2022 ini diantaranya, Opening Ceremony yang terdiri dari Tiga Seminar Nasional dan 14 Workshop dengan target peserta keseluruhan 2.600 orang, yang terdiri dari pelajar SMK, mahasiswa, dan masyarakat dari wilayah Pontianak dan sekitarnya, serta ratusan leaderi Relawan TIK yang hadir dari berbagai wilayah di Indonesia.

Rangkaian lainnya dari acara Festival TIK 2022 yaitu Gala Dinner, RAKERNAS, RTIK Award, City Tour, Pengukuhan Pandu Digital, Pengukuhan Asesor RTIK, Sertifikasi Microsoft Specialist dan Closing Ceremony. Rencananya, Festival TIK akan dibuka secara langsung oleh Walikota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T.

Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, Fajar Eri Dianto mengajak seluruh Relawan TIK se Indonesia untuk dapat mengikuti Festival TIK baik secara luring maupun daring, “ Festival TIK adalah momen sakral dimana seluruh Relawan TIK Indonesia saling merefleksikan semangat, inovasi dan inspirasi,” kata Fajar Eri.

Fajar Eri Dianto menambahkan, Festival TIK menjadi pesta edukasi persembahan Relawan TIK bersama mitra kolaborasi bagi masyarakat yang disajikan dengan puluhan workshop tematik penunjang untuk meningkatkan kemampuan digital.

“Akan ada apresiasi bagi penggerak inspiratif Relawan TIK dari berbagai daerah, program serta produk inisiasi yang dibuat oleh Relawan TIK dan penghargaan kepada tujuh Pemerintah Desa yang komitmen dan konsisten dalam mendorong transformasi digital di Indonesia dari level desa,” tutup Fajar Eri.

Salah satu yang akan menerima penghargaan itu Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates, juga hadir sebagai Komisariat Desa dari Relawan TIK Kabupaten Blitar.

“Dipastikan Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Moh. Hamid Almauludi hadir di gelaran Festival TIK 2022 Pontianak, sudah konfirmasi”, disampaikan oleh Hamzah Fathoni, Ketua umum Relawan TIK Kabupaten Blitar.

“6 (enam) orang pengurus Relawan TIK Kabupaten Blitar dipastikan menghadiri FestTIK 2022 di Pontianak”, sambung Hamzah menambahkan.

Tujuan Lain diselenggarakannya Festival TIK adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, promosi wisata, sebagai sarana untuk memperluas Jaringan Informasi dan Komunikasi serta memperkenalkan Seni dan Budaya Kalimantan Barat kepada Dunia, terkonfimasi puluhan Dinas Komunikasi dan Informastika dari berbagai daerah juga turut menghadiri Festival TIK guna mengikuti salah satu workshop yang berkaitan dengan SPBE dan Cyber Security.

Festival TIK tahun 2022 kali ini juga mendapatkan dukungan dari mitra dan stakeholder diantaranya; ICT Watch, MAFINDO, KURURIO, SIBERKREASI, Jawara Digital, UBSI, Edukasi4ID, Telkom Indonesia, BONET, sooltanPay, KPCPEN, YALE Communication, T-money, Graha Karya Informasi, GATRALIN, BORNEO ISTIMEWA, YAWIKA.

Pemetaan dan Verifikasi Lahan Kelompok Tani Sebagai Piloting IoT Smart Farming

Internet Sambung Desa|Kabupaten Blitar, 06 Nopember 2022 | Masih di Desa Wates, Kecamatan Wates, Relawan TIK Kabupaten Blitar melakukan Verifikasi beberapa lahan petani yang diajukan sebagai percontohan implementasi Internet of Thing Smart Farming.

Kegiatan ini merupakan tahapan ketiga dalam program pemberdayaan yang berkelanjutan di Desa Wates, sebagai salah satu lokus Desa Cerdas. Sasarannya adalah sampai terwujud implementasi IoT (Internet of Thing) Smart Farming di beberapa lahan kelompok tani yang jadi percontohan, mulai dari dukungan teknis, pembiayaan, instalasi peralatan, dan aplikasinya dalam proses produksi sampai panen.

Dari 8 (delapan) lahan Kelompok Tani yang diajukan, dilakukan verifikasi di 3 (tiga) lahan yang akan mewakili jenis tanaman sebagai percontohan, yaitu :

(1) Lahan Bapak Sutompo, Bendahara Kelompok Tani Sumbang Sari, Luas lahan 4.000m2, yang akan ditanami Cabe. Kekhawatiran Pak Sutompo sebagai petani senior, ancaman yang harus dipikirkan adalah adanya virus Gemini untuk tanaman cabe. Setelah berdiskusi Panjang, akhirnya sepakat untuk menanam cabe secara organik yang didahului dengan pengolahan undur-unsur hara tanahnya terlebih dahulu.

Bapak Sutompo, Bendahara kelompok tani Sumbang Sari

(2) Lahan Bapak Sutopo, Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur, Luas lahan 3.950m2, ditanami Jagung sebagai tanaman percontohan yang menggunakan teknologi IoT Smart Farming.

Bapak Sutopo, Ketua kelompok tani Ngudi Makmur

(3) Lahan Bapak Harianto, Ketua Kelompok Tani Sido Maju, Luas lahan 2.800m2, ditanami tomat sebagai tanaman percontohan yang akan menggunakan teknologi IoT Smart Farming.

Bapak Harianto, Ketua kelompok tani Sido Maju

Dari ketiga lahan yang akan dijadikan piloting IoT Smart Farming, kesemuanya memiliki fasilitas ketersediaan air yang sangat layak. Lahan Pak Sutompo memakai Sumur pompa, lahan Pak Harianto juga memakai sumur pompa sekalian sudah dilengkapi tandon permanen. Sedangkan lahan Pak Sutopo berdekatan dengan sungai besar yang mengalir.

Dari beberapa usulan kelompok tani, setelah dilakukan verifikasi akan disusun dan dibuatkan proposal untuk memfasilitasi beberapa lahan yang diajukan sebagai piloting untuk mendapatkan dukungan pembiayaan instalasi dari beberapa mitra strategis Relawan TIK Indonesia ataupun Relawan TIK Kabupaten Blitar.

Curah Pendapat Perwakilan Kelompok Tani, Pemberdayaan Menuju Pertanian Cerdas.

Internet Sambung Desa|14 Oktober 2022 | Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar merupakan salah satu dari 30 Desa yang ditunjuk oleh Kementerian Desa & PDTT sebagai Desa Cerdas. Relawan TIK Kabupaten Blitar yang sejak pembentukannya sangat concern dengan upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa, melaksanakan kegiatan awal untuk menindaklanjuti Perhelatan besar yang telah diinisiasi oleh RTIK Kabupaten Blitar berupa Seminar dan Workshop dengan tema : “DIGITALISASI PERTANIAN DAN UMKM DESA”, diselenggarakan 22 – 24 Agustus 2022.

Digitalisasi Pertanian dan UMKM di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Dalam implementasi program Desa Cerdas, harus mengacu pada ketersediaan Infrastruktur Jaringan Internet sebagai hak akses Internet, serta kegiatan Literasi Digital Dasar bagi masyarakat.

Kegiatan Literasi Digital Dasar sudah dilakukan oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar di 16 Desa Cerdas, salah satunya Desa Wates. Sehingga dalam implementasi Program Desa Cerdas, sebagai outcome-nya adalah 6 Pilar Desa Cerdas : (1) Masyarakat Cerdas, (2) Kehidupan Cerdas, (3) Lingkungan Cerdas, (4) Ekonomi Cerdas, (5) Tata Kelola Cerdas, dan (6) Mobilitas Cerdas. Kegiatan selanjutnya harus dimulai dengan kegiatan Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat, khususnya yang menyangkut pilar Kehidupan Cerdas, Ekonomi Cerdas dan Lingkungan Cerdas.

Roadshow Literasi Digital di 16 Desa dari 30 Desa Cerdas yang ditunjuk Kemendes

Dibutuhkan Pendampingan Pemberdayaan yang bersifat Keberlanjutan. Setiap desa memiliki potensi dan permasalahan yang berbeda-beda. Desa Wates sebagai salah satu Desa Cerdas, memiliki potensi Pertanian dan UMKM yang harus diberdayakan agar mampu memenuhi indikator kegiatan pertanian cerdas bagian dari Kehidupan Cerdas, Lingkungan Cerdas dan Ekonomi Cerdas, sehingga Desa Wates layak disebut sebagai Desa Cerdas.

Relawan TIK Kabupaten Blitar melakukan kegiatan pendampingan terhadap Digitalisasi Pertanian Cerdas di Desa wates, mulai dari hulu sampai hilir dengan mengembangkan Teknologi IoT Smart Farmin, serta memperkuat Ekosistem Ekonomi Pertanian.

Dari sisi hulu, Relawan TIK Kabupaten Blitar mendampingi bagaimana cara mengimplementasikan Teknologi Digital sebagai alat bantu dalam bercocok tanam, yaitu penerapan IoT (Internet of Thing) smart farming. Agar proses produksi dalam menanam lebih efiensi dan lebih efektif, sedangkan dari sisi hilir, pasca panen perlu dibantu untuk melakukan pemetaan ekosistem rantai distribusi dari hasil panen para petani agar harganya lebih bagus.

Hari ini, Jum’at (14 Oktober 2022) kegiatan pendampingan dimulai dengan Curah Pendapat dan diskusi terkait harapan, keinginan dan permasalahan yang selama ini selalu dihadapi para petani. Kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan yang partisipatif dan dari bawah (Bottom up), yang akan menemukan solusi-solusi yang bersifat inovatif, dan dapat diwujudkan secara berkelanjutan.

Bentuk pendampingannya akan berkelanjutan dengan cara mewujudkan implementasi IoT Smart Farming menjadikan beberapa lahan petani sebagai piloting (percontohan), akan didukung oleh jejaring kemitraan strategis yang dimiliki Relawan TIK Indonesia, khususnya Relawan TIK Cabang Kabupaten Blitar, Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Dalam kegiatan ini juga diikuti oleh Perangkat Desa Kalitengah dan Pengurus BUMDesa Lembu Gumarang, Desa Kalitengah, Kecamatan Panggungrejo yang juga Pengurus Komisariat Desa Relawan TIK di Kabupaten Blitar.

Inisiasi Pemberdayaan Relawan dan Kader Dalam Pendampingan Digitalisasi Pertanian dan UMKM Desa

Internet Sambung Desa|Relawan TIK Kabupaten Blitar, menginisisasi dan menyelenggarakan kegiatan yang berorientasi pada implementasi Smart Farming bertajuk “Workshop dan Training of Trainer Digitalisasi Pertanian dan UMKM Desa” pada Senin dan Selasa, 22 – 23/08/2022 di Gedung Kantor Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kepada Duta Digital Kabupaten Blitar dalam upaya pencapaian 6 pilar Smart Village (desa cerdas) di 30 desa lokus program Smart Village (desa cerdas), Kemendes PDTT yang ada di Kabupaten Blitar.

Salah satu pilar smart village (desa cerdas) – smart living (kehidupan cerdas) dan smart people (masyarakat cerdas), masyarakat harus memiliki digital skills (kecakapan digital) sebagai salah satu pilar Literasi digital. Diharapkan kegiatan “Pemberdayaan Relawan dan Kader Dalam Pendampingan Digitalisasi Pertanian dan UMKM Desa” di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar bisa jadi proyek percontohan yang terintegrasi.

Selama ini sektor pertanian telah mendorong perekonomian dasar masyarakat tetap bergerak saat terjadi pandemi covid-19. Sedangkan sektor UMKM telah berkontribusi terhadap PDB sebesar 61,07%. Artinya pertumbuhan pemulihan ekonomi bisa diakselerasi lebih ringan.

Kabupaten Blitar memiliki potensi pertanian yang sangat luar biasa, berupa lahan pertanian yang luasnya 98.415 Ha (luas sawah 31.975 Ha, luas bukan sawah 66.440 Ha) dengan SDM petani yang sangat banyak 1.928 kelompok tani.

Di Kabupaten Blitar juga terdapat 1.007 koperasi, yang aktif 538 koperasi dan 256.006 Usaha Mikro (Data BPS 2021), sedangkan menurut data hasil pendataan Bantuan Pemerintah Usaha Mikro (BPUM) terdapat 31.059 Usaha Mikro (UM). Sehingga jumlah Usaha Mikro (UM) 20% dari jumlah penduduk Kabupaten Blitar.

Mengikuti strategi Presiden RI sebagai Presidensi G20 untuk kebangkitan ekonomi, Hilirisasi, UMKM Go online, dan Ekonomi Hijau, tema besar kegiatan ini menemukan keselarasan.

Ada tiga permasalahn mendasar yang (masih) harus dihadapi, yaitu (1) Masih rendahnya kualitas SDM, dan belum sejalannya agenda strategis Pemerintah Daerah, juga di Pemerintah Desa.

(2) Literasi Digital sektor pertanian yang masih rendah, karena mayoritas para petani tidak mengenyam pendidikan pendidikan tinggi, 65% dari jumlah petani berpendidikan SD, dan sebagian besar petani berusia 45 tahun ke atas (75% dari jumlah petani).

(3) Demikian juga dengan sektor Koperasi dan Usaha Mikro (UM), dimana SDM pengurus koperasi dalam hal kecakapan digital masih sangat rendah. Dari pihak Pemerintah Daerah masih belum ada fasilitasi digitalisasi koperasi. Kapasitas produksi UM masih rendah, sehingga daya saing masih lemah. Sehingga tantangan akses pasar yang belum bisa dioptimalkan meski sebagian sudah masuk dalam ekosistem digital melalui e-commerce korporasi besar. Belum terbangun ekosistem ekonomi (digital) lokal yang kuat.

Generasi Millenial terdidik tidak tertarik (meninggalkan) pertanian. Sehingga dikhawatirkan terjadi krisi pangan beberapa tahun ke depan yang disebabkan oleh terjadinya alih lahan pertanian.

Dengan kegiatan yang digelar secara Hybrid tersebut merupakan kerjasama dan dukungan berbagai pihak, seperti Kemendes PDTT, Pemkab Blitar, Bank Indonesia, PANDI, My.id, ICT Watch dan mitra strategis Relawan TIK lainnya.

Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya hadirnya UU nomer 6 tahun 2014 tentang desa telah memberikan arti besar dalam pembangunan desa di Indonesia, terutama Kabupaten Blitar yang hampir 70 % masyarakatnya adalah petani.

https://youtu.be/7YpifDRgNiQ

“ Saya yakin jika system IoT dapat menjawab keluhan petani khususnya di Kabupaten Blitar,” tutup Rini.

Workshop dan ToT tersebut menghadirkan beberapa pakar di bidangnya seperti, Andri Johandri dari Relawan TIK Indonesia sekaligus founder pythonesia.org, Indriyatno Banymurti dari ICT Watch, Chairul Afif dari My.id, Luki Riyaningrum dari Bank Indonesia dan Rully Wahyu Kepala Dinas PMD Kabupaten Blitar.

Toolbar Disabilitas