Jakarta, 19 November 2025 – Upaya akselerasi pembangunan daerah melalui sentuhan teknologi memasuki babak baru. Berbagai Pengurus Wilayah/ Cabang dan anggota Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia secara nasional antusias mengikuti Forum Group Discussion (FGD) Daring bertajuk “Pendampingan Kegiatan Digitalisasi Desa Dalam Mewujudkan Misi Pembangunan di Daerah” pada hari Rabu, 19 November 2025. Digelar secara virtual, kegiatan ini berlangsung intensif mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai pada 12.30 WIB, menghadirkan lima narasumber dari berbagai institusi yang diharapkan akan berkolaborasi sebagai stakeholder utama dalam Tindak Lanjut implementasi nantinya.
Acara dibuka oleh sambutan inspiratif dari Hani Purnawanti, S.E., M.M., Ketua Umum Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia. Beliau menekankan peran vital Relawan TIK sebagai garda terdepan dalam menjembatani kesenjangan digital dan mewujudkan desa mandiri berbasis teknologi. Diskusi kemudian dipandu dengan lugas oleh Asep Mahpudin, M.Kom, Ketua Relawan TIK Cabang Kabupaten Kuningan, yang memastikan setiap sesi berjalan interaktif dan tepat sasaran.
Lima narasumber mempresentasikan topik krusial yang saling melengkapi dalam ekosistem digitalisasi desa:
- Mujianto, S.E., M.T. dari Pusat Daya Saing (Pusdaing) Badan Pengembangan Informasi Desa Kemendes PDT, mengulas topik “Digitalisasi Desa Dalam Mendukung Pelayanan Publik Di Daerah”. Beliau menyoroti pentingnya adopsi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan desa kepada warga.
- Ade Dimijanty Sirait, ST, MTM., Kepala Divisi Layanan TI Badan Usaha II BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), memaparkan “Program Konektivitas Mandiri Dan Digitalisasi di Wilayah Pelayanan Universal (WPUTI) Telekomunikasi dan Informatika”. Fokus utamanya adalah memastikan pemerataan akses internet sebagai prasyarat utama digitalisasi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
- Prasetya, S.Sos., M.I.Kom, Ketua Tim Pembinaan Urusan Pemerintahan Konkuren (PUPK) dan Digitalisasi Pemerintah Desa Kementerian Komdigi, membahas strategi “DIGITALISASI PEMERINTAH DESA MELALUI WEBSITE DAN LAYANAN SIDEKA-NG”. Program ini menjadi solusi standar bagi desa untuk membangun portal informasi resmi dan layanan administrasi digital yang terintegrasi.
- Dari kalangan Relawan TIK sendiri, Erlina Dwi Nadzifah, S.Kom., Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, memperkenalkan inovasi “Sistem Informasi Data Mikro (SITAKRO) Untuk Data individu Warga Desa Berbasis SDG’s”. SITAKRO didesain untuk membantu desa mengumpulkan data mikro yang akurat dan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), esensial untuk perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
- Sesi ditutup oleh Dr. Jokhanan Kristiyono, M.Med.Kom., Ketua STIKOSA AWS Surabaya, dengan materi “Pemetaan Potensi Desa, Analisa Data Mikro dan Geographic Information System (GIS)”. Beliau menegaskan bahwa data mikro yang dikombinasikan dengan teknologi GIS akan menjadi kunci bagi desa untuk mengidentifikasi potensi ekonomi, sumber daya alam, dan tantangan wilayah secara visual dan akurat.



Inti dari FGD ini mengerucut pada pentingnya kemandirian data desa sebagai fondasi pembangunan. Data yang valid dan berbasis geospasial, seperti yang diusung melalui SITAKRO dan GIS, adalah bahan bakar untuk perencanaan yang efektif, alih-alih hanya berfokus pada infrastruktur konektivitas semata.
Kegiatan ini sukses membekali Relawan TIK dengan pemahaman komprehensif mengenai kebijakan pemerintah, ketersediaan infrastruktur, serta aplikasi teknologi terapan yang dapat mereka bawa langsung ke desa-desa dampingan. Semangat kolaborasi antara pemerintah pusat, BAKTI, akademisi, dan Relawan TIK ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya desa-desa cerdas (Smart Villages) yang berdaya saing di seluruh Indonesia.
