Sidoarjo 25 Oktober 2025 – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi melalui Program Konektivitas Mandiri menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat desa. Hal ini penting agar pengelolaan jaringan internet dapat berjalan mandiri, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial yang nyata bagi masyarakat.
Sebagai langkah konkret, BAKTI Komdigi melalui Wilayah Kerja IV Surabaya sukses menyelenggarakan Capacity Building: Pelatihan Analitik dan Optimalisasi Bisnis serta Pembangunan Tata Kelola Infrastruktur Jaringan Internet Mandiri Desa di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP) Sidoarjo, pada 20–24 Oktober 2025.

Kegiatan selama lima hari ini menjadi wadah kolaboratif dan ruang belajar yang intensif bagi para kepala desa dan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari berbagai wilayah. Mereka dibekali dengan materi teknis maupun manajerial. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana pengelolaan jaringan internet desa tidak hanya efektif secara operasional, tetapi juga mampu berdampak luas sebagai penggerak ekonomi desa.
“Pemerataan akses internet kini bukan lagi sekadar proyek pemasangan kabel atau menara. Ini adalah upaya strategis untuk membangun kemandirian digital desa dan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput,” ujar Taruna Perdana Adi, Kepala Kantor Wilayah Kerja IV, Surabaya BAKTI Komdigi dalam sambutannya.



Pada Sesi Pembangunan dan Tata Kelola Jaringan Internet Mandiri Desa yang difokuskan pada pengelolaan teknis, BAKTI Komdigi menggandeng narasumber ahli dari jejaring Relawan TIK Indonesia. Tiga orang Pengajar Utama turut hadir untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam bendera Internet Sambung Desa sebagai salah satu program pendampingan digitalisasi desa dan gerakan literasi digital masyarakat perdesaan. Mereka adalah Hamzah Fathoni, sebagai Founder Internet Sambung Desa yang juga Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, Asep Mahpudin dari Relawan TIK Kabupaten Kuningan, dan Ary Sunaryo dari Relawan TIK Kabupaten Tulungagung.
Melalui pelatihan ini, BAKTI Komdigi berharap kepala desa dan pengurus BUMDes dapat menjadi agen perubahan yang menguasai tata kelola jaringan internet, memahami peluang bisnis digital, dan pada akhirnya menjadikan internet sebagai aset strategis untuk kesejahteraan dan kemajuan desa.
Kegiatan pembelajaran juga didukung oleh tim Asisten Pengajar yang kompeten, meliputi Wijaya Kusuma dari Relawan TIK Subang, serta Wempi dan Marjiono yang keduanya berasal dari Relawan TIK Kabupaten Blitar. Kehadiran para praktisi ini diharapkan mampu memberikan transfer pengetahuan yang aplikatif dan mudah diimplementasikan oleh para peserta di desa masing-masing.
