Transformasi Digital BUMDes Sejahtera Desa Kemirigede: Inisiasi Kolaboratif UPN Veteran Jawa Timur, Relawan TIK, dan Kemendes PDT.

BLITAR – Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, bersiap menyongsong era digital. Melalui inisiasi dari Program Studi Bisnis Digital Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, sebuah program strategis bertajuk “Digitalisasi Pengembangan Unit Usaha BUMDes Sejahtera” kini tengah memasuki tahap pematangan rencana.

Program ini bukan sekadar digitalisasi administratif, melainkan upaya komprehensif untuk mengangkat potensi ekonomi desa ke ranah global melalui sinergi antara akademisi, praktisi teknologi, dan pemerintah pusat.

Kegiatan pemberdayaan ini digerakkan oleh tiga pilar utama:
UPN Veteran Jawa Timur: Sebagai motor penggerak akademis dan pendampingan teknis.
Relawan TIK Indonesia: Pendampingan literasi digital dan implementasi teknologi lapangan.
Kemendes PDT: Penyelaras kebijakan pembangunan desa dan penguatan ekonomi lokal.

Pada Kamis, 19 Februari 2026, telah dilaksanakan pertemuan daring untuk menyinkronkan tahapan dan konsep pemberdayaan unit usaha BUMDES melalui pendekatan teknologi informasi.

Pertemuan daring ini dihadiro oleh Sugiarto, M.Kom. (Kaprodi Bisnis Digital UPN Veteran Jatim), Mujianto, S.E., M.T. beserta tim Pusat Pengembangan Daya Saing Desa (Pusdaing) Kemendes PDT, serta Hamzah Fathoni (Ketua Bidang Program PP Relawan TIK Indonesia).

Dalam diskusi tersebut, para pihak menyepakati delapan tahapan kegiatan utama yang akan menjadi tulang punggung digitalisasi BUMDes Sejahtera, mulai dari perencanaan hingga keberlanjutan program:

  1. Persiapan & Konsolidasi: Pembentukan tim kerja lintas pakar dan koordinasi intensif dengan Pemerintah Desa Kemirigede.
  2. Audit Potensi (Penggalian Data): Melakukan observasi lapangan dan wawancara untuk membedah unit usaha eksisting serta potensi wisata yang belum tergarap maksimal.
  3. Rekayasa Model Bisnis (BMC Digital): Penyusunan Business Model Canvas untuk memastikan unit usaha memiliki strategi nilai tambah (value added) di pasar digital.
  4. Arsitektur Sistem: Perancangan alur layanan web yang intuitif dan menarik bagi calon pelanggan maupun investor.
  5. Produksi Platform & Katalog: Pembangunan portal profil desa dan etalase produk UMKM yang terintegrasi.
  6. Transfer Pengetahuan (Pelatihan): Literasi digital bagi pengurus BUMDes dan tim muda desa agar mampu mengelola sistem secara mandiri.
  7. Optimasi & Monitoring: Evaluasi berkala terhadap fungsionalitas sistem berdasarkan pengalaman pengguna di lapangan.
  8. Keberlanjutan & Diseminasi: Publikasi keberhasilan program serta penyusunan peta jalan (roadmap) pengembangan untuk tahun-tahun mendatang.

Saat ini, draf proposal kegiatan tengah difinalisasi oleh Sugiarto, M.Kom. selaku inisiator dari akademisi. Fokus utama proposal ini adalah mengintegrasikan kurikulum Bisnis Digital dengan kebutuhan praktis di desa, sehingga solusi teknis yang diberikan bukan sekadar “pajangan digital”, melainkan alat bantu produktivitas ekonomi.

“Kolaborasi ini adalah wujud nyata dari konsep Pentahelix. Akademisi menyediakan kerangka teori dan teknis, Relawan TIK memperkuat implementasi di lapangan, dan Kemendes PDT melalui Pusdaing memastikan program ini sejalan dengan standar daya saing desa nasional,” ungkap Hamzah Fathoni, Pengurus Pusat Rekawan TIK Indonesia.

Sedangkan Mujianto, S.E., M.T., dari Kemendes PDT berharap bahwa dengan integrasi teknologi dan pendampingan yang tepat, BUMDes Sejahtera Desa Kemirigede, Kecamatan Keamben diharapkan mampu menjadi lokomotif ekonomi yang lebih modern, transparan, dan kompetitif di Kabupaten Blitar dan bisa dijadikan role model pemberdayaan BUMDes secara nasional.

Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [1.20 MB]

Toolbar Disabilitas