Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Deep Learning di UPT SDN Pasirharjo 02 Kabupaten Blitar

Pasirharjo, Blitar – Sabtu, 31 Mei 2025 | Dalam rangka menyambut penerapan metode deep learning yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Dr. Abdul Mu’ti, untuk tahun ajaran baru mendatang, UPT SD Negeri Pasirharjo 02, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar menggelar pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif bagi para guru. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Relawan TIK Kabupaten Blitar, yang menghadirkan Dian Tri Wiyono, S.Pd.Gr., Ketua Bidang Komunikasi Publik Relawan TIK Kabupaten Blitar sebagai narasumber utama.

Pelatihan ini difokuskan pada pengenalan dan praktik pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi AI (Artificial Intelligence), VR (Virtual Reality), dan AR (Augmented Reality) dengan memanfaatkan platform edukasi Assemblr EDU. Platform ini memungkinkan para guru untuk menciptakan pengalaman belajar tiga dimensi yang menarik dan mendalam tanpa memerlukan kemampuan desain atau pemrograman tingkat lanjut. Lebih istimewa lagi, para guru dapat memanfaatkan akun belajar.id milik mereka untuk mengakses berbagai fitur premium dari Assemblr EDU secara gratis.

Acara dibuka secara resmi oleh M. Kholik Hamdi, S.Pd, Kepala UPT SDN Pasirharjo 02, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam dunia pendidikan.

“Guru harus kreatif supaya siswa bisa memiliki kesadaran penuh, merasa senang, dan mempunyai pengalaman serta dampak dalam setiap pembelajaran. Untuk itu, dalam kegiatan pelatihan ini bapak ibu guru harus memperhatikan dengan seksama dan serap ilmu baru untuk anak didik kita,” ujar M. Kholik dengan penuh semangat.

Ia juga mengungkapkan bahwa sekolah akan mulai memperkenalkan mata pelajaran pemrograman (coding) dan KKA (Kecakapan Kehidupan Abad 21) mulai semester depan, sebagai bagian dari persiapan transformasi pendidikan yang holistik dan futuristik.

Dalam sesi pelatihan, peserta dikenalkan pada konsep pembelajaran mendalam (deep learning), sebuah pendekatan yang menekankan pemahaman konseptual, berpikir kritis, eksploratif, dan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar. Deep learning bukanlah kurikulum baru, melainkan strategi penguatan cara mengajar yang bisa diterapkan pada semua mata pelajaran.

Para peserta kemudian diberikan kesempatan langsung untuk mengeksplorasi Assemblr EDU dalam membuat media pembelajaran berbasis AR. Antusiasme terlihat dari seluruh guru yang hadir, meskipun sempat terkendala dengan kualitas jaringan internet yang kurang stabil di lingkungan sekolah. Namun demikian, semangat belajar para guru tetap tinggi.

Salah satu peserta, Nita Rosita, guru kelas 5, menyampaikan kesannya, “Saya merasa senang sekali karena mendapatkan ilmu baru. Ternyata banyak fitur di Assemblr EDU yang bisa digunakan secara gratis melalui akun belajar.id. Ini sangat membantu saya untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik dan Interaktif”.

Pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan teknologi bagi para guru, tetapi juga membuktikan bahwa transformasi pendidikan digital di lingkungan sekolah dasar bisa dimulai dari langkah konkret dan kolaboratif seperti ini.

Sebagai penutup, Dian Tri Wiyono, S.Pd.Gr., Sebagai Narasumber yang juga Ketua Bidang Komunikasi Publik Relawan TIK Kabupaten Blitar menyampaikan harapannya agar para guru terus mengeksplorasi potensi teknologi dalam pendidikan. Ia menegaskan bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi inovator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual bagi generasi muda.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UPT SD Negeri Pasirharjo 02 telah menandai satu langkah penting menuju pendidikan masa depan yang berbasis teknologi, kreatif, dan berpusat pada siswa. Harapannya, model pelatihan ini dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Blitar guna mendukung visi besar pendidikan nasional yang adaptif dan transformative.

Diterbitkan oleh

Hamzah Fathoni

Pandu Literasi Digital, Founder Sambungdesa, Relawan TIK Indonesia

Toolbar Disabilitas