Terobosan Model Bisnis: BUMDES Sebagai Pemilik Tunggal Jaringan Internet di Desa

KABUPATEN BLITAR | 04 Februari 2026 – Langkah besar menuju pemerataan akses digital dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di wilayah pelosok tanah air kembali dipertegas. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar rapat koordinasi krusial terkait penyusunan Rencana Kerja Usaha Bersama (RKUB) Program Konektivitas Mandiri bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) “Sejahtera” desa Kemirigede Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, PT Radnet Digital Indonesia Surabaya, yang disaksikan oleh Taruna Perdana Adi, Kepala Kantor Wilayah Kerja IV BAKTI Surabaya, dipandu oleh Hamzah Fathoni sebagai pendampingan dari Relawan TIK Indonesia, yang juga diawali dengan sambutan pembuka oleh Kepala Desa Hari Purnawan.

Kegiatan ini bukan sekadar tindak lanjut pembahasan poin-poin kesepakatan kerjasama dan persiapan teknis, melainkan misi strategis untuk memutus rantai keterisolasian digital yang selama ini menghambat efisiensi birokrasi dan pertumbuhan ekonomi di level desa dan strategi bisnis meningkatkan PADes.

Hingga saat ini, wajah pelayanan publik di banyak desa masih identik dengan tumpukan kertas dan proses manual yang lamban. Data Kementerian Kominfo tahun 2024 menunjukkan kenyataan pahit: 7.400 desa dan kelurahan di Indonesia belum terjamah jaringan 4G.

Ketimpangan ini menciptakan jurang digital yang nyata. Berdasarkan Indeks Desa Digital 2023, mayoritas desa masih terjebak di fase pra-digital. Dampaknya? Layanan publik tidak efisien, rentan duplikasi data, dan transparansi sulit diwujudkan. Program Konektivitas Mandiri ini hadir sebagai jawaban atas mandat UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Inti dari RKUB ini adalah pergeseran paradigma. Desa tidak lagi hanya menjadi objek pasar bagi provider besar, melainkan subjek penyedia layanan. Dalam rapat koordinasi tersebut, disepakati pola kerjasama inklusif yang menempatkan desa di garda terdepan:

EntitasPeran Strategis dalam Ekosistem
BUMDES Sejahtera KemirigedePemilik Tunggal Jaringan. Mengelola distribusi internet secara mandiri di wilayah desa, memastikan aset infrastruktur milik warga desa.
ISP (PT Radnet Digital Indonesia)Penyedia bandwidth dan dukungan teknis utama. Sebagai pengurus APJII, mereka juga mendorong kompetisi sehat antar ISP di lapisan pelanggan.
Relawan TIK IndonesiaGarda terdepan pendampingan teknis dan literasi digital bagi pengelola serta masyarakat desa.

Transformasi digital desa kini menjadi keharusan. Dengan model RKUB, BUMDESA memiliki kendali penuh atas infrastruktur yang dibangun. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan skor literasi digital nasional yang saat ini masih tertahan di angka 3,65 (kategori sedang).

“Digitalisasi desa bukan sekadar pilihan, tapi keharusan untuk memangkas birokrasi dan membuka peluang ekonomi baru”

Melalui sinergi antara BAKTI Komdigi, Kemendes PDT, sektor swasta (ISP), Akademisi, Pemerintah Desa dan komunitas (Relawan TIK), Program Konektivitas Mandiri diharapkan dapat menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan secara ekonomi bagi desa, sekaligus memperkuat tingkat kematangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang selama ini masih rendah di tingkat desa dan kecamatan.

Proses penyusunan RKUB ini akan segera masuk ke tahap implementasi teknis dan penguatan regulasi di tingkat desa. Keberhasilan model di Desa Kemirigede ini diproyeksikan menjadi blueprint nasional bagi desa-desa lain di daerah tertinggal untuk mewujudkan kemandirian internet.

Diterbitkan oleh

Hamzah Fathoni

Pandu Literasi Digital, Founder Sambungdesa, Relawan TIK Indonesia

Toolbar Disabilitas